maaf mas kalau tulisannya sudah kuno, saya baru baca bukunya tiga hari yang lalu maaf yaa berarti mas sudah baca buku satu tahun yang lalu mungkin sepuluh tahun yang lalu who knows?
semoga semua hidup berbahagia sagunata --- Pada Sen, 28/9/09, Wal Suparmo <[email protected]> menulis: > Dari: Wal Suparmo <[email protected]> > Judul: Bls: [Mayapada Prana] cahaya baru > Kepada: [email protected] > Tanggal: Senin, 28 September, 2009, 1:48 AM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Salam, > Tulisan kuno yang sudah usang dan tidak cocok > dengan namanya Cahaya Baru. > Wasalam, > Wal Suparmo > > --- Pada Ming, 27/9/09, suka nata <sagus...@yahoo. > co.id> menulis: > > > Dari: suka nata <sagus...@yahoo. co.id> > Judul: [Mayapada Prana] cahaya baru > Kepada: mayapadaprana@ yahoogroups. com > Tanggal: Minggu, 27 September, 2009, 7:41 PM > > > > > > > > > > CAHAYA BARU > > > Hidup adalah satu, selalu satu. Dunia adalah > keseluruhan tunggal, hidup, dan organic, dan semua dalam > penciptaan adalah bagian daripadanya, karena secara vital > dan tidak dapat dipisahkan terkait dengan keseluruhan > kehidupan sebagaimana sel individual atau organ berhubbungan > denagn organisme yang lebih besar di mana ia menjadi > bagiannya. Kehidupan berlangsung dengan cerdas dengan > tujuannya sendiri. Tujuannya itu, yang juga merupakan tujuan > kita sendirikarena kita tidak bisa terpisah dari kehidupan, > adalah satu revelasi atau penyingkapan. Dalam sekian banyak > bentuknya, penciptaan mengungkapkan wajah Tuhan yang > tersembunyi “ Aku adalah harta karun yang tersembunyi dan > Aku rindu ingindiketahui, maka Aku menciptakan dunia.” > Demikianlah Bunyi sebuah hadist melalui kesaksian tentang > penciptaan ini, kita akan mengenal Sang Pencipta. > Tetapi kita telah melupakan hal ini. Dunia kita saat > ini tidak membuktikan eksistensinya pada ilahiah tetapi pada > kebangggan berlebih diri sendiri, keserakahan, dan delusi > kita akan kekuasaan. Dalam kehendakobsesif akan kenyamanan > material untuk memiliki kebendaan yang lebih banyak lagi, > kita telah merampas bumi seolah ia hanya sekedar komoditi > untuk diekploitasi, dan kita telah menodai dunia ini. Kita > hidip seolah hidup adalah sesuatu yang terpisah dari diri > sendiri sesuatu yang dapat kita kuasai dan kita control dan > bukan bagian dari keberadaan hakiki kita. Kita telah > kehilangan semua wawasan tentang sifat tujuan nyata > kehidupan dan hubungan kita dengan tujuan ini. Dan kehidupan > telah memungkinkan terjadinya hal ini. Sampai saat ini, > kehidupan tetap, untuk sebagian besar, respetif, menunggu, > mengamati kita menuruti kehendak kita dan berbicara sangat > sedikit, bahkan seperti ia telah merasakan kepedihan orang > yang menolak sifat ilahiahnya. > Kini, sesuatu yang dalam dalam kehidupan sedang > berubah: zaman itu berakhir, dan pada titik inti penciptaan, > sesuatu akan hidup dalam cara baru. Sinar di pusat dunia > yang telah terbengkalai selama ribuan tahun yang telah > dihidupakan kembali. Ini adalah sinar kehidupan itu sendiri, > sedang bangkit, mengingta sifat diri yang sesungguhnya dan > tujuan ilahiah. Dengan kebnagkitan ini, mahluk hidup yang > adalah dunia kita ini sedang menjalankan transformasi di > dalam esensinya yang paling murni. > Sinar kebangkiatan ini sangat dinamis. Ia > bermetamorfosa dengan sangat cepat, membawa energi lain, > kekuatan lain dalam pencintaan ke dalam orbitnya. Sebagian > terbangun, sebagian masih terbengkalai dan sedang > mempersiapkan dalam gerakan yang mengubah dunia kita. > Bangunnya sinar di pusat dunia ini membawa potensi untuk > penyingkapan baru menyeluruh, kemungkinan cara baru untuk > hidup dan eksis dan berhubungan dengn sesame dan dengan > kehidupan tempat kesatuan ilahiah penciptaan diungkap dan > disemarakkan. Pada titiki ini, kita berdiri ditepi tahapan > baru dalam evolusi kehidupan dan kesadaran, sebuah paradigma > baru bagi dunia. > Ada kepedulian yang terus tumbuh tentang perubahan > dalam kesadaran menuju kesatuan global. Dalam ekologi, kita > telah dipaksa mengakui bahwa kita adalah satu planet, satu > ekosisitem hidup saling berhubungan. Internet dan teknologi > telepon selular telah menghadirkan alat komonikasi global > dan perdagangan serta keungangan juga memiliki dimensi > global. Namun demikian, sedikit kalangan saja yang telah > mengenal kedalaman perubahan ini. Tanda bahwa dunia sedang > bangkit. Kebanyaka terlalu sibuk, terlaluterparangkap dalam > urusan mereka sendiri untuk dapat mencermati sesuatu yang > begitu baru. Mereka terpaku pada anggapan tentang bumi yang > tidak memiliki jiwa tidak akan mengenal cahaya barunya, dan > tidak akan membiarkannya mereka masuk kedalam kehidupan > mereka. Hal ini akan sangat mengancam. Namun, sinar > kebangkitan ini sudah mulai mempengaruhi kesadaran manusia. > Ia sedang mengirim pesan harapan kedalam keputuasaan > kolektif, kehampaan jiwa kolektif. Dan, ia > menarik mereka yang mau bekerja sama dengannya. > Sinar ini memerlukan kesadaran manusiawi kita untuk > bekerja bersamanya, sehingga ia dapat menjadi sepenuhnya > hidup dan menyadari potensinya. Ia memerlukan kita untuk > bangun pada momen kebangkitan, untuk hidup pada momen > kelahiran kembali ini. Dan, ia memangil setiap dari kita > dalam cara kita, kemudian berpartisipasi dalam apa yang > sedang dilahirkan. Ini adalah kenangan kita dan kebangkitan > kita. Ini adalah cahaya di dalam diri kita, pengatahuan kita > sendiri bahwa kita adalah satu. Namun, ia juga adalah > sesuatu yang lain, sesuatu yang sedang diberikan pada dunia > ini. > Melangkah memasuki arena cahaya ini, kita menjadi > bagian dari apa yang sedang dilahirkan: kita menyumbang > sinar individual kita pada tugas ini, kesadaran kita pada > kebangkitan ini. Kita menyambut kesatuan ilahiah dan > keberadaan ilahiah kembali kedunia. Dan kita juga menahan > kekuatan kegelapan, dorongan untuk serakah, ketakutan dan > kekuatan yang malah akan mencoba untuk menghentikan > kelahiran baru ini, mencoba untuk memastikan bahwa tidak ada > yang dapat dilahirkan. Dalam doa dan kesadaran, kita > melindungi kelahiran baru ini, kebangkitan sinar dunia ini. > Ini adalah pengikatan diri sederhana dari jiwa kita ke jiwa > dunia, sebuah pengakuan terhadap kebutuhan aka kita dan > kebutuhan kita akan apa yang akan dilahirkan. > Untuk hadir bersama cahaya ini, kita harus > meninggalkan jauh di belakang sekian banyak drama dan > konflik yang menjdi ego kita tentang diri kita sendiri dan > dunia. Kita harus berhubungan dengan cahaya kita sendiri, > kesadaran murni di dalam diri kita yang menjadi milik > dimensi yang lebih tinggi dari keberadaan kita dan kepada > kesadaran instingual kita sendiri tentang kesatuan > kehidupan. Ketika kita melakukannya, kita akan mengakui > bahwa kita tidak terpisah dari kehidupan, dan sinar dunia > yang hidup didalam diri kita. Kita adalah sinar dunia; kita > membawa kesadaran tentang tujuan tertinggi kehidupan di > dalam cahaya keberadaaan sejati. Ia hadir dalam setiap > tarikan napaskita yang essensial dalam cahaya dan kehidupan > dunia ini. Kebangkitan sinar dunia adalah milikikita karena > kita bangun ke dalam sifat dan tujuan essensial, ke > pengetahuan utama bahwa kita adalah satu. > > > LLEWELLYN VAUGHAN-LEE, PH.D > (adalah seorang guru sufi > dan penulis Naqshbandiyya- > Mujadidiyya) > > > Nama > baru untuk Anda! > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru > @ymail dan @rocketmail. > Cepat sebelum diambil orang lain! > > > > Berselancar lebih cepat. > Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! > otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda > membuka browser.Dapatkan > IE8 di sini! (Gratis) > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com

