lmuwan Rusia Ramalkan Bumi Akan Lebih Sejuk           

Selasa, 28 November 2006 

Para peneliti mengingatkan bahwa Bumi kemungkinan menuju temperatur yang
semakin menurun dalam kurun waktu 60 tahun mendatang

 

Hidayatullah.com--Kantor berita Interfax  melaporkan,  para ilmuwan di
Akedami  Observatorium Pulkovskaya di St Petersburg, Rusia  mengatakan,
mereka memperkirakan akan terjadi penurunan temperatur secara berkala dan
global dari tahun 2012-2015, diikuti oleh penurunan suhu secara dramatis
dalam kurun 60 tahun sehingga menjadikan bumi bersuhu dingin pada tahun
2055-60.

 

Khabibullo Abdusamatov, kepala kelompok peneliti di observatorium itu,
mengatakan perkiraan itu berdasarkan pada siklus Matahari dan setelah kurun
waktu 60 tahun pencairan es, maka temperatur yang semula panas akan
diperkirakan menjadi lebih sejuk.

 

Abdusamatov tidak menerangkan bagaimana bumi menjadi semakin dingin.

 

Hanya sedikit yang diketahui mengenai pola perubahan cuaca ataupun iklim.
Bukti-bukti yang mengatakan bahwa suhu bumi naik setengah derajat Celcius
dalam beberapa tahun terakhir yang menyebabkan debat panjang yang
mempertanyakan apakah suhu demikian telah membuat gas rumah kaca yang
menjadi pencetus memanasnya bumi atau apakah hal itu merupakan bagian siklus
alami.

 

Akademi Ilmu Pengetahuan Amerika Serikat telah melaporkan pihaknya tak dapat
menjelaskan faktor apa yang menjadi penyebab naiknya suhu Bumi dalam
beberapa tahun terakhir.

 

Para ilmuwan telah mencatat terjadi kenaikan suhu yang berlangsung pada masa
antara 1890-an hingga 1940-an dan setelah itu terjadi suhu yang menurun,
Bumi menjadi lebih sejuk.

 

Apa yang jelas terlihat naiknya suhu akan terjadi. Selama zaman es yang
berakhir 10 ribu tahun yang lalu wilayah utara Amerika diperkirakan
terselimuti oleh lapisan es .

 

Suhu pada saat itu diperkirakan 4 sampai 5 derajat lebih dingin daripada
suhu saat ini.

 

Namun Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia tidak menggunakan perkiraan mereka
untuk memperhitungkan apakah efek rumah kaca akan membawa kepada situasi
memanasnya Bumi.

 

Abdusamatov, ketua tim peneliti mengatakan rekan-rekannya telah
mempersiapkan peralatan untuk menikmati perubahan suhu yabng terjadi di muka
bumi dengan memantau dari ruang angkasa.

 

Teknologi tersebut diharapkan dapat digunakan pada stasiun ruang angkasa
internasional pada tahun 2008 yang observasinya akan dimulai sejak 2009.

 

Peralatan canggih yang amat akurat itu belum pernah ada sebelumnya,` kata
Abdusamatov tanpa menjelaskan apa yang dimaksud dengan peralatan canggih
tersebut.

 

Ia mengatakan pemerintah Rusia telah menediakan dana sebesar 20 juta rubel
(7,5 juta dolar AS untuk proyek tersebut. Abdusamatov menambahkan ia
berharap separuh lagi biaya proyek diharapkan datang dari pihak sponsor.
[ant/cha]

 

Source :
<http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3900&Item
id=66>
http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3900&Itemi
d=66

 

Kirim email ke