Zona Mati Menyebar, Mahluk Laut Bisa Punah
By Renne R.A Kawilarang - Senin, 8 Maret
Air laut pasang
VIVAnews
- Kadar oksigen di sejumlah laut lepas (samudera) di muka Bumi kian
berkurang. Ini dapat menjadi pertanda lain bagi perubahan iklim dan
mengancam kehidupan mahluk-mahluk di bawah permukaan laut.
Demikian
menurut kalangan pengamat lingkungan di Amerika Serikat, seperti
dihimpun di laman McClatchy Newspapers. Mereka mengamati gejala
turunnya kadar oksigen di lepas pantai kawasan pesisir barat laut AS,
yang menjadi bagian dari Samudera Pasifik.
Di kawasan lepas
pantai negara bagian Washington dan Oregon akhir-akhir ditemukan banyak
bangkai kepiting Dungeness, bintang laut yang rata-rata berusia 25
tahun, dan sejumlah spesies lain di dasar laut. Mereka mati akibat
kekurangan oksigen.
Bangkai-bangkai itu berpotensi menimbulkan bakter-bakteri berbahaya yang bisa
mengganggu rantai makanan biota-biota laut.
Wilayah-wilayah
di bawah permukaan laut yang mengalami kadar oksigen rendah disebut
hypoxia. Daerah yang juga populer disebut "Zona Mati" itu terjadi di
perairan laut dalam.
Hypoxia terus menyebar di sejumlah laut
lepas seperti samudera Pasifik, Atlantik, dan Hindia. "Penipisan kadar
oksigen di tiga samudera itu menyebar dengan cepat," kata Gregory
Johnson, pakar kelautan di National Oceanic and Atmospheric
Administration di Kota Seattle.
Di sejumlah tempat, seperti di
lepas pantai California Selatan, AS, kadar oksigen sudah turun sekitar
20 persen dalam 25 tahun terakhir. Namun, para pakar menilai, di
tempat-tempat lain kadar oksigen kemungkinan sudah berkurang
sepertiganya dalam 50 tahun terakhir.
"Yang benar-benar
mengejutkan adalah bagaimana fenomena ini sudah menjadi norma baru,"
kata Jack Barth, pengamat kelautan dari Universitas Negara Bagian
Oregon. "Kita terus menyaksikannya dari tahun ke tahun," lanjut Barth.
Bersama
para pakar lain, Barth menilai bahwa perubahan itu sejalan dengan model
perubahan iklim saat ini. Sejumlah studi telah menemukan bahwa kadar
air laut di samudera menjadi lebih asam dan menyerap lebih banyak
karbon dioksida dan gas-gas lain rumah kaca.
Menurut
Francis Chan, peneliti dari Universitas Negara Bagian Oregon, bila Bumi
terus menghangat, kadar oksigen di lautan terus menurun.
Selengkapnya
http://id.news.yahoo.com/viva/20100308/twl-zona-mati-menyebar-mahluk-laut-bisa-cfafc46.html
SAVE OUR EARTH