Assalamualaikum Wr.Wb
  Mas Muhasrul, saya tidak sependapat dengan sampeyan yang mengatakan orang yg tidak shalat atau tidak puasa maka tidak sah Islam nya, berarti kafir dong!
  Aku ga setuju tapi aku ga punya ilmu buat ngebantahnya, jadi aku minta tolong taman2 yg punya bekal ilmu tolong dong gimana ini?.
  Terus terang walau aku ga setuju tapi aku baru menyadari bahwa hal yg disampaikan mas muhasrul itu perlu kita pikirkan serius, karena siapa tau ada benarnya juga.
  
  Jadi tolong dong, pak Huttaqi dan teman2 aku jadi pengen serius juga jadinya untuk mengetahui ini karena selama ini masalah shalat masih blang bentong.
  
  Wassalam
  AD 1

"Muhasrul, Zubir (Supraco)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      Assalamualikum Warahmatullaahi Wabrakaatuhu,
maka itulah puasa seumur hidup'
  Ardia,
Insyaallaah hadist itu shahih dan mengenai hadist2 lain untuk puasa Syawal akan saya carikan di kitab2 hadist shahih.
  Ar, bukankah islam itu untuk orang yagn ber akal? Maksudnya?
Kita disuruh berfikir dan mendalami serta mencari makna dari ayat1 yang terdapat dalam Al Qur'a, hadist Rsulullah SAW, atau pun ayat2 Allaah yang begitu banyak bertebaran di mukabumi ini.
  Kalau Ardia meng inerpretasikan hadist diatas sebagai "sama dengan berpuasa seumur hidup" saya rasa tidak tepat berarti Ardia baru membaca dan mengartikan kalimat itu saja tapi belum atau tidak memahami MAKNA  yang dikandung hadist itu.
  Bagaimana kalau saya katakan bahwa "merkea yg shalat di masjidil haram adalah sama dengan shalat 100.000 x di mesjid lain" apakah mereka yg sudah umrah dan haji yg notabene shalat nya I masjidil haram tidak perlu lagi shalat seumur hidup?.
  Atau misalnya seorang yg mendapatkan rahmat mendapatkan malam qadar yang " lebih baik dari pada seribu malam" akankah kita artikan orang tersebut tidak perlu lagi Melakukan shalat sunat tahajud atau tidak perlu lagi berbuat kebaikan karena sdh punya kebaikan untuk 2.7 tahun?
  Ar, mari kita coba meng aktifkan perangkat canggih kita untuk menyambut sesunguhnya Islam itu adalah untuk mereka yg berakal: kalau memang begitu makna dan maksud yg dikandung oleh hadist Rasulullah Saw, maka kita ga perlu lagi untuk puasa, dan orang2 yg kebetulan tinggal di Mekah ga perlu lagi shalat seumur hidupnya, aneh kan jadinya? Padahal kita tahu Shalat dan Puasa itu adalah RUKUN dari syah nya keislaman seseorang.
  Menurut saya pengertian RUKUN adalah" sesuatu yg harus dilaksanakan untuk syah nya suatu subject". Contoh : tidak syah haji kalau salah satu rukunnya tidak dilakukan misalnya wukuf di arafah. Contoh lainnya lagi; tidak syah nikah nya kalau salah satu rukunnya tidak dipenuhi misalnya wali bagi wanita.
  Nah bagaimana kalau Shalat dan Puasa?
Ar, bolehkan sedikit saya berputar dulu dikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit aja: kalau lah kita artikan puasa ramadhan + puasa Syawal seperti diatas, jdinya gimana Ar? Tahun depan kita ketemu lagi dengan Ramadhan sedangkan kita mengganggap ga perlu lagi melakukannya, menurut saya maka tidak syahlah Islam nya orang itu karena apa? Karena Puasa adalah slah satu rukun Islam.
  Begitu juga dgn shalat, mereka2 yg tidak melakukan shalat berarti……………………………..tidak syah Islamnya (maaf kalau ada yg mau protes silahkan saja tapi jangan protes sama saya karena yang menjadikan Shalat itu rukun Islam bukan saya lho).

  Ardia, kita kembali ke subject: menurut saya (mungkin benar atau malah salah sama sekali) makna yg dikandung dari hadist diatas adalah : kalau kita melakukan puasa Ramadhan dan kita lengkapi denan puasa Syawal selama enam hari maka" nilai ibadah kita itu disamakan dengan kalau kita melakukan puasa seumur hidup". Kalau kita lakukan setiap tahun, bisa dibayangkan berapa banyak tabungan yg kita simpan, kalau umur kita katakanlah 100 th, dan kita lakukan puasa tersebut 10 kali seumur hidup ( apalagi rutin tiap tahun) maka nilainya adalah 100 x 10 = 1000 tahun nilai puasa ramadhan.
  Begitu juga mereka yg shalat satu rakaat di masjid Nabawai = 1000 rakaat di masjid lain, satu rakaat di Masjidil Haram = 100.000 rakaat di masjid lain, yg dimaksud disini adalah nilai shalatnya sama dengan 1000 rakaat dan 100.000 rakaat di mesjid lain.
  Ardia, mudah2an dapat sedikit membantu dan maafkan kalau saya salah mudah2an saudara2 dan sahabat2 kita lainnya berkenan menambahi.
  Wassalamualaikum
Ikhwanukum fillaah
Muhasrul


  -----Original Message-----
From: Ardia Ovidius [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, April 20, 2006 1:11 PM
To: agus syafiudin; Muhasrul, Zubir (Supraco)
Subject: Derajad Hadist
  Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu..
  Pak, mohon bantuannya carikan derajad hadist ini:
  Dalil-dalil tentang Puasa Syawal
  Dari Abu Ayyub radhiyallahu anhu:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal, maka itulah puasa seumur hidup'." [Riwayat Muslim 1984, Ahmad 5/417, Abu Dawud 2433, At-Tirmidzi 1164]
  Saya mempertanyakan apakah cuma dengan menambah puasa enam hari saja sudah sama dengan berpuasa seumur hidup?

  Wassalam,

  Ardia.




                 
---------------------------------
Celebrate Earth Day everyday!  Discover 10 things you can do to help slow climate change. Yahoo! Earth Day

[Non-text portions of this message have been removed]





Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Rek Beyond belief Islam online
Nation of islam Media


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke