Wawancara Tabloid Posmo dengan arwah Azahari: Fenomena Astral?
Dikirim oleh Andry Yoga
e: [EMAIL PROTECTED]
Dr. Azahari dan asistennya Amran terbunuh dalam sebuah penggerebekan di Villa
Flamboyan, Batu. Banyak yang percaya namun banyak juga yang
meragukan kematian gembong teroris tersebut. Untuk itu sebuah tim
paranormal dibentuk oleh tabloid Posmo untuk mewawancarai arwah Azahari.
Lokasi dipilih dekat Villa Flamboyan, selain untuk memudahkan pemanggilan
juga untuk menerawang keadaan arwah Azahari dan Amran di rumah tersebut. Karena
menurut keyakinan Jawa, arwah seseorang sebelum 40 hari masih berada di lokasi
tempatnya meninggal.
Terlebih dahulu dilakukan penerawangan kedalam rumah tersebut. Dari
hasil terawangan, tampak arwah Azahari sedang duduk termenung sementara
arwah Arman berkali-kali menyumpahi Azahari menuntut adanya surga yang
dijanjikan. Kondisinya amat mengerikan, tubuh bagian bawah hancur, namun di
alam gaib ia masih bisa berjalan. Tampak ia sangat menyesal bergabung
dengan kelompok Azahari.
Berikutnya proses pemanggilan pun dilakukan. Ketegangan tampak pada
wajah sang paranormal maupun sang mediator. Pembacaan mantra dan konsentrasi
yang kuat pun dilakukan. Tak beberapa lama tubuh sang mediator bergetar, dan
dari terawangan batin tampak arwah Azahari yang sedang termenung sudah memasuki
tubuh sang mediator.
Asalamualaikum.......
(Mendengar sapaan ini dari wajah sang mediator tampaknya Azahari
sedikit kaget dan membalasnya)
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Apakah benar anda Dr. Azahari Husin?
Ya, benar. Lalu Anda siapa?
Saya dari tim Posmo.
Agama Anda apa?
Islam
Coba ucapkan syahadat.
(Pewawancara lalu menjawab dengan ucapan dua kalimat syahadat)
Oh ya mari. Ada perlu apa Anda kemari?
Maaf, saya hanya ingin tahu apa yang Anda lakukan. Sebab, banyak orang yang
ingin bertanya tentang latar belakang Anda dan kelompok Anda melakukan kegiatan
itu.
Oh, begitu.
(Azahari tidak langsung menjawab, tapi dia diam beberapa saat. Nampaknya ia
sedang memikirkan sesuatu yang telah terjadi)
Apakah anda kecewa dengan kejadian kemarin?
Ya kecewa, ya tidak.
(Nampaknya dia mengerti bahwa yang dimaksud adalah peristiwa penggerebekan di
Villa Flamboyan)
Maksudnya?
Saya kecewa karena tugas saya belum selesai. Masih banyak rencana-rencana yg
belum dikerjakan.
Terus?
Saya katakan tidak kecewa karena sdh banyak yg saya kerjakan meskipun
blm sampai tujuan. Tetapi paling tidak misi saya membuka mata AS bahwa
Islam tidak bisa diremehkan tercapai. Banyak rencana yg sdh berjalan dgn baik.
Selama tiga tahun saya "mengelola" Indonesia sdh banyak yg saya
kerjakan bersama teman2 seperjuangan.
Selama ini dimana saja yang paling banyak Anda "kelola"?
Lebih banyak di Pulau Jawa.
Mengapa tidak di Thailand yang banyak tempat maksiatnya, Singapura, Malaysia
negara Anda sendiri, atau AS sekalian?
(Diam cukup lama)
Tugas saya hanya Indonesia. Tiap negara punya penanggung jawab dan saya
kebagian Indonesia bersama Noordin M. Top.
Mengapa Indonesia dijadikan sasaran?
Indonesia adalah negara besar dgn penduduk mayoritas nuslim, tetapi
tidak berdaulat karena byk dikendalikan AS. Kepentingan2 strategis selalu
berdasarkan kepentingan AS. Menurut kami, pemerintah Indonesia selalu tunduk
kepada AS. Bandingkan dgn Malaysia yg meskipun kecil, tapi sangat tegas dan
memiliki harga diri yang tinggi.
Lalu bagaimana Anda melihat bahwa yang menjadi korban adalah umat Islam
sendiri?
Memang banyak umat Islam tak berdosa menjadi korban, tetapi itu semua
tanggung jawab saya kepada Tuhan. Saya kira, itu semua sudah takdir
mereka.
Kalau begitu Anda mendahului kehendak Yang Kuasa?
(Azahari tidak menjawab. Dari ekspresi yang ditunjukkan mediator, nampak ia
tidak senang dengan pertanyaan ini).
Kalau sekarang keadaannya menjadi seperti ini, bagaimana tanggung jawab Anda?
Semuanya sudah saya niati dan pikirkan akibatnya. Saya juga sudah
menyiapkan rencana lain seandainya saya tak bisa melanjutkan tugas. Jadi,
secara ideologi, saya tidak pernah mati. Jangan menganggap ini sukses besar.
Selama sumbernya di Philipina tidak pernah bisa dikalahkan, kelompok saya tidak
akan pernah mati. Sekarang saja masih ada delapan anak buah saya yang bisa
dijadikan andalan. Belum lagi 12 orang yg berasal dari Filipina sudah masuk ke
Indonesia.
Setelah menjawab pertanyaan ini, Dr. Azahari tampak kelelahan dan sang
paranormalpun marfum dan segera mengeluarkannya dari tubuh sang mediator.
Namun pemanggilanpun dilakukan lagi utk menggali informasi lebih
lanjut. Berikut rangkuman hasil wawancara lebih lanjut dengan arwah Azahari dan
Amran.
Setelah pengeboman kedutaan Australia, kelompok ini berpindah-pindah
kota terutama didaerah Banten dan Jawa Barat. Mereka memanfaatkan kelemahan
pengejaran aparat yg hangat-hangat tahi ayam. Mereka menggunakan mobil utk
mengangkut bahan peledak berjumlah besar, selebihnya menggunakan motor dengan
helm berteropong. Mobilisasi dilakukan antara jam 2-4 pagi, karena pada jam tsb
penjagaan sangat longgar. Azahari juga mengatakan bahwa Noordin M. Top
melarikan diri menggunakan motor bersama dua pengawalnya. Mereka dilengkapi
senjata AK dan F16 serta rompi bom.
(Menurut roh Mahapatih Gajahmada yg dikontak tim ini, Noordin M. Top juga
akan tertangkap dalam waktu dekat ini. Proses penangkapannya akan lebih seru
dari penggerebekan Dr. Azahari)
Di Sidotopo, Jawa Timur, Azahari pernah hendak meledakkan markas
Pertamina di Perak dan Tunjungan Plaza. Alasannya Pertamina merupakan sarang
koruptor dan uangnya tersedot utk kepentingan yg tidak jelas. Sedang Tunjungan
Plaza merupakan ajang pamer budaya barat. Di Malang, Azahari juga merencanakan
meledakkan PLTA Tulungagung. Menurutnya dengan peledakan PLTA ini, listrik
se-Jawa Bali akan terganggu sehingga pemerintah akan terkonsentrasi pada
masalah ini, dan mereka akan lebih mudah melakukan aksi2 selanjutnya.
Tentang biaya operasional, mereka mendapat sokongan dari Al-Qaeda dan
dari orang2 Arab yg anti Amerika. Dana 50 jt sampai 100 jt masuk kerekening
kelompok ini setiap bulannya, namun Azahari menolak menyebutkan di bank mana
dan atas nama siapa rekening tersebut.
Sementara Arman tampak sangat menyesal dan berkali-kali protes kepada
Azahari. "Mana surga yang kamu janjikan? Sekarang saja gelap seperti ini. Untuk
pulang ke rumah sudah tak mungkin," katanya. Arman tampak sangat gundah.
Tubuhnya yang hancur tampak selalu kepanasan dan ia merasakan sangat kehausan.
"Terus bagaimana nasib saya ini, Mas?" tanyanya kepada tim paranormal. "Kalau
tahu akhirnya jadi begini, saya tak mau bergabung. Sebab niat saya sebenarnya
hanya memperdalam agama, bukan yang lain. Siapa berbuat, ia akan menuai
hasilnya. Mungkin sudah takdir saya seperti ini," katanya lagi. Sebelum
bergabung ke kelompok ini, Arman seorang pengangguran. Ia pamit kepada
keluarganya untuk mencari pekerjaan, namun sebenarnya ia
memperdalam ilmu agama di sebuah pondok pesantren. Di sana ia bertemu dengan
Noordin, mendapat "pencerahan" sedikit lalu diserahkan ke Azahari. Di kelompok
ini ia hanya sebagai kurir, namun ia juga diajari berbagai macam dan sifat
bahan peledak serta cara merakit bom oleh Azahari. Tapi sejauh ini ia blm
pernah melakukannya sendiri. Sayang akhir hidupnya ternyata tak seperti yang ia
harapkan.
Yah, nasib mungkin bisa berubah, tergantung pada pilihan jalan hidup
Anda yang lalu dan saat ini. Azahari, seorang yang berpendidikan tinggi
menyandang gelar Doktor, seandainya ia meneruskan bekerja pada bidangnya, tentu
ia menjadi seorang yang disegani bukan karena ia seorang gembong teroris.
Ungkapkan opini Anda di:
http://mediacare.blogspot.com
http://indonesiana.multiply.com
---------------------------------
Yathie
(hidup ini hanya sekali, maka janganlah disia-siakan. Mari kita kembali kepada
niat yang baik InsyaAlloh akan mendapatkan yang baik pula.....Amien)
---------------------------------
Yahoo! Shopping
Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/