Semoga Allah SWT menyampaikan pesan dan pertanyaan ini sampai ke
orang-orang yang seneng seni 'begituan' dan tidak setuju RUU APP
disahkan. Amiin..

Wahai BAPAK dari anak-anak perempuan !
Wahai yang berniat untuk nikah dengan perempuan dan mempunyai anak, dan
Insya Allah, anak perempuan !
Wahai BAPAK yang bisa tua dan ngga' bisa muda terus dan yang punya
istrinya Perempuan !
Jangan sampai menyesal anda melihat istri dan anak anda menjadi Inul ke
2,ke 3, dst...
Mau apa ? Joget, laki-laki hidung belang-belang merah, kuning, ijo,
pada.. "Cihuuuiii... goyaanngg truuuusss !!"..
Apalagi jadi Covergirl majalah Lekboy.
Kalo malah bangga, yang sakitlah kalian..
Kalo takut dan tau malu, ya sekarang waktu bertindak..

Mikir jangan perut kebawah.. Itu ada umurnya !
Perut keatas lebih bener, umurnya lebih panjang ! 
Begitu sudah sampai waktunya, baru pada nyaho' ente-ente !!

Maaf temen-temen milis, melampiaskan uneg-uneg aja, abis gemes 'en kesel
sih.. Hehehee.

Wassalam,
ArifRL

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of yudith intanwidya
Sent: Tuesday, March 07, 2006 6:07 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; Media Dakwah; muslim arema
Cc: apri; Kikie IkaDewi; Yose Rizal; IV Team Adri Dwison; kang asep;
ENCEP BADHONY; idin; Mas Vidi; sakina; sarijan; entin kartini; datun
cahyadi; Andik antam
Subject: [media-dakwah] Masih Tentang RUU APP, kayaknya mulai panas nih

Wa'alaikum salam wr wb...
   
  Hhmmm.... topik menjadi menarik tapi juga jadi nyengir...."Wanita
adalah tiangnya negara" <==== jadi inget kemarin tiang rumah tetangga yg
kebanjiran roboh euyyyy. 
  Agaknya kang Andi ini juga sudah mulai memanas... Apa yg kang Andi
paparkan memang bisa ditolerir, akan tetapi muncul satu pertanyaan dalam
hati saya : "Lalu apakah masalah akan selesai dengan membasmi 'mereka'
?"
   
  'Mereka' hanya bagian kecil dari sekian banyak lapisan masyarakat
Indonesia yg menentang RUU APP tersebut.
   
  Kemarin saya ikut dalam diskusi secara on-air di radio Delta-FM
Jakarta sekitar pukul 17.30 - 18.00 WIB, saat itu bintang tamu acara
adalah seniman bung Alex Komang. Beliau semangat sekali berbicara
tentang kemungkinan2 masa depan dunia seni Indonesia. Dlm pembicaraan
itu lebih banyak dibahas tentang perkembangan industri film Indonesia
pada masa doeloe sampai masa sekarang yg notabene didominasi oleh para
seniman muda 'berbakat' (maaf sengaja dikasih tanda kutip, karena
tergantung kita mau menterjemahkan apa makna 'berbakat' ini).
  Kemudian waktu saya dapet kesempatan bicara langsung, saya coba
pancing apa reaksi beliau tentang masa depan art/film/pariwisata
Indonesia jika RUU APP ini akan disahkan.....Beliau menjawab bahwa RUU
APP tersebut akan memasung kreasi2 seni/film dan bisa mematikan industri
pariwisata Indonesia. Seorang Inul Daratista yg berkreasi seni lewat
'goyang ngebor'-nya diprotes, juga beberapa artis2 lain. Artis pake
pakaian mini diprotes. Trus knapa klo lelaki pake sarung dan cuma
menutupi atas paha doang gak ada yg protes? Perempuan yg cuma keliatan
sikutnya diprotes... INTI-nya : beliau TIDAK SETUJU disahkannya RUU APP
tersebut.
   
  Walaupun kurang puas atas jawaban beliau, masih ada beberapa
pertanyaan lagi yg sebenernya ingin saya ajukan ke beliau, tapi mau apa
dikata... waktu on-air dah selesai.
  Pertanyaan saya saat ini (semoga saja didengar/disimak juga oleh
beberapa aktivis yg mengatas namakan ART/FILM/PARIWISATA :
    
   "Apa sih definisi "SENI" itu???????" Coba pertanyaan ini dibuatkan
link-nya pada tubuh manusia, utamanya "PEREMPUAN". 
Setau saya seni adalah sesuatu yg bisa dinikmati dan disyukuri
keberadaannya. Sedangkan yang namanya 'nikmat' pastilah membawa
kepuasan. Yang namanya puas pastilah cukup. Dan yg cukup itu pastilah
tidak akan membuat kita ketagihan. Betul nggak??!! 
Lalu, apakah benar jika pronografi/pornoaksi yg diklaim beberapa orang
yg mengatasnamakan seniman itu bisa dinikmati dan menghasilkan
kepuasan????? Setau saya juga, beberapa penikmat pornografi/pornoaksi
itu justru membuat lebih cenderung ketagihan, ingin coba lagi, lagi,
lagi dan lagi...gitu aja terus sampe MATEEKKKK (kata orang Sunda : PAEH,
kata orang Jawa : MODARRRR..hihihi, sori kasar) kecuali rantai
siklus-nya diputus.  
   "Apakah klo art/film/pariwisata itu akan menjadi tidak laku klo tanpa
hal2 yg berbau porno??"
Kita ambil contoh yg ada di Bali... Lihat aja tari Kecak, gak ada
prono-nya toh juga laku dan digemari oleh banyak orang? Prosesi Ngaben,
gak ada porno-nya juga tuh, toh juga selalu ditunggu2 oleh orang lain
utk dinikmati nilai seni-nya?? Kuta, Sanur dan masih banyak lagi tempat2
pariwisata yg lain, toh yg jadi nilai seni-nya adalah alam-nya bukan
orang2nya yg pada telanjang...Emangnya sengaja datang ke Kuta cuma hanya
mau liat orang telanjang doang?? Klo yg itu kan bisa aja liat bini
sendiri yg dah dilucuti bajunya semua... Sama aja kan?? Apanya yg
beda??!! Sama2 telanjang. Klo bini sendiri telanjang di kamar, suami
bebas mo ngapa2in... lha klo yg berjemur di pinggir2 pantai itu cuma
bisa diliat doang. RUGI GEDE euyyy....Trus yg mana yg disebut seni?? Yg
mana yg mendatangkan uang?? Seni alamnya atau telanjangnya?? Klo yg
mendatangkan banyak uang karena yg telanjang, mendingan telanjang aja di
jalan2, pasar2... toh sama2 telanjang kan?? sama2 bisa diliat orang
banyak kan?? Gi
 tu aja
 kok repot, kata Gus Dur.  
   Dari ocehan2 yg mungkin memang asal nyletuk doang...maklum aja, makan
saya cuma gaplek+garam doang, kadang klo lagi nasib mujur bisa makan
nasi menir (beras yg hancur campur ama dedak bekatul), itupun rebutan
ama ayam, dan mungkin juga karena otak saya semester lalu terserang DBD
dan sekarang terserang busung lapar ditambah lagi polio dan flu burung
(gak kuat beli tamiflu) tambah lagi nafasnya juga gk bisa pake oksigen
melainkan cuma bisa hisap asap knalpot mobil2 tetangga dan asap pabrik
sebelah, gak ada pohon buat filter karena pohonnya dah lari2 sendiri ke
negara tetangga. Tadi malem juga diare karena kemarin kampung
kebanjiran, terpaksa minumnya dari air sumur tetangga yg jaraknya cuma 1
meter dari jamban, gak bisa minum air AQUA apalagi susu (soalnya
susu-nya gi dipajang di Kuta beach...hehehe).
Uppsss...kepanjangan ya? OK, the last question : "Bagian mana sih yg
sebenernya dipasung hak2nya dalam berkreasi seni/film/pariwisata
sehubungan dengan RUU APP nanti??"
  GDUBRAAKKK!!!! Lemes euyyyy.....pulsa bengkak. Wah, alamat bakal
busung lapar kedua neh... soalnya gk bakal bisa makan walaupun cuma
gaplek, cuma bisa minum air deket jamban doang =(( hiks
   
  Maaf ya, semoga gak ada yg keberatan saya pake bahasa yg agak nyindir.
Yang mo nanggapin silakan. Syukur2 ada artis/seniman yg mau nanggepin..
gak ada artis yg di real, yah artis cyber atau artis room ceting boljug
deh. 
   
  Wassalamu'alaikum wr wb
  Yudith
   
  
andi suntaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Assalamualaikum wrwbr.
   
  Saya sangat setuju bila RUU APP  segera disahkan mengingat kemerosotan
akhlak dalam satu dekade terakhir sungguh massif.  
   
  Adapun tentang pro dan kontra -khususnya tentang yang kontra- tak
perlu membuat pemerintah bersikap plinplan.  Sebenarnya tidak ada yang
perlu diperdebatkan menyangkut definisi pornografi dan pornoaksi, karena
semua sudah jelas. Adapun bagi yang memperdebatkan sebenarnya hanya
bermain dengan kata-kata kosong dan semuanya bermuara pada urusan di
bawah udel yang berusaha mereka pertahankan.
   
  Khusus bagi pemuda bali dan ancaman-ancaman mereka, mereka sudah
secara nyata mendekati tindakan pemberontakan terhadap NKRI. Pemerintah
tak perlu ragu ragu untuk menindak mereka. Tangkap mereka seperti yang
dilakukan banyak pemerintahan negeri ini terhadap aktivis muslim. Dan
bila mereka nyata nyata memberontak, basmi mereka. Bila tidak,
Wallahua'lam.
   
  Tentang sektor pariwisata yang katanya menyumbang banyak kepada NKRI
ada benarnya, jika kita hanya melihat dari sisi materi saja.  Tapi harus
direnungkan, primadona yang satu ini sudah menjadikan bangsa kita tak
ubahnya pelacur..  sejak dulu bangsa kita seperti pelacur. 
   
  Perdebatan yang terjadi sebenarnya hanya permainan kata kata. Mereka
memutarbalikan fakta fakta yang sudah nyata, bahwa moral bangsa ini
sudah terhempas di atas kotoran hewan hewan najis. 
   
  Dan kepada kum feminis yang juga ada di barisan yang menentang, jangan
berbicara dengan rasio, tapi berbicaralah dengan hati yang terdalam dan
dengan kodrat. Menggunakan rasio memerlukan waktu yang tidak sedikit dan
perlu superkomputer paling canggih untuk sekedar dapat mendekati
kesimpulan yang tepat. "Wanita adalah tiangnya negara", Kenapa?
   
  Wassalam,
   
  ************ SORRY, email sebelumnya saya potong***************

                
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze. 

[Non-text portions of this message have been removed]







Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links



 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke