Assalamu'alaikum wr wb,

Salah satu paham Sufi yang sesat adalah konsep Nur
Muhammad yang begitu mengkultuskan Nabi sehingga
hampir sederajad dengan Allah (Nabi Muhammad dianggap
bukan manusia lagi). Padahal Allah menegaskan bahwa
tidak ada satu pun yang setara dengannya (Al Ikhlas)
dan Muhammad hanyalah seorang rasul (manusia biasa):

"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul,
sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.
Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke
belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke
belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat
kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi
balasan kepada orang-orang yang bersyukur." [Ali
'Imran:144]

"Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia
seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan
kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada
jalan yang lurus menuju kepadaNya dan mohonlah ampun
kepadaNya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang
yang mempersekutukan-Nya" [Fushshilat:6]

 

Borok-Borok Sufi
Salim Al-Hilali dan Ziyad Ad-Dabij 

Halaman tiga dari tiga tulisan 
CAHAYA (NUR) MUHAMMADI 

Termasuk dalam madzhab wihdah al-wujud, ialah adanya
keyakinan di kalangan orang-orang sufi tentang masalah
Aqthab, Autad, Abdal, Aghwats, An-Najba (yakni
beberapa istilah status, jabatan atau peringkat di
kalangan sufi), bahwa ruh Allah berdiam pada diri
mereka sehingga merekalah yang mengatur apa yang ada. 

Mereka menduduki kedudukan Allah dalam mencipta dan
mengatur. Yang demikianpun termasuk keyakinan Syi'ah
terhadap para imamnya. Seperti dikatakan Khumeini
dalam kitabnya Al-Hukumah Al-Islamiyah hal.52 :
"Sesungguhnya imam mempunyai kedudukan yang terpuji
dan derajat yang tinggi, dan kekuasaan untuk mencipta
serta tunduk di bawah kekuasaannya seluruh unsur dari
semesta ini. Dan termasuk madzhab kami yang sangat
penting pula, bahwa para imam kita mempunyai kedudukan
yang tidak dapat diraih oleh para malaikat terdekat
pun, dan tidak pula oleh nabi yang didekatkan. Dan
berdasarkan riwayat-riwayat yang ada pada kita, dengan
hadits-haditsnya, bahwa Rasul teragung Shallallahu
'alaihi wa sallam dan para imam, mereka semua, sebelum
adanya alam semesta ini berupa cahaya yang dijadikan
Allah mengelilingi Ars-Nya." 22) 

Sesungguhnya orang-orang sufi, dimana beribu-ribu kaum
muslimin dari segala penjuru dirangkul mereka, lalai
ketika mengangkat orang-orang tersebut (para imamnya)
ke derajat ketuhanan atau yang mendekati hal itu.
Yaitu menjadikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam berkedudukan diantara mereka dalam mengatur
semesta, baik masalah penciptaan dan pengaturan,
mendatangkan manfaat dan memberikan madharat, qadha
dan qadar .... Maka, mulailah mereka mengada-ngadakan
perkataan terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam melalui teori Al-Haqiqah Al-Muhammadiyah yang
mengeluarkan Rasulullah dari alam manusia dan
menjadikannya cahaya (nur). Dari cahaya Muhammad
itulah seluruh mahluk diciptakan. 

"Artinya : ... Sungguh besar perkataan yang keluar
dari mulut mereka. Tiadalah yang mereka katakan itu
kecuali dusta". (Al-Kahfi : 5) 
Berikut ini sebagian dari perkataan mereka : 
1. Muhammad adalah asal semesta. 

"Sesungguhnnya akal yang pertama adalah dinasabkan
kepada Muhamad. Karenanya Allah menciptakan Jibril di
waktu terdahulu. Maka Muhammad adalah bapak bagi
Jibril dan merupakan asal dari seluruh alam semesta".
23) 
2. Muhammad di atas 'Arsy. 
"Mahluk yang pertama adalah debu, dan mahluk yang
pertama yang berwujud secara hakiki adalah Muhammad
yang disifatkan istiwa' di atas 'Arsy Ar-Rahmani,
yaitu 'Arsy ilahi." 24) 
3. Cahaya Muhammad (nur Muhammadi) adalah cahaya
Allah.
4. Muhammad adalah penjaga atas semesta.
5. Semesta diciptakan karena Muhammad. 
Ibnu Nabatah Al-Mishri berkata :

Kalau bukan karenanya,
tidak adalah bumi dan tidak pula ufuk.
Tidak pula waktu, tidak pula mahluk,
tidak pula gunung. 
6. Muhammad mengetahui yang gaib. 
Berikut ini dalil-dalil mereka yang mereka sembunyikan
di balik punggung-punggungnya : 

Hadits pertama. 

"Artinya : Pertama kali yang diciptakan Allah adalah
cahaya nabimu, wahai Jabir." (Hadits PALSU). 
Hadits kedua. 
"Artinya : Aku sudah menjadi nabi sedangkan Adam masih
berwujud antara air dan tanah". (Hadits PALSU. Lihat
Syarah Jami'ash-Shagir III/91 dan Asna Al-Mathalib
hal. 195). 
Ini adalah perkataan yang sangat lemah dan matan-nya
mungkar. Bukankah air adalah bagian dari tanah ?
Adapun hadits shahih berlafadz : "Artinya : Aku sudah
menjadi Nabi, sedangkan Adam adalah keadaan antara ruh
dan jasad", tetapi ini pada ilmu Allah yang azali. 
Hadits ketiga. 

"Artinya : Kalau tidak karena engkau, maka
bintang-bintang itu tidak diciptakan". (Shan'ani
berkata bahwa hadits ini PALSU dan disepakati Imam
Syaukani dalam kitab Fawaid Al-Majmu'ah hl. 116). 
Padahal sesungguhnya Allah telah menutup berbagai
jalan menuju perbuatan yang melebih-lebihkan
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Allah
Subhanahu wa Ta'ala berfirman : 
"Artinya : Katakanlah, sesungguhnya aku ini adalah
manusia seperti kamu semua. Hanyasanya diwahyukan
kepadaku (wahyu). Sesungguhnya sesembahanmu adalah
sesembahan yang Esa. Maka barangsiapa yang
mengharapkan bertemu dengan Rabbnya, hendaklah ia
beramal dengan amalan yang shalih dan tidak
menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya". (Al-Kahfi : 110)

Dan berfirman Subhanahu wa Ta'ala : 
"Artinya : Katakanlah, Maha Suci Rabbku. Bukankah aku
ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul ?".
(Al-Isra : 93) 
Dan berfirman Subhanahu wa Ta'ala : 
"Artinya : Katakanlah, tidaklah aku mengatakan kepada
kalian semua bahwa aku mempunyai perbendahaaran Allah,
tidak pula aku mengetahui yang ghaib, tidak juga aku
katakan bahwasanya aku ini malaikat. Tidaklah aku
mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.
Katakanlah, apakah sama orang yang melihat dengan
orang yang buta ? Apakah kalian semua tidak berpikir
?". (Al-An'am : 50) 
Telah bersabda pula beliau Shallallahu 'alaihi wa
sallam : 
"Artinya : Janganlah kalian semua melebih-lebihkan aku
seperti orang-orang Nashrani melebih-lebihkan Isa anak
Maryam. Sesungguhnya aku adalah hamba, maka katakanlah
hamba Allah dan utusan-Nya". (Hadits Shahih Riwayat
Bukhari dan Muslim) 
Dan telah bersabda Shallallahu 'alaihi wa sallam : 
"Artinya : Sesungguhnya aku ini adalah manusia yang
dapat marah pula". (Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan
Muslim) 
Dan riwayat lainnya yang sangat banyak. Inilah
sifat-sifat kemanusiaan yang di sandang Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam sejak lahirnya hingga
bertemu dengan Rabbnya. Beliaulah yang mengajak
manusia untuk mencontohnya dan menempuh
jejak-jejaknya. 
Kalau bukan dari alam kita, tidaklah kita
diperintahkan untuk mengikuti beliau dan menjalani
sunah-sunahnya. Siapakah yang lebih benar perkataannya
dari Allah, sedangkan Dia telah menyetujui hakikat ini
melalui lafadz-lafadz Qur'ani yang pasti dan terinci :


"Artinya : Mereka berkata, kenapa tidak diturunkan
kepada kita malaikat ? kalau diturunkan kepada mereka
malaikat, maka pasti telah diselesaikan perkaranya
(dengan dibinasakan mereka semua) kemudian mereka
tidak diberi tangguh. Dan kalau seandainya Kami
turunkan malaikat, pasti akan Kami jadikan dia seorang
manusia, Kami-pun akan jadikan mereka tetap ragu
sebagaimana mereka kini ragu". (Al-An'am : 8-9) 
Dan ketahuilah, semoga Allah menambahkan ilmu
kepadamu, semesta ini adalah mahluk yang diciptakan
dengan tujuan tertentu. Yaitu beribadah kepada Allah.
Seperti dinyatakan dalam firman-Nya : 
"Artinya : Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia
kecuali untuk beribadah kepada-Ku". (Adz-Dzariyat :
56) 
PENDIDIKAN SUFI 
Supaya ajaran tasawuf mencapai tujuannya, mereka
kenakan pada tokoh-tokohnya sifat bebas dari dosa
('ishmah). Selain itu, menuntut kepada muridnya agar
bersikap seperti mayit di tangan yang memandikannya.
Maka janganlah engkau melampauinya dengan mengambil
ilmu sufi dari guru lain, karena seorang murid yang
menimba ilmu dari dua guru ibarat seorang wanita di
tangan dua lelaki. 25) 

Ibnu Arabi berkata : "Sesungguhnya termasuk syarat
imam batin, hendaklah ia ma'shum (bebas dari dosa)"
26) Katanya lebih lanjut : "Dan engkau, wahai para
murid yang tertipu dan tersesat, bantulah apa yang
diinginkan terhadap engkau. Dan bersangka baiklah,
jangan membantah. Bahkan yakinilah. Dan manusia dalam
masalah ini mempunyai perkataan yang banyak. Tapi
terserah dirilah, niscaya engkau akan selamat. Dan
Allah lebih mengetahui perkataan para walinya." 27) 

Kami tidak mengetahui kenapa banyak ulama kaum
muslimin berdiam diri terhadap kekufuran dan
keingkaran yang bersembunyi dalam pakaian Islam yang
bertujuan menipu, menyesatkan serta mengajak kaum
muslimin untuk meyakininya serta menegakkan agama
mereka di atas asasnya ? Sesungguhnya termasuk suatu
kebaikan jihad di sisi Allah untuk menghapuskan fitnah
ini dari kalangan muslimin, karena sesungguhnya fitnah
lebih kejam dari pembunuhan. 

Kenapa kaum muslimin tidak terang-terangan memerangi
mereka secara keseluruhan demi tumbangnya
kepalsuan-kepalsuan yang telah memburamkan keindahan
Islam ? 

Bahkan kenyataannya banyak kaum muslimin yang
tersembelih kesesatan dan kekufuran ini. Dan tidaklah
menyelamatkan mereka dari keadaan yang demikian ini
kecuali usaha para ulama Islam untuk menyingkap
kebatilan-kebatilan tadi dengan berbagai bahasa dan
dengan berbagai kedudukan. Maka wahai Rabbku,
bangkitkanlah orang-orang yang memperbaharui agama-Mu
ini, karena sesungguhnya kaum sufi telah kembali
bangkit dengan wajah baru pula. 

Footnote :
22. Al-Hukumat Al-Islamiyah, Khumeini, hal. 52
23. Al-Insan Al-Kamil lil Jalil, hal.4
24. Futuhat Al-Makkiyah, I/152
25. Ihya' Ulumuddin, I/50-51 dan III/75-76
26. Futuhat Al-Makkiyah, III/183
27. Muqaddimah AL-Futuhat, I/5 
http://www.assunnah.or.id/artikel/masalah/23sufi3.php

Tertarik masalah Ekonomi? Mari bergabung ke milis Ekonomi Nasional
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke