saya sudah 10 th tinggal di arab.., dan sejauh ini apa yg ada dlm fatwa ulama 
jombang memang sesuai dg kehidupan beragama sehari2 masyarakat arab di sana.
  justru setelah tinggal di sini( arab ) saya merasa mmg ternyata banyak sekali 
hal2 yg seharusnya ngga perlu diadakan dlm agama kita tapi terus dilaksanakan.
  contoh nya ada yg menganggap ziarah kubur spt kewajiban ( ngalap berkah ) 
supaya ngga kualat dg mendiang org tuanya dsbnya dsb nya. acara kematian hari 
ke-7,40,100,1000 dst nya , dan juga soal shalat jumat..ngga ada doa2 bersama yg 
dipimpin iman dan baca fatiha bersama..
  allohuallam..disini kok rasanya kehidupan beragama itu enteng banget, nyaman 
and ngga macam2...
   
  maaf kalo kurang berkenan tapi menurut saya yg awam ini apa yg difatwakan 
ulama jombang itu mmg banyak kesesuaian nya di arab ini
  wassallam

Anto Sulistianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Wah, fatwa ini udah berumur 4 tahun yaa? diputuskan 1
Ramadhan 1423 H. Trus, fatwa NU Jombang ini diterima
nggak oleh seluruh warga NU ?

Wassalam,
Anto

--- handri yanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuhu.
> 
> Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami
> memuji-Nya, meminta pertolongan dan
> ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah
> dari kejahatan jiwa-jiwa kami
> dan kejelekan amalan-amalan kami. Barangsiapa yang
> diberi petunjuk oleh Allah,
> maka tidak akan ada yang menyesatkannya. Dan
> barangsiapa disesatkan oleh Allah,
> maka tidak akan ada yang memberi petunjuk kepadanya.
> 
> Saya bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan
> yang berhak untuk disembah
> kecuali hanya Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya.
> Dan aku bersaksi bahwa
> Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya.
> 
> Alhamdulillahirobbil aalamiin, berikut ini
> informasi dari saudara kita dari Jombang mengenai
> fatwa ulama NU di Jombang. Semoga Allah Subhanahu wa
> Ta'ala senantiasa memberikan taufiq dan hidayahnya
> serta meneguhkan hati kaum muslimin agar senantiasa
> berpegang teguh kepada Al Qur'an dan Sunnah yang
> shahih.
> 
> Wallahu musta'an
> Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,
> 
>
==============================================================
> 
> 
> 
> From: "Harlan C. Jaya"
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: FW: FATWA ULAMA NU JOMBANG
> Date: Fri, 15 Sep 2006 09:24:35 +0700
> 
> FATWA ULAMA JOMBANG
> DALAM BERBAGAI IBADAH/AMALAN 
> 
> 
> BEBERAPA FATWA ULAMA NU JOMBANG
> Bismillahirrohmanirrohim
> Kami Ulama dari Nahdatul Ulama Jombang, Jawa Timur
> setelah bermusyawarah dalam masalah peribadatan umat
> Islam yang selama ini dianggap Ibadah, amalan YANG
> TIDAK SESUAI dengan syariat Islam, setelah mengkaji
> ulang beberapa kali dan mengkaji hadits-hadits,
> pendapat para imam, telah mengambil keputusan untuk
> menghimbau, sekali lagi sifatnya menghimbau kepada
> kaum muslimin di seluruh Indonesia khususnya kaum
> Nahdiyin agar merubah secara bertahap amalan yang
> selama ini kurang sesuai dengan syariat Islam, agar
> mengikuti fatwa kami sebagai berikut :
> 
> DALAM SHOLAT
> 1. Agar meninggalkan kebiasaan membaca “Usholli…”
> dengan suara keras, karena niat itu pekerjaan hati
> cukup dalam hati saja.
> 2. Ba’da sholat, imam tidak perlu membaca wirid,
> Zikir, dengan bersuara, cukup dalam hati dan imam
> ba’da sholat tidak perlu memimpin DO’A BERSAMA
> dengan jama’ah. Imam dan jama’ah berdo’alah
> sendiri-sendiri dalam hati.
> 3. Jama’ah ba’da sholat tidak perlu mencium tangan
> imam, cukup bersalaman saja ( Catatan : bersalaman
> setelah sholat pun harus sedikit demi sedikit
> ditinggalkan karena tidak ada dalilnya, kaum
> muslimin seharusnya mengamalkan sunnah dengan 
> mengucapkan salam dan bersalaman sesama muslim pada
> saat bertemu satu dengan yang lainnya ) 
> 4. Dalam sholat subuh imam tidak perlu membaca
> do’a Qunut, kecuali kalau ada sesuatu yang berbahaya
> terhadap kehidupan Umat Islam secara keseluruhan.
> 5. Do’a Qunut boleh dibaca setiap sholat bila ada
> keperluan yang bersifat darurat tidak hanya dalam
> sholat subuh.
> 6. Sholat Rawatib/Sholat Sunnat Qobliah/Ba’diah
> adalah sebagai berikut Qobla Subuh, Qobla dan Ba’da
> Dzuhur, Ashar tidak ada rawatib, Ba’da Magribh dan
> Ba’da Isya.
> 
> DALAM SHOLAT JUM’AT
> 1. Sebelum khotib naik mimbar tidak ada Adzan dan
> tidak ada qobla’ jum’at.
> 2. Ketika khotib duduk diantara dua khutbah tidak
> ada bacaan sholawat.
> 3. Ba’ada sholat jum’at imam tidak mempunyai
> kewajiban untuk memimpin do’a untuk makmum dengan
> suara kuat. Silahkan imam dan jama’ah berdzikir,
> wirid dan do’a masing-masing.
> 4. Dalam sholat jum’at tongkat yang selama ini
> dipakai khotib bukan merupakan saran ibadah. Hanya
> kebiasaan dari khalifah Utsman, sekarang dapat
> ditinggalkan.
> 5. sebelum khotib naik mimbar tidak perlu
> pengantar dan tidak perlu membaca hadits Muhammad
> SAW tentang jangan berkata-kata ketika khotib sedang
> khutbah, tapi sampaikanlah bersamaan dengan laporan
> petugas masjid tentang laporan keuangan. Petugas
> khotib dan imam hal ini sebagai perangkat laporan
> administrasi masjid, bukan proses ibadah sholat
> jum’at.
> 
> DALAM SHOLAT TARAWIH/WITIR/TAHAJUD
> 1. Dalam bulan ramadhan diwajibkan shaum dan
> dimalam hari disunnatkan sholat tarawih, witir. Yang
> selama ini masih ada yang berbeda pendapat karena
> itu perlu diketahui himbauan ini.
> 2. Sholat Tarawih dilakukan Nabi Muhammad SAW
> sebanyak 8 raka’at dan 3 raka’at witir. Dapat
> dilakukan dengan cara 4-4-3.
> 3. Tidak disunnatkan membaca do’a bersama-sama
> antara raka’at.
> 4. Tidak dibenarkan antar jama’ah membaca sholawat
> nabi bersahut-sahutan.
> 5. Sebelum Ramadhan tidak perlu sholat Tasbih,
> Sholat Nisfu Sya’ban, sedekah ruah. Karena hadits
> tentang kedua sholat tersebut dho’if, lemah dan
> berbau pada hadits maudhu (palsu). Karena terputus
> perawinya dan sholat ini tidak pernah dilakukan oleh
> Nabi Muhammad SAW juga 4 sahabat.
> 6. Pada sholat witir dibulan Ramadhan tidak perlu
> ada Qunut ( Catatan : adapun qunut witir merupakan
> sunnah yang tidak dibatasi kapan hari mulainya pada
> bulan Ramadhan. Qunut witir dilakukan sebelum ruku )
> .
> 
> DALAM UPACARA TA’ZIAH
> 1. Keluarga yang mendapat musibah kematian, wajib
> bagi umat Islam untuk ta’ziah, selama tiga hari
> berturut-turut.
> 2. Kebiasaan selama ini yang melakukan hari ke-7,
> hari ke-40, hari ke-100 supaya ditinggalkan. Karena
> ini tidak ada contoh dari Nabi Muhammad SAW dan
> tidak ada tuntunannya. Upacara itu berasal dari
> ajaran agama Hindu dan Budha, menjadi upacara
> drikerajaan Hiyang dari daratan Tiongkok yang dibawa
> oleh orang Hindu ke tanah Melayu tempo dulu.
> 3. Dalam ta’ziah usahakan tidak ada makan-makan,
> cukup air putih sekedar obat dahaga.
> 4. Acara dalam ta’ziah, baca surat al-Baqoroh ayat
> 152 sampai 160, kemudian adakan tabligh yang
> mengandung isi kesabaran dalam menerima musibah,
> tutup dengan do’a untuk sang almarhum, tinggalkan
> kebiasaan baca surat Yasin bersama-sama, tahlil dan
> kirim Fadhilah. Semua itu ternyata hukumnya bid’ah.
> 
> DALAM UPACARA PENGUBURAN
> 1. Tinggalkan kebiasaan dalam sholat jenazah
> dengan mengajak jama’ah untuk mengucapkan kalimat
> bahwa “jenazah ini orang baik, khoir, khoir”. Hal
> ini tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan
> tidak ada Hadits sebagai pembimbing.
> 2. Tinggalkan kebiasaan ketika mengangkat jenazah
> turun naik tiga kali sambil dibacakan surat
> Alfatihah.
> 3. Tinggalkan kebiasaan selama ini adanya
> bimbingan kepada mayat yang sudah dalam kubur yang
> disebut dengan TALQIN.
> 4. Tinggalkan kebiasaan membangun kuburan dengan
> bangunan mewah.
> 5. Tinggalkan kebiasaan selama ini membaca kitab
> suci al-Qur’an (Surat Yasin) diatas kuburan, kalau
> ziarah kekuburan bersihkan kemudian berdo’a.
> 
> Demikianlah beberapa Fatwa yang kami simpulkan,
> karena masalah yang kami kemukakan diatas, sangat
> banyak dipertanyakan dari berbagai dan terutama dari
> keluarga besar Nahdiyin. Fatwa ini datang dari
> berbagai Ulama NU yang berkumpul di Jombang dalam
> suatu pengajian, sehingga oleh KH Mustafa Djalil
> dikumpulkan beberapa Ulama untuk membahas berbagai
> masalah sehari-hari yang menjadi selang sengketa
> dikalangan umat Islam, khusunya kalangan Nahdiyin,
> untuk menjadi pegangan sehingga dapat diadakan bahan
> pertimbangan dan jangan melakukan perubahan dengan
> cara yang kurang bijaksana, khawatir akan
> menimbulkan gejolak. Lakukan sosialisasi Fatwa ini
> dengan diskusi dengan jiwa kebersamaan untuk menuju
> kepada ibadah dan peramalan yang benar menurut
> syariat Islam. Kepada saudara-saudara yang menerima
> Fatwa ini, agar memperbanyak Fatwa ini dan
> disampaikan secara beranting ke sumua umat Islam
> agar segera tersosialisasi dengan cepat.
> 
> Semoga Allah SWT menuntun kita kejalan yang lurus
> 
> Jombang, 1 Ramadhan 1423 H
> 1. KH. Mustafa Djalil
> 2. KH. Abdullah Siddiq
> 3. KH Mahfudz Siddiq
> 4. KH Abdullah Hasyim
> 5. KH Hasyim Basdan
> 6. KH A. Ridwan Hambal
> 7. KH Faturachman Sujono
> 8. KH Cholil Anshor
> 9. KH Tantowi Djauhari
> 
> Notulis pertemuan
> 
=== message truncated ===

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 



         

                                
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on  Yahoo! Small Business. 

[Non-text portions of this message have been removed]





Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke