DALIL-DALIL TENTANG TURUNNYA ISA 'ALAIHISSALAM DARI
AS-SUNNAH

Oleh
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA

Dalil-dalil dari Sunnah mengenai akan turunnya kembali
Isa alaihissalam banyak sekali jumlahnya dan
berderajat mutawatir sebagaimana telah kami sebutkan
sebagian di muka, dan di sini akan saya sebutkan
sebagian pula, tidak keseluruhan, karena kuatir akan
terkesan terlalu panjang. Hadits-hadits tersebut
antara lain:

[1]. Asy-Syaikhani (Bukhari dan Muslim) meriwayatkan
dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia ber-kata:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Artinya : Demi Allah yang diriku tangan-Nya,
benar-benar putra Maryam akan turun di tengah-tengah
kamu sebagai juru damai yang adil, lalu ia
menghancurkan salib, dan harta kekayaan melimpah ruah
hingga tidak ada seorangpun yang mau menerima
(shadaqah atau zakat) dari orang lain, sehingga pada
waktu itu sujud satu kali lebih baik daripada dunia
dan isinya. " Kemudian Abu Hurairah berkata, "Bacalah
firman Allah ini jika Anda mau:

"Artinya : Tidak ada seorang pun dari ahli kitab
kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum
kematiannya. Dan pada hari kiamat nanti Isa akan
menjadi saksi terhadap mereka." [Shahih Bukhari, Kitab
Ahaadiitsil Anbia' ,Bab Nuzuli Isa Ibni Maryam
'alahissalam 6: 490-491; Shahih Muslim, Bab Nuzuli Isa
Ibni Maryam 'alaihissalam Haakiman 2: 189-191]

Inilah penafsiran Abu Hurairah terhadap ayat ini bahwa
yang dimaksud ialah di antara ahli kitab akan ada
orang yang beriman kepada Nabi Isa 'alaihissalam
sebelum beliau meninggal dunia. Hal ini terjadi ketika
beliau turun kembali ke bumi pada akhir zaman
sebagaimana telah dijelaskan di muka.

[2]. Asy-Syaikhani juga meriwayatkan dari Abu Hurairah
Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah saw
bersabda:

"Artinya : Bagaimana keadaanmu nanti apabila putra
Maryam telah diturunkan di tengah-tengah kamu,
sedangkan imam kamu adalah dari antara kamu sendiri?"
[Shahih Bukhari 6: 491; Shahih Muslim 2:193]

[3]. Imam Muslim meriwayatkan dari JabirRadhiyallahu
'anhu, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

�Artinya : Akan senantiasa ada segolongan dari umatku
yang berjuang membela kebenaran dengan memperoleh
pertolongan hingga datangnya hari kiamat.... Kemudian
akan turun Isa putra Maryam 'alaihissalam, lalu
pemimpin mereka berkata (kepada Isa), Silakan Anda
shalat mengimami kami! Isa menjawab, Tidak usah,
sesungguhnya sebagian kalian adalah pemimpin bagi
sebagian yang lain, sebagai kemunculan dari Allah bagi
umat ini." [Shahih Muslim 2: 193-194].

[4]. Telah disebutkan di muka hadits Hudzaifah bin
Usaid yang membicarakan tanda-tanda kiamat yang besar
yang di dalamnya disebutkan tentang "akan turunnya Isa
putra Maryam 'alaihissalam." [Shahih Muslim 18:
27-28].

[5]. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah
Radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda:

"Artinya : Para Nabi itu adalah bersaudara seayah
berlainan ibu, dan Din mereka adalah satu. Dan aku
adalah manusia yang paling dekat dengan Isa putra
Maryam, karena antara aku dan dia tidak ada nabi lagi.
Dan sesungguhnya dia akan turun kembali ke bumi,
karena itu jika kamu melihatnya maka kenalilah dia."
[Musnad Ahmad 2:406, dan hadits ini adalah shahih.
Periksalah catatan pinggir 'Umdatut-Tafsir 4:36 dengan
tahqiq Syekh Ahmad Syakir. Bagian permulaan hadits ini
diriwayatkan oleh Bukhari 6: 478, dan diriwayatkan
pula oleh Hakim dalam Al-Mustadrak 2: 595. Hakim
berkata, "Ini adalah hadits yang shahih isnadnya,
hanya saja Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya."
Perkataan Hakim ini disetujui oleh Adz-Dzahabi].


[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia
Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah
bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin,
Penerbit CV Pustaka Mantiq]
http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1270&bagian=0

Dalil-Dalil Tentang Turunnya Isa 'Alaihissalam 1/2


Oleh
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA
Bagian Pertama dari Dua Tulisan 1/2

[1]. Allah berfirman:

� Artinya : Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan
perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak
karenanya. Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih
baik, tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak
memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan
maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum
yang suka bertengkar.

Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami
berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan
dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani
Israil.

Dan kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan
sebagai gantimu di muka bumi, malaikat-malaikat yang
turun-temurun.

Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan
pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah
kamu ragu-ragu tentang kiamat itu; dan ikutilah Aku.
Inilah jalan yang lurus." [Az- Zukhruf: 57-61]

Ayat-ayat di atas membicarakan Isa 'Alaihissalam, dan
pada ayat terakhir (Az- Zukhruf: 61) disebutkan
wainnahuu 'a 'ilmun lissaa 'ah (Dan sesungguhnya Isa
itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari
kiamat), yakni turunnya Isa 'alaihissalam ke bumi
sebelum datangnya hari kiamat merupakan pertanda telah
dekatnya hari kiamat. Dan hal ini juga ditunjuki oleh
qiroah (bacaan) lain terhadap ayat itu, yakni wa
innahuu la 'ilmun lis-saa 'ah ( ) dengan memberi
harakat fathah pada huruf 'ain dan lam, yang berarti
'alaamah (alamat) dan amaaroh (tanda) telah dekatnya
hari kiamat. Bacaan ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas,
Mujahid, dan lain-lain Imam tafsir. [Tafsir
Al-Qurthubi 16: 105, dan Tafsir Ath-Thabari 25:90-91].

Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu
Abbas ra mengenai penafsiran ayat ini:

Bahwa yang dimaksud ialah keluarnya Isa 'alaihissalam
sebelum terjadinya hari kiamat. [Musnad Ahmad 4: 329
hadits nomor 21921 dengan tahqiq Ahmad Syakir yang
mengatakan, "Isnadnya shahih."].

Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata, "Yang benar bahwa
dhamir atau kata ganti pada lafal (innahu/sesungguhnya
dia) itu kembali kepada Isa, sebab konteks pembicaraan
ayat ini mengenai Isa." [Tafsir Ibnu Katsir 7: 222].

Dan beliau (Ibnu Katsir) menganggap jauh (penafsiran
yang terlalu jauh) kalau ayat ini diartikan dengan:
Apa-apa (mukjizat) yang menyertai Isa seperti
menghidupkan orang yang telah mati, menyembuhkan orang
yang berpenyakit tuna netra dan belang, dan
penyakit-penyakit lainnya. Dan lebih jauh lagi apa
yang diriwayatkan dari sebagian ulama bahwa dhamir
pada lafal " " (innahu) itu kembali kepada Al-Qur'anul
Karim. [Tafsir Ibnu Katsir 7: 223].

[2]. Firman Allah: 

"Artiny : Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami
telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul
Allah, " padahal mereka tiada membunuhnya dan tidak
pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah)
orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.
Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang
(pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan
tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai
keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu kecuali hanya
mengikuti persangkaan belaka; dan mereka tidak pula
yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. "

"Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa
kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana. "

"Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan
beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan pada
hari kiamat nanti Isa akan menjadi saksi terhadap
mereka. " [An-Nisa': 157-159].

Ayat-ayat di atas di samping menunjukkan bahwa
orang-orang Yahudi tidak membunuh dan tidak menyalib
Isa, tetapi Allah yang mengangkatnya ke langit
sebagaimana disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 55:

"Artinya : Ingatlah ketika Allah berfirman: 'Hai Isa,
Sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir
ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku. ..'"

Maka ayat-ayat tersebut juga menunjukkan bahwa di
antara ahli kitab kelak akan ada orang yang beriman
kepada Isa 'alaihissalampada akhir zaman, ketika ia
turun (secara hakiki)[1] ke bumi dan sebelum wafatnya
sebagaimana diberitakan oleh hadits-hadits yang shahih
dan mutawatir.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, ketika ditanya tentang
masalah wafat dan diangkatnya Nabi Isa 'alaihissalam,
beliau berkata, "Segala puji kepunyaan Allah. Isa
'alaihissalam masih hidup. Dan disebutkan di dalam
hadits shahih bahwa Nabi saw bersabda:

�Ibnu Maryam akan turun di tengah-tengah kalian
sebagai hakim dan pemimpin yang adil, lalu
menghancurkan salib, membunuh babi, membebaskan pajak.
" [Vide: Perkataan Syekh Muhammad Abduh dalam Tafsir
Al-Manar 3:317].

Selanjutnya Syaikhul Islam mengatakan, "Dan disebutkan
pula dalam hadits shahih bahwa Isa akan turun di
menara putih sebelah timur Damsyiq dan akan membunuh
Dajjal. Maka barangsiapa yang ruhnya telah berpisah
dari tubuhnya, tidaklah tubuhnya akan turun dari
langit; dan jika ia dihidupkan kembali, maka ia akan
bangkit dari kuburnya.

Adapun mengenai firman Allah:

"Sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir
ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta
membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir. "

Maka ayat ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan
sinyalemen di atas bukanlah kematian (al-maut), sebab
jika yang dimaksud adalah kematian, maka Isa sama
dengan orang-orang Mukmin lainnya, yaitu mengambil ruh
mereka lalu membawanya ke langit. Kalau demikian, maka
tidak ada keistimewaan Isa dibandingkan dengan orang
lain. Begitu pula dengan firman-Nya:

"Dan membersihkan kamu dari orang-orang kafir. "


[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia
Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah
bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin,
Penerbit CV Pustaka Mantiq]
_________
Foote Note
[1]. Turunnya ini adalah secara hakiki (sebenarnya).
Turunnya kembali ke bumi dan penegakkan terhadap hukum
di muka bumi pada akhir zaman bukanlah kiasan tentang
menyebarkan semangatnya atau ruhnya dan rahasia
risalahnya kepada manusia yang berisi perintah untuk
berkasih sayang, mencintai, dan berdamai dengan orang
lain serta mengambil maksud-maksud syari'ah tanpa
menghiraukan zhahirnya. Karena semua itu bertentangan
dengan hadits-hadits mutawatir yang menerangkan akan
turunnya kembali ke bumi dengan ruh dan jasadnya
sebagaimana beliau telah diangkat dengan ruh dan
jasadnya ke langit.
http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1186&bagian=0

DALIL-DALIL TENTANG TURUNNYA ISA 'ALAIHISSALAM


Oleh
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA
Bagian Terakhir dari Dua Tulisan 2/2






Kalau yang dimaksud adalah ruhnya berpisah dari
tubuhnya, maka tubuhnya itu masih berada di bumi
sebagaimana halnya tubuh para Nabi atau lainnya. Dalam
ayat lain Allah berfirman:

"Mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya,
tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang
diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya
orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan)
Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang
dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang
siapa yang dibunuh itu kecuali hanya mengikuti
persangkaan belaka; dan mereka tidak pula yakin bahwa
yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang
sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-
Nya.... " [An-Nisa': 157-158].

Firman Allah:,

"Tetapi (yang sebenarnya) Allah telah mengangkat Isa
kepada-Nya. "

Memberikan penjelasan bahwa Allah mengangkat tubuh dan
ruhnya sebagaimana halnya ia (Isa) akan turun dengan
tubuh dan ruhnya seperti disebutkan dalam hadits yang
shahih. Karena kalau yang dimaksud adalah "
mematikannya" niscaya Dia berfirman: "Mereka tidak
membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi dia
meninggal dunia. . . " (Wa maa qotaluuhu wa maa
shilabuuhu bal maata. . .). Oleh karena itu sebagian
ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan lafal
mutawaffiika ialah qoobidhuka, yakni memegang ruh dan
tubuhmu. Dan lafal at-tawaffii tidak menghendaki atau
tidak menetapkan tawaffii ruh tanpa tubuh dan tidak
pula tawaffi terhadap keduanya kecuali dengan adanya
qarinah (indikasi / alasan) tersendiri.

Dan kadang-kadang yang dimaksud ialah memegang ruh
ketika tidur, seperti firman Allah:

"Artinya : Allah memegang jiwa orang ketika matinya
dan memegang jiwa orang yang belum mati pada waktu
tidurnya. " [Az-Zumar: 42]

"Artinya : Dan Dia-lah yang mentawaffikan (menidurkan)
kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apayang kamu
kerjakanpada siang hari. " [Al-An'am: 60].

Dan di antara firman-Nya lagi yang berkaitan dengan
lafal tawaffi atau wafat ialah yang tertera dalam
surat Al-An'am: 61:

"Artinya : ... sehingga apabila datang kematian kepada
salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh
malaikat-malaikat Kami. " [Majmu' Al-Fatawa 4:
322-323].

Pembicaraan dalam pembahasan ini bukanlah tentang
pengangkatan Isa 'alaihissalam, tetapi untuk
menjelaskan bahwa dia diangkat dengan tubuh dan
ruhnya. Sekarang Nabi Isa as masih hidup di langit
kelak akan turun pada akhir zaman serta di Imani oleh
orang-orang ahli kitab yang hidup pada waktu itu,
sebagaimana firman-Nya:

"Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan
beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya.".
[An-Nisa': 159].

Ibnu Jarir berkata: "Telah diceritakan kepada kami
oleh Basyar, dia berkata: Telah diceritakan kepada
kami oleh Suryan dari Abu Hushain dari Sa'id bin
Jubair dari Ibnu Abbas mengenai ayat:

"Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan
beriman kepada Isa sebelum kematiannya,"

dia berkata, "Sebelum kematian Isa bin Maryam."
[Tafsir Ath-Thabari 6: 18].

Ibnu Katsir berkata, Ini adalah isnad yang shahih."
[An-Nihayah Fil Fitan wal Malahim 10: 136. Atsar Ibnu
Abbas ini juga dishahkan oleh Ibnu Hajar dalam
Fathul-Bari 6: 492].

Selanjutnya, setelah mengemukakan berbagai pendapat
mengenai makna ayat ini, Ibnu Jarir berkata, "Dan
pendapat yang paling shahih ialah pendapat orang yang
mengatakan bahwa takwil ayat itu ialah tidak ada
seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman
kepada Isa sebelum Isa meninggal dunia." [Tafsir
Ath-Thabari 6: 21].

Dan beliau (Ibnu Jarir Ath-Thabari) meriwayatkan
dengan sanadnya dari Al-Hasan Al-Bishri bahwa beliau
berkata, ".... Sebelum kematian Isa. Demi Allah,
sesungguhnya beliau sekarang masih hidup di sisi
Allah. Tetapi apabila beliau nanti telah turun, maka
semua orang beriman kepada beliau." [Ibid, halaman
18].

Ibnu Katsir berkata, "Dan tidak diragukan lagi bahwa
apa yang dikemukakan oleh Ibnu Jarir inilah pendapat
yang benar, karena ini merupakan maksud dari konteks
ayat-ayat yang menetapkan batalnya pengakuan
orang-orang Yahudi bahwa mereka telah membunuh Isa,
menyalibnya, dan menyerahkannya kepada orang-orang
Nasrani yang bodoh dan tidak mengerti masalah itu.
Lalu Allah memberitahukan bahwa perkaranya tidak
demikian, tetapi ada seseorang yang diserupakan oleh
Allah dengan Isa, lantas mereka bunuh orang yang
diserupakan itu sedang mereka tidak mengetahui dengan
jelas tentang hal itu. Kemudian Allah mengangkat Isa
kepada-Nya, dan dia (Isa) masih hidup dan kelak akan
turun ke bumi sebelum datangnya hari kiamat
sebagaimana ditunjukkan oleh hadits-hadits mutawatir."
[Tafsir Ibnu Katsir 2: 405].

Ibnu Katsir juga menyebutkan riwayat dari Ibnu Abbas
dan lainnya bahwa Ibnu Abbas mengulangi dhamir pada
lafal qobla mautihi untuk ahli kitab. Hal ini, kalau
shahih riwayatnya, tidaklah menafikan pendapat
pertama. Tetapi yang sudah jelas shahih makna dan
isnadnya ialah yang telah kami sebutkan terdahulu.
[An-Nihayah Fil Fitan wal-Malahim 1: 137].



[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia
Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah
bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin,
Penerbit CV Pustaka Mantiq]
http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1242&bagian=0

Bacalah artikel tentang Islam di:
http://www.nizami.org

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke