*Hamas: Kenapa Mesti Peduli? *

Jumat, 14 Juli 2006 - 13:19:31 WIB

HAMAS tidak sekedar wadah gerakan politik belaka. Ia adalah gerakan 

sosial yang bergelut dalam berbagai aspek kehidupan rakyat di Palestina. 

Tapi media Barat dan Amerika menncitrakannya secara keji. Kenapa kita 

peduli?

 

Oleh : Tiar Anwar Bachtiar *)

 

 

 

Tanggal 25 Januari 2006 adalah salah satu tanggal penting dalam sejarah 

politik Palestina. HAMAS (Harakah Muqâwamah Al-Islamiyyah) yang dicap 

teroris oleh Amerika memenangkan Pemilu yang dilangsungkan secara 

demokrasi. Yang menakjubkan, justru pada kali itu HAMAS baru mengikuti 

Pemilu Palestina yang sebelumnya pernah dilangsungkan tahun 1996 (dua 

kali) dan 2005 (sekali). Amerika (dan juga Israel) merasa bahwa 

kemenangan HAMAS adalah kesalahan dalam proses demokrasi di Palestina 

sehingga merasa harus menolak kemenangn Palestina.

 

Sejak bulan Februari semenjak HAMAS menyusun pemerintahan di bawah PM 

Ismail Haniya Amerika dan Israel melakukan banyak tekanan kepada 

pemerintahan Palestina, antara lain: embargo ekonomi, menyetop bantuan 

luar negeri yang menjadi tulang punggung ekonomi Palestina, mengusulkan 

referendum untuk mengakui Israel, dan terakhir benar-benar melakukan 

pembantaian bersenjata. Semua itu dilakukan Amerika agar pemerintahan 

HAMAS jatuh dan kembali mendorong FATAH (partai pesaing HAMAS) yang 

sudah berada di bawah telunjuknya untuk memegang kendali Palestina. 

Dengan cara itu, agenda Amerika yang ingin merampas seluruh negeri 

Palestina melalui Israel dapat terlaksana dengan mulus.

 

Peristiwa terakhir yang mendapat kecaman internasional adalah penculikan 

aktivis-aktivis HAMAS, temasuk sembilan orang menteri, dan penyerangan 

fasilitas umum, kantor-kantor pemerintahan, dan penembakan terhadap 

rakyat-rakyat sipil. Alasannya hanya karena ada seorang kopral Israel 

yang disandera tentara HAMAS gara-gara berbuat onar di Gaza. Anehnya 

tindakan ini malah diamini oleh George W. Bush dari gedung putih. DK PBB 

yang biasanya lebih banyak diam soal Palestina pun kali ini ikut 

bersuara mengecam tindakan Israel. Sudah tentu kecaman dari 

negara-negara Islam seperti Indonesia, Iran, dan sebagainya mengalir 

lebih deras.

 

Di Indonesia, beberapa waktu lalu beberapa orang anggota DPR di bawah 

komando Abdillah Toha mendatangi kantor kedutaan Amerika mendesak agar 

Amerika mau mencabut dukungannya pada Israel. Sekalipun agak mustahil 

berhasil, paling tidak ini menunjukkan kepedulian terhadap sesama Muslim 

dan terhadap kaum tertindas.

 

Persoalannya kemudian alasan-alasan apa yang membuat kita sebagai sesame 

manusia harus mendukung HAMAS dan mengecam tindakan Israel-Amerika yang 

sewenang-wenang? Apakah hanya karena HAMAS adalah Muslim dan 

merepresentasikan gerakan Islam, lantas atas nama kesamaan agama kita  

mendukungnya? Inilah barangkali yang harus kita lihat lebih arif. 

Penjelasan berikut mungkin dapat sedikit membukakan mata kita mengenai 

HAMAS.

 

Dalam kesan media, nama HAMAS terkesan sangat politis. Membicarakan 

HAMAS selalu saja dikaitkan dengan politik Palestina. Bahkan lebih dari 

itu, HAMAS terkesan radikal dan berbau kekerasan, terutama setelah 

Amerika mengecapnya sebagai teroris seperti Al-Qaida, Abu Sayyaf, Jamaah 

Islamiyyah, Tamil Elaam, dan sebagainya. Kesan ini menguat seiring 

dengan meletusnya Intifadhah I (1987) dan II (2000), serta beberapa 

peristiwa berdarah lain yang membuat media tertarik untuk meng-ekspose-nya.

 

Kesan inilah yang membuat siapapun yang membicarakan HAMAS selalu saja 

tendensi politisnya lebih kental. Namun, apakah HAMAS hanya sekedar 

wadah gerakan politik dan militer belaka? Inilah yang jarang diketahui 

oleh publik yang tidak banyak mengenal HAMAS secara lebih dekat. 

Padahal, di balik pencitraan politis media, sesungguhnya HAMAS adalah 

gerakan sosial yang juga bergelut dalam berbagai aspek kehidupan rakyat 

di Palestina.

 

Hamas dan Ikhwanul Muslimin

 

Jauh sebelum HAMAS berdiri pada tahun 1987, Ikhwanul Muslimin sayap 

Palestina yang menjadi cikal bakal HAMAS, sejak tahun 1960-an, 

mempelopori berdirinya berbagai yayasan sosial yang bergerak dalam 

dakwah, pendidikan, ekonomi, seni-budaya, dan berbagai aktivitas 

kemasyarakatan lain. Salah satu yayasan terbesar dengan beragam 

aktivitas sosial adalah Al-Majma' Al-Islamî yang didirikan Syaikh Ahmad 

Yasin yang juga pendiri HAMAS awal tahun 1970-an di Jalur Gaza. Yayasan 

ini berkhidmat pada lapangan pendidikan, ekonomi, sosial, dan dakwah. 

Jadi, sebelum memimpin perlawanan-perlawanan HAMAS atas Israel, Ahmad 

Yasin adalah seorang aktivis sosial yang sangat concern terhadap 

perbaikan nasib rakyat.

 

Dakwah adalah core utama dari semua yayasan yang didirikan Ikhwan. 

Masjid dijadikan basis utamanya. Aktivitas pendirikan dilakukan dengan 

mendirikan sekolah-sekolah dasar, menengah, dan   perguruan-perguruan 

tinggi.

 

Banyak kader Ikhwan yang memprakarsai berdirinya sekolah-sekolah tinggi 

dan universitas-universitas di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Gerakan 

ekonomi dilakukan dengan mendirikan berbagai perusahaan-perusahaan kecil 

dan menengah dengan modal bersama (joint venture) antar kader. Gerakan 

ini sangat efektif untuk menanggulangi gelombang pengangguran dan secara 

tidak langsung juga menjadi tulang punggung ekonomi gerakan.

 

Setelah Intifadhah I dan berdirinya HAMAS tahun 1987 eskalasi konflik 

bersenjata Israel-Palestina semakin naik. Dan HAMAS pun sesungguhnya 

didirikan untuk merespon konflik bersenjata itu. Dalam situasi seperti 

itu situasi sosial tentu semakin kacau. Pendidikan, ekonomi, kebudayaan 

banyak yang terbengkalai. Pihak-pihak yang terlibat dalam konflik dan 

perpolitikan Palestina yang tergabung dalam PLO (Palestine Liberation 

Organization) tenggelam dalam konflik bersenjata dan politik. 

Persoalan-persoalan kemasyarakat cenderung terabaikan.

 

Beruntung bahwa HAMAS tidak ikut tenggelam dalam suasana itu. 

Yayasan-Yayasan yang didirikan kader-kader Ikhwanul Muslimin sayap 

Palestina tetap menjadi soko guru gerakan. HAMAS dalam situasi seperti 

itu justru tampil menjadi 'penyelamat' kehidupan sosial, ekonomi, dan 

pendidikan rakyat Palestina. Kader-kader HAMAS tetap konsisten mengelola 

lembaga-lembaga pendidikan. HAMAS pun selalu mementingkan untuk 

megirimkan kader-kadernya untuk sekolah ke lar negeri bula memungkinkan. 

Kader-kader yang tampil ke depan dalam pusara konflik politik dan 

militer dibatasi.

 

Salah satu prestasi membanggakan HAMAS saat tengah berkecamuk konflik 

adalah keberhasilannya di bidang ekonomi. HAMAS relatif berhasil 

memutuskan ketergantungan terhadap produk-produk Israel sejak tahun 

1989. Keberhasilan ini mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi domestik 

rakyat Palestina untuk memenuhi kebutuhan pasar mereka sendiri. 

Aktivitas produksi pertanian, pertukangan, dan perdangan terlihat 

berkembang cukup signifikan dibandingkan pada saat masih sangat 

tergantung pada produk Israel.  

 

Semua yang dilakukan HAMAS itulah yang kemudian membangun kedekatan 

dengan rakyat. Dalam situasi perang yang serba tidak menentu, HAMAS 

justru tampil menjadi solusi atas berbagai problema riil sehari-hari 

yang dihadapi rakyat Palestina. Oleh sebab itu, tidak heran bila saat 

pertama kali ikut pemilu Januari 2006 lalu, HAMAS menang mutlak atas 

semua lawan-lawannya. Rakyat telah menaruh simpati sejak lama dengan 

gerakan-gerakan sosial-kemasyarakatan HAMAS, di samping ketegasan sikap 

HAMAS terhadap Israel yang telah menyengsarakan mereka selama puluhan 

tahun.

 

Alhasil, sangat tidak beralasan menuduh HAMAS sebagai gerakan teroris, 

fundametalis, anarkis, dan radikal. Senjata yang diangkat HAMAS adalah 

sebuah kemestian karena berhadapan dengan kebiadaban Israel yang 

menggunakan senjata jauh lebih canggih dari yang dimiliki HAMAS dan 

semua faksi militer di Palestina. Bila senjata tidak diacungkan, HAMAS 

justru melakukan kesalahan fatal. Apa yang mereka lakukan adalah bagian 

dari keharusan pembelaan diri, sama sekali bukan terorisme seperti yang 

dituduhkan Amerika dan Israel. Oleh sebab itu, tidak ada alasan untuk 

tidak mendukung HAMAS. Mendukung HAMAS dengan cara apapun yang kita bisa 

adalah mendukung sebuah gerakan kemanusiaan, bukan terorisme. Wallâhu A'lam.

 

* *). Penulis, Ketua Divisi Kajian Indonesian Society for Middle East 

Studies (ISMES) Jakarta; Staf Pengajar Pesantren Persis 19 Bentar Garut; 

Penulis buku Hamas; Kenapa Dibenci Amerika? (Hikmah, 2006)*

 

source : 

http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content
<http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3372&;
Itemid=60> &task=view&id=3372&Itemid=60

 

 

*Ayo bantu HAMAS! *

Rabu, 17 Mei 2006 - 13:10:54 WIB

 

Mari kita lawan kampanye Amerika yang memboikot Palestina dengan 

kampanye internasional rakyat negeri-negeri Muslim untuk mendukung HAMAS 

dan rakyat Palestina

 

*oleh Dzikrullah*

 

*

 

Krisis keuangan sedang menghantui Palestina, menyusul penghentian 

bantuan dana dari PBB, Uni Eropa dan Amerika Serikat. Barat mendesakkan 

sistem demokrasi ke mana-mana. Namun, begitu Harakah Muqawwamah 

Al-Islamiyah (HAMAS) memenangkan lomba demokrasi di Palestina, mereka 

beramai-ramai memboikotnya. AS bahkan memimpin kampanye internasional 

mengisolasi pemerintah sah yang dipimpin HAMAS. Tujuannya supaya jutaan 

rakyat Palestina kelaparan, lalu memberontak, lalu pemerintahan ini 

segera jatuh dan diganti oleh rezim lain yang lebih mudah disuruh-suruh. 

Apa namanya tindakan itu kalau bukan kejahatan?

 

Menteri Keuangan Palestina Umar Abdul-Razak memperkirakan, jika 

pemerintah negara-negara Arab tidak segera membantu keuangan Palestina, 

ekonomi negeri itu akan tumbang dalam 3-4 bulan ke depan. Kata Umar 

Abdul-Razak, "krisis ekonomi ini akan menyebabkan kelaparan dan 

selanjutnya menyulut lebih banyak kekerasan." Celakanya, sudah sering 

terbukti pemerintah negara-negara Arab biasanya nurut apa kata Eropa dan 

AS dalam membantu Palestina.

 

"Tak ada lagi permen dan daging untuk anak-anak. Biji-bijian dan kacang 

cukuplah," kata Majdi Syarur kepada Reuters. Majdi seorang pegawai 

negeri sipil Palestina yang juga ayah dari empat orang bocah.

 

Ma'ruf Rawasydeh punya kegetirannya sendiri. "Kantong saya kosong sama 

sekali. Saya biasanya pinjam uang dari orang-orang yang saya kenal dan 

sekarang mereka juga tak bisa meminjamkan lagi," katanya kepada 

IslamOnline.

 

Ma'ruf seorang ayah yang menjadi gantungan hidup istri dan tujuh orang 

anak. Ia teknisi di perusahaan Penyiaran Nasional Palestina. Kini Ma'ruf 

berhenti kerja karena tak punya uang untuk ongkos bis. Ia butuh 20 

shekels (Rp 38.000) per hari, sepertiga dari gajinya, untuk membayar 

ongkos bis dari desanya Bitin menuju tempat kerjanya di Ramallah. Orang 

seperi Ma'ruf sama sekali tak tahu apakah ia akan pernah menerima gaji lagi.

 

Sejak bulan Maret pemerintah Palestina telah kesulitan membayar gaji 

140.000 pegawai negeri sipil. Setiap bulan, gaji untuk ratusan ribu PNS 

itu ditunggu-tunggu oleh sekitar sepertiga dari total penduduk Palestina 

yang 3,8 juta jiwa. Gaji sebesar US$ 118 juta (Rp 1,05 triliun) itu 

merupakan mesin penting penggerak ekonomi Palestina. Selama ini gaji 

tersebut dipasok oleh bantuan asing.

 

Selain kesulitan membayar gaji pegawainya sendiri, pemerintah baru 

Palestina di bawah HAMAS juga mewarisi utang pemerintah lama di bawah 

Fatah sebesar US$ 1,3 miliar (Rp 11,6 triliun) yang tetap harus dicicil, 

baik kepada Israel maupun Bank Dunia.

 

Sebuah laporan Bank Dunia terbaru memperingatkan, penghentian bantuan 

untuk Palestina akan mendorong Tepi Barat dan Jalur Gaza ke arah depresi 

ekonomi yang parah, sekaligus melipat dua tingkat pengangguran pada 

tahun 2008. Pendapatan per kapita warga Palestina diperkirakan akan 

anjlok 30% tahun ini. Akibatnya, warga yang hidup di bawah garis 

kemiskinan akan melonjak jumlahnya dari 44% ke rekor baru 74%.

 

Selama bertahun-tahun, konon kabarnya Uni-Eropa membantu Palestina 

sebesar 500 juta Euro (Rp 5,3 triliun) per tahun, sebagai donatur 

terbesar. Kini bantuan yang sering dikorup oleh pemerintah lama itu 

dihentikan. Pemerintah baru Israel juga telah merampok uang rakyat 

Palestina, dengan memutuskan untuk membekukan transfer bulanan dari 

hasil pajak di Tepi Barat dan Jalur Gaza sejumlah US$ 50 juta (Rp 445,3 

miliar). AS juga menghentikan bantuannya, meskipun 'menjanjikan' bantuan 

kemanusiaan.

 

Organisasi non-pemerintah seperti Komite Palang Merah Internasional 

memang sudah menyiapkan anggaran baru untuk membantu Palestina. 

Organisasi yang bermarkas di Swiss (negeri kelahiran Zionisme) ini telah 

menganggarkan 42 juta Franc Swiss (Rp 285 miliar) untuk program-program 

di Israel dan teritori Palestina selama tahun ini. Sebagian besar untuk 

bantuan pangan dan bantuan gaji bagi warga Palestina. Namun jumlah itu 

tentu saja bagaikan "uang recehan" dibandingkan kebutuhan sesungguhnya.

 

Melihat berbagai situasi tersebut, nampaknya diperlukan sebuah 

penggalangan internasional bantuan "dari Rakyat untuk Rakyat", terutama 

dari negeri-negeri Muslim. Bantuan formal antar pemerintah maupun 

badan-badan dunia, selain sering dikorupsi, juga sudah terbukti lebih 

banyak menghasilkan ketergantungan baru yang memperparah keadaan dalam 

jangka panjang. Dari mana bantuan "dari Rakyat untuk Rakyat" itu 

diharapkan datang? Dari orang-orang seperti Anda! Ya, dari kita!

 

Di bawah ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk 

membantu pemerintah mujahidin HAMAS.

 

1.    Sebar luaskan kesadaran untuk membantu rakyat Palestina. Buatlah 

selebaran, poster, e-mail, apa saja yang bisa memberi informasi tentang 

pentingnya kita bangsa Muslim Indonesia membantu pemerintah HAMAS dan 

rakyat Palestina.

 

Pertanyaan yang paling sering akan Anda terima dari mereka yang belum 

faham adalah, "Ngapain jauh-jauh membantu Palestina, di Indonesia saja 

banyak yang susah!" Bersabarlah. Jelaskan kepada mereka bahwa menolong 

Muslim di manapun mereka berada sama pentingnya. Sebab kedekatan seorang 

Muslim dengan saudaranya tidak ditentukan oleh jarak, batas negara atau 

kesamaan identitas bangsa.

 

Membantu orang yang susah di negeri ini sudah pasti harus kita lakukan. 

Namun membantu rakyat Palestina juga kewajiban setiap Muslim. Dibantu 

atau tidak oleh kita, perjuangan itu pasti akan dimenangkan Allah SWT. 

Kita berkepentingan agar nama kita dicatat Allah SWT sebagai orang yang 

ikut mengulurkan tangan membantu kemenangan mulia itu. Seberapa pun 

kecilnya bantuan kita.

 

2.    Sediakan kotak sumbangan khusus untuk rakyat Palestina di masjid 

dan mushalla Anda. Bicarakanlah dengan pengurus masjid atau mushalla 

tentang pentingnya masalah ini. Sampaikan pengumuman dan perkembangan 

terakhir di Palestina secara rutin, sesudah shalat berjamaah, sebelum 

shalat Jum'at, maupun di acara-acara rutin lainnya.

 

Dekatkanlah hati jama'ah masjid atau mushalla Anda serta warga 

sekitarnya dengan hati Muslimin Palestina dan para mujahidinnya. Semakin 

sering kejahatan Israel dan Amerika terhadap rakyat Palestina 

disebarluaskan, lambat laun akan membangkitkan juga kesadaran Muslim 

Indonesia agar benci dijajah oleh negara-negara kafir. Penyadaran ini 

adalah investasi jangka panjang Anda bila sewaktu-waktu jihad melawan 

penjajah berkobar di negeri ini.

 

3.    Sediakan kotak sumbangan khusus untuk rakyat Palestina di kantor 

atau toko Anda. Tempat-tempat bisnis biasanya hanya menyediakan 

fasilitas ala kadar bagi  sumbangan-sumbangan sosial. Rancanglah  kotak 

sumbangan dan poster yang persuasif namun cukup mencolok untuk menggugah 

orang membantu HAMAS dan rakyat Palestina.

 

Ingatkanlah orang-orang di toko maupun kantor tempat Anda bekerja untuk 

selalu menyisihkan harta bagi anak-anak Palestina yang terancam kelaparan.

 

4.    Hubungi badan-badan penerima zakat infaq shadaqah nasional, dan 

bicarakan rencana Anda menyalurkan bantuan ke Palestina. Boleh jadi 

badan-badan penerima dan penyalur ZIS yang selama ini kita kenal belum 

merancang program khusus untuk Palestina.

 

Sebabnya dua kemungkinan: pertama, mereka berkonsentrasi menyalurkan 

bantuan di dalam negeri, kedua, mereka menghindari dikait-kaitkan dengan 

HAMAS yang oleh PBB dan AS dimasukkan ke dalam daftar organisasi 

teroris. Yakinkanlah badan-badan tersebut agar melakukan berbagai siasat 

untuk menyalurkan bantuan untuk Palestina dengan aman. Jika bantuan 

untuk HAMAS dianggap kurang aman, fokuskan untuk bantuan kemanusiaan. 

Misalnya untuk kesehatan ibu dan balita, pendidikan, gizi keluarga. 

Apapun bisa dilakukan, yang penting bantuan dikampanyekan, dikumpulkan, 

dan disalurkan secara efektif.

 

5.    Hubungi badan-badan waqaf internasional yang selama ini membantu 

rakyat Palestina. Sempatkan untuk mengunjungi situs-situs Internet milik 

berbagai badan waqaf swasta yang membantu rakyat Palestina. Kirimlah 

e-mail kepada mereka. Jajaki kemungkinan mengirim bantuan langsung dari 

Indonesia. Kalau itu dirasa sulit, hubungkan badan-badan waqaf 

internasional itu dengan badan-badan ZIS Indonesia yang tadi sudah kita 

hubungi.

 

6.    Kirimkan surat dukungan dan doa kepada pemerintah dan rakyat 

Palestina. Meskipun dana bantuan Anda belum banyak, tulislah surat 

berisi dukungan dan doa dari masjid, organisasi, maupun 

perkumpulan-perkumpulan Anda kepada pemerintah dan rakyat Palestina. 

Sampaikan kepada mereka bahwa di masjid Anda dilaksanakan doa khusus 

bagi perjuangan dan kemenangan jihad Palestina.

 

7.    Jangan berhenti bekerja sampai Masjidil Aqsha kembali dibebaskan 

oleh pasukan Mujahidin! Bersabarlah dalam melakukan berbagai usaha di 

atas. Biasanya kita di Indonesia bersemangat tinggi di awal-awalnya 

saja. Tak lama kemudian semua usaha itu melempem seperti tak pernah ada. 

Lebih baik mulai dengan perlahan. Bikin kelompok kerja inti yang tidak 

terlalu banyak anggotanya. Buatlah perencanaan yang tidak muluk-muluk, 

lalu mulailah langkah-langkah sederhana yang tidak meletihkan. 

Lanjutkan, dan jangan pernah berhenti.

 

Kita lawan kampanye jahat Amerika untuk memboikot Palestina, dengan 

kampanye internasional rakyat negeri-negeri Muslim untuk mendukung HAMAS 

dan rakyat Palestina.

 

"Orang-orang yang beriman

dan berhijrah serta berjihad

di jalan Allah dengan harta benda

dan diri mereka, adalah lebih tinggi

derajatnya di sisi Allah;

dan mereka itulah orang-orang yang

mendapatkan kemenangan."

(at-Taubah: 20)

 

* penulis adalah seorang wartawan

 

source : 

http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content
<http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3143&;
Itemid=59> &task=view&id=3143&Itemid=59

-- 

 



[Non-text portions of this message have been removed]






Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke