Planet bumi adalah suatu kesadaran kolektif yg lebih tinggi drpd kesadaran
manusia, shg disebut "ibu pertiwi'. ibu yg melahirkan dan menghidupi
kehidupan di atasnya. Saat pikiran manusia sbgmana diajarkan banyak agama,
bhw di dunia ini ada pertarungan antara kelompok setan dg nerakanya dan
kelompok malaekat pembantu tuhan dg surganya; pada kenyataannya toh Sang
Pencipta menciptakan nyamuk, yg oleh manusia dianggap sbg binatang "jahat"
krn menyebarkan penyakit. Bumi menumbuhkan berbagai bentuk kehidupan yg
seringkali dirasa "mengganggu" kehidupan manusia shg perlu dilakukan
penyemprotan nyamuk. Manusia tdk memahami cara kerja alam, itu yg mjd
masalah timbulnya konflik antara manusia dg alamnya. Ajaran2 agama kurang
memahami dialektika dg alam. Cukup sulit dipahami bhw ritual kuno spt yg
tersisa di Bali dlm bentuk penghormatan pohon, spt menutupi batang pohon dg
kain serta doa dan tabur bunga di pohon besar, sebenarnya adalah bagian dr
dialog dg alam. Alam ini yg berupa batu, pohon, binatang spt nyamuk dan
tikuspun bisa diajak bicara. Aku kira ada bagian di Alkitab yg menyebutkan
hal ini.nabi yg bisa bicara dg binatang. 

Terkait dg pikiran, ada banyak hal terkait dg berbagai ajaran... termasuk
"ajaran mematikan pikiran" spt pada buddha... aku kira lebih tepat
"mengendalikan pikiran".... basis pikirnya adalah... setiap keberadaan itu
sendiri adalah bagian dr kesadaran Sang Pencipta... artinya jika pikiran sbg
bagian dr keberadaan Sang Pencipta semacam itu, yg diwakili oleh
pikiran/kesadaran ciptaan... mematikan pikiran sama saja dg bunuh diri...
hmm... Setiap keberadaan kesadaran ciptaan dlm masing2 bentuknya yg unik
mengemban sustu misi yg merupakan bagian dr keberadaan Sang Pencipta, shg
pengendalian pikiran sbg ujud kesadaran mungkin lebih tepat dlm skenario
penciptaan..., kecuali jika Sang Pencipta sendiri memang sudah memutuskan
utk istirahat... upsss.... 

Tulisan di atas tentu saja sama sekali berkebalikan dg ajaran agama2, dimana
diajarkan utk mencari jalan pulang (keselamatan) dan malah ada yg dg
mengharapkan bantuan datangnya sang Juru Selamat. sedangkan uraian di atas,
justru mengatakan bhw kehadiran manusia dan ciptaan lainnya adalah ujud dr
kehadiran sang Pencipta yg sedang berkarya di dunia fisik dg berbagai rupa
keunikannya. Jadi mengapa mikirin pulang kesana (mikirin surga), wong kita
ada disini utk menjalankan suatu misi masing2 sampe tuntas
(bio-machine/tubuh ini expired) hmm...Permainan jailangkung memperlihatkan
bagaimana suatu kesadaran bisa diinstall ke suatu benda mati, dan itu
menguak suatu misteri ttg cara kerja alam dan penciptaan makluk2, dan
memperlihatkan bhw manusia bisa "mengundang/menginstal" kesadaran. 

"Kiamat", hanyalah proses perubahan zaman, sbgmana dikatakan dlm spiritual
jawa sbg jagad gumelar, jagad gumulung.. gumelar lagi ntar gumulug lagi.
begitu seterusnya berulang2 terjadi. 
Dan setiap akhir zaman, akan menyisakan manusia2 yg meneruskan proses
penciptaan utk memasuki babak baru.yg pasti bumi ini akan masih terus ada
dan menumbuhkan kehidupan yg mungkin jauh berbeda dari waktu ke waktu, zaman
ke zaman, peradaban ke peradaban, tergantung dr kreativitas makluk2nya yg
hidup dan berkembang di atasnya.

Love and light always be with you,

Sony H Waluyo

* You are what you think about. Beware of your mind. 

[kesadaran ada di rasa, sulit utk memahaminya dg pikiran. Kita bisa bebas
menyimpulkan apa yg kita lihat dan rasakan. Namun tetaplah sulit
mendefinisikan rasa garam dengan kata2, tapi dg rasa di lidah semua orang
sepakat itulah rasa garam, asin itu pasti asin, pahit itu pasti pahit.
Demikian juga saat dirasa di hati, kasih itu pasti kasih. 
Olah rasa akan dg jelas mendefinikan kesadaran. Olah rasa...olah
kesadaran...intuisi yg akan bermain...menyalurkan cahaya... cahaya adalah
ilmu pengetahuan dan pengetahuan mjd landasan utk bertindak bijaksana dlm
mengolah alam dan kehidupan].

================== 

Kirim email ke