IIIHIMsight ed. 25 Maret 2007
HIMailinglist : [EMAIL PROTECTED]
HIMtv
Beberapa minggu lalu, tepatnya setelah Empat Mata mulai menambah jam
tayangnya menjadi 1,5 jam setiap hari Senin sampai dengan Jumat, di beberapa
milis yang penulis ikuti timbul pro kontra tentang tayangan yang menampilkan
Tukul Arwana sebagai host-nya. Tema yang diperdebatkan adalah : apakah program
seperti itu mendidik ? Ha
hari gini masih ngomongin apakah tayangan televisi
kita mendidik ?!
Dari kubu yang pro pastinya terlontar beberapa alasan pembelaan. Mulai dari
asumsi bahwa acara ini memang buat guyon kok, jangan samakan donk dengan gaya
Oprah Winfrey, sekedar pelepas stress pas pulang kantor, masih mending nonton
wong ndeso daripada cape melihat janji omongan pejabat2, sampai dengan
membandingkan dengan lebih membodohi mana ketimbang sinetron2 religius yang
nggak jelas maksudnya itu. Kalo nggak suka, tokh tinggal pencet remote control
aza dan pindah channel.
Sedangkan dari kubu yang kontra tentunya memprotesnya dengan berbagai alasan,
diantaranya : tidak mengajak pemirsa buat berpikir kritis, ngajak ketawa nggak
mutu, kerapkali celetukannya nyerempet melecehkan perempuan, sampai ke soal
bagaimana yach kiat buat melawan popularitas Empat Mata ini. Tentu saja para
pengelola tv jangan sampai terjebak pada kreatifitas mengekor, mentang2
talkshow lagi nge-trend, rame2 melahirkan konsep yang nyaris serupa. Bikin donk
alternatifnya !
Jujur nich, penulis sendiri membatasi diri untuk menonton acara tersebut
hanya jelang akhir pekan saja ( maaf nich jadi terkesan promosi : kalau tidak
nonton Bioskop TransTV dengan standar tayang perdana di layar kaca, mendingan
tidur ). Maklum kalau frekuensi nonton Empat Mata makin sering, justru bakal
terjebak pada kejenuhan menyaksikan format lawakan yang cenderung begitu-begitu
saja.
Awalnya mungkin pengulangan seperti itu akan membuat gerr dan membuat slogan
yang dipakai bakal diingat pemirsa, seperti istilah kembali ke lapptopp
yang
sedang populer itu. Tapi lama kelamaan, musti siap2 punya plan B kalau tayangan
bernuansa kelakar tersebut sudah tak memiliki greget lagi.
Kejutan di episode ke-100 tentunya tidak bisa terulang lagi dalam tayangan2
berikutnya, jadi tim kreatif musti kerja keras lagi nich. Buat mas Tukul, aji
mumpung boleh asal jangan berlebihan. Saran penulis, jangan asal main terima
job yang datang dan jangan terlalu sering muncul bergentayangan di program2
stasiun2 tv lain yang justru bisa jadi bumerang nantinya.
HIMtermezzo
Kepopuleran Tukul Arwana bisa dibilang terbantu juga oleh begitu merakyatnya
istilah yang sebenarnya ungkapan bercanda ( bahkan boleh dianggap uneg2 )
macam katro, kutukupret, sana kembali ke pohon, wong ndeso, hayo siapa yang
mau masuk tv, under estimate, listening skill-nya payah dan masih banyak lagi.
Maksudnya kalo orang kebanyakan mengucapkan sebuah kata tersebut diatas,
berarti secara tak langsung asosiasi pemirsa akan merujuk kepada Tukul Arwana,
atau spesifiknya program Empat Mata.
Beberapa konsultan, terutama spesialis pembicara seminar pastinya sudah tahu
taktik pemakaian slogan seperti ini, bahkan beberapa dari mereka menjadikan
sebuah kata sebagai salam pengenal dalam komunitasnya. Super, luar biasa,
dahsyat, dan kata2 sejenis digunakan sebagai penanda bahwa apa yang mereka
sampaikan itu bukan hal yang biasa2 saja.
Rhenald Kasali, setelah sukses meluncurkan buku bertajuk cHaNgE! kini
tengah gencar mensosialisasikan istilah Re-Code yang pastinya ini terkait
dengan peredaran karya tulis terbarunya. Sudah pasti dalam setiap seminar,
istilah Re-Code ini diulang terus menerus biar secara tak langsung pemirsa
ingat sendiri. Kata lain yang juga tengah populer saat ini dan secara tak
terduga mengangkat kembali pamor tayangan2 sajian kuliner yang mendapat atensi
kembali, tentunya karena kerap diucapkan oleh Bondan Winarno setiap habis
mencicipi masakan yang bikin ngiler pemirsa di rumah : Mak nyuss
HIMusic
Bulan Maret ini banyak sekali single terbaru dari beberapa penyanyi maupun
grupband yang sudah rilis namun mohon maaf tidak bisa masuk weekly-chart
HIMpersada10. Disamping karena tentunya ada keterbatasan tempat karena hanya 10
lagu yang terpilih, juga tentunya mesti disesuaikan ( dalam hal ini secara
subyektif, beda selera boleh khan ? ) dengan format yang hendak disajikan
sesuai target pendengar maupun penikmat musiknya, namun bukannya tidak masuk
dalam pantauan penulis. Contoh paling gamblang tentunya berkaca pada kasus
lagu2 Radja yang begitu didemenin pembuat program musik televisi, namun
diemohi rata2 para music director radio untuk diputar dalam playlist-nya.
Beberapa lagu baru yang muncul tapi tidak lolos kualifikasi
pilihan penulis adalah : Bunga ( Ihsan ), Mabuk cinta ( Iwan Fals ), Joss (
Abdul ), Kamu penipu ( Tipe-X ), Kesepian ( Dygta ), Tidur malam ini ( Bragi
ft. Nindy ), dan Sendiri ( Sherina ). Fyi, second single yang sedang booming
dalam program request beberapa radio di Jabotabek beberapa minggu belakangan
ini, apalagi kalau bukan tembang yang dinyanyikan Melly Goeslaw : Gantung !
Setelah Melly Goeslaw, Utopia, sampai Maliq & dessentials tahun ini
mengeluarkan lagu baru dengan judul berbahasa Inggris, Kris Dayanti lewat
tembang paling gresnya pun pekan ini melakukan hal yang sama sebagai new entry
di chart HIMpersada10. Btw, dalam pojok pendapat artikel MUDA di harian KOMPAS
edisi Jumat lalu ( 22 Maret 2007 ) ada yang mengusulkan soal pemuatan chart
mingguan lagu2 yang sedang nge-trend di tanah air, mungkin HIMpersada10 bisa
dijadikan acuannya oleh tim redaksi MUDA ? Ini sekedar usulan, moga2 bisa
diterima J
HIMoments this week :
Especially for you ( Jason Donovan & Kylie Minogue )
HIMtertainmentSound is provided by :
Retromantic of HardrockFM87.6
Rhytym of love of MustangFM88
Monday Back2back, Wednesday Slow Machine, & Sunday Club 80s of KISFM95.1
One Love of JAKFM101
HIMsight | HIMpersada10 | HIMoments
HIMfs : [EMAIL PROTECTED] | HIMblog! :
http://himfiles.blogs.friendster.com
HIMym : jukeboxlist | HIMailinglist : [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
Real people. Real questions. Real answers. Share what you know.