ULER IJOH EMANG ADA DAN BERBANGHAYA?
Senin,26 mrt 2007

''Bayangkan, kalau mereka tidak tertangkap, berapa korban jiwa yang 
akan jatuh. Karena dari tangan mereka, polisi menemukan 20 bom 
aktif,'' ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Sisno 
Adiwinoto, Senin (26/3) kemarin.

>>>>>>>>>>>>>>
KOMENTARANKU,
Jingkalao terlalu lama dibiarken,

Mangka kurbanpun bakalan tak berbilang nantinyah.

>>>>>>>>>>>>>>>>>


Hmmm,maok dikumahaken lagih atuh?

Jingkalao bukti2 udah enggak bisak dielakken lagih!

Bahuwa Terorist uler ijoh ituh EXIST MENGANCEM.

Jadi ada dua kenyataan, kudu ditanggepin dengen teges.

1. SARAT IDIOTIK ITUH SARANA MENGEKSTRIMKEN

ISLAM MODERAT.

2. ULER IJOH ITUH BERBAJU ISLAM RADIKAL YANG

ANTI PLURALISMEH DAN ANTI PANCASILAH.

Jadi merekah kudu ditumpas atawa dihentiken kegiatannyah,

KERANA BAKAL MAKAR ATAWA MERONGRONG NKRI.

Dan dibawah inih,cumanlah bukti, bergeraknyah uler ijoh

Di kalangan ISLAM DOGOL KEBLINGER.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

12,5 Kg Bahan Peledak Diamankan... ...
Densus Tangkap Ahmad Syahrul 
Surabaya (Bali Post) -
Satu lagi tersangka teroris ditangkap di Surabaya, Senin (26/3) 
kemarin. Tersangkanya Ahmad Syahrul Uman (24). Ia ditangkap di 
rumahnya di kawasan Jalan Simo Gunung Baru Jaya III D/74 Surabaya 
oleh anggota Densus 88 Mabes Polri. 

Dalam penangkapan itu juga diamankan bahan peledak 12,5 kilogram 
yang terdiri atas TNT, Natrium Klorat, 20 detonator dan tiga buku 
jihad. Buku tersebut; serangan WTC dan buku jihad bergambar 
terpidana mati Amrozy. 

Kapolres Surabaya Selatan AKBP Drs. Herry Dahana, M.Si. membenarkan 
penangkapan Ahmad Syahrul Uman itu. ''Anggota saya sifatnya membantu 
pengamanan proses penangkapan. Soal teknisnya sudah masuk wilayah 
Densus 88 Antiteror,'' katanya sambil menjelaskan anggotanya yang 
diturunkan untuk mengamankan penangkapan Achmad Syahrul sebanyak 
satu peleton.

Ia menceritakan, penangkapan Achmad Syahrul Uman didahului dengan 
pengintaian dari anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri sejak Jumat 
(23/3) lalu. Menurutnya, pengintaian di sekitar rumah Ahmad Syahrul 
di perkampungan kumuh di Jalan Simo Gunung Baru Jaya III D/74 
Surabaya itu hasil pengembangan penyelidikan dari tersangka Maulana 
Yusuf Wibisono (40), yang ditangkap Rabu (21/3). Berdasarkan 
pengembangan itulah, petugas Densus 88 kemudian mengembangkan 
penyidikannya.

Hasilnya, anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri dibantu satu 
peleton anggota Polresta Surabaya Selatan yang dipimpin langsung 
AKBP Drs. Herry Dahana, M.Si. menggerebek rumah nomor 74 itu. 
Letaknya hanya 200 meter dari Mapolresta Surabaya Selatan.

Saat penggerebekan di rumah itu ada tersangka Ahmad Syahrul Uman dan 
bapaknya, Amir Slamet. Tidak ada perlawanan berarti saat polisi 
melakukan penangkapan. Ketika penggerebekan berlangsung, warga 
kampung sempat geger. Namun, mereka tidak diperkenankan mendekat ke 
rumah Achmad Syahrul. Polisi memasang police line beberapa meter 
saat berlangsung penggerebekan itu. (059)

++++

http://www.balipost .co.id/balipostc etak/2007/ 3/27/n1.htm

Sudah Ditemukan 20 Bom Aktif 

Jakarta (Bali Post) -
Meski belum berhasil menangkap dua gembong teroris paling dicari, 
Noordin M. Top dan Abu Dujana, namun penangkapan tujuh tersangka 
kasus terorisme pekan lalu patut disyukuri. Pasalnya, ketujuh 
tersangka teroris itu memiliki kemampuan untuk melakukan setidaknya 
20 kali aksi peledakan bom. ''Bayangkan, kalau mereka tidak 
tertangkap, berapa korban jiwa yang akan jatuh. Karena dari tangan 
mereka, polisi menemukan 20 bom aktif,'' ungkap Kepala Divisi Humas 
Polri Irjen Pol. Sisno Adiwinoto, Senin (26/3) kemarin.

Menurut Sisno, hingga kini polisi belum mendapatkan keterangan dari 
para tersangka mengenai lokasi-lokasi yang akan dijadikan sasaran 
untuk diledakkan. Ia berjanji, pada saatnya nanti, polisi pasti akan 
membeberkan lokasi-lokasi yang direncanakan akan diledakkan oleh 
para tersangka.

Kepala Polisi Federal Australia (Australian Federal Police -- AFP) 
Komisioner Mick Keelty mengungkapkan, AFP akan melakukan 
penyelidikan bersama dengan Polri terkait penemuan berbagai bahan 
peledak milik ketujuh tersangka itu. Penyelidikan itu dilakukan 
untuk mengetahui struktur jaringan Jamaah Islamiah (JI), target-
target bom, dan para pelakunya, termasuk yang belum tertangkap. 

Di tempat yang sama, Kapolri Jenderal Pol. Sutanto mengungkapkan, 
dalam waktu dekat Polri akan meminta contoh DNA Noordin M. Top dari 
keluarganya di Malaysia. DNA itu nantinya akan disimpan di 
laboratorium DNA milik Polri untuk sewaktu-waktu digunakan untuk 
melacak Noordin. ''Nanti kita akan mintakan dari keluarganya di 
Malaysia,'' kata Kapolri. (kmb5)

[Non-text portions of this message have been removed]



Kirim email ke