Republika : Kamis, 06 April 2006
Meluruskan Niat
Oleh : Arfi Nurdiyantoro
''Sesungguhnya, amalan-amalan itu tergantung niat, dan setiap orang akan
mendapatkan sesuai yang diniatkannya. Maka, barangsiapa niat hijrahnya karena
Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya diterima Allah dan Rasul-Nya; dan
barangsiapa yang niat hijrahnya untuk dunia yang akan diperolehnya atau wanita
yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu akan sampai pada yang diniatkannya.''
(HR Bukhari Muslim).
Niat dalam aktivitas setiap Muslim sangat penting, sehingga Imam Nawawi
menempatkan hadis tersebut pada urutan pertama dalam kumpulan 41 hadis tentang
kaidah-kaidah agung agama Islam yang biasa dikenal dengan hadis arbain.
Secara bahasa, niat berarti kehendak atau tujuan. Secara syara', niat berarti
kehendak atau keinginan kuat yang diikuti dengan tindakan nyata. Esensi niat
adalah tempat tujuan aktivitas dilakukan, bukan cara penyampaiannya. Niat
secara lisan akan tetapi ditujukan kepada Allah SWT lebih baik daripada niat
dalam hati, tetapi tidak sepenuhnya ditujukan kepada Allah SWT. Demikian pula
sebaliknya.
''Aku adalah paling tidak membutuhkan persekutuan. Barangsiapa yang
melaksanakan amalan yang di dalamnya ia mempersekutukan-Ku dengan selain-Ku,
maka Aku berlepas diri darinya.'' (HR Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Al Baihaqi).
Sebuah aktivitas bernilai ibadah atau tidak tergantung dari niatnya. Sebagai
contoh: Makan, belajar, tidur adalah aktivitas biasa, tetapi bila aktivitas itu
hanya ditujukan kepada Allah SWT dan keridhaan-Nya, maka akan bernilai ibadah
dan berpahala.
Namun, aktivitas yang dinamakan ibadah akan menjadi aktivitas biasa tanpa
pahala ketika ditujukan kepada makhluk-Nya. Sebagai contoh: shalat sunah dan
sedekah adalah ibadah, tetapi bila dilakukan hanya pada saat dilihat temannya,
atasannya, atau orang lain, maka hanya menjadi aktivitas yang tak berpahala.
Bahkan, bisa menghadirkan kemurkaan Allah SWT.
Terkadang ada yang salah kaprah menafsirkan sabda Rasulullah SAW ''Segala
sesuatu tergantung niatnya'' itu. Sebagai contoh, orang yang salah kaprah atau
semaunya sendiri akan menafsirkan melihat pornografi dan pornoaksi
diperbolehkan dengan niat mentadabburi keindahan ciptaan Allah SWT. Padahal
sudah jelas, pornografi dan pornoaksi adalah haram.
Demikian pula, penafsir yang semaunya sendiri itu tidak akan menganggap
berdosa menyuap pejabat untuk meloloskan seleksi CPNS. Mereka berdalih menyuap
itu diniatkan agar setelah bekerja nanti mempunyai penghasilan cukup dan
keluangan waktu yang bisa menjaga keberlangsungan dakwah. Salah satu indikator
bahwa niat kita lurus untuk Allah adalah ketika dilihat orang lain atau tidak,
apakah semangat dan kualitas amalan kita tetap sama.
Yathie
(hidup ini hanya sekali, maka janganlah disia-siakan. Mari kita kembali kepada
niat yang baik InsyaAlloh akan mendapatkan yang baik pula.....Amien)
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+
countries) for 2ยข/min or less.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/