Hallo Mas Leo, saya sudah baca buku anda yang berjudul “Psikologi Tarot”, and gotta say it is one of my favourite books at the moment. Nice work ^^
Well, tidak ada alasan yang emergency tentang why I’m sending this e-mail, tapi memang ada alasannya: saya mungkin butuh bantuan pembacaan tarot. Sebenarnya I read tarot myself, tapi somehow kalau persoalan2 yang kaitannya sama diri sendiri, saya merasanya pembacaannya jadi jauh lebih tidak akurat karena dipengaruhi banyak sekali factor-faktor subyektif, jadi melalui e-mail ini, saya mengharapkan second opinion. However, karena tidak ada yang emergency, nggak masalah juga kalau e-mail ini sekedar dianggap time killer saja. Well, baiklah. Mungkin saya cerita saja tentang diri saya (Saya hanya akan mengajukan satu pertanyaan, dan saya hanya akan menceritakan hal-hal yang –menurut saya- relevan). Sebelumnya, maaf kalau ada yang dirasa kurang berkenan. Mungkin soal pemilihan kata, mungkin soal bahasa ... saya kebiasaan campur-campur pakai bahasa Indonesia dan Inggris, jadi yah ... mohon maaf kalau itu mengganggu. Oke. Jadi,. saya I, 22 tahun, perempuan, sepertinya koleris-melankolis, mahasiswi kedokteran yang sedang menempuh pendidikan profesi. I love being in medicine, saya tidak bisa membayangkan bidang lain yang lebih cocok buat saya selain kedokteran: ilmunya banyak dan selalu berubah, dan saya juga menikmati belajar seni ber-empati pada orang lain tanpa getting too far into their own personal problem(s). However, selain kuliah, saya punya hobi lain: membaca, menulis, dan bermusik (esp. singing). Saya ingin melakukan semua interest itu dengan sebaik mungkin. Masalahnya, saya punya keterbatasan waktu, tenaga, dana, dan mungkin beberapa hal lainnya, sehingga I didn't do them all to the fullest, dan rasanya jadi tidak terlalu nyaman karena kesannya ’nanggung’. Mama saya –seorang akademisi sejati- selalu bilang ke saya kalau saya sebaiknya konsentrasi kuliah dan menjalani hobi hanya untuk killing time. Beliau bilang, saya toh tidak punya banyak bakat musik ataupun menulis (ada bakat, tapi sepertinya tidak akan cukup to make me a professional in those two fields), jadi sebaiknya ya konsentrasi akademis aja. ”Doktrin” ini tertanam cukup kuat waktu saya masih sekolah –dan masih tinggal bersama beliau- and so I dropped my seemingly-to-be-unrealistic dreams about being a professional musician dan/atau writer. However, seiring berjalannya waktu, setelah 4 tahun hidup merantau, entah kenapa saya merasa bahwa I achieve less in academics, dan somehow I just feel like achieving more in music and writing. I’m considering taking a year off dari kuliah untuk melaksanakan ‘proyek2’ musik, menulis, dan beberapa hal lain yang saya takut nggak bakal sempat saya lakukan kalau nanti saya sudah menyandang title ‘dokter’. Tapi tentu saja mama saya bilang “Jangan, nggak ada alasan buat cuti kuliah. Kamu sudah berjalan di jalan yang benar, jangan ’cari2’ yang lain lagi.” Yah ... cukup bisa dimengerti. Tapi saya toh masih tetap berpikir untuk cuti. Hehehe. Entahlah. Semakin saya terlibat, saya semakin mencintai musik dan tulis-menulis. Dan –saat ini- rasanya nggak mungkin aja untuk mengurangi aktivitas itu. Kayanya saya bakal stres kalau harus jalan lurus tanpa ’membelokkan diri’ ke (setidaknya) dua hal itu. Yet still, my mother can’t really seem to understand dan saya juga cukup mengerti kenapa beliau tidak mengerti tapi saya tidak tahu bagaimana cara membuat beliau mengerti. Begitulah. And so, pertanyaannya adalah: Apa yang sebaiknya saya lakukan dengan keadaan ini? Well. Begitu. Mohon pembacaannya. Atas kesediaan Mas Leo untuk membacakan, saya ucapkan banyak terima kasih. Wish you luck^^ Best regards, I + JAWABAN SAYA: Thanks for sooo nice a sharing as well as questions from I, a 22-year-old woman yg ber-AURA gimana gituh. You have a very strong masculine "aura" which is oke2 saja. Semakin lama memang semakin banyak wanita yg beraura maskulin, and vice versa. Pria yg beraura feminin juga makin lama makin banyak aja which is also oke-oke aja. Ini yg namanya Kesetaraan Gender kan ? Gender itu setara artinya mao maskulin kek, mao feminin kek, it's our choice. Terkadang di atas, terkadang di bawah, yg penting enak je ! Your question is very general. Dengan latar belakang yg sooo... panjang, you asked: "Apa yg sebaiknya saya lakukan dengan keadaan ini?" Cards: Knight of Cups - IX. the Hermit - XXI. the World Artinya: Sebaiknya anda teruskan saja apa yg menjadi impian anda itu. Di masa lalu anda merasa terpanggil untuk explore hal-hal yg baru sama sekali. Kalau anda belum merasa tuntas mengenal dengan mendalam apa yg ingin anda selami dengan gimana gituh di masa lalu,... maka sekarang anda merasa dituntun oleh suatu dorongan dari dalam "Alam Bawah Sadar" anda sendiri yg disini di-SIMBOL-kan oleh IX. the Hermit. Lalu masa depannya gimana ? ... Masa depannya itu adalah XXI. the World. Artinya, anda akan memperoleh segalanya. Ya segala macam arts itu PLUS apa yg anda inginkan sebagai bonus juga which may include the academic side of your life. Leo Milis Spiritual Indonesia <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>. Image dari kartu tarot Rider-Waite, Arkana Mayor XXI. the World, yg disini merupakan SIMBOL dari masa depan dari apa yg ditanyakan oleh Saudari I. The World artinya tujuan yg tercapai, dan gambarnya itu wanita bugil yg sooo jelas melanggar UU Pornografi di NKRI karena terus terang saya terangsang secara seksual ketika melihat gambar itu. Abis cute seh ! Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

