Saran saya Pak Ferry, 

Lain kali pandai2lah kita memilih media. Bangsa ini bangsa yang makin
rapuh, mudah dicabik2 terutama oleh isu agama. 
Untuk bangsa yang rapuh ini majalah semacam Sabili itu tak ada
gunanya. Apakah Pak Ferry tidak sadar Sabili kelihatan sekali tidak
punya niat baik mencerdaskan umat? 

Apa sih yang dilakukan Sabili selama ini selain mengobok2 emosi umat?
umat dibuat bodoh demi SUKSESnya memelihara dan menularkan kebencian
orang2 dibalik Sabili terhadap orang2 lain yang beridentitas beda. Apa
media model begitu Islami? saya yakin tidak!

Mengertikah Anda maksud saya? 
Sementara orang lain sudah bicara tentang revolusi teknologi
informasi, tentang upaya bersaing di pasar global; sejumlah umat Islam
versi Sabili putar-puter (dalam kebodohannya) merusak properties milik
orang lain! diobok2 emosinya lewat politisasi tema kristenisasi, lain
kali pakai tema dendam kesumat terhadap Yahudi/Amerika, lantas
mengorganisir pengiriman pasukan jihad ke Timur Tengah untuk MATI
SIA-SIA di sana. 
Tidakkah disadari Sabili sedang melakukan pembodohan umat? 

Jadi untuk apa membuang2 waktu membahas isi majalah yang membodohkan
umat? 
Media yang Islami seharusnya punya visi-misi mencerdaskan umat
sendiri, lebih Islami lagi kalau bahkan berhasil mencerdaskan bangsa
yang bahkan berbeda2 agamanya, sebab itu artinya Islam menjadi rahmat
bagi bangsa. Bukan begitu?

I.


--- In [email protected], ferry irawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> isue ini saya lemparkan di forum milis untuk didiskusikan teman2 di
milis ini...

Kirim email ke