Dari dalil2 Al Qur'an dan Hadits, jelaslah bahwa Imam
Mahdi dan Nabi Isa akan berjuang bersama memerangi
Dajjal. Nabi Isa akan memecah salib. Sementara Imam
Mahdi namanya sama dengan Nabi Muhammad yaitu:
Muhammad, dan nama ayahnya sama dgn ayah nabi
Muhammad: Abdullah. Jadi namanya: Muhammad bin
Abdullah.

Oleh karena itu, klaim kelompok Ahmadiyyah yang
menyatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi,
merangkap Nabi Isa, merangkap Imam Mahdi, merangkap
Khalifah, tidak sesuai dgn hadits yang menyatakan
bahwa Nabi Isa dan Imam Mahdi adalah 2 oknum yang
berbeda. Begitu pula nama dan nama ayahnya. Apalagi
semasa hidupnya, Ghulam Ahmad bersama2 rakyat India
dan Pakistan hidup dalam penjajahan Inggris dalam
keadaan tidak berdaya.


DALIL-DALIL AS-SUNNAH YANG MENUNJUKKAN AKAN
KEMUNCULANNYA

Oleh
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA

Banyak hadits shahih yang menunjukkan akan munculnya
Al-Mahdi ini. Di antaranya ada hadits-hadits yang
secara eksplisit menyebutkan Al-Mahdi dan ada pula
yang hanya menyebut sifat-sifat atau identifikasinya
saja. Di sini akan kami sebutkan beberapa hadits saja
yang kami pandang sudah cukup untuk menunjukkan akan
munculnya Al-Mahdi pada akhir zaman yang merupakan
salah satu tanda sudah dekatnya hari kiamat. 

[1]. Dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Pada masa akhir umatku akan muncul
Al-Mahdi. Pada waktu itu Allah me-nurunkan banyak
hujan, bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan
banyak harta (penghasilan), banyak ternak, umat
menjadi mulia, dan dia hidup selama tujuh atau delapan
tahun." [Mustadrak Al-Hakim 4: 557-558, dan ia
berkata, "Ini adalah hadits yang shahih isnadnya,
tetapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya." Dan
Adz-Dzahabi menyetujui pendapat Al-Hakim ini.
Al-Albani berkata, "Ini adalah sanad yang shahih yang
perawi-perawinya terpecaya.�
Silsilatul-Ahaditsish-Shalihah 2:336, hadits no. 711.
Dan periksa risalah (Thesis) Abdul Alim� Ahaditsul
Mahdi Fi Mizanil-Jarhi wat-Ta�dil� halaman 127-128]

[2]. Juga diriwayatkan dari Abu Sa�id Al-Khudri
Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Artinya : Aku sampaikan kabar gembira kepada kalian
dengan datangnya Al-Mahdi yang akan diutus (ke
tengah-tengah manusia) ketika manusia sedang dilanda
perselisihan dan kegoncangan-kegoncangan, dia akan
memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan
sebagaimana sebelumnnya bumi dipenuhi dengan
penganiayaan dan kezhaliman. Seluruh penduduk langit
dan bumi menyukainya, dan dia akan membagi-bagikan
kekayaan secara tepat (merata)." Lalu ada seseorang
yang bertanya kepada beliau, "Apakah yang dimaksud
dengan shihah (tepat) ?" Beliau menjawab, "Merata di
antara manusia." Dan selanjutnya beliau bersabda, "Dan
Allah akan memenuhi hati umat Muhammad saw dengan
kekayaan (kepuasan), dan meratakan keadilan kepada
mereka seraya memerintahkan seorang penyeru untuk
menyerukan: 'Siapakah yang membutuhkan harta? Maka
tidak ada seorang pun yang berdiri kecuali satu, lalu
Al-Mahdi berkata, "Datanglah kepada bendahara dan
katakan kepadanya, 'Sesungguhnya Al-Mahdi menyuruhmu
memberi uang. 'Kemudian bendahara berkata, 'Ambillah
sedikit'' Sehingga setelah dibawanya ke kamarnya, dia
menyesal seraya berkata, 'Saya adalah umat Muhammad
yang hatinya paling rakus. atau saya tidak mampu
mencapai apa yang mereka capai' Lalu ia mengembalikan
uang (harta) tersebut, tetapi ditolak seraya dikatakan
kepadanya, 'Kami tidak mengambil kembali apa yang
telah kami berikan.' Begitulah kondisinya waktu itu
yang berlangsung selama tujuh, delapan, atau sembilan
tahun. Kemudian tidak ada kebaikan lagi dalam
kehidupan sesudah itu. " [Musnad Ahmad 3: 37.
Al-Haitsami berkata, "Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan
lainnya secara ringkas, dan diriwayatkan oleh Imam
Ahmad dengan berbagai sanad, juga diriwayatkan oleh
Abu Ya�la dengan ringkas dan perawi-perawinya
terpecaya.� Majma�uz Zawaid 7: 313:314. Dan periksalah
"Aqidatu ahlis-Sunnah wal-Atsar fi Al-Mahdi
Al-Muntazhar" halaman 177 karya Syekh Abdul Muhsin
Al-'Abbad)].

Hadits ini menunjukkan bahwa setelah kematian Al-Mahdi
akan muncul keburukan dan muncul fitnah-fitnah yang
besar.

[3]. Dari Ali Radhiyallahu 'anhu. ia berkata:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Artinya : Al-Mahdi itu dari golongan kami, ahli bait.
Allah memperbaikinya dalam satu malam. " [Musnad Ahmad
2: 58 hadits nomor 645 dengan tahqiq Ahmad Syakir yang
mengatakan. "Isnadnya shahih." Dan Sunan Ibnu Majah
2:1367. Hadits ini juga dishahkan oleh Al-Albani dalam
Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir 6: 22 hadits nomor 6611].

Ibnu Katsir berkata, "Allah menerima taubatnya dan
memberinya taufiq, memberinya ilham dan bimbingan
setelah sebelumnya tidak demikian." [An-Nihayah
fil-Fitan wal-Malahim 1: 29) dengan tahqiq DR. Thaha
Zaini]'

[4]. Dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu, ia
berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:

"Artinya : Al-Mahdi itu dari keturunanku, lebar
dahinya dan mancung hidungnya. la memenuhi bumi dengan
kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi
dipenuhi dengan kezhaliman dan penganiayaan.. la
berkuasa selama tujuh tahun." [Sunan Abu Daud, Kitab
Al-Mahdi 11: 375 hadits nomor 4265. Mustadrak Al-Hakim
4: 557 dan dia berkata, "Ini adalah hadits shahih
menurut syarat Muslim, tetapi beliau berdua (Bukhari
dan Muslim) tidak meriwayatkannya." Adz-Dzahabi
berkata. "lmran, salah seorang perawinya, adalah
dha'if dan Muslim tidak meriwayatkan haditsnya." Dan
mengenai sanad Abi Daud, Al-Mundziri berkata, "Di
dalam sanadnya terdapat Imran Al-Qaththan, yaitu Abul
'Awwam Imran bin Dawur Al-Qaththan Al-Bishri,
Al-Bukhari menjadikan haditsnya sebagai syahid. dan
dia dianggap kepercayaan oleh Affan bin Muslim dan
Yahya bin Sa'id Al-Qaththan memujinya dengan baik.
Tetapi dia dilemahkan oleh Yahya bin Ma'in dan
Nasa'i." (Aunul Ma'bud 11: 37). Adz-Dzahabi berkata
dalam Mizanul I'tidal, "Ahmad berkata, 'Saya berharap
dia itu baik haditsnya.' Abu Daud berkata, 'Dha'if.'
(mizanul I'tidal 3: 26). Ibnu Hajar berkata mengenai
Imran, "Dia itu jujur tetapi tertuduh berfaham
Khawarij. " (Taqribut-Tahdzib 2: 83). Dan Ibnul Qayyim
mengomentari sanadnya Abu Daud demikian. "Jayyid
(bagus). " (Al-Manarul Munif: 144 dengan tahqiq Syeh
Abdul Fattah Abu Ghadah). Al-Albani berkata, "Isnadnya
hassan. " (Shahih Al-Jami'ush Shaghir 6: 22-23 hadits
nomor 6612)].

[5]. Dari Ummu Salamah Radhiyallahu 'anha, ia berkata
: saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda : 

�Artinya : Al �Mahdi itu keturunanku, dari anak cucu
Fatimah.� [Sunan Abi Daud : 373; Sunan Ibnu Majah 2:
1368. Al-Albani berkata dalam Shahih Al-Jami�ush
Shaghir 6: 22 nomor 6610. "Shahih." Dan periksalah
Risalah / Thesis Abdul�Alim tentang "Al-Mahdi" halaman
160].

[6]. Dari Jabir Radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Artinya : Isa bin Maryam akan turun, lalu pemimpin
mereka, Al-Mahdi, berkata. 'Marilah shalat bersama
kami! �Isa menjawab, Tidak! Sesungguhnya sebagian
mereka menjadi amir (pemimpin) bagi sebagian yang lain
sebagai penghormatan dari Allah kepada umat ini. '"
[Hadits Riwayat Al-Harits bin Abu Usamah dalam
musnadnya seperti disebutkan dalam Al-Manarul Munif
karya Ibnul Qayyim halaman 147-148, dan diriwayatkan
dalam kitab Al-Hawi fi Al-Fatawa karya As-Suyuthi 2:
64. Ibnul Qayyim berkata, "Hadits ini isnadnya jayyid
(bagus). " Dan dishahkan oleh Abdul 'Alim dalam
Risalahnya tentang Al-Mahdi halaman 144].

[7]. Dari Abi Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu, ia
berkata: Rasulullah sShallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:

"Artinya : Dari antara keturunan kami akan ada orang
yang Isa Ibnu Maryam melakukan shalat di belakangnya.
" [Riwayat Abu Nu�aim dalam Akhbaril Mahdi sebagaimana
dikatakan oleh As-Suyuthi dalam Al-Hawi 2: 64, dan dia
memberi tanda dha'if, demikian pula Al-Munawi dalam
Faidhul Qadir 6: 17. Al-Albani berkata, Shahih.
Periksa: Shahih Al-Jami�ush Shaghir 5: 219 hadits
nomor 5796. Abdul 'Alim mengatakan di dalam risalah
nya, isnadnya hasan karena syahid-syahidnya." Periksa
Risalah/Thesis Abdul 'Alim halaman 241].

[8]. Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu. ia
berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:

"Artinya : Tidaklah dunia akan lenyap sehingga negeri
Arab dikuasai oleh seorang laki-laki dari ahli baitku
(keluarga rumahku) yang namanya sama dengan namaku.��
[Musnad Ahmad 5: 199 hadits nomor 3573 dengan tahqiq
Ahmad Syakir, dia berkata,�Isnadnya shahih.�Dan
Tirmidzi 6:485, dan dia berkata, "Ini adalah hadist
hasan shahih. '' Dan Sunan Abu Daud 11: 371]

Dan dalam riwayat disebutkan dengan lafal:

"Namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama
dengan nama ayahku. " [Sunan Abi Daud 11: 370.
Al-Albani berkata, "Shahih. " (Shahih Al-Jami'ush
Shaghir 5: 70-71, hadits nomor 5180). Dan periksa pula
Risalah Abdul 'Alim tentang al-Mahdi halaman 202]
.

[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia
Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah
bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin,
Penerbit CV Pustaka Mantiq]
http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1066&bagian=0

AL-MAHDI, NAMANYA SIFAT-SIFATNYA DAN TEMPAT KELUARNYA


Oleh
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA




AL-MAHDI
Pada akhir zaman akan keluar seorang laki-laki dari
golongan Ahlul-Bait (keturunan Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam) dan Allah mengokohkan Dinnul Islam
dengannya pada saat itu. Dia berkuasa selama tujuh
tahun. Pada waktu itu dia memenuhi bumi dengan
keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan
kelaliman dan kezhaliman. Pada masanya umat manusia
merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan
sebelumnya; bumi rnengeluarkan tumbuh-tumbuhan, langit
menurunkan hujan, dan memberikan penghasilan
(kekayaan) yang tak terhitung banyaknya.

lbnu Katsir rahimahullah berkata, "Pada waktu itu
banyak buah-buahan, tanam-tanaman subur, harta
melimpah, kekuasaan berjalan dengan baik, agama
berdiri tegak, permusuhan sirna. dan kebaikan
bersemarak." [An-Nihayah Fil-Fitan wal-Ma-lahim 1:31
dengan tahqiq DR. Thaha Zaini]


NAMANYA DAN SIFAT-SIFATNYA
laki-laki ini namanya seperti nama Rasulullah saw, dan
nama ayahnya seperti nama ayah Rasulullah saw. Maka
dia bernama Muhammad atau Ahmad bin Abdullah. Dia
berasal dari keturunan Fatimah binti Rasulullah Saw,
dari anak cucu Hasan bin Ali Radhiyallahu 'anhu

Ibnu Katsir berkata tentang Al-Mahdi, "Dia bernama
Muhammad bin Abdullah Al-Alawi Al-Fathimi al-Hasani
radhiyallahu 'anhu." [Ibid, halamann 29].

Dan sifat-sifat tubuhnya antara lain mukanya lebar dan
hidungnya mancung.

TEMPAT KELUARNYA
Al-Mahdi akan muncul dari arah (kawasan) timur. Dalam
sebuah hadits dari Tsauban ra, ia berkata: Rasulullah
saw bersabda:


"Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu.
Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak
seorang pun di antara mereka yang berhasil
menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam
dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu dengan
suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum
sebelummu. " Kemudian beliau Saw menyebutkan sesuatu
yang aku tidak hafal, lalu bersabda: "Maka jika kamu
melihatnya, berbai'atlah walaupun dengan merangkak di
atas salju, karena dia adalah khalifah Allah
�Al-Mahdi�. "[1]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Yang dimaksud
dengan perbendaharaan didalam hadits ini ialah
perbendaharaan Ka'bah. Akan ada tiga orang putera
khalifah (ia berperang di sisinya untuk
memperebutkannya hingga datangnya akhir zaman, lalu
keluarlah Al-Mahdi yang akan muncul dari negeri Timur,
bukan dari dalam bangunan di bawah tanah Samira
seperti anggapan orang-orang Rafidhah yang jahil bahwa
Al-.Mahdi sekarang berada di sana dan mereka menanti
keluarnya pada akhir zaman. Anggapan semacam ini
merupakan igauan yang hina dari syetan, karena tidak
ada dalil dan keterangannya sama sekali baik dari
Al-Qur'an maupun As-Sunnah, dari perkataan atau
pemikiran orang sehat maupun dari istihsam."
Selanjutnya beliau mengatakan, "Dan beliau dikukuhkan
oleh penduduk masyriq (kawasan timur) yang
membantunya, menegakkan kekuasaannya, dan membangun
pilar-pilarnya, dan bendera mereka juga berwarna
hitam, yaitu warna yang melambangkan sikap merendahkan
diri, karena bendera Rasulullah saw juga berwarna
hitam yang diberi nama Al-'Uqab.... Maksudnya, bahwa
Al-Mahdi yang terpuji dan dijanjikan akan muncul pada
akhir zaman, kemunculannya adalah dari wilayah timur
dan dia dibai'at di sisi Baitullah sebagaimana
ditunjuki oleh beberapa hadits. "[2]


[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia
Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah
bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin,
Penerbit CV Pustaka Mantiq]
_________
Foote Note
[1]. Sunan Ibnu Majah, Kitabul Fitan, Bab Khurujil
Mahdi 2: 1467; Mustadrak Al-Hakim 4: 463-464. Dan dia
berkata, "Ini adalah hadits shahih menurut syarat
Syaikhain." Perkataan Hakim ini juga disetujui oleh
adz-Dzahabi.
Ibnu Katsir berkata. "Ini adalah isnad yang kuat lagi
shahih." (An Nihayah fil Fitan 1: 29 dengan tahqiq DR.
Thaha Zaini).

Al-Albani berkata, "Hadits ini shahih maknanya, tanpa
perkataan: "Karena dia khalifah Allah Al-Mahdi".
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari jalan
Alqamah dari Ibnu Mas'ud secara marfu' seperti riwayat
Utsman yang kedua, dan isnadnya hasan, tetapi tanpa
perkataan "khalifah" (khalifah / pengganti Allah). Dan
tambahan "khalifatullah" ini tidak dimiliki jalan yang
shahih serta tidak memiliki syahid (hadits yang senada
yang diriwayatkan dari orang lain); karena itu
tambahan tersebut adalah munkar. Dan di antara
kemungkarannya ialah bahwa di dalam syara' tidak boleh
dikatakan ada khalifah Allah, karena kemungkinan orang
tersebut berbuat keliru, padahal tidak layak bagi
Allah kekurangan dan kelemahan.

Kemudian dikutip dari Fatawa Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyah mengenai penolakan beliau terhadap orang yang
mengatakan bahwa khalifah itu sebagai wakil Allah
Ta'ala, karena tidak laik bagi Dia memiliki khalifah
(wakil / pengganti), sebab Dia adalah Maha Hidup, Maha
Menyaksikan, Maha Melindungi, Berdiri Sendiri, Yang
Mengawasi, Maha Pemelihara, Maha Kaya dan tidak
membutuhkan alam semesta. Sedang khalifah itu ada
karena yang digantikan itu mati atau lenyap, sedangkan
Allah Maha Suci dari semua itu." (Vide: Silsilatul
Ahaditsih-Dha'ifah wal-Maudhu'ah 1: 119-121, hadits
nomor 85).

[2]. An Nihayah fil Fitan wal-Malahim 1: 29-30.
Syekh Abdul Alim Abdul Azhim membicarakan
hadits-hadits Al-Mahdi secara panjang lebar dalam
thesis beliau untuk memperoleh gelar Magister yang
berjudul "Al-Ahaditsul Waridah fil Mahdi fi Mizanil
Jarh wat Ta'dil". Dalam thesis ini beliau menyebutkan
orang-orang yang meriwayatkan hadits-hadits tersebut
beserta perkataan para ulama mengenai isnad
masing-masing hadits beserta keputusannya dan
kesimpulannya.

Barangsiapa yang ingin mengetahui secara luas
dipersilahkan membaca thesis tersebut, karena ia
merupakan pembahasan paling luas mengenai
hadits-hadits Al-Mahdi sebagaimana dikatakan oleh
Syekh Abdul Muhsin Al-'Abbad dalam majalah al-Jami'ah
Al- Islamiyyah nomor 45 halaman 323.

Dalam thesis tersebut beliau menyebutkan ada
hadits-hadits marfu' dan atsar-atsar sahabat dan
lainnya tentang Al-Mahdi ini sebanyak 336 riwayat. Di
antaranya terdapat tiga puluh dua hadits dan sebelas
atsar yang berkedudukan diantara shahih dan hasan.
Yang menyebutkan Al-Mahdi secara eksplisit sebanyak 9
hadits dan 6 atsar, dan sisanya hanya menyebutkan
identifikasinya.
Banyak al-Huffazh yang mengesahkan hadits-hadits
Al-Mahdi ini, antara lain Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
dalam kitabnya "Minhajus Sunnah fi Naqdhi Kalamisy
Syi'ah wal Qadariyyah" 4: 211, dan al-'Allamah Ibnu
Qayyim dalam kitabnya "Al-Manarul Munif fish Shahih
wadh-Dha�if" halaman 142 dan seterusnya dengan tahqiq
Syekh Abdul Fattah Abu Ghadah, serta dishahkan oleh
Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam kitabnya "An-Nihayah
fil-Fitan wal-Malahim" 1: 24-32 dengan tahqiq DR.
Thaha Zaini. Juga dishahkan oleh ulama- ulama lain
sebagaimana akan kami sebutkan.
http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1055&bagian=0

SEBAGIAN HADITS SHAHIH YANG BERHUBUNGAN DENGAN
AL-MAHDI


Oleh
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA






[1]. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Artinya : Bagaimana keadaanmu jika Ibnu Maryam telah
turun kepadamu dan imam kamu dari golonganmu?" [Shahih
Bukhari, Kitab Ahaditsil Anbiya', Bab Nuzuli Isa bin
Maryam 'alaihissalam 6: 491; Shahih Muslim, Kitab
Al-Iman, Bab Nuzuli Isa bin Maryam Hakiman 2: 193]

[2]. Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu 'anhu, ia
berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam, bersabda:

"Artinya : Akan senantiasa ada segolongan dari umatku
yang tampil membela kebenaran hingga datangnya hari
kiamat." Kemudian, sabda beliau selanjutnya, "akan
turun Isa ibnu Maryam, lalu pemimpin mereka berkata,
'Marilah shalat mengimami kami. ' Lalu Isa menjawab,
'Tidak! Sesungguhnya sebagian kamu adalah pemimpin
bagi sebagian yang lain, sebagai kehormatan dari
Allah. '" [Shahih Muslim, Kitabul Iman, Bab Nuzuli Isa
bin Maryam Alaihis sallam. Hakim 2: 193-194].

[3]. Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu 'anhu, dia
berkata: Rasullulah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:

"Artinya : Pada masa terakhir umatku akan ada khalifah
yang membagi-bagikan harta dengan tiada terhitung. "
Al-Juzairii - salah seorang perawi hadits ini berkata,
�Saya bertanya kepada Abu Nadharah dan Abul 'Ala'.
"Apakah Anda berdua berpendapat bahwa orang tersebut
adalah Umar Abdul Aziz?� Mereka
menjawab,�Tidak.�[Shahih Muslim, Kitabul Fitan wa
Asyrathis Sa'ah 18: 38-39. Dan diriwayatkan oleh
al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah pada bab Al-Mahdi 15:
86-87 dengan tahqiq Syu'aib Al-Aznaut. Al-Baghawi
berkata. "ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan
oleh Muslim."].

Hadits-hadits yang tersebut dalam Shahih Bukhari dan
Shahih Muslim ini menunjukan kepada dua hal:

Pertama.
Bahwa ketika Isa Ibnu Maryam 'Alaihis sallam turun
dari langit, yang menjadi pemimpin untuk mengurus
urusan kaum muslimin adalah salah seorang laki-laki di
antara mereka.

Kedua.
Bahwa kehadiran pemimpin mereka untuk shalat mengimami
mereka dan permintaannya kepada Isa ketika turun dari
langit itu untuk menjadi imam shalat bersama mereka
menunjukkan bahwa pemimpin tersebut adalah orang yang
shalih dan mendapat serta menerapkan petunjuk Allah.
Meskipun dalam hadits-hadits tersebut tidak disebutkan
nama Al-Mahdi secara eksplisit melainkan hanya
disebutkan sifat-sifatnya sebagai orang shalih yang
mengimani kaum Muslimin pada waktu itu, namun banyak
hadits dalam kitab-kitab Sunan dan Musnad serta
lain-lainnya yang menafsirkan hadits-hadits yang
tersebut dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim itu
yang menunjukkan bahwa lelaki yang shalih itu bernama
Muhammad bin Abdullah dan disebut juga Al-Mahdi, dan
sunnah itu saling menafsirkan antara sebagian terhadap
sebagian yang lain. Dan di antara hadits yang
menunjukkan hal itu ialah hadits yang diriwayatkan
oleh Al-Harits bin Abi Usamah dalam Musnadnya dari
Jabir Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Artinya : Isa bin Maryam akan turun, lalu Amir
(pemimpin) mereka, Al-Mahdi, berkata. . . "

Hadits ini menunjukkan bahwa pemimpin yang tersebut
dalam Shahih Muslim yang meminta kepada Isa Ibnu
Maryam untuk mengimami shalat itu bernama Al-Mahdi. 

Syaikh Shidiq Hasan mengemukakan sejumlah besar hadits
tentang Al-Mahdi di dalam kitabnya Al-idza 'ah dan
menempatkan hadits Jabir yang diriwayatkan Imam Muslim
ini di bagian terakhir. Selanjutnya Uqbah berkata, "Di
dalam hadits ini tidak terdapat sebutan Al-Mahdi
secara eksplisit, tetapi hadits ini dan hadits-hadits
lain yang semakna dengannya tak dapat diartikan lain
kecuali Al-Mahdi Al-Muntazhor (yang ditunggu
kedatangannya) sebagaimana ditunjuki oleh
hadits-hadits dan atsar-atsar terdahulu yang banyak
jumlahnya." [Aqidah Ahlis Sunnah wa Atsar fil Mahdil
Muntazhor. 175-176 oleh Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd
Al-'Abbad, Dosen Al-Jami'ah Al-Islamiyyah Madinah
Al-Munawarroh, cetakan pertama tahun 1402 H, terbitan
Mathabi'ur Rasyid, Madinah. Dan periksa pula
Al-Idza'ah halaman 144]



[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia
Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah
bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin,
Penerbit CV Pustaka Mantiq]
http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1111&bagian=0

Bacalah artikel tentang Islam di:
http://www.nizami.org


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new Resources site
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke