Sepanjang pengamatan saya, di negara2 Eropa para imigran ini seperti 
layaknya penduduk asli, terdiri dari berbagai kelas mulai dari yang 
miskin sampai yang paling kaya. Tentunya proporsi kaya dan miskin juga 
mengikuti kaidah umum bahwa orang yang miskin lebih banyak daripada 
yang kaya. 

Sesuai pendapat "scribbler", negara-negara Skandinavia memberlakukan 
perlindungan khusus untuk pengungsi korban perang. Sementara di negara 
Eropa lainnya dan mungkin juga di US, imigran datang lebih dikarenakan 
motif ekonomi, dimana kehidupan di negara tujuan dianggap lebih baik 
drpd negara asal. Penduduk asli sudah semakin sedikit yang berminat 
dengan pekerjaan 'low level' sehingga posisi ini banyak diisi kaum 
imigran. Di satu sisi, imigran menjadi masalah buat mereka tapi di sisi 
lain, mereka tetap butuh para imigran ini. 

Mungkin menarik juga kalau ditarik kesimpulan: perang dan globalisasi 
ekonomi menjadi penyebab utama terjadinya migrasi. Jadi, kalau tidak 
mau berhadapan dengan masalah yang ditimbulkan imigran, negara maju 
harus mau menghentikan perang dan arus globalisasi. Tapi, mereka juga 
harus siap dengan konsekuensi lainnya.  

Kalau dikaitkan dengan ajaran yang dianut, saya rasa kita bisa melihat 
lebih proporsional bahwa ada imigran muslim yang sukses dan tidak semua 
imigran tsb muslim. Di samping itu, cukup banyak penduduk asli kemudian 
menjadi muslim setelah berinteraksi dgn imigran. Di Swedia contohnya, 
agama merupakan masalah pribadi yang tidak diatur dalam sistem 
pemerintahan. Bahkan tidak ada statistik yang pasti berapa jumlah 
pemeluk suatu agama tertentu. Oleh karenanya, agak sulit mengukur 
tingkat kesejahteraan berdasarkan agama yang dianut. 

Yang pasti, di negara ini kesenjangan antara miskin dan kaya hampir 
tidak terlihat. Pajak penghasilan yang bisa mencapai 50% dikembalikan 
ke masyarakat dlm bentuk berbagai tunjangan kesejahteraan sosial. Kalau 
sudah jadi warga negara, nggak kerja pun bisa dapat tunjangan bulanan 
yang cukup untuk hidup layak. 

Nah, mungkin anda yang bermukim di Swedia bisa memberikan klarifikasi 
mengenai kebenaran informasi saya ini. 



---------------------------------
Re: Aturan universal - Re: Muslims out of Australia!
Posted by: "scribbler scribbler" [EMAIL PROTECTED] 
freakyscribbler
Date: Tue Jun 19, 2007 8:05 am ((PDT))

Kita harus melihat latar belakang kenapa keberadaan para imigran dari 
Timur
Tengah di Eropa seperti itu. Para imigran itu kebanyakan adalah 
keluarga
korban konflik di Timur Tengah. Mereka mengungsi untuk menyelamatkan 
nyawa
mereka. Tanpa keahlian dan pendidikan yang memadai mereka datang ke 
Eropa
dan harus bersaing dengan orang tuan rumah yang berpendidikan dan 
memiliki
keahlian. Akibatnya mereka termarjinalisasi, hidup di ghetoo dalam
kemiskinan. Dari situlah muncul masalah-masalah sosial seperti 
kejahatan.
Apalagi pasca September 11 dan serangan terror lainnya imigran dari 
Arab
semakin termarjinalisasi karena racial prejudice yang semakin besar. 
Mereka
sulit mendapat pekerjaan dan didiskriminasi dalam berbagai bidang.
Masalah dari negara-negara Eropa, terutama negara Skandinavia, adalah 
mereka
terlalu membuka diri terhadap pencari suaka dari negara Arab yang 
tertimpa
konflik.
Gambaran imigran Arab di Eropa dan Amerika mungkin berbeda. Kebanyakan
imigran Arab di Amerika adalah kelas menengah dan mereka terintegrasi 
dengan
baik, walaupun ada masalah racial profiling dll setelah Sept 11.
Itu karena latar belakang imigrasi mereka juga berbeda.


Kirim email ke