Rekans,
Aku baru-baru ini ikut diskusi dengan beberapa teman yang backgroundnya dari
sekuritas company dan lawyer.
Dalam diskusi itu disinggung sedikit kiat-kiat memiliki dan menguasai
sebuah perusahaan besar oleh pemodal/pemilik yang tidak ketahuan oleh
umum dan tersamar secara legal.
Sebagai orang yang nggak ngerti dan paling bodoh dalam hal-hal seperti
ini, aku cuma manggut-manggut dan sekali-sekali mengelus dada sambil
menghela napas melihat perkembangan sistim kepemilikan dan strategi
bisnis global yang ternyata sudah berjalan saat ini.
Mereka menyebutnya Sistim Trust, aku pikir hebat juga ya? Akupun jadi
ikut-ikutan Trust pada apa yang mereka bicarakan dan punya Trust juga
kalau suatu saat punya duit banyak beli-beli dan kuasai perusahaan yang
diingini dengan sistem Trust ini.
Aku menulis ini, supaya dapat counter juga dari teman2 pembaca kalau
ternyata ini hanya karangan mereka saja. Namun kalau benar, supaya
semakin ditambah lagi informasinya agar aku semakin Trust dengan sistem
trust ini.
Contoh mengusai perusahaan dengan sistem Trust, tapi tidak diketahui
bahwa sesungguhnya kitalah yang menguasai Perusahaan ini kata mereka
begini:
1. Memiliki Perusahaan Go Publik katakanlah PT. INT (hanya contoh).
Bila saya punya duit dan mau menguasai PT. INT tapi tidak diketahui maka
saya bisa pilih langkah sbb:
a. Membeli perusahaan A di Singapura melalui Securitas company yang ada di
Singapura atau Hongkong.
b. Perusahaan A ini kemudian membeli saham-saham PT. INT yang
diperdagangkan di pasar bursa.
c. Perusahaan A membeli saham perusahaan B yang memegang saham-saham PT.
INT yang dominan.
d. Kalau ternyata Perusahaan B juga sudah saya beli, maka bisa juga saya
mengatur agar Perusahaan A dan B saling
membeli saham secara vice versa, dengan berbagai alasan.
Sebenarnya tujuan utamanya adalah saya mau menguasai saham PT. INT.
Bisa melalui membeli saham PT. A melalui securitas company, atau melaui
membeli saham PT. B atau sesudah membeli saham PT. A dan PT. B, saya
tukar guling saham PT. A dan PT. B.
2. Mengingini Proyek di Indonesia.
Bila saya punya duit banyak, melalui securitas company diluar saya bisa
beli saham-saham dari PT. yang bermain proyek
sejenis diluar dan kemudian membawanya masuk ke Indonesia.Langkah
selanjutnya:
a. Saya cari partner lokal yang kuat yang biasa bermain dalam proyek
sejenis, sehingga lokal konten dan kompetensi ada.
b. Saya bertindak seolah konsultan mencari-cari calon kompetitor lain
dilokal supaya layak dilakukan tender secara terbuka.
c. Saya bentuk tim untuk menegosiasikan siapa-siapa saja peserta
penggembira dan berapa feenya.
Ketika membahas 2 hal ini saja kepalaku sudah rada puyeng dan jantungkupun
berdebar-debar sambil berpikir.
1. Jangan2 kawanku yang kelihatannya biasa-biasa disekitarku selama ini
diam-diam sudah jadi konglo yang tidak ketahuan.
2. Hebat banget ya kawanku yang satu lagi (aku jadi ingat kawanku yang bermuka
Hoki), yang setelah lama menghilang tiba2
ketemu dan mengaku terus terang bahwa dia sudah menjadi Konglomerat baru.
Batinku berbisik dengan senyum tersungging lebar, waktu kulihat
kecermin wajahku kelihatan ganteng banget saat itu. Kata hatiku
"Jangan2 akupun suatu saat nanti jadi seperti yang mereka ceritakan" ha
ha ha ketika pikiran itu menerawang bunyi handponeku
berbunyi.....dengan nada sambung INDONESIA RAYA, lagu kebangsaanku.
Hai ma.... dengan mesra kusapa istriku yang menelepon.
Pa... hari ini aku gajiankan?.... katanya lembut mengingatkanku bahwa
setiap tanggal 25 keatas aku harus memberinya uang bulanan yang
jumlahnya sesuai dengan kesepakatan bersama (maklum aku bukan pegawai
yang gajinya tetap).
He he he sahutku sambil ketawa.. trust me Ma, aku nggak akan lupa.. tunggu
nanti kutransfer ya?...
Akupun berhenti tersenyum dan mulai berpikir, jangan-jangan cara-cara
memindahkan dana dari rekeningku kerekening istriku untuk maksud-maksud
tertentu juga disebut sistem trust ya?
Salam,
Berman