Pers Realese KH. Abdurrahman Wahid 

  

  

Hentikan Serangan terhadap Rakyat Palestina 

  

  

Serangan kaum konservatif Israel terhadap rakyat Palestina sejak dua 
hari lalu telah menewaskan lebih 300 orang dan 700 orang luka-luka. 
Serangan ini merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan 
prinsip-prinsip perdamaian yang tengah diusahakan di Timur Tengah 
khususnya di Palestina. Segala tindakan kekerasan yang dilakukan oleh 
kaum konservatif Israel ini tidak akan pernah bisa menyelesaikan 
konflik di sana, bahkan akan membawa kedua belah pihak (Israel dan 
Palestina) pada jurang kehancuran. Israel tidak bisa pula berdalih 
bahwa serangan ini hanyalah reaksi terhadap serangan Hamas sebelumnya 
atau sebagai bentuk perlindungan diri. Menyikapi serangan Israel 
tersebut kami menyerukan beberapa hal: 

  

Mengecam segala bentuk dan cara kekerasan dalam menyikapi kebuntuan 
politik dan penyelesaian konflik di Timur Tengah, khususnya di 
Palestina 
Mendesak pihak militer Israel untuk menghentikan serangan dan mundur 
dari wilayah Palestina (khususnya jalur Gaza) 
Menuntut agar pihak-pihak pemerintah di Palestina mulai dari PLO, 
Otoritas Palestina dan Fatah di bawah kepemimpinan Presiden Mahmoud 
Abbas untuk tidak berpangku tangan dan membiarkan serangan Israel 
ini, apalagi memandang serangan Israel itu hanya sebagai urusan Hamas 
saja 
Menuntut agar pihak Hamas meninggalkan cara-cara kekerasan dalam 
menyikapi konflik Palestina-Israel, agar kaum konservatif Israel 
tidak menjadikannya sebagai dalih untuk melakukan pembalasan. Hamas 
perlu kembali pada perjuangan diplomatik dan perundingan bukan dengan 
jalur kekerasan yang akan menjadikan rakyat Palestina sebagai korban 
Meminta umat Islam di Indonesia untuk memberikan bantuan semampunya 
untuk rakyat Palestina dari doa (seperti membaca doa qunut nazilah 
bagi umat Islam), dan bentuk-bentuk bantuan lainnya 
Meminta umat Islam di Indonesia untuk terus waspada agar tidak 
terprovokasi oleh pihak-pihak yang berusaha `menunggangi' isu 
Palestina ini yang tujuannya demi kepentingan kelompoknya sendiri 
  

  

Jakarta, Senin 1 Muharram 1430 / 29 Desember 2008 M 

   

  

  

  

Abdurrahman Wahid  





Kirim email ke