Salam,
Suatu bukti bahwa propaganda agama yang macam2,dengan teori yang katanya  
menenteramkan,menbahagiakan dsb malah membuat orang tambah BINGUNG,PUSING dan 
KACAU. Terbukti minimal tidak membuat manusia dan dunia leih baik setelah 
ribuan tahun.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Sen, 11/5/09, Angga Wijaya <[email protected]> menulis:


Dari: Angga Wijaya <[email protected]>
Topik: Re: [Mayapada Prana] PKS melarang orang beragama selain Agama PKS?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 11 Mei, 2009, 10:52 PM












Bukan Islam, tapi Wahabisme. Aliran dalam Islam. 

Arab Saudi dan Wahabisme 
Salah seorang guru besar dan intelektual Saudi Arabia yang benama Prof. Khalid 
ad-Dakhil dalam sebuah penelitian yang menggunakan keturunan keluarga Saudi dan 
ideologi Wahabisme sebagai obyek penelitiannya untuk menetapkan bahwa kekuasaan 
tanpa batas waktu dan yang berjalan secara turun temurun dari keluarga Saud itu 
pada awalnya memiliki tujuan politis, memisahkan diri dari kekhalifahan Usmani 
yang Ahlusunah.
Profesor yang lahir dan dibesarkan di Saudi Arabia itu menyatakan bahwa para 
mufti Wahaby-lah yang memiliki peran penting dan utama dalam mengontrol segala 
sesuatunya, termasuk berkaitan dengan penentuan kebijakan negara. Dengan 
dipengaruhi pemikiran dan ajaran Muhammad bin Abdul Wahab (pendiri Wahabisme) 
yang hidup pada abad ke-18, wahabisme terbentuk. Itulah yang menjadi penyebab 
terwujudnya ekstrimisme dalam tubuh Islam. Banyak hal yang telah diharamkan 
oleh mereka, hingga pelaksanaan shalat berjamaah pun diterapkan secara paksa 
oleh para ulama Wahabi terhadap setiap anggota masyarakat.
Sang profesor yang dibesarkan di kalangan masyarakat Wahabi tadi akhirnya 
bertanya-tanya, dari manakah gerangan asal-usulnya sehingga Wahabisme bisa 
menjadi ideologi negara itu dan dari mana para ulama tadi mendapat pengaruh 
begitu besar semacam itu?
Setelah menyelesaikan penelitian desertasi doktoralnya, iapun akhirnya telah 
mendapat jawaban dari teka-teki pertanyaan-pertayaa n tersebut. Secara 
terperinci ia menjelaskan bahwa ulama-ulama tadi mendapat pengaruh dari 
Muhammad bin Abdul Wahab, pendiri sekte Wahaby. Muhammad bin Abdul Wahab 
seorang rohaniawan garis keras yang telah memperoleh pengaruh besar hasil 
dukungan pendiri kerajaan keluarga Saudi kala itu (Muhammad bin Saud), di 
permulaan berdirinya dinasti tersebut. Persatuan antara keluarga penguasa 
dengan keluarga rohaniawan itu berkelanjutan hingga kini. Dari situ akhirnya 
Wahabisme -yang menolak keyakinan ajaran lain- mendapat kepercayaan untuk 
menyebarkan ajaran Islam yang menyimpang tadi di berbagai sekolah-sekolah dan 
masjid-masjid yang berada di wilayah Saudi Arabia. Hingga sekarang, penguasa 
keluarga Saud telah menghadiahkan otoritas pengurusan tempat-tempat suci dan 
bersejarah kepada para rohaniawan Wahaby tersebut.
Prof ad-Dakhil menunjukkan pendapat barunya tentang posisi resmi tentang 
gerakan wahabisme yang berakhir pada melemahnya kekuatan para rohaniawan tadi. 
Beliau berpendapat bahwa Muhammad bin Abdul Wahab dalam hal politik pun ia 
sangat getol sebagaimana kegetolannya dalam menyebarkan ajaran wahabismenya. 
Melalui sarana pertentangan mazhab yang bertujuan politis itulah ia 
memanfaatkannya untuk membentuk sebuah negara di pusat wilayah Arab yang 
terbentuk dari berbagai keamiran kecil yang saat itu dikuasai oleh kekhilafahan 
daulah Usmani. 
Segala usaha Prof ad-Dakhil akhirnya menghasilkan beberapa artikel yang ditulis 
pada bulan November dan Disember. Ini merupakan jerih payah seorang ilmuwan 
Saudi dalam meneliti kembali sisi-sisi keagamaan negaranya yang mendasari 
terbentuknya kerajaan Saudi Arabia.
Dengan melihat berbagai standart yang dimiliki oleh kaum muslimin (Ahlusunah) 
pada saat awal berdirinya kerajaan Saudi, Muhammad bin Abdul Wahab telah 
menafsirkan sendiri ajaran Islam secara radikal (ekstrim) terkhusus dalam 
masalah Jihad. Jihad diartikan sebagai peperangan sakral dan yang lantas ia 
gunakan sebagai alat untuk membentuk negara klan Saudi yang berserikat. Dan 
masyarakat pun dipaksa untuk menyetujui ide politisnya yang dibalut dalil-dalil 
teks agama yang ditafsirkan secara serampangan.
Muhammad bin Abdul Wahab menghukum orang-orang yang tidak sepaham dan tidak 
menyetujui penafsirannya. Bahkan ia menganggap dan menvonis para amir 
(pemimpin) -sebuah daerah yang ditunjuk oleh Daulah Usmani- yang tidak 
menyetujui pola pikirnya sebagai pengkhianat. Pemahaman-pemahaman semacamlah 
ini yang akhirnya dimanfaatkan oleh keluarga Saud untuk menyusun sebuah doktrin 
baru, guna membentuk kerajaan Saudi di dataran Arab. Semua doktrin Wahabisme 
tersebut selalu dipakai untuk mendampingi dan menyokong keluarga kerajaan 
Saudi. Akan tetapi, pada saat kemunculan kelompok-kelompok bersenjata seperti 
al-Qaedah di dataran Arab Saudi yang juga memiliki background Wahabisme maka 
pihak kerajaan pun akhirnya menganggapnya sebagai sebuah bentuk pengkhianatan 
dan menyatakan bahwa kelompok tersebut harus diperangi dan dibasmi.
Walaupun semenjak tahun 2005 setelah tampuk kepemimpinan di pegang oleh raja 
Abdullah mass media Saudi Arabia telah membuka kebebasan press lebih dibanding 
zaman sebelumnya, namun, walau begitu, hingga kini masih ada dua hal yang tetap 
tergolong hal terlarang untuk di kotak-katik:
Pertama: Legalitas mazhab resmi negara tersebut (Wahabisme).
Kedua: Tahta kerajaan yang bersifat keturunan (Dinasti).
Robert Leisi seorang sejarawan Inggris yang mengarang buku berjudul “Kerajaan; 
Arab dan Istana Saud” mengatakan: “Tujuan keagamaan negara Saudi selalu berada 
di atas satu pertanyaan”. Ia menambahkan: “Perkara ini merupakan pondasi semua 
keyakinan yang dimiliki oleh negara itu. Selain dari perkara ini telah banyak 
disinggung oleh berbagai peneliti. Mempertanyakan kembali pondasi legalitas 
keluarga Saud berarti sama halnya dengan menyatakan bahwa nenek moyang mereka 
adalah orang-orang ateis (tidak beragama)”. Tentu dengan itu mereka akan 
tersingung berat.
Tersebarnya dua bagian pertama makalahnya menyebabkan munculnya berbagai 
kritikan tajam dan serangan yang dilancarkan oleh pihak-pihak mass media Saudi 
Arabia. 
Pada bulan Oktober, setelah pihak keluarga kerajaan Saudi mengumumkan 
dibentuknya sebuah majlis permusyawaratan yang terdiri dari para petinggi 
negara yang bertujuan untuk melegalisir pemerintahan keluarga -yang didapat 
secara warisan- dengan cara proses pemilihan. System warisan kekuasaan keluarga 
pun akhirnya mendapat kritik tajam. Masalah ini selalu dipertanyakan semenjak 
zaman kekuasaan Abdul Aziz bin Saud yang berhasil menundukkan penguasa-penguasa 
lokal (setempat) pada tahun 1932 hingga sekarang dimana kekuasaan berada di 
tangan Abdullah sebagai raja kelima yang menduduki kursi kerajaan.
Prof ad-Dakhil yang hingga kini masih tetap tinggal di rumahnya yang berdekatan 
dengan universitas Malik Saud dan masih aktif mengajar di Universitas tersebut 
mengatakan; dirinya telah membahas satu permasalahan sensitif yang itu 
dianggapnya sebagai tugas dia sebagai seorang dosen dan ilmuan yang dituntut 
untuk konsis terhadap segala tugas kerjanya. 
Setelah adanya pembredelan beberapa artikel yang sempat ditulis dalam Koran 
“al-Hayat”, beliau bekerjasama dengan sebuah Koran Emarat dan web site yang 
dijalankan dari London. Walaupun beberapa topik dapat diakses di “Saudi Debate” 
dan mass media Saudi pun telah tersebar, namun hingga saat ini beberapa orang 
yang melalui batasan jalur merah (larangan) tadi tidak dapat melakukan 
aktifitasnya di chanel-chanel parabola Saudi Arabia yang terhitung sebagai 
media terbesar di negara-negara Arab. 
Pada tahun 2004 sebuah undang-undang telah disetujui dimana kritik terhadap 
kebijakan dan praktik politik pemerintah Saudi yang dilontarkan oleh pihak 
pegawai negari Arab Saudi seperti Prof ad-Dakhil yang menjadi dosen pada 
universitas negeri dapat dikategorikan sebagai suatu tindak kriminal. Atas 
dasar itu sang profesor akhirnya mengirim artikel-artikelnya kepada “New York 
Times” sehingga kumpulan artikel kritisi gerakan Wahabisme tersebut 
disebarluaskan melalui mass media itu.
Jadi Ideologi Wahabisme yang mengaku hendak menyelamatkan wilayah yang ada dari 
penyelewengan agama, prilaku syirik dan khurafat, namun bedasarkan penelitian 
sang Profesor, semenjak berdirinya wahabisme hingga kini tidak terjadi 
perubahan yang berarti terhadap akidah masyarakat, dan pada saat awal 
kemunculannya tidak ada satupun berhala yang diklaim akan dibasmi.
Profesor ad-Dakhil dalam karyanya yang berjudul “Mengenal Wahabisme” -yang 
tahun ini hendak dicetak oleh Univerrsitas Misigon- menyatakan bahwa; tujuan 
utama Muhammad bin Abdul Wahab adalah membentuk negara yang kuat sehingga mampu 
menghapus segala bentuk perbedaan kabilah. Untuk mewujudkan hal tersebut ia 
melihat bahwa Muhammad bin Saud -pendiri Arab Saudi- layak untuk dijadikann 
patner kerjanya. 
Profesor ad-Dakhil melihat bahwa masjid merupakan salah satu poin utama dalam 
usaha menampakkan kekuatan mereka. Pengumandangkan azan dan pemaksaan segenap 
orang untuk melakukan shalat berjamaah merupakan simbol dan bukti akan 
kepemilikan dan kekuasaan mereka atas masyarakat. Muhammad bin Abdul Wahab 
menvonis penduduk desa-desa yang menolak untuk bergabung dengan negara Saudi 
sebagai orang-orang murtad (keluar dari Islam .red). Prof ad-Dakhil menambahkan 
bahwa mazhab (Wahabisme) merupakan sarana praktis yaang relatif kuat, sehingga 
hal tersebut dapat dijadikan tolok ukur untuk menilai seorang muslim dinilai 
sebagai muslim yang baik dan taat adalah dengan melihat adakah ia ukur 
mengikuti segala ajaran-ajaran mereka (Wahabisme) ataukah tidak. Ini merupakan 
doktrin yang murni politis namun berkedok agamis, kata Profesor ad-Dakhil.
Sumber : http://salafyindone sia.wordpress. com/2007/ 03/07/pengakuan- 
seorang-profesor -saudi-atas- ajaran-wahabisme /

--- Pada Sen, 11/5/09, Anak Bangsa <anakban...@ymail. com> menulis:


Dari: Anak Bangsa <anakban...@ymail. com>
Topik: Re: [Mayapada Prana] PKS melarang orang beragama selain Agama PKS?
Kepada: mayapadaprana@ yahoogroups. com
Tanggal: Senin, 11 Mei, 2009, 8:37 AM








Namanya juga partai yang berlandaskan islam jadi semuanya harus mengikuti 
aturan islam walaupun mereka sering mengatasnamakan atas nama bangsa dan negara.
dan yang lebih lucunya lagi ini partai menjelang pilpres 2009 - 2014 udah tau 
idiologi beda dengan demokrat kok bisa bisanya kualisi dengan partai yang 
berlandaskan idologi nasionalis mestinya ini partai berkualisi dengan 
idiologinya yang berlandaskan islam, kelihatan manusia manusia munafiknya hanya 
mengejar kekuasaan menghalalkan segala cara dengan menjual agama dalam politik.
jika partai partai nasionalis perlolehan suaranya di gabungkan menjadi satu Vs 
partai yang berlandaskan agama, kira kira siapa ya yang lebih unggul ?



--- On Sun, 5/10/09, Robert Sianturi <sianturi1972@ yahoo.co. id> wrote:

From: Robert Sianturi <sianturi1972@ yahoo.co. id>
Subject: [Mayapada Prana] PKS melarang orang beragama selain Agama PKS?
To: "Mail Delivery" <postmas...@mail1. bogor.net>, "Meina Eriza" <Eriza.Meina@ 
umusic.com>, "Milis ex-MS3" <x_tr...@yahoogroups .com>, "Milis I-Listeners" 
<ilisten...@yahoogro ups.com>, "media jabar" <media-jabar@ yahoogroups. com>, 
"media jakarta" <media-jakarta@ yahoogroups. com>, "media jatim" <media-jatim@ 
yahoogroups. .com>, "Milis Penyiar IRFM JKT" <penyiarirfm@ yahoogroups. com>, 
"Milis Media Jogja" <media-jogja@ yahoogroups. com>, "mitha kuswadi" 
<rama_raihan@ yahoo.com>, lukman-nul.hakim@ db.com, luri_...@yahoogroup s.com, 
mahar...@yahoogroup s.com, mailplus-owner@ yahoogroups. com, 
mailp...@yahoogroup s.com, maja...@yahoogroups .com, ma...@tanzeem. org, 
"malwa" <ma...@kepribadian- malwa.com>, "malwa" <ma...@adexindo. com>, 
Manager-Indonesia@ yahoogroups. com, mansyur.alkatiri@ cbn.net.id, manusiabumi@ 
yahoogroups. com, "Marco" <comopr...@seznam. cz>, marketing-forum@ yahoogroups. 
com, "masdimas62" <masdima...@gmail. com>, mastiah2008@
 gmail.com, masyarakatfilmindon e...@yahoogroups .com, "Mayapadaprana" 
<mayapadaprana@ yahoogroups. com>, Media_Nusantara@ yahoogroups. com, 
me...@imc-usa. org, "mediacare" <mediac...@cbn. net.id>, mediac...@yahoogrou 
ps.com, mercedes-tiger- w123-indonesia@ yahoogroups. com, mikegho...@aol. com, 
milis-kammi@ yahoogroups. com, millionpal-online@ yahoogroups. com, 
millis_buka2an@ yahoogroups. com, mmu...@mercubuana. ac.id, moch_ardiansyah@ 
firefox.idwebhos t.com, moelia...@yahoo. com, "Mentari Pagi" <mp_fr...@yahoo. 
com>, "milis proletar" <prole...@yahoogroup s.com>, "Mega Rachmani" 
<mega.rachmani@ gmail.com>, "mohammad rizal" <rizal_t...@yahoo. com>, "Mohammad 
Rizal" <rakai_rizal@ yahoo.com>, "milis tolak utang" <tolak-utang@ yahoogroups. 
com>, "Mira Wijaya" <la_l...@yahoo. com>, "Mimma Y" <masa_mi...@yahoo. com>, 
"MARYATI YAP" <maredhu...@yahoo. com>, manunggal2008@ yahoo.com
Date: Sunday, May 10, 2009, 8:56 AM








dari milist & blog sebelah
wah wah wah.. 
semoga bangsa ini diberi kesadaran baru dalam hal kehidupan bersama dan 
kesepakatan bersama, yang kemudian terwujud sebagai hidup berbangsa dan 
bernegara

Dari: Komite Peduli Pendidikan <komitepeduli_ pendidikan@ yahoo.com>
Topik: [DikBud] PKS melarang orang beragama selain Agama PKS?
Kepada: "dikbud" <dik...@yahoogroups. com>
Tanggal: Sabtu, 9 Mei, 2009, 10:09 PM

Media Indonesia Kamis, 7 Mei 2009 menyebutkan bahwa Nur Mahmudi Walikota Depok 
mencabut IMB (Izin Mendirikan Bangunan) sebuah Gereja milik HKBP.
Alasan Nur Mahmudi, yang merupakan kader serta petinggi PKS (Partai Keadilan 
Sejahtera) ini adalah agar tidak terjadi konflik Horisontal dalam masyarakat.

Gereja tersebut, sudah berdiri 10 tahun yang lalu dan sebelumnya sudah memiliki 
IMB. Dengan dicabutnya IMB otomatis bangunan yang sudah berdiri 10 tahun ini 
harus dibongkar.

Mungkin pemikiran dari para kader PKS di kota Depok khususnya dan seluruh kader 
PKS diseluruh Indonesia, dengan sudah tidak adanya gereja ini, tidak ada warga 
kristen yang melakukan peribadatan, dan dengan itu diharapkan tidak terjadi 
konflik Horisontal.
Secara tidak langsung, menurut mereka mungkin jika sudah tidak ada penduduk 
kristen, maka tidak akan terjadi konflik Horisontal dimasyarakat.

Pertanyaannya: Sebenarnya siapa yang memicu konflik Horisontal?? ?
Karena sebelumnya sama sekali tidak ada konflik horisontal, dan masyarakat 
hidup damai meski berbeda agama. Begitu PKS memegang pemerintahan kok malah 
buat peraturan yang memicu konflik horisontal di masyarakat. Dengan alasan agar 
tidak terjadi konflik horisontal, lalu melarang orang yang beragama selain 
agama PKS untuk melakukan ibadah sesuai keyakinannya, lalu lama2 mungkin akan 
melarang orang lain beragama selain PKS.
Mungkin lama2 meski orang islam kalau cara ibadah tidak sesuai menurut aturan 
agama PKS, juga akan dilarang.

Kita tunggu saja, setelah Depok, lalu dimana lagi PKS bisa menang dalam pemilu, 
baik pemilu legislatif, pemilu pemilihan presiden, maupun pemilihan kepala 
daerah (Gubernur, bupati dan walikota), apa larangan2 berikutnya yang akan 
dilakukan oleh agama PKS. Karena tiap pengajian ataupun rekruitmen anggota 
baru, mereka selalu memperkenalkan anggota yang baru bergabung sebagai orang 
yang baru bertobat. Jadi kalau belum beragama PKS belum bertobat???

Ini adalah contoh pendidikan yang tidak sehat kepada masyarakat, yang dilakukan 
oleh pejabat Publik.



Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa 
mendapatkan semuanya. 




Berselancar lebih cepat. 
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman 
favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)
















      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke