Dari www.syariahonline.com <http://www.syariahonline.com/> , mudah2an
bermanfaat.
Menghadirkan Roh Syekh Abdul Qadir Jaelani
Pertanyaan:
Assalamualaikum wrwb.
Semoga rahmat Allah swt selalu bersama pak Ustadz,
Apakah hukumnya menghadirkan roh Syekh Abdul qadir jaelani yang dilakukan
setiap malam jumat dan setiap membutuhkan pertolongan tetapi sebelumnya
mengucapkan pertolongan kepada Allah swt terlebih dahulu
Assalamualaikum wrwb.
Terimakasih atas perhatian pak ustadz.
Jawaban:
Apabila seseorang telah dicabut ajalnya oleh Allah, maka ruhnya tidak lagi
berurusan dengan masalah yang ada di alam nyata ini. Tetapi ruh itu
berhadapan dengan alam kubur (bukan kuburan), sebuah alam yang dimensinya
berbeda jauih dengan dimensi alam nyata kita ini.
Disana ruh itu harus mempertanggung-jawabkan semua amalnya di dunia. Bila
baik, maka dia akan mendapatkan suasana yang menyenangkan dan bila buruk,
maka dia pun sedang tersiksa.
Memang ada riwayat yang menyatakan bahwa ruh orang yang telah mati itu bisa
melihat kelakuan keluarganya atau temannya di dunia lantas ikut bersedih
melihat keluarganya melakukan maksiat dan sebaliknya. Namun bukan berarti
ruh itu kembali lagi ke dunia dalam bentuk ?arwah? yang gentayangan lalu
masuk ke dalam tubuh seseorang. Semua itu hanya cerita hayal yang bercampur
dengan tahayul.
Ruh Syiekh Abdul Qadir Jaelani pun mengalami hal yang sama. Tidak mungkin
kembali lagi ke dunia. Sedangkan yang dipercaya sebagai ruh bukanlah ruh
beliau, tetapi bisa jadi adalah qarinnya atau malah jin/syetan yang
berpura-pura menyamar menjadi ruh dengan memanfaatkan kebodohan manusia akan
ilmu akidah yang benar. Tujuannya tidak lain menjerat mereka kepada
syirik/menyekutukan Allah. Terbukti dari ?fasilitas? yang ditawarkan sebagai
broker/ calo doa kepada Allah. Ini jelas melanggar akidah dan perbuatan dosa
besar.
Allah SWT berfirman:
"Hai golongan jin (syaitan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan)
manusia", lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia: "Ya
Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan
dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah
Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam
kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang
lain)". Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS
Al-An'am: 128)
Padahal Allah telah melarang seseorang bertawassul dalam meminta/berdoa
kepada-Nya bila yang dijadikan wasilah itu adalah orang yang sudah mati.
Tawassul yang dibenarkan secara syariah adalah dengan amal shalih. Sedangkan
tawassul dengan ruh orang yang sudah mati (kalau memang benar ruh), maka
hukumnya adalah syirik. Karena ruh itu sendiri tidak bisa menolong dirinya
sendiri apalagi menolong orang lain.
Begitu juga bertawassul kepada qarin seseorang yang sudah mati termasuk
perbuatan syirik yang dilarang Allah. Walaupun orang itu dulunya orang
shalih atau wali, tetapi dia bukan tempat berwasilah dalam berdoa pada Allah
SWT.
Jadi sebaiknya jangan lakukan praktek seperti itu karena anda terancam
dengan syirik kepada Allah SWT.
Wallahu a'lam bis-Shawab
Pusat Konsultasi Syariah
[Non-text portions of this message have been removed]
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/