Wa'alaikumsalam wr.wb.

Berikut dari syariahonline, semoga dapat membantu...


Pertanyaan:

Saya sering bermimpi bertemu dengan nenek nenek berwajah seram. Nenek tersebut 
membawa saya ke sebuah perapian kecil. Dari perapian tersebut keluar sebuah 
kitab atau buku tebal sekali. Nenek tersebut memaksa saya menerima buku 
tersebut, saya menolaknya dan nenek tersebut sangat marah. Saya jadi ketakuan 
untuk tidur, saya minta tolong kepada agar saya tidak diganggu lagi. Semoga 
ALLAH Swt membalas semua kebaikan anda.Saya tinggal di Ds.Palasari RT.13 RW.03 
No.45 JalanCagak, Subang. Dekat restoran vidi.

Siti Maryam

           Jawaban:

Assalamu alaikum wr.wb.

 Semoga kita semua mendapat curahan rahmat dari Allah Swt.

 Saudari Siti Maryam, salah satu cara untuk menghadapi gangguan jin dan setan 
adalah dengan ruqyah.
‘RUQIYAH’, dalam prakteknya adalah upaya untuk mengusir jin dan segala 
macam gangguannya dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem. Bagi jin yang 
mengganggu dan jahat, bacaan Al-Quran –terutama pada ayat tertentu- yang 
dibaca dengan baik dan benar oleh orang yang shalil dan bersih imannya, akan 
sangat ditakuti. Mereka akan merasakan panas yang membakar dan pergi. 

Diantaranya yang paling sering digunakan adalah ayat kursi, beberapa penggalan 
ayat dalaة nsurat Al-Baqarah (tiga ayat terakhir), Surat Ali Imron, Surat 
Yasin, Surat Al-Jin, surat Al-Falaq dan Surat An-Naas. Selain itu masih banyak 
ayat dan doa-doa lainnya yang diriwayatkan kepada kita untuk dibacakan kepada 
orang yang kesurupan. 

Tetapi bila ruqyah dilakukan dengan menggunakan cara-cara yang menyimpang, 
apalagi dengan melanggar syariat dan aqidah, tidak boleh dilakukan. Karena 
tujuan jin ketika mengganggu manusia tidak lain adalah untuk menyeret manusia 
kepada pelanggaran dan syirik kepada Allah. 

Misalnya, dengan sesajen, minta kembang, atau dikorbankan hewan sembelihan 
sebagai tumbal, itulah syirik yang sejati. Atau apapun yang secara syariah 
bertentang dengan hukum-hukum Allah. 

Pada dasarnya bila dibacakan Ruqiyah, jin itu sangat takut dan tidak berani 
menawar-nawar dengan minta ini itu. Karena pembacaan ayat-aayt Al-quran itu 
membuatnya kesakitan yang sangat, sehingga dalam proses Ruqyah, tidak ada 
permintaan dari jin kecuali harus pergi dan berhenti dari menganggu manusia. 

Ruqyah sendiri adalah salah satu cara dari banyak jalan untuk mengusir gangguan 
setan dan sihir. Abdul Khalik Al-Atthar dalam bukunya “menolak dan 
membentengi diri dari sihir” menyebutkan bahwa untuk bisa terbebas dari 
pengaruh jahat itu, bisa dilakukan beberapa cara, antara lain: 

1. Metode Istinthaq 

Methode istinthaq adalah mengajak bicara setan yang ada di dalam tubuh orang 
yang terkena sihir. Dan menanyakan kepadanya tentang namanya, nama tukang sihir 
yang memanfaatkan jasanya, nama orang yang membebani tukang sihir untuk 
melakukan sihir, menanyakan tempat penyimpanan sihir serta barang-barang yang 
digunakan untuk menyihir. Meskipun demikian, kita dituntut untuk tetap waspada 
dan tidak mempercayai sepenuhnya akan apa yang diucapkan oleh setan yang ada di 
dalam tubuh pasien, sebab bisa jadi setan berbohong dengan tujuan untuk 
menimbulkan fitnah dan memecah belah hubungan baik diantara sesama manusia. 


2. Metode Istilham 

Melalui Istilham adalah memohon ilham dan petunjuk yang benar dari Allah swt) 
agar Ia berkenan memberikan isyarat lewat mimpi, sehingga sihir yang menimpa 
seseorang bisa terdeteksi dan kemudian dilenyapkan. 

3. Metode Tahshin 

Methode Tahsin adalah pembentengan, yaitu dengan membentengi dan melindungi 
korban sihir dengan menggunakan bacaan Al-Qur’an, zikir dan ibadah-ibadah 
tertentu. 

Syaikh bin Baaz mengatakan bahwa cara yang paling efektif dalam mengobati 
pengaruh sihir adalah dengan mengerahkan kemampuan untuk mengetahui tempat 
sihir, misalnya di tanah, gunung dan lain-lain. Dan bisa diketahui lalu 
diambil, maka lenyaplah sihir itu. 

Pengobatan sihir yang diharamkan adalah menyingkirkan sihir dengan sihir juga, 
ini sesuai dengan perkataan Rasul yang melarang keras seorang muslim pergi ke 
rumah dukun dan tukang sihir untuk meminta bantuan kepadanya. 

Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa mengeluarkan sihir dan memusnahkannya adalah 
pengobatan yang paling efektif, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Rasulullah 
saw bahwasanya beliau memohon kepada Allah untuk dapat melakukan hal itu. Allah 
memberi petunjuk kepada beliau, sehingga beliau pernah mengeluarkan sihir dari 
sebuah sumur. 

4. Hijamah 

Cara yang lainnya adalah dengan hijamah (berbekam) pada anggota tubuh yang 
terasa sakit akibat pengaruh sihir, karena sihir bisa berpengaruh pada tubuh, 
dan melemahkannya. 


5. Obat-obatan 

Pengobatan sihir dapat juga dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang mubah 
(dibolehkan) seperti dengan memberi kurma ‘Ajwah kepada si penderita. 

Diriwayatkan dari Amir bin Sa’ad dari bapaknya bahwasanya Rasulullah saw 
bersabda,“Barangsiapa setiap pagi hari memakan kurma ‘Ajwah maka 
tidak akan membahayakan dirinya baik racun maupun sihir pada hari itu hingga 
malam hari.” (HR. Bukhari) 

Tentang keistimewaan kurma ini Imam Al-Khattabi berkata: Kurma ‘Ajwah 
memiliki hasiat dan manfaat yaitu bisa menjadi penangkal racun dan sihir karena 
berkat do’a Rasulullah saw terhadap kurma Madinah, dan bukan karena 
keistimewaan kurma itu sendiri. 

6. Ruqyah 

Cara yang lainnya yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan sihir adalah dengan 
membacakan ruqyah syar’iyyah (pengobatan melaui bacaan Al-Qur’an, 
zikir dan do’a). 

Imam Ibnu Qayyim mengatakan: Diantara obat yang paling mujarab untuk melawan 
sihir akibat pengaruh jahat setan adalah dengan pengobatan syar’i yaitu 
dengan zikir, do’a dan bacaan-bacaan yang bersumber dari Al-Qur’an. 
Jiwa seseorang apabila dipenuhi dengan zikir, wirid dan mensucikan nama Allah 
niscaya akan terhalangi dari pengaruh sihir. Orang yang terkena sihir bisa 
sembuh dengan membaca ruqyah sendiri atau dari orang lain dengan ditiupkan pada 
dada atau tubuh yang sakit sambil membaca zikir dan do’a. 

Berikut ini adalah bacaan-bacaan yang diyakini mampu menolak dan menghilangkan 
bahaya sihir, diantaranya: 
A. Surat Al-Fatihah. 
B. Surat Al-Baqarah, khususnya ayat-ayat 1-5, 254-257 dan 284-286. 
C. Surat Al-Imran khususnya ayat 1-9 dan 18-19 

D. Surat An-Nisa khususnya ayat 115-121 

E. Surat Al-A’raf khususnya ayat 54-55. 

F. Surat Al-Mu’minun khususnya ayat 115-118. 

G. Surat Yasin khususnya ayat 1-12. 

H. Surat As-Shaffat khususnya ayat 1-10. 

I. Surat Ghafir khususnya ayat 1-3, dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya. 



Sedangkan do’a-do’a yang dianjurkan diantaranya: 

اللهم رب 
الناس اذهب 
البأس اشف أنت 
الشافى لا 
شافي إلا أنت 
شفاء لا يغادر 
سقما. 

“Ya Allah, Rabb bagi semua manusia, hilangkanlah rasa sakit, berilah 
kesembuhan, Engkau zat yang menyembuhkan tiada yang bisa menyembuhkan kecuali 
Engkau, kesembuhan yang tiada menimbulkan sakit sedikitpun.” 

بسم الله 
أرقيك من كل 
شيء يؤذيك ومن 
شر كل نفس أو 
عين حاسد الله 
يشفيك بسم 
الله أرقيك. 

“Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari kejahatan setiap jiwa atau 
pandangan orang yang dengki, Allah yang memberi kesembuhan padamu, dengan nama 
Allah saya meruqyahmu.” 

أعيذك بكلمات 
الله التامة 
من شر ما خلق. 

“Saya mohon untuk kamu perlindungan kepada Allah dengan kalimat-kalimat 
Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan” 

Bin Baz mengatakan: Hendaklah seorang muslim meminta kesembuhan hanya kepada 
Allah dari segala kejahatan dan bencana, dengan membaca do’a-do’a 
berikut ini: 

بسم الله الذي 
لا يضر مع 
اسمه شيء في 
الأرض ولا في 
السماء وهو 
السميع 
العليم. 

“Dengan menyebut nama Allah yang dengan keagungan nama-Nya itu menjadikan 
sesuatu tidak berbahaya baik yang ada di langit atau di bumi, dan Dia Maha 
Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Dibaca 3x pada pagi dan sore hari) 

Dan dianjurkan pula untuk membaca Ayat Kursy ketika hendak tidur dan sehabis 
salat fardhu, disamping membaca surat Al-Falaq, Al-Nas dan Al-Ikhlash setiap 
selesai melakukan salat subuh dan salat maghrib serta menjelang tidur. 

Seluruh cara di atas hanyalah sekedar do’a dan usaha, sumber kesembuhan 
hanyalah dari Allah semata, Dialah yang Maha mampu atas segala sesuatu dan di 
tangan-Nya segala obat dan penyakit, dan segala sesuatu bisa terjadi 
berdasarkan ketentuan dan takdir Allah swt. 

Nabi saw. Bersabda: 

Dan berdasarkan penjelasan ulama, maka pengobatan Ruqyah Syar‘iyah 
diperbolehkan dengan kriteria sbb: 
A. Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari Rasulullah saw. 

B. Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya. 

C. Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan 
takdir Allah SWT. 

D. Tidak isti‘anah dengan jin ( atau yang lainnya selain Allah). 

E. Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik. 

F. Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah. 

G.Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak yang 
terpuji dan istiqomah dalam ibadah. 

Pada dasarnya membantu pengobatan dengan ruqyah adalah amal tathowu‘i 
(sukarela) yang dibolehkan menerima hadiah dan bukan kasbul maisyah (mata 
pencaharian rutin). 

Wallahu a‘lam 

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb. 

harry <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Assalamu 
alaikum wr.wb
 
 Kemarin baru kami sadari kalau sikap anak kami yang ke tiga (1.5 bulan) 
sikapnya rada "aneh".....kalau nangis langsung menjerit dan 
meronta-ronta...bahkan pernah malam hari tidak tidur.
 
 Tadinya kami pikir hal biasa, semalam saya bacakan ayat kursi sambil memegang 
kepalanya.....nampak semakin berontak...dan tatapan mata agak liar.
 
 Yang ingin saya tanyakan, bagaimankah cara yang baik dan benar menghadapi bayi 
yang ketempelan...dan kapa kita mengetahui / tanda-tandanya "makhluk gaib" 
tersebut sudah tidak "menempel"
 
 Mohon bantuanya.
 
 Terima kasih
 
 Wassalam
 Harry Purnama
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                       

 
---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go 
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke