Wa'alaikum salam wr wb, Sepertinya informasi yang antum dapatkan berasal dari kelompok yang memang menjual aset bangsa/kekayaan alam bangsa ke asing. Mereka menginformasikan bahwa serahkan saja kekayaan alam ke asing karena bangsa Indonesia tidak mampu.
Akhirnya beginilah nasib bangsa Indonesia. Meski kaya dengan kekayaan alam tapi rakyatnya hidup miskin karena kekayaan alam yang menikmati orang asing. Meski seperti kata antum kontrak 20 tahun hanya menghabiskan 40% kandungan minyak apa iya hanya segitu. Dengan perkembangan teknologi bisa lebih banyak lagi. Selain itu ada opsi perpanjangan kontrak selama 20 tahun lagi hingga total jadi 40 tahun. Kontrak dapat diperpanjang selama pemerintah korup dan aktivis Islam juga bisa disuap. Buktinya Freeport yang menguasai Papua dari tahun 1960-an tetap bertahan hingga sekarang (sekitar 40 tahun). Kalau soal teknologi Pertamina sudah mampu. Jangan bandingkan PT Lapindo perusahaan yang baru dikenal dengan Pertamina yang sudah berpengalaman. Pertamina sudah melakukan eksplorasi dan pengelolaan minyak di berbagai tempat, termasuk di Libya. Jadi berita Pertamina tidak mampu melakukan eksplorasi adalah dusta: == http://members.bumn-ri.com/pertamina/news.html?news_id=11430 Jakarta, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Mustiko Saleh bersama Chairman National Oil Corporation (NOC) Abdullah S. Al Badri atas nama Pemerintah Libya menandatangani kontrak EPSA (Exploration & Production Sharing Agreement IV) Kamis 8 Desember 2005 di Tripoli (ibukota Libya). == Iran bisa mengelola minyaknya tanpa bantuan perusahaan2 Yahudi AS yang antum sebut. Untuk memompa air, kita cukup membeli pompa air dan meminta tukang untuk memasang. Setelah menyala tidak perlu penjual pompa air dan tukang pompa mengoperasikan pompa air kita sepanjang waktu. Jika rusak baru panggil tukang. Nah untuk minyak juga begitu. Jika kita tidak mampu kita kan bisa membeli dan meminta orang lain untuk memasangnya. Tidak perlu penjual/pemasang macam Exxon mengoperasikan terus selama 20 tahun sambil menikmati hasilnya. Apalagi menunjuk Exxon sebagai pimpinan di sana (Pertamina di bawahnya). Indonesia sudah membeli satelit dan mengoperasikan sendiri. Indonesia juga sudah mengoperasikan PLTN, pesawat terbang, dsb. Bahkan untuk pesawat terbang kita mampu membuatnya sendiri. Bangsa Indonesa mampu! Apalagi mayoritas karyawan Exxon (termasuk insinyurnya) sebetulnya juga adalah orang2 Indonesia. Jadi memang ada sebagian ummat Islam yang mendukung Yahudi yang jelas-jelas dikutuk Allah SWT dalam Al Qur'an. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." [Al Maa-idah:51] Wa'alaikum salam wr wb --- cahyo nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamualaikum wr.wb. > Akhi, kontrak selama 20 tahun, hanya akan > menghabiskan maksimal 40% dari kandungan minyak. > Sedangkan 60% sisanya, akan di recovery, misal > dengan cara penguapan (steam). > > Memang benar, Pertamina menguasai 10% dari blok di > Indonesia, tapi dari sebagian adalah warisan dari > produksi jaman Belanda alias lapangan2 tua. > Kemudian, di Libya memang benar Pertamina > memenangkan tender, dan saya sangat bangga akan hal > itu. Tapi itu tidak menjamin kehebatan suatu > perusahaan. > > Misal, Lapindo Brantas memenangkan tender atas > suatu blok di Jawa Timur, dan karena kekurang > beruntungan (ato mungkin kurang sedekah, makanya > kena musibah? hihihi...) ato kurang mengerti > mengenai kondisi well nya, malah mencemari dan rugi > karena harus ganti untung penduduk sekitar. Ato > sebuah perusahaan asing asal Amerika (sengaja tidak > disebutkan namanya), memenangkan sebuah blok di > P.Madura, kemudian berjanji akan mengebor 6 sumur > selama 2 tahun sejak tahun 2004. Hasilnya, tidak ada > satu sumur pun yang berhasil di bor. > > Kesimpulan, memenangkan tender suatu blok, bukan > akhir ato menunjukkan kehebatan suatu perusahaan. > Yang terpenting adalah, kemampuan dalam eksplorasi, > development dan produksi kemudian marketing. > > Pertamina pun dalam hal teknologi, masih order ke > luar negeri. Begitu juga perusahaan asing. Hati > kecil saya lebih setuju klo Pertamina yang diberikan > hak mengelola blok Cepu, tapi saya lebih tidak > setuju jika harus dijajah oleh bangsa sendiri (misal > korupsi, ato menindas masyarakat setempat). > > Untuk blok Cepu, ada miss perception. Sebenarnya, > Pertamina pun masih memiliki saham sebesar 50% dan > Exxon 50%, jadi tidak semua hasil/keuntungannya > dibawa pergi ke luar negeri (KPS memiliki kontrak > bagi hasil sebesar 85% pemerintah dan 15% > kontraktor). Dari para pemegang saham tersebut, yang > jadi masalah adalah Exxon yang menjadi operator. > Saya justru berharap, Pertamina bisa belajar banyak > dari Exxon mengenai teknologi Exxon yang sudah maju. > Sehingga, ketika kontrak sudah habis, negeri ini > tidak kalang kabut karena beralasan tidak menguasai > teknologi. Toh, saat ini klo Pertamina jadi operator > pun, teknologinya masih order dari luar negeri. Jadi > negeri kita kuasai dulu teknologi, perbanyak dana > untuk penelitian, perjuangkan anak bangsa yang ingin > membangun pabrik2 kecil untuk membuat mesin2 ato > teknologi baru. Sehingga, kita bisa semakin mandiri > dan tidak tergantung pada asing. > > Kembali ke lapangan Kawengan, ada beberapa sumur > yang oilnya perlu di steam supaya lebih mencair > sehingga lebih mudah untuk di"sedot". Tapi, > Pertamina beralasan tidak bisa dilakukan, karena > mereka hanya memiliki teknologi untuk steam sampai > 90 derajat celcius, sedangkan yang dibutuhkan adalah > 150 derajat celcius. Setau saya, teknologi sekarang > sudah ada yang bisa sampai 200 derajat celcius. > Ketika saya menanyakan hal itu, hanya dijawab oleh > wakil direktur operasi Kawengan, "Wah gak tau yah > mas, dari dulu kita pakenya alat itu terus sih..." > > Kesimpulan saya tetap: > 1. Revolusi total pada Pertamina, > 2. Kembangkan lapangan2 baru yang memiliki cadangan > juga besar (misal selat Madura, Kalimantan Timur, > Sumatera Tengah) oleh Pertamina sebagai operator > yang "profesional, bersih, peduli dan profitable", > 3. Tingkatkan terus teknologi dalam negeri, jalin > kerjasama dengan negara2 Arab/TimTeng supaya mereka > mau kasih mahasiswa kita beasiswa untuk belajar ke > negara mereka (karena mayoritas beasiswa dari > Australia, Amerika, Uni Eropa dan Jepang). > > "Sesungguhnya binatang (makhluk) yang > seburuk-buruknya di sisi Allah ialah orang-orang > yang pekak dan bisu yang tidak menggunakan akal." > (QS.Al Anfal 8:22). > > Bagaimana mungkin kita mengolah kekayaan SDA, klo > tidak menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi? Kita > serap teknologi dari asing dan kita implementasikan > secepatnya di negeri ini, kemudian belajar bagaimana > memproduksinya secara efektif dan efisien, juga > bermanfaat untuk membuka lapangan kerja baru. > Karena, saya sendiri tidak percaya dengan investasi > asing akan menambah perekonomian kita lebih baik. > Tapi, UKM lokal lah yang justru membantu > perekonomian kita dengan ekspor2 nya. > > Wassalamualaikum wr.wb. > Mohon maaf bagi yang kurang berkenan, > Cahyo Nugroho > > A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wa'alaikum salam wr wb, > Seorang anggota Dewan Pakar ICMI bilang ke saya, > serahkan saja blok Cepu ke Exxon. Kita baru > menyerahkan ke Pertamina kalau korupsi sudah bersih > di > Pertamina. > > Itu keliru. Sekali kita menyerahkan ke Exxon maka > kontrak yang berlaku adalah 20 tahun Exxon menyedot > migas Cepu. Pada saat "korupsi" bersih, migas di > Cepu > juga sudah habis. > > 10% dari migas di Indonesia dikelola Pertamina. > Pertamina juga memenangkan tender migas di Libya. > > Meski tidak korupsi, tapi gaji dan bonus komisaris > dan > direktur orang2 AS di perusahaan asing sangat besar. > Sebagai contoh di Freeport gaji dan bonus direksi > dan > komisaris rp 500 milyar lebih/tahun. > > Itu lebih besar ketimbang kompensasi untuk orang > Indonesia yang hanya rp 50 milyar/tahun. Jika > korupsi > ratusan milyar, niscaya akan ketahuan dan diproses > seperti kasus Dicki Iskandar Dinata, Ginanjar > Kartasasmita, Dirut PLN Eddy Wiyono, dsb. > > Harusnya rp 70 trilyun/tahun di Cepu dapat dipakai > untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Namun karena > diserahkan ke perusahaan Yahudi AS, akhirnya AS lah > yang makmur. Bukan kita. Tokoh kita hanya puas > dengan > uang receh rp 10-20 trilyun per tahun saja. > > Wassalam > > --- cahyo nugroho wrote: > > > Assalamualaikum wr.wb. > > > > Saudara2 seislam yang saya hormati, > > > > Mengenai blok Cepu dan Exxon, saya pun pada > > awalnya sangat tidak menyukai keputusan pemerintah > > memberikan blok Cepu pada Exxon. Tetapi, setelah > > saya datang ke daerah Cepu, Bojonegoro, Blora dan > > sekitarnya, saya melihat kenyataan yang cukup > miris. > > > > Di sebuah lapangan minyak namanya Kawengan, dekat > > dengan blok Cepu, di operatori oleh Pertamina, > > dengan produksi minyak 3000 barel per hari, > terdapat > > kenyataan yang menyedihkan. Apa yang menyedihkan? > > 1. Baru pertama kali saya melihat bahwa ada lokasi > > pengeboran minyak, dimana safety/keselamatan > sangat2 > > kurang diperhatikan. dapat dilihat dari lokasi > sumur > > yang sangat dekat dengan perumahan penduduk dan > > penduduk lokal yang bekerja sebagai buruh kasar > > tidak menggunakan peralatan2 keselamatan. > > 2. Jalan menuju sumur2 tersebut sangat buruk. > > Aspalnya sudah banyak bolong dimana-mana. > > 3. Beberapa sumur sudah dikelola secara swadaya > > dengan KUD setempat juga penambang2 lokal, dan > tiap > > barelnya hanya dihargai 5 dolar...!!! Bandingkan > > dengan harga minyak per barel saat ini, berkisar > > antara 70-75 dolar. > > 4. Pertamina tidak bisa melakukan optimalisasi > > pada sumur2 tua. Padahal jika di optimalisasi, > > produksinya masih bisa didongkrak lebih dari 3000 > > barel. > > 5. Penduduk di sekitar pengeboran, hidupnya sangat > > mengenaskan. Di bawah tanah mereka terdapat ribuan > > barel minyak, tapi rumah2 mereka masih terbuat > dari > > kayu dan masih terlihat kumuh. > > > > Kesimpulan yang saya dapatkan adalah: > > 1. Pertamina memang butuh untuk di revolusi total, > > baru lah BUMN tersebut bisa bersaing dengan > > perusahaan minyak lainnya dan kita percaya bahwa > > BUMN tersebut bersih dari tikus2 korupsi. > > 2. Tetap tidak menyetujui Exxon yang ditunjuk > > sebagai operator di blok Cepu, karena Pertamina > > tetap membutuhkan pembelajaran untuk mengambil > > resiko. Tentunya hal ini setelah Pertamina di > > revolusi total. > > 3. Kita sebagai umat Islam, tidak bisa hanya > > mengucapkan "bangkitlah wahai umat" atau "yahudi > > telah menyerang atau mengambil kekayaan alam > > Indonesia", tapi ayo kita berdakwah dengan tidak > > mengesampingkan ilmu dan teknologi sebagai sarana > > beribadah kepada Allah. Bagaimana mungkin bisa > > memenangkan sebuah peperangan, jika umat Islam > masih > > belum bisa memproduksi senjatanya sendiri dan > masih > > impor senjata pada musuh2 Islam? > > > > Mengapa dipisah2kan antar kewajiban beribadah dan > > berdakwah, dengan belajar, riset dan menggali > > teknologi. Zaman keemasan Islam, tidak hanya > dikenal > > karena akhlaknya yang mulia, tapi juga hasil2 > > penelitiannya yang mengguncang dunia. Angka nol, > > Aljabar, Kedokteran, Kimia, semua pada awalnya > dari > > seorang muslim. Setau saya, satu2nya kitab suci > yang > > ada suruhan untuk membaca, hanyalah Al Quran al > > Karim. > > > > Semoga kita, esok hari bisa berdakwah mengenai > > ritual ibadah, juga mendorong umat untuk giat > > melakukan belajar, penelitian/riset, menuntut ilmu > > dan membuat terobosan baru dalam teknologi. > > Sehingga, tidak perlu lagi bergantung pada > teknologi > > yang dibuat oleh Yahudi dan Nasrani. > > > > Wallahualam bishowab, > > Mohon maaf bagi yang kurang berkenan, > > Cahyo Nugroho > > > > tuty cornaningsih > > wrote: > > Rekan2, > > > > Jadi apa nih upaya kita??? selain minyak kita juga > > mendukung bisnis yahudi/barat. Kita belanja juga > ke > > Carrefour, Giant, memakai celana Levi's, minum > > Coca-cola, minum Susu Nestle dll yang nota bene > > kepunyaan para yahudi/barat. Siapa nih yang mau > > mempelopori muslim Indonesia punya produk sendiri? > > > > Wassalam > > > > A Nizami wrote: > > www.nizami.org > > Ketika Ormas Islam Mendukung Yahudi > > > > "Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi > > orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) > > karena > > Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah > > sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, > > mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku > > adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. > > Dan > > bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha > > Mengetahui apa yang kamu kerjakan." [Al > Maa-idah:8] > > > > Dengan diserahkannya blok Cepu ke Exxon, berarti > > kita > > menyerahkan kekayaan alam kita ke Yahudi. Kenapa? > > Karena Exxon adalah satu dari "The Seven Sisters" > (7 > > perusahaan minyak yang menguasai dunia) yang > > didirikan > > oleh konglomerat Yahudi, Rockefeller. Keluarga > > Rockefeller memiliki Exxon-Mobil, Standard Oil, > > Amoco, > > Esso, Arco, Conoco, Socal, BP, dan Chevron > (asalnya > > dari satu perusahaan: Standard Oil kemudian > dipecah > > jadi beberapa perusahaan karena adanya UU > Anti-Trust > > di AS - > > > http://anoca.org/rockefeller/part/standard_oil_company.html). > > > > Dengan potensi minyak 300 ribu barrel per hari dan > > harga minyak US$ 70 per barrel, Indonesia bisa > > mendapat Rp 70 trilyun lebih per tahun hanya dari > > Cepu. Pada tahun 1972 saja, Exxon dan kelompoknya > > memiliki aset US$ 49 milyar lebih dan penjualan > US$ > > 49 > > milyar lebih. > > > > Tapi karena pemimpin kita dan juga anggota DPR > > (termasuk dari partai Islam) kurang amanah, > akhirnya > > kekayaan alam yang ada diserahkan ke Yahudi. > > > > Menyerahkan blok Cepu ke Exxon (yg bisa > menghasilkan > > rp 70 trilyun lebih per tahun) sama dengan > > menyumbang > > uang ke pihak Musuh. Kita tahu Exxon adalah milik > > keluarga Rockefeller, yahudi Amerika. Uangnya > (dari > > pajak dsb) mengalir ke tentara2 AS yang akhirnya > > digunakan membantai saudara muslim kita di Iraq, > > Afghanistan, dsb. Belum lagi untuk memblokade dan > > menakut2i saudara kita di Palestina dan juga > > mendanai > > JIL di sini. > > > > Jika kita kaji siroh Nabi, tidak pernah Nabi > > menyerahkan kekayaan alam kepada musuhnya atau > pihak > > yang membunuh orang Islam. Bahkan Nabi mengancam > > bakar > > kebun kurma (kekayaan alam) orang2 Yahudi yang > > memusuhi mereka. > > > > Sebesar apa pun manfaat menyetujui penyerahan Cepu > > ke > > Exxon, lebih besar lagi mudharatnya dan > bertentangan > > dgn sunnah Nabi. > > > > > http://www.modernhistoryproject.org/mhp/ArticleDisplay.php?Article=FinalWarn08-4 > > > > The Yom Kippur War and the Arab Oil Embargo of > 1973 > > These seven companies announced their alliance > with > > the statement: "We have formed a very exclusive > > club... And we are now united. We are making > > history." > > Remember, in 1914, Congress referred to [the > > Rockefeller controlled] Standard Oil as "the > > invisible > > government." The oil companies are powerful, and > > their > > power was never more apparent than it was during > the > > manufactured "oil crisis" of 1973. > > > > On October 6, 1973, as synagogues in Israel > observed > > Yom Kippur, the Jewish Day of Atonement, Syrian > > MiG-21's attacked a group of Israeli jets. Egypt, > > Syria, Jordan, and eight other Arab nations had > > mobilized against Israel. Egypt attacked the Sinai > > Peninsula with 4,000 tanks, knocking out many > > Israeli > > tanks; while Syria attacked the Golan Heights with > > 1,200. New Soviet-made SAM-6 missiles plucked > > Israeli > > planes out of the sky with ease. > > > > Lihat bagaimana 7 sisters itu bersatu di bawah > > kontrol > > keluarga Rockefeller sebagai negara tak terlihat > > yang > > menguasai dunia dan menghancurkan negara2 Arab? > > > > From "tabir57" > > Gagalkan Hak Angket, Anggota DPR Dituduh Transaksi > > Politik > > Nurfajri Budi Nugroho - detikcom > > > > Jakarta - Fraksi PKS dan Fraksi PPP DPR dituding > > telah > > melakukan transaksi politik dengan menarik > > dukungannya > > terhadap usulan hak angket Blok Cepu. Isu suap Rp > 5 > > miliar pun semakin kuat terdengar. > > > > Hasto Ditantang Beberkan Suap Rp 5 M Angket Cepu > > Isu Suap Blok Cepu Diduga Dilakukan Anggota DPR > > BK Siap Investigasi Suap Hak Angket Blok Cepu > > DPR Kayak Orba Gagalkan Hak Angket Blok Cepu > > > > > http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/05/tgl/ > > 31/time/155837/idnews/606319/idkanal/10 > > > > > http://anoca.org/rockefeller/part/standard_oil_company.html > > Standard Oil Company > > > > Standard Oil was an oil refining company founded > by > > John D. Rockefeller and partners in 1863 . > Borrowing > > heavily to expand his business, he drew five big > > refineries including the business concern of Henry > > Morrison Flagler into one firm, Rockefeller, > Andrew& > > Flagler. By 1868 he headed the world's largest oil > > refinery. > > > > On January 10 , 1870 he formed theStandard Oil > > Company > > of Ohio and started his strategy of buying up the > > competition and consolidating all > oil-refiningunder > > one company. By 1878 Standard Oil held about 90% > of > > the refining capacity in the U.S.In 1881 the > company > > was reorganised as the Standard Oil Trust. The > three > > main menof "Standard Oil" were Henry H. Rogers , > > William Rockefeller , and, the most important, > John > > D. > > Rockefeller . > > > > This attracted attention from antitrust > authorities > > in > > the 1890s , the Ohio Attorney General filed and > won > > an > > antitrust suit in 1892 and thecompany was broken > up > > after the United States Supreme Court declared the > > company to be an "unreasonable" monopoly under the > > Sherman Antitrust Act on May 15 , 1911 . However, > > the > > owners remained in charge of the smaller companies > > which made up four of the Seven Sisters . > > > > Standard Oil was not a well-loved company. Through > a > > series of dubious business practices it either > > subdued > > competitors orengaged in illegal transportation > > deals > > with the railroad companies to ensure itcould > > undercut > > its competitors' prices. Standard Oil, formed well > > before the discovery of Spindletop and a demand > for > > oil other than for heat and light, was well placed > > to > > control the growth of the oilbusiness. It did this > > by > > ensuring it owned and controlled all aspects of > the > > trade. > > > > During a massive strike by employees of the > > Rockefeller-owned ColoradoFuel and Iron Company , > > what > > was referred to as the LudlowMassacre occurred on > > April 20 , 1914 . Thestate militia fired on a tent > > city inhabited by workers and their families, > > causing > > numerous deaths and a public relations disaster. > > John > > D. Rockefeller Jr. was forced to takeaction to > > bolster > > his public image to avert large-scale market > losses. > > [1] > > > > Perhaps the most infamous action of Standard Oil > was > > its involvement with IGFarben . The two > > organisations > > worked together to build a plant for the > manufacture > > of synthetic rubber in Nazi Germany, using slave > > labour from Auschwitz . > > > > The following quotation (from journalist Thomas > > Lawson > > 's 1905 book, Frenzied Finance) perhapsepitomises > > the > > company as perceived by the public. > > > > "Standard Oil" has from its birth to present > writing > > been responsible for more hell than any other > trust > > or > > financialthing since the world began. Because of > it > > the people have sustained incalculable losses and > > have > > suffered untoldmiseries. > > There were eight distinct groups of individuals > and > > corporations which made up the big "Standard Oil": > > > > > The Standard Oil, seller of oil to the people, > which > > was made up of many sub-corporations either by > > actual > > ownership or byownership of their stock or bonds; > > Henry H. Rogers , William Rockefeller, and John > > D.Rockefeller,active heads, and included with them > > their sons; > > A large group of active captains and first > > lieutenants, men who conducted the affairs of the > > different corporations orsections of corporations > in > > which some or all of the "Standard Oil" were > > interested; > > A large group of captains retired from active > > service > > in the Standard Oil army; > > The estates of deceased members of the wonderful > > "Standard Oil" family, which were still largely > > controlled by some or all ofthe prominent > "Standard > > Oil" men; > > "Standard Oil" banks and banking institutions, and > > the > > system of national banks, trust companies, and > > insurance companies, ofwhich "Standard Oil" had, > by > > ownership and otherwise, practically absolute > > control; > > > > The "Standard Oil" army of followers, capitalists, > > and > > workers in all parts of the world; > > The countless hordes of politicians, statesmen, > > lawmakers and enforcers -- political structure -- > > and > > judges andlawyers. > > > > Successors > > Successor companies to Standard Oil include: > > > > Standard Oil of Ohio - or Sohio now part of BP > > Standard Oil of Indiana - or Stanolind , renamed > > Amoco > > - now part of BP > > Standard Oil of New York - or Socony and merged > with > > Vacuum - renamed Mobil , now part of ExxonMobil > > Standard Oil of New Jersey - or Esso (S.O.) - > > renamed > > Exxon , now part of ExxonMobil > > Standard Oil of California - or Socal -renamed > > Chevron, now part of ChevronTexaco > > Atlantic and Richfield - merged to form Atlantic > > Richfield or Arco - now part of BP - Atlantic > > operations spun off and boughtby Sunoco > > StandardOil of Kentucky - or Kyso was acquired by > > Standard Oil of California - now part of > > ChevronTexaco > > > > ContinentalOil Company - or Conoco is now known as > > ConocoPhillips > > Other Standard Oils: > > > > Standard Oil ofIowa - pre 1911 - became Standard > Oil > > of California > > Standard Oil of Minnesota - pre 1911 - bought by > > Standard Oil of Indiana > > StandardOil of Illinois - pre 1911 - bought by > > Standard Oil of Indiana > > Standard Oilof Kansas - refining only, eventually > > bought by Indiana Standard > > StandardOil of Missouri - pre 1911 - dissolved > > StandardOil of Nebraska - eventually bought by > > Indiana > > Standard > > Standard Oil of Louisiana - always owned by > Standard > > Oil of New Jersey (Esso) > > Standard Oilof Brazil - always owned by Standard > Oil > > of New Jersey (now Esso) > > Standard Oil of Colorado - a scam to cash in onthe > > Standard Oil brand in the 1930s > > Standard Oil of Connecticut - A fuel oil marketer > in > > Connecticut not related to the > Rockefellercompanies > > > > http://www.green-trust.org/7sisters/ch9stress.htm > > World's 12 largest manufacturing corporations > ranked > > by assets in 1972 > > Rank Company Assets($000) Sales ($000) Rank > > 1* Exxon 21,558,257 20,309,753 2 > > 2* Royal Dutch/Shell 20,066,802 14,060,307 4 > > 3 General Motors 18,273,382 30,435,231 1 > > 4* Texaco 2,032,174 8,692,991 10 > > 5 Ford 11,634,000 20,194,400 3 > > 6 IBM 10,792,402 9,532,593 7 > > 7* Gulf 9,324,000 6,243,000 12 > > 8* Mobil 9,216,713 9,166,332 8 > > 9 Nippon Steel 8,622,916 5,364,332 17 > > 10 ITT 8,617,897 8,556,826 11 > > 11* BP 8,161,413 5,711,555 15 > > 12* Socal 8,084,193 5,829,487 14 > > > > === > > Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS > > diperkosa. Tiap tahun 2,3 juta wanita hamil di > luar > > nikah di Indonesia (Dr. Boyke). Berantas > pornografi > > dukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi - > > www.nizami.org > > > > __________________________________________________ > > Do You Yahoo!? > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > > protection around > > http://mail.yahoo.com > > > > > > > > > > > > Send instant messages to your online friends > > http://uk.messenger.yahoo.com > > > > [Non-text portions of this message have been > > removed] > > > > > > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor > > --------------------~--> > > Yahoo! Groups gets a make over. See the new email > > design. > > > http://us.click.yahoo.com/mDk17A/lOaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM > > > --------------------------------------------------------------------~-> > > > > > > Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis > > Media Dakwah. > > Kirim email ke: > > [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Do you Yahoo!? > > Next-gen email? Have it all with the all-new > > Yahoo! Mail Beta. > > > === > Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS > diperkosa. Tiap tahun 2,3 juta wanita hamil di luar > nikah di Indonesia (Dr. Boyke). Berantas pornografi > dukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi - > www.nizami.org > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > protection around > http://mail.yahoo.com > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor > --------------------~--> > Check out the new improvements in Yahoo! Groups > email. > http://us.click.yahoo.com/Lik1AB/fOaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM > --------------------------------------------------------------------~-> > > > Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis > Media Dakwah. > Kirim email ke: > [EMAIL PROTECTED] > Yahoo! Groups Links > > > [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > > --------------------------------- > Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small > Business. === Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS diperkosa. Tiap tahun 2,3 juta wanita hamil di luar nikah di Indonesia (Dr. Boyke). Berantas pornografi dukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi - www.nizami.org __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Check out the new improvements in Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/Lik1AB/fOaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah. Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
