Assalamu'alaikum wr.wb

Mas Yusa..dulu akupun pernah mencoba belajar tasawuf, yg mana disana 
selalu mempelajari hal2 yg sebenarnya tidak perlu. karena ingin 
membuka hal2 yg "ghaib" yg belum tentu kebenaran or kesalahannya. dan 
yg di diskusikannya benar2 sesuatu yg memang sebenarnya tidak perlu, 
karena bagiku syariat itu yg perlu diperdalam terlebih dahulu (di 
diskusikan) dan biarkan hikmahnya (hakekatnya)Allah yg tentukan. 

misalnya membahas kenapa nama hawa tidak disebutkan dalam Al-Qur'an?? 
or apa mungkin nabi isa akan turun kembali?? (padahal ini jelas 
diterangkan dalam Al-qur'an dan Hadist) tapi mereka masih saja 
meragukannya dengan menanyakannya. dan bagiku pembahasan spt itu, 
benar2 sia2 dan tidak mempercayai firman Allah dan hadist Rasulullah

Asy-Syaikhani (Bukhari dan Muslim) meriwayatkan dari Abu Hurairah
Radhiyallahu 'anhu, ia ber-kata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda:

"Artinya : Demi Allah yang diriku tangan-Nya, benar-benar putra Maryam
akan turun di tengah-tengah kamu sebagai juru damai yang adil, lalu ia
menghancurkan salib, dan harta kekayaan melimpah ruah hingga tidak ada
seorangpun yang mau menerima (shadaqah atau zakat) dari orang lain,
sehingga pada waktu itu sujud satu kali lebih baik daripada dunia dan
isinya. " Kemudian Abu Hurairah berkata, "Bacalah firman Allah ini
jika Anda mau:

Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya 
sebelum kematiannya . Dan di hari kiamat nanti 'Isa itu akan menjadi 
saksi terhadap mereka." (QS.An-Nisaa : 159) 

karena tidak ada satupun manusia yg mampu mempelajari hakekat, karena 
bagiku hakekat itu datangnya dari Allah dan hakekat itu bisa datang, 
setelah manusia sungguh2 belajar syariat. lalu..bagaimana mereka 
mendapatkan ilmu hakekat, bila ternyata secara syariat mereka tidak 
yakin??? dengan masih menyangsikan akan turunnya nabi Isa as.

yg aku temukan selama bergabung dengan mereka, sungguh mengada2 
bagiku:) dan sesungguhnya mereka tidak mengerti ttg syariat yg 
sebenarnya, tapi mereka mencoba2 mengakal2i hukum Allah.

hmm..dulu karena aku pikir, mereka suka sekali mencari2 dan 
menanyakan hal2 yg "ghaib" maka..waktu itu aku iseng tanya2 juga 
masalah yg "ghaib" kepada guru tasawuf itu.:) waktu itu aku hanya 
menanyakan: 

Hana :"kenapa Allah melarang Nabi Nuh mendoakan keselamatan untuk 
anak dan istrinya yg mau tenggelam..?bukankah..bila nabi Nuh 
mendoakannya, maka anak itu akan selamat..?lalu kenapa Allah melarang 
untuk mendoakannya..??"

ustadz tasawuf: "wueleh kenapa ya..?coba nanti kamu tanyakan sama 
guru saya aja ya..?dan kebetulan minggu ini beliau mau datang..?:)"

akhirnya..aku tunggu minggu itu, dan kembali aku menanyakan kepada 
gurunya guru tasawuf itu. lalu jawabnya..

gurunya guru tasawuf itu : "hehe..sudahlah..kita nda perlu tahu itu.. 
dan kamu belum waktunya untuk mengetahui itu..??" ##??##

karena penasaran, dan bagiku hukum bertanya adalah minta dijawab or 
kejelasan (karena selama ini mereka selalu mencari2 yg ghaib kan..?) 
harusnya mereka tahu dong..?dan sudah belajar dong..?? atau bila 
tidak tahu, terus terang aja bicara, dan jangan mengalihkan 
pembicaraan dengan mengatakan..belum waktunya diriku untuk 
mengetahuinya.

akhirnya aku datang pada guruku yg nyunnnah banget:)dan terjawab 
semuanya:)dan komentar guruku waktu itu, setelah memberikan jawabanya.

"harusnya mereka nda usah berkelit spt itu, dengan mengatakan belum 
waktumu untuk mengetahuinya, bilang saja terus terang..kalau nda 
tahu, dan nda bisa jawab, jangan pake acara bicara spt itu segala..:)
padahal menjawab spt itu, bila mereka benar2 meneliti Qur'an dan 
Hadist, hal yg kamu tanyakan itu bisa dijawab dengan logika.."

dan anehnya lagi..mereka yg belajar tasawuf yg pernah aku temukan, 
sedikit sekali tingkah lakunya yg ikut sunnah, tapi orang2 yg belajar 
sunnah, tingkah lakunya nyufi sekali..:) dan ini terbukti bagiku 
pribadi, kalau ilmu hakekat itu hanya Allah yg memberikannya kepada 
orang2 yg benar2 mempelajari al-qur'an dan hadist, dan berusaha 
menerapkannya. yg terlihat bagiku, orang2 tasawuf tidak hati2 dalam 
berkata dan berucap, tapi orang2 hadist selalu lihat kondisi untuk 
berkata dan berucap.

hmm..satu lagi yg perlu dikritisi bagiku, kenapa ada warning ttg 
pembelajaran tasawuf, karena sebagian ulama mengatakan kalau tasawuf 
itu ada yg benar dan ada yg sesat. tapi..aku tidak pernah mendengar 
kalau orang2 yg belajar sunnah itu sesat:)jadi..untuk apa bermain2 
diantara yg sesat dan yg benar?? bukankah lebih baik, kita mengikuti 
yg jelas2 aja..:)

mohon maaf bila tidak berkenan, aku hanya menceritakan pengalamanku 
saja.:)

salam:)
hana



--- In [email protected], "Yusa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Aslkm wr wb
> 
> ^_^  Syeikh Siti Jenar...ada banyak versi ttg Syeikh satu ini, ada 
yg
> mengira
> bahwa Syeikh ini bener2 ada dan nyata pd jaman Walisongo dulu, tp 
ada juga
> yg berpendpt bahwa Syeikh ini tdk ada dan tdk nyata (maksudnya 
bahwa ini
> hanyalah penggambaran dari nasehat2 para Walisongo dulu, nasehat 
ttg mslh
> syari'at dan hakikat. Seseorang pernah menjelaskan bahwa dlm kisah 
Syeikh
> ini dijelaskan salah satu diantara adalah jgn melupakan syari'at dg
> mendulukan
> hakikat, jgn lupakan syari'at sebab syari'at adalah dasar, wallahu 
a'lam.)
> 
> Dulu saya mengira Syeikh ini seorang yg majdzub, tp ketika saya 
dijelaskan
> bahwa semua itu hanyalah kiasan saja, maka ini insya Allah bisa 
saya terima
> akal saya, jd ada kemungkinan begitu. Wallahu a'lam.
> 
> Lalu, pernah seorang teman bertanya ttg Syeikh ini pd gurunya, sang 
guru pun
> melarang teman saya itu untuk bertanya2 mslh Syeikh ini, blm 
waktunya! ^_^
> Jd, ya sampai di situ saja, dia tdk berani menanyakan lagi...
> 
> Sayyidy al-Hallaj dan Syeikh Siti Jenar dikenal sbg tokoh tasawuf, 
tp msh
> banyak tokoh lain yg bertasawuf yg tdk spt itu, yg tdk pernah 
mengaku dia
> Tuhan. Wallahu a'lam bishshowab.
> 
> Mhn dima'afkan kalau kurang berkenan, trm ksh.
> Wslkm wr wb
> Yusa
> 
> __________________________________________________________
> Message: 22
>    Date: Wed, 11 Jan 2006 00:46:35 -0800 (PST)
>    From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: Tengoklah Sejarah Sufi dan Tasawwuf - was: RE: 
Balasan: Re:
> Bahasa orang sufi
> 
> Tidak perlu bingung pak Awam, pelajari saja Al Qur'an
> dan Hadits, insya Allah kita tidak akan tersesat:
> 
> "Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya;
> petunjuk bagi mereka yang bertaqwa" [Al Baqoroh:2]
> 
> Sebaliknya jika kita mengikuti orang lain/taqlid, bisa
> jadi kita ikut tersesat jika yang kita ikuti juga
> sesat sebagaimana yang disebut oleh Allah SWT:
> 
> "Sebahagian dan mereka menghadap kepada sebahagian
> yang lain berbantah-bantahan.
> Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada
> pemimpin-pemimpin mereka): "Sesungguhnya kamulah yang
> datang kepada kami dari kanan
> Pemimpin-pemimpin mereka menjawab: "Sebenarnya kamulah
> yang tidak beriman." [Ash Shaaffaat:27-29]
> 
> Sebagai contoh tokoh sufi terkenal Al Hallaj dan Syekh
> Siti Jenar mengaku sebagai Allah sehingga dihukum mati
> oleh para ulama. Jika kita mengikuti tokoh sufi tsb,
> niscaya kita akan tersesat.
> 
> Sebaliknya jika kita mempelajari Al Qur'an dan Hadits,
> niscaya kita tahu bahwa para Nabi termasuk Nabi
> Muhammad SAW yang merupakan manusia paling sempurna
> tidak pernah sekali pun mengaku sebagai Allah.
> 
> Jadi kelakuan para tokoh tasawuf tersebut dibalik
> zuhud/wara yang mereka agung-agungkan ternyata
> memiliki sifat sombong/takabur yang luar biasa
> sehingga mengaku sebagai Tuhan seperti halnya Fir'aun.
> 
> Wassalam
> 
> 
> Produces wooden furniture. Includes company profile, list of 
products and contact details. 
> Material : Bengkirai, Bangkirai, Yellow Balau, Red Balau, Merbau. 
> Visit : www.duta-furni.com
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke