Salam,
Tulisan kuno yang sudah usang  dan tidak cocok dengan namanya  Cahaya Baru.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Ming, 27/9/09, suka nata <[email protected]> menulis:


Dari: suka nata <[email protected]>
Judul: [Mayapada Prana] cahaya baru
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 27 September, 2009, 7:41 PM


  








CAHAYA BARU


Hidup adalah satu, selalu satu. Dunia adalah keseluruhan tunggal, hidup, dan 
organic, dan semua dalam penciptaan adalah bagian daripadanya, karena secara 
vital dan tidak dapat dipisahkan terkait dengan keseluruhan kehidupan 
sebagaimana sel individual atau organ berhubbungan denagn organisme yang lebih 
besar di mana ia menjadi bagiannya. Kehidupan berlangsung dengan cerdas dengan 
tujuannya sendiri. Tujuannya itu, yang juga merupakan tujuan kita sendirikarena 
kita tidak bisa terpisah dari kehidupan, adalah satu revelasi atau 
penyingkapan. Dalam sekian banyak bentuknya, penciptaan mengungkapkan wajah 
Tuhan yang tersembunyi “ Aku adalah harta karun yang tersembunyi dan Aku rindu 
ingindiketahui, maka Aku menciptakan dunia.” Demikianlah Bunyi sebuah hadist 
melalui kesaksian tentang penciptaan ini, kita akan mengenal Sang Pencipta.
Tetapi kita telah melupakan hal ini. Dunia kita saat ini tidak membuktikan 
eksistensinya pada ilahiah tetapi pada kebangggan berlebih diri sendiri, 
keserakahan, dan delusi kita akan kekuasaan. Dalam kehendakobsesif akan 
kenyamanan material untuk memiliki kebendaan yang lebih banyak lagi, kita telah 
merampas bumi seolah ia hanya sekedar komoditi untuk diekploitasi, dan kita 
telah menodai dunia ini. Kita hidip seolah hidup adalah sesuatu yang terpisah 
dari diri sendiri sesuatu yang dapat kita kuasai dan kita control dan bukan 
bagian dari keberadaan hakiki kita. Kita telah kehilangan semua wawasan tentang 
sifat tujuan nyata kehidupan dan hubungan kita dengan tujuan ini. Dan kehidupan 
telah memungkinkan terjadinya hal ini. Sampai saat ini, kehidupan tetap, untuk 
sebagian besar, respetif, menunggu, mengamati kita menuruti kehendak kita dan 
berbicara sangat sedikit, bahkan seperti ia telah merasakan kepedihan orang 
yang menolak sifat ilahiahnya.
Kini, sesuatu yang dalam dalam kehidupan sedang berubah: zaman itu berakhir, 
dan pada titik inti penciptaan, sesuatu akan hidup dalam cara baru. Sinar di 
pusat dunia yang telah terbengkalai selama ribuan tahun yang telah dihidupakan 
kembali. Ini adalah sinar kehidupan itu sendiri, sedang bangkit, mengingta 
sifat diri yang sesungguhnya dan tujuan ilahiah. Dengan kebnagkitan ini, mahluk 
hidup yang adalah dunia kita ini sedang menjalankan transformasi di dalam 
esensinya yang paling murni.
Sinar kebangkiatan ini sangat dinamis. Ia bermetamorfosa dengan sangat cepat, 
membawa energi lain, kekuatan lain dalam pencintaan ke dalam orbitnya. Sebagian 
terbangun, sebagian masih terbengkalai dan sedang mempersiapkan dalam gerakan 
yang mengubah dunia kita. Bangunnya sinar di pusat dunia ini membawa potensi 
untuk penyingkapan baru menyeluruh, kemungkinan cara baru untuk hidup dan eksis 
dan berhubungan dengn sesame dan dengan kehidupan tempat kesatuan ilahiah 
penciptaan diungkap dan disemarakkan. Pada titiki ini, kita berdiri ditepi 
tahapan baru dalam evolusi kehidupan dan kesadaran, sebuah paradigma baru bagi 
dunia.
Ada kepedulian yang terus tumbuh tentang perubahan dalam kesadaran menuju 
kesatuan global. Dalam ekologi, kita telah dipaksa mengakui bahwa kita adalah 
satu planet, satu ekosisitem hidup saling berhubungan. Internet dan teknologi 
telepon selular telah menghadirkan alat komonikasi global dan perdagangan serta 
keungangan juga memiliki dimensi global. Namun demikian, sedikit kalangan saja 
yang telah mengenal kedalaman perubahan ini. Tanda bahwa dunia sedang bangkit. 
Kebanyaka terlalu sibuk, terlaluterparangkap dalam urusan mereka sendiri untuk 
dapat mencermati sesuatu yang begitu baru. Mereka terpaku pada anggapan tentang 
bumi yang tidak memiliki jiwa tidak akan mengenal cahaya barunya, dan tidak 
akan membiarkannya mereka masuk kedalam kehidupan mereka. Hal ini akan sangat 
mengancam. Namun, sinar kebangkitan ini sudah mulai mempengaruhi kesadaran 
manusia. Ia sedang mengirim pesan harapan kedalam keputuasaan kolektif, 
kehampaan jiwa kolektif. Dan, ia menarik
 mereka yang mau bekerja sama dengannya.
Sinar ini memerlukan kesadaran manusiawi kita untuk bekerja bersamanya, 
sehingga ia dapat menjadi sepenuhnya hidup dan menyadari potensinya. Ia 
memerlukan kita untuk bangun pada momen kebangkitan, untuk hidup pada momen 
kelahiran kembali ini. Dan, ia memangil setiap dari kita dalam cara kita, 
kemudian berpartisipasi dalam apa yang sedang dilahirkan. Ini adalah kenangan 
kita dan kebangkitan kita. Ini adalah cahaya di dalam diri kita, pengatahuan 
kita sendiri bahwa kita adalah satu. Namun, ia juga adalah sesuatu yang lain, 
sesuatu yang sedang diberikan pada dunia ini.
Melangkah memasuki arena cahaya ini, kita menjadi bagian dari apa yang sedang 
dilahirkan: kita menyumbang sinar individual kita pada tugas ini, kesadaran 
kita pada kebangkitan ini. Kita menyambut kesatuan ilahiah dan keberadaan 
ilahiah kembali kedunia. Dan kita juga menahan kekuatan kegelapan, dorongan 
untuk serakah, ketakutan dan kekuatan yang malah akan mencoba untuk 
menghentikan kelahiran baru ini, mencoba untuk memastikan bahwa tidak ada yang 
dapat dilahirkan. Dalam doa dan kesadaran, kita melindungi kelahiran baru ini, 
kebangkitan sinar dunia ini. Ini adalah pengikatan diri sederhana dari jiwa 
kita ke jiwa dunia, sebuah pengakuan terhadap kebutuhan aka kita dan kebutuhan 
kita akan apa yang akan dilahirkan.
Untuk hadir bersama cahaya ini, kita harus meninggalkan jauh di belakang sekian 
banyak drama dan konflik yang menjdi ego kita tentang diri kita sendiri dan 
dunia. Kita harus berhubungan dengan cahaya kita sendiri, kesadaran murni di 
dalam diri kita yang menjadi milik dimensi yang lebih tinggi dari keberadaan 
kita dan kepada kesadaran instingual kita sendiri tentang kesatuan kehidupan. 
Ketika kita melakukannya, kita akan mengakui bahwa kita tidak terpisah dari 
kehidupan, dan sinar dunia yang hidup didalam diri kita. Kita adalah sinar 
dunia; kita membawa kesadaran tentang tujuan tertinggi kehidupan di dalam 
cahaya keberadaaan sejati. Ia hadir dalam setiap tarikan napaskita yang 
essensial dalam cahaya dan kehidupan dunia ini. Kebangkitan sinar dunia adalah 
milikikita karena kita bangun ke dalam sifat dan tujuan essensial, ke 
pengetahuan utama bahwa kita adalah satu.


LLEWELLYN VAUGHAN-LEE, PH.D
(adalah seorang guru sufi dan penulis Naqshbandiyya- Mujadidiyya)


Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
















      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke