21 Mei 05 11:09 WIB Biaya Operasi Nyak Kamil Di Jerman Rp. 300 Juta * Pulang Ke Aceh Bulan Ini
Berlin, WASPADA Online Operasi pembuatan anus merupakan operasi besar dan memakan biaya besar pula di Rumah Sakit Anak Charite di Berlin, Jerman. Namun bagi putra Aceh yang berusia tiga tahun, Teuku Nyak Kamil, biaya operasi itu bukan menjadi rintangan karena pemerintah Jerman menanggung semua biayanya sebagai bantuan kemanusiaan kepada korban bencana tsunami NAD. Biaya operasi anus dan perawatan Emil, nama panggilan Teuku Nyak Kamil, memakan biaya hampir Rp. 300 juta. Persisnya 25 ribu Euro, ujar Prof Harold Mau, kepala tim dokter yang menangani operasi tersebut. Kepada Waspada di Berlin, Kamis (19/5), Prof Mau mengatakan, Emil menjalani operasi dalam dua tahap. Yang pertama pada 4 April tim dokter membuat anus buatan di tempat lain dan melakukan perawatan rutin selama tiga minggu. Kemudian pada 27 April membuat anus di tempat yang sebenarnya. Kedua operasi berjalan lancar dan kondisi Emil sudah kembali normal. Mirnawati, ibu kandung Emil turut mendampingi anak tunggalnya itu di Jerman sejak 6 Maret 2005. Dia bersyukur anaknya dapat hidup sempurna sebagaimana manusia biasa. Lebih bersyukur lagi, semua biaya, mulai dari urusan paspor, visa, tiket pesawat dan biaya operasi dan perawatan sebesar hampir Rp. 300 juta itu ditanggung sepenuhnya oleh LSM donatur dan pemerintah Jerman. Di balik bencana tersua rahmat, begitulah jika Tuhan berkehendak untuk menolong hambaNya. Mirnawati hanyalah seorang perawat honorer di Puskesmas Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Uang honor yang diterimanya per bulan hanya Rp. 300.000, berarti perlu banting tulang seribu bulan tanpa makan jika dia harus membayar sendiri pembiayaan operasi anaknya. Perhatian pemerintah Jerman merupakan mukjizat Tuhan pada dirinya dan anaknya setelah berupaya penuh penderitaan sejak awal Desember 2004. Waktu itu dia membawa Emil ke RSU Zainal Abidin di Banda Aceh untuk tujuan operasi, namun sehari sebelum hasil rontgen diambil, ibukota NAD itu dilanda gempa dan gelombang tsunami. Rumah tumpangannya di Darussalam terkena bencana, Mirnawati dan Emil berhasil menyelamatkan diri dan menumpang di sebuah masjid. Ketika dia pergi ke RSU Zainal Abidin untuk mengambil rontgen pada 27 Desember, ternyata rumahsakit itu tergenang lumpur sehingga tak seorangpun di rumah sakit itu yang mampu menolongnya. Dia akhirnya membawa pulang anaknya ke kampung halaman untuk mencari ketenangan sampai akhirnya dia menerima kabar dari saudara suaminya melalui SMS tentang kemungkinan adanya bantuan operasi untuk Emil dari Jerman. Tanpa pikir panjang, dia dan Emil berangkat ke Banda Aceh pada akhir Januari 2005 untuk menemui seorang perwira AD Jerman, Letkol Walter-Hubert Schmidt, dokter tim medis bantuan kemanusiaan Jerman. Semua keperluan keberangkatan diurusnya dan mereka pun lepas landas meninggalkan Indonesia menuju Jerman pada 6 Maret. Emil dirawat di Rumah Sakit Anak Charite (RSAC) Berlin, rumah sakit terbesar dan terkemuka di Jerman yang menangani ribuan pasien dari seluruh dunia. Saat ini kondisi Emil sudah kembali normal dan dalam 3-4 hari sudah bisa pulang. Kepulangan Emil ke Indonesia akan diurus oleh pemerintah Jerman bersama KBRI Berlin. Selain itu, Letkol Walter-Hubert Schmidt akan berkunjung ke Berlin dari markasnya di kota Diez hari Senin (23/5) mendatang untuk melepas pulangnya Emil dan Mirnawati. Minta perhatian Bupati Ada satu kekhawatiran Mirnawati setiba kembali di kampung halamannya nanti tentang statusnya di Puskesmas tempatnya bekerja setelah beberapa bulan tidak memberi kabar. Dia mungkin sudah diberhentikan. Sehubungan dengan hal itu, Pemred Waspada H. Prabudi Said mengimbau perhatian Bupati Aceh Utara Ir. Tarmizi Karim agar dapat kiranya membantu Mirnawati kembali bekerja di Puskesmas Muara Batu, dari perawat honorer menjadi perawat tetap. Bagi Mirnawati, pengalamannya adalah guru berharga. Dia telah melihat sendiri bagaimana rumahsakit Jerman merawat pasiennya dengan keramahtamahan dan pelayanan yang baik sehingga membawa ketenangan bagi pasien dan keluarga pasien. Tentunya diharapkan dari dia akan menerapkan keramahtamahan dan pelayanan serupa terhadap pasien-pasien Puskesmas di desanya. Ini akan menjadi nilai plus bagi Puskesmas tersebut khususnya dan citra Pemkab Aceh Utara dalam meningkatkan pelayanan masyarakat pada umumnya. Kapan tanggal pasti ketibaan mereka di Bandara Polonia masih akan dicek wartawan Waspada di Berlin yang saat ini berada disana mengikuti pendidikan beasiswa jurnalistik. (B!/m02) _____ <http://promos.hotbar.com/promos/promodll.dll?RunPromo&El=&SG=&RAND=28507&pa rtner=fastutility> Block Spam Emails - Click here! [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Would you Help a Child in need? It is easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
