Di India, Bangladeh dan Pakistan bukan laki-laki yang berikan mas kawin 
tetapi perempuan kepada oran tua/saudara sang suami.

----- Original Message ----- 
From: "marthajan04" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, July 10, 2007 6:21 AM
Subject: [mediacare] Muak - Re: Sepasang pengantin Arab ............


> Mas Henry, saya mbak bukan mas. Terus terang, saya malu sekali
> melihat budaya (bukan hanya di islam atau di Indonesia saja)
> meminta / menerima mas kawin dari pihak laki2.
> Iya benar itu adalah simbolis saja. Tapi simbolis dari apa?
> Jaman dahulu kala memang perempuan diberikan oleh orang tuanya
> kepada keluarga laki2 dengan tebusan mas kawin.
> Lihat saja dari cerita2 jaman dulu. Perempuan dijadikan istri, orang
> tuanya diberi uang pengganti sesuai yang diminta pihak wanita.
> Setelah menikah, si wanita ini harus kerja untuk keluarga lelaki,
> dan orangtua si wanita sudah tidak berhak lagi menegur anaknya mau
> diapakan juga. Tidak bisa diminta lagi. Malah orangtuanya kalaupun
> tahu, akan menasihati anak wanitanya itu untuk sabar dan berkelakuan
> lebih baik lagi. Setelah wanita itu menjadi seorang ibu dan punya
> anak lelaki, maka dia juga berhak berlaku begitu kepada menantu
> perempuannya.
>
> Jaman sekarang tentu saja wanita sudah dilindungi oleh hukum dan
> tidak bisa diperlakukan semaunya. Berhak minta cerai dlsb.
> Tapi simbolis yang melambangkan perbudakan itu, menurut saya
> sebaiknya dihilangkan saja. Sangat merendahkan wanita.
>
> salam,
> Martha Jan.
>
>
>
> --- In [email protected], Henry <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> wah kalo maksudnya menjual anak gadisnya kayanya kelewatan tuh,
> saya rasa itu hanya simbolis saja dimana biasanya istri akan ikut
> suami (ini di banyak budaya gak hanya islam saja). Kalo malah di
> anggap seperti digadaikan kan itu dipikiran mas marthajan saja.
> Malah saya gak berpikiran  mau membeli wanita dengan mahar tuh mas...
>>
>> kejadian macam itu gak sering terjadi sih sepertinya, kalo memang
> dasarnya mau rakus, ya rakus aja gak pake embel2 agama..
>>
>> salam damai
>>
>> marthajan04 <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:                                  mahar itu memang maksudnya
> menjual anak gadisnya. jadi kalau
>>  orangtua si perempuan menerima mahar dari pihak laki2, artinya
>>  anaknya sudah digadaikan dan selamanya tidak berhak lagi turut
>>  campur anak perempuannya diperlakukan apapun juga, kecuali
> tentunya
>>  melanggar hukum negara.
>>  Tapi kalau anak perempuan yang sudah dijual itu di jadikan
> seperti
>>  pembantu, orangtuanya sudah tidak bisa protes lagi. lah wong udah
>>  dijual.
>>
>>  jadi kalau si dede bilang mengangkat derajat perempuan, hal itu
>>  sangat menggelikan.
>>
>>  makanya, lawanlah budaya menjual anak dengan tidak menerima mas
>>  kawin dari pihak laki2. Ini berlaku untuk budaya apapun juga,
> tidak
>>  hanya untuk agama islam.
>>  sudah bukan jamannya lagi anak perempuan dijual kepada pihak
> laki2.
>>
>>  mj
>>
>>  --- In [email protected], dede hermawan <dieher81@> wrote:
>>  >
>>  > Kalau saya boleh ikut campur,,,tujuan Islam mewajibkan mahar
> pada
>>  calon istri adalah sebenarnya mengangkat si perempuan
>>  tersebut..dalam kontek historis, di mana seorang perempuan
> sebelum
>>  Rasul nyaris tidak ada penghormatan sama kaum perempuan...Kini
>>  setelah Rasul dan Islam datang, martabat kaum Hawa terangkat
> dengan
>>  mewajibkan pada calon istri harus ada mahar...
>>  > Rasul sendiri tidak memberikan batasan dalam hal mahar bahkan
>>  beliau sendiri kalau tidak mampu maka dengan cicin besi...
>>  >
>>  > ISlam itu sebenarnya tidak memberatkan pada kaumnya, bahkan
>>  memudahkan..
>>  >
>>  > trims,
>>  >
>>  > Dede
>>  >
>>  > Immanuel Rey <umbu_rey@>
>>  wrote:
>>  > Makin muak kok hahahahaha...MUNTAH dong, baru benar! Lagi pula
> mau
>>  mengajari orang tatakrama yang baik, mosok ngajak ketemu pakai
>>  kondom rasa baru segala. Apa hubungannya? Akh, yang mengundang
>>  FITNAH itu siapa? Entar dia bilang, "Nah kan benar. Kamu yang
>>  biadab!"
>>  >
>>  >   Hei bung, Ny Muskitawati itu harus kita lawan pakai nalar.
> Kasih
>>  alasan atawa argumen yang masuk akal bahwa dia salah. Nanti juga
> dia
>>  keok. Itu juga kalau kau bisa. Saya pikir Ny Mus itu cuma mau
>>  mencari tahu bagaimana cara kita bernalar, sampai di mana
>>  pengetahuan kita. Gitu saja kok repot, Hehehe.
>>  >
>>  >   Salam,
>>  >   IUR
>>  >
>>  > erick enggano <erick_enggano@> wrote:
>>  >       Hahahaha.... saya sekarang makin muak dengan opini-opini
>>  nyonya yang satu ini. Kerjanya mengundang FITNAH aja. Selaku
> orang
>>  Indonesia saya merasa Nyonya Muskitawati perlu diajarkan
> tatakrama
>>  yang baik...!!!
>>  >
>>  > Nyonya Mus, ketemuan yuk??? Saya punya kondom rasa baru nih,
>>  khusus untuk Muskitawati.
>>  >
>>  > salam,
>>  >
>>  > erick enggano
>>  >
>>  > --- Hafsah Salim <muskitawati@> wrote:
>>  >
>>  > > > Batul <jereweh@> wrote:
>>  > > > Sana`a (ANTARA News) - Setelah beberapa tahun
>>  > > berpacaran dan menunggu
>>  > > > bersanding dengan istri tercinta, harapan itu
>>  > > kandas ketika pesta
>>  > > > pernikahan berlangsung. Sang mertua bersikeras
>>  > > meminta sejumlah uang
>>  > > > yang tergolong besar kepada menantunya sebagai
>>  > > syarat dapat memboyong
>>  > > > puterinya. Tanpa pikir panjang pengantin pria
>>  > > langsung mencerai
>>  > > > pengantin wanita itu di hadapan para tamu. Pesta
>>  > > bahagia yang
>>  > > > diharapkan terwujud berganti dengan kesedihan. (*)
>>  > > >
>>  > >
>>  > >
>>  > > Tragedy diatas ini khan bisa terjadi hanya sebagai
>>  > > akibat dari ajaran
>>  > > Islam itu sendiri. Apa yang dilakukan meretua itu
>>  > > sesuai dengan
>>  > > aturan dalam agama Islam itu sendiri. Namun dalam
>>  > > kacamata peradaban
>>  > > sekarang ini perbuatan ayah mertua itu adalah amoral
>>  > > dan unethical.
>>  > >
>>  > > Banyak sekali tragedy dalam kehidupan umat Islam
>>  > > akibat ajaran2nya
>>  > > yang sebenarnya sangat biadab untuk ukuran kehidupan
>>  > > dizaman modern
>>  > > ini. Namun tragedy2 ini wajib ditutupi oleh setiap
>>  > > umat Islam karena
>>  > > dilarang men-jelek2an  agama sendiri dalam hal ini
>>  > > juga ada ajarannya
>>  > > dalam Al-Taqya.
>>  > >
>>  > > Wanita dalam Islam memang dianggap barang yang bisa
>>  > > dijual beli.
>>  > >
>>  > > Ny. Muslim binti Muskitawati.
>>  >
>>  >
>>  >
>>  >
>>  >
>>  > ---------------------------------
>>  > Pinpoint customers who are looking for what you sell.
>>  >
>>  >
>>  >
>>  >
>>  > ---------------------------------
>>  > Luggage? GPS? Comic books?
>>  > Check out fitting  gifts for grads at Yahoo! Search.
>>  >
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> Henry Prihanto Nugroho
>> 2/9 Edison Road
>> Bedford Park, Adelaide, SA 5042
>> www.ppiasa.com & www.ppiasa.com/forum/
>> (+61) 406533058 (mobile)
>>
>> ---------------------------------
>> Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see
> what's on, when.
>>
>
>
>
>
> Web:
> http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
>
> Klik:
>
> http://mediacare.blogspot.com
>
> atau
>
> www.mediacare.biz
>
> ====================
> Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> -- 
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.10.2/893 - Release Date: 7/9/2007 
> 5:22 PM
>
> 

Kirim email ke