Wah duh lagi! Anda ternyata betul juga, tetapi saya anggap terlalu polos
melihat masalah Timor Timur hanya dari kaca mata politis. Jauh di dalam lubuk
hati orang-orang Timor sebenarnya masalah agama telah menjadi momok yang
meresahkan mereka.
Gubernur Timor Timor ketika itu, Mario Viegas Carrascalao, sesungguhnya sudah
mengungkapkan isi hatinya (kerersahan) sejak tahun 1987 tentang masalah agama,
terutama mengenai acara ritual yang belum bisa diterima oleh rakyatnya yang
mayoritas Katolik.
Pada saat saya bertemu Viegas Carrascalao di Maubara Timor Timur awal tahun
1988 (ketika itu Timtim masih tertutup dari pendatang luar termasuk dari
Indonesia bagian barat), dia mengatakan kepada saya sambil mengangkat bahu dan
mengungkapkan lagi keresahannya mengenai masalah agama.
Ketika akhirnya Timor Timor terbuka, "saudara-saudara" tua yang mayoritas
beragama Islam dari Indonesia bagian barat seakan-akan "menyerbu" kawasan itu
lalu mendirikan rumah beserta rumah ibadah dengan adat ritual agamanya.
Maka pada tahun 1997 meletuslah kerusuhan agama yang dipicu oleh khotbah
berbau melecehkan agama setempat. Ratusan bahkan ribuan orang Indonesia bagian
barat lari-terbirit-birit karena diserang oleh penduduk setempat. Sebagian lari
ke Kupang dengan kepala penuh benjolan akibat pukulan, dan sebagian lagi lari
dari Kabupaten Ambenu (wilayah kantung Timor Timur di kawasan NTT) ke
Kefamenanu ibukoba Timor Tengah Utara NTT.
Di Kefamenanu (Ibukota Kabupatan Timor Tengan Utara NTT) kerusuhan agama itu
berlanjut ketika orang Indonesia yang lari dari Ambenu seakan-akan hendak
"membalas" kelakuan penduduik Timtim yang mengusir mereka, dan lalu melecehkan
gambar Yesus Kristus di Kota Kefamenanu. Akbatnya sangat fatal. Hampir semua
rumah yang penghuninya bergama Islam dan pasar-pasar yang didominisasi
pengusaha beragama Islam dibakar sampai rata dengan tanah.
Pada tahun 1999 awal, Mario Viegas Carrascalao datang lagi ke Kupang ibukota
NTT (sebelum dia melarikan diri ke Makao) dan mengungkapkan keresahan hatinya
di depan anggota DPRD NTT). Ada beberapa masalah besar yang dia ungkapkan
mengenai penyebab kekacauan di daerah bekas jajahan Portugis itu. Yang pertama
soal kemiskinan, kedua soal korupsi, ketiga soal ketidakadilan, dan yang ketiga
adalah soal agama yang sangat meresahkan dan itulah yang terutama sebagai biang
keladi kekacauan. Alasan itu pun dia kemukakan pula kepada saya di luar acara
dengan anggota DPRD NTT.
Agama itulah yang menjadi penyebab atau mungkin dipakai sebagai pemicu semua
masalah (politis) untuk membebaskan dirinya (merdeka) dari cengkraman
Indonesia. Pengakuan Viegas Carrascalao dan hasil pengamatan saya yang mungkin
sumir selama bertugas di daerah itu (NTT dan Timor Timur) dapat membenarkan
pendapat saya bahwa agama memang penyebab kerusuhan di wilayah itu.
Anda mungkin benar bahwa kerusuhan itu disebabkan oleh karena Australia dan
negara barat resah ketika di teras rumahnya akan terjadi seperti di Kuba.
Tetapi, kita dapat melihat bahwa di dalam semua kejadian itu terselip masalah
agama yang membakar semua persoalan menjadi tambah parah. Bukankah Australia
dan negara barat sampai kini masih tetap resah juga lantaran masalah teroris
yang berbau agama?
Saya hanya mau menyampaikan pesan bahwa jika masalah agama ini kita
bangkit-bangkitkan terus, maka kekhwatiran saya bahwa negara ini akan pecah
lagi mungkin sekali akan menjadi kenyataan. Semoga saya keliru, dan mohon maaf.
IUR
Wadhuh, kita harus ingat bahwa negara kita ini sudah menganeksasi dan
menjajah Timor Timur semenjak taun 1975, atas dukungan Kissinger (waktu itu
menlu AS). Setelah Timtim dilepas dari Portugal dan ada FRETILIN yang populer
dan sosialis, Australia dan blok barat terlalu takut akan ada "Kuba di teras
Australia." Jadi 1) persoalan timtim lepas dari Indonesia itu bukan persoalan
agama, dan 2) memang sudah sepantasnya timtim itu dilepas dari Indonesia karena
"penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan
perikemanusiaan dan perikeadilan."
Kalau soal perda berbasis syariah atau berbasis injil, wadhuh sudah sepantasnya
pula kita punya pemerintahan sekuler yang tidak berpihak pada agama manapun.
tabik,
-tri-
On 23/03/07, Immanuel Rey <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Wah duh...! Kalau sudah begini saya malah prihatin berat. Jangan-jangan ini
negara bakal pecah berantakan menjadi berkeping-keping. Di mana-mana di dunia
ini perpecahan terjadi karena penyebab utamanya adalah agama. India pecah
menimbulkan negara Pakistan, konon, lantaran agama. Sri Lanka juga kacau balau
karena agama, dan di Inggris juga begitu, dan banyak negara lain.
Indonesia tepaksa melepaskan kembali Timor Timur menjadi negara merdeka juga
karena penyebab utamanya adalah AGAMA. Kacau-balau di negeri bekas jajahan
Portugis itu dimulai sejak tahun 1997 dan pemicunya adalah perkara agama. Saya
sedikit banyak tahu masalahnya karena bertugas dan meliput ke sana sampai pada
masa kota Dili dibumihanguskan pascajajak pendapat yang dimenangi oleh kelompok
pro-kemerdekaan.
Sebuah cerita dari kitab suci orang Kristen tentang Kisah Menara Babel
mengingatkan saya tentang perpecahan manusia sampai tercerai berai. Saya
khawatir, jangan-jangan riwayat Babel ini akan terulang lagi di negeri
Indonesia.
Anda boleh percaya atau tidak, negeri Nusantara ini sebenarnya sudah tiga
kali terbentuk menjadi satu kesatuan. Pertama kali Kerajaan Sriwijaya berhasil
menyatukan Nusantara melalui kekuatan armada laut yang kuat. Umur Sriwijaya itu
lebih kurang 60 tahun lalu pecah berantakan. Patih Gajah Mada di Kerajaan
Majapahit sampai bersumpah tidak mau makan palapa sebelum Nusantara ini
dipersatukan. Dia berhasil, tetapi umur kerajaan ini pun kira-kira 60 tahun
juga, lalu pecah berkeping-keping.
Setelah itu datang orang bule bernama Belanda menduduki ini Nusantara dari
Sabang sampai Merauke. Bangsa Melayu bernama Indonesia ini lalu ketiban rezeki
ketika Jepang bertekuk lutut lantaran bom atom menghantam Hiroshima dan
Nagasaki. Maka muncullah negara baru bekas jajahan Belanda ini menjadi Republik
Indonesia.
Sekarang Republik ini sudah mecapai usia 60 tahun. Korupsi dan kemiskinan
belum lagi dapat dibenahi, muncul urusan agama dan syariah yang bikin harubiru
dan pusing kepala pengikut milis ini, dan tampak-tampaknya akan menjadi cikal
bakal perpecahan.
Mungkinkah negeri Nusantara ini ditakdirkan untuk pecah lagi untuk ketiga
kalinya?
IUR
Donald USE Taralia < [EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kita dukung apa tidak nih?
DT
Manokwari Godok Raperda Berbasis Injil
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=287214&kat_id=3
JAKARTA -- Pemerintah dan DPRD Kab Manokwari, Provinsi Irian Jaya Barat,
sedang memfinalisasi rancangan peraturan daerah (raperda) pembinaan mental dan
spiritual berbasis Injil. Raperda yang dimunculkan kali pertama pada 7 Maret
2007 itu dinilai merugikan pengembangan agama lain di daerah tersebut.
Julukan Manokwari sebagai Kota Injil, kata Wakil Ketua DPRD Manokwari, Amos H
May, baru sebatas wacana. Usulan raperda itu hanyalah pokok pikiran yang
diusung unsur gereja dan sejumlah pakar. ''Bentuknya baru berupa pokok pikiran,
bukan raperda karena tidak diusulkan eksekutif dan legislatif,'' ujar Amos saat
dihubungi, Kamis (22/3).
Namun, dia mengakui jika usul tersebut sudah masuk ke eksekutif. Walau, ada
sejumlah pasal yang bertentangan dengan peraturan di atasnya, terutama terkait
cara peribadatan. ''Hal bertentangan ini perlu dikaji, sehingga jika
diberlakukan tidak menimbulkan konflik SARA,'' kata Amos.
Dia menjanjikan, peraturan yang dibuat tidak akan menimbulkan perpecahan
karena pada dasarnya setiap orang menginginkan kotanya baik. Sebagai awalan,
minuman keras dan prostitusi akan dilarang. ''Peraturan ini untuk mewanti-wanti
masyarakat supaya mengubah perilakunya.''
Di antara isi pasal raperda itu adalah melarang pemakaian busana Muslimah di
tempat umum, melarang pembangunan masjid di tempat yang sudah ada gereja.
Dibolehkan dibangun masjid atau mushala, asalkan disetujui tiga kelompok
masyarakat (terdiri atas 150 orang) dan pemerintah setempat terlebih dulu.
Raperda juga melarang azan, dan membolehkan pemasangan simbol salib di
seluruh gedung perkantoran dan tempat umum. ''Kami khawatir, raperda ini
memunculkan kekerasan,'' kata Junaidi, warga Manokwari yang juga aktivis GP
Anshor, belum lama ini di Jakarta.
Kerusuhan yang memecah kerukunan umat beragama di Ambon dan Poso, bisa
terjadi di Manokwari jika Pemda dan DPRD setempat bersikukuh mengesahkan
raperda itu. Kondisi demografis di Manokwari mirip dengan Ambon dan Poso.
Menurut Junaidi, selisih penduduk non-Muslim dan Muslim di Manokwari tidak
terpaut jauh. Sedangkan komposisi anggota DPRD, dari 25 anggota dewan, empat di
antaranya Muslim.
Sejauh ini, situasi masih damai dan tenang. ''Warga juga tak menghendaki
raperda yang membuat hidup rukun kami jadi bermusuhan,'' kata Junaidi. Dari
perspektif hukum, kata mantan ketua YLBHI, Munarman, raperda itu rancu dan
diskriminatif terhadap raperda antimaksiat yang pernah diusulkan di beberapa
daerah, tapi ditentang oleh LSM sekular. Bahkan, raperda antimaksiat itu dicap
sebagai bentuk radikalisme.
''Padahal, raperda itu tak pernah melarang penganut agama selain Islam pergi
ke tempat ibadah, atau menggelar ibadahnya,'' jelas Munarman. Raperda sejenis
di Manokwari, menurut Ketua Harian KAHMI, Asri Harahap, menjadi bibit munculnya
perpecahan. Semestinya, raperda ini tak diterbitkan karena hanya
mengistimewakan satu agama saja. ''Butuh kearifan dari pemimpin daerah untuk
tidak meletupkan perpecahan di tengah bencana yang bertubi-tubi menimpa bangsa
Indonesia. Kami menyesalkannya,'' kata dia. tid/ren
Pasal Diskriminatif Reperda Manokwari
Butir 14 Ketentuan Umum: Injil sebagai kabar baik
Pasal 25: Pembinaan mental memperhatikan budaya lokal yang menganut agama
Kristen
Pasal 26: Pemerintah dapat memasang simbol agama di tempat umum dan
perkantoran
Pasal 30: Melarang pembangunan rumah ibadah agama lain jika sudah ada gereja
Pasal 37: Melarang busana yang menonjolkan simbol agama di tempat umum
---------------------------------
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food Drink Q&A.
---------------------------------
Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.
--
"Beneath this mask there is more than flesh. Beneath this mask there is an
idea, and ideas are bulletproof." -V for Vendetta (2005 movie)
---------------------------------
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel
bargains.