Kala Orang Tua Menyesali

 

Written by : Ruli
Amirullah

 

 

Saat itu training ESQ Parenting sedang berlangsung,

Saya berada di belakang..

Menatap punggung dari sekitar 500 orang peserta..

Yang sedang tertunduk..

 

Salah seorang dari mereka berkata lirih dalam doanya..

 

“Ya Rabb, maafkan kami..

Yang mengharapkan anak kami menjadi sholeh seperti Ismail..

Sementara kami sendiri sangat jauh dari sosok Ibrahim..

Yang ingin mendapatkan anak yang taat pada orang tua..

Sementara kami sendiri bukanlah contoh yang baik bagi mereka..

Yang mendambakan anak kami menjadi anak yang beriman

Sementara kami sendiri bahkan belum pasti keimanannya…”

 

Aku terdiam mendengar untaian kata-kata tersebut..

Aku belum menjadi orang tua..

Aku belum tahu bagaimana rasanya punya anak..

Tapi aku bisa merasakan penyesalannya…

 

Kemudian ada lagi yang berdoa..

Dengan menundukkan kepala sedalam-dalamnya..

Tapi terasa hatinya sedang terbuka begitu lebar..

 

“Ya Tuhan kami..

Maafkan ucapan kami yang mungkin begitu menyakitkan anak kami, hingga
kami merusak jiwanya..

Bentakan-bentakan, makian-makian, kekesalan-kekesalan kami..

Maafkan tangan kami yang mungkin ringan sehingga sering menyakiti bukan
hanya fisik anak kami, tapi juga hatinya..

Pukulan-pukulan, renggutan-renggutan, hukuman-hukuman kami..

Maafkan atas ketidak sabaran kami ya Tuhan…”

 

Dan saat itu..

Tiba-tiba bayangan masa kecilku hingga
saat ini muncul di benak..

Pelukan hangat ibu ku, lindungan
bapakku, gandengan tangan orang tuaku, nasihat-nasihat yang begitu lembut
saatku nakal, tatapan rindu mereka saat aku lama pergi, airmata mereka saat aku
keras, senyum mereka saatku tertawa, doa-doa mereka saat ku begitu sibuk,
rangkulan mereka saatku terjatuh, uluran tangan mereka saat ku terpuruk,
kekhawatiran mereka saatku sakit, cinta mereka yang begitu hangat..

 

Mana?

Di episode hidupku yang manakah cacian mereka?

Di umur berapakah bentakan mereka?

Di saat apakah renggutan kasar mereka?

Di manakah pukulan-pukulan mereka?

 

Aku tak menemukannya!

 

Bahkan disaat kenanganku memunculkan kenakalan-kenakalanku,
kekerasanku, ke-sok-tahuanku, kekurang-ajaranku…

Kenangan tentang cacian, pukulan, renggutan, bentakan tak
juga hadir..

 

Yang ada adalah nasihat-nasihat..

Kata-kata yang bermakna..

Bahkan terkadang malah pelukan dan airmata..

 

Ya Rabb…Betapa baiknya mereka…

 

Ditengah penyesalan seseorang terhadap anaknya..

Aku menemukan cinta hangat orang tuaku..

Pada diriku…

 



Wassalam
Ruli Amirullah
Feel the love of Ar Rahmaan
Wanna feel it? Join ESQ Training..
Read my article at : http://ruliamirullah.multiply.com
Contact me at : 085-888-509931
send Email to: [email protected]
Website : www.esqway165.com




      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke