Jadi ini menjelaskan bahwa Ibu Mus bukan simpatisan Pak Harto...

Begitu mudah kita menilai orang berdasarkan dugaan2... Anti Yahudi, 
Pro Yahudi, Anti Cina, Pro Cina, Anti Amerika, Pro Amerika, Anti 
Islam, Pro Islam ...

Ada baiknya kita selalu kembali kepada substansi pembicaraan. Bila 
yang dikatakan oleh Ibu Mus begini begini, kita bisa bantah hanya 
sebatas kata katanya saja, dengan argumentasi paling absah yang kita 
punya, bahwa mustinya begitu-begitu.. dst

Mari, lanjutkan... Makin menarik nampaknya :)

fw





--- In [email protected], "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Re: CIA - G30S/PKI
> 
> > "Henny" <hennyp@> wrote:
> > Kan namanya melihat arah angin....masa iya kita kirim jenderal 
kita 
> > ke KorSel...yah Amerika itu sdh betul....dan apa gampang mau 
> > direkrut jadi CIA....wah tau nggak anda jenjang birokrasi? Jangan 
> > mentang-menatng sekolah di US lalu CIA.....tanya deh itu yg 
sekolah 
> > disini ...Amin Rais pernah buat apa mereka waktu di US....? 
> > Boro-boro dikenal....
> > 
> 
> 
> Semua anggauta CIA yang direkrut pasti harus lulus seleksi, dan
> persyaratan utamanya sebelum mendaftar adalah ber-warganegara 
Amerika,
> tidak seorangpun bisa menjadi anggauta CIA kalo bukan US Citizen.
> 
> Tetapi kalo untuk menjadi agen CIA, tentu siapapun bisa, karena yang
> disebut agen CIA bukanlah CIA tetapi mereka hanya dipekerjakan untuk
> sementara dan bukan bekerja langsung pada CIA.  Dan yang bisa 
direkrut
> untuk menjadi agen CIA adalah mereka yang justru memiliki bidang 
karir
> yang baik di-negaranya masing2.
> 
> Indonesia sejak pertama berdirinya juga sudah merupakan boneka
> Amerika, dan Sukarno sendiri merupakan agen CIA yang direkrut 
sehingga
> beroleh kesempatan menjadi presiden RI yang pertama.  Tanpa
> mendapatkan kepercayaan Amerika, tentu tak mungkin Sukarno bisa jadi
> presiden, dan tidak mungkin Indonesia diterima menjadi anggauta PBB.
> 
> Semua calon2 panglima sebelum diangkat harus melalui seleksi khusus
> dan mengikuti pendidikan di Akademy Militer West Point.  Kalo di
> Indonesia, semua calon BrigJen harus lebih dulu lulus SesKo, seperti
> SesKoad, SesKoU, SesKoAl, dan SesKoPol.  Kemudian untuk menjadi
> Panglima harus melalui West Point di Amerika.
> 
> Semua korban jendral yang terbunuh dalam G30S juga adalah alumni 
West
> Point.  Semua jendral yang terbunuh ini pernah mendapatkan tawaran
> bantuan untuk menggulingkan Bung Karno, mereka menerima tawaran ini
> dan juga menerima bantuan dana, namun tidak ada satupun operasi yang
> mereka lakukan.  Amerika merasa dipermainkan, Sukarno memang seorang
> yang pandai mengambil hati, para jenderalnya yang merencanakan
> menggulingkan dirinya selalu berhasil dicegah, termasuk dalam hal 
ini
> peristiwa pemberontakan2 PRRI-Permesta yang kesemuanya melibatkan 
para
> Jendral disisi Bung Karno.  Pemberontakan berhasil dijinakkan dan
> kembali seperti tidak pernah terjadi apa2.  Namun dana habis 
percuma.
>  Akhirnya Omar Dhani ditawari juga untuk menggulingkan Bung Karno,
> namun Omar Dhani menolak, dia mengakui bahwa cara pemerintahan Bung
> Karno tidak bisa dikatakan benar namun Omar Dhani tidak bermental
> melawan atasan, itulah alasan Omar Dhani.
> 
> Akhirnya sama2 kita menyaksikan, semua jendral yang pernah menikmati
> dana dari Amerika, mati terkapar oleh serangan komando G30S didepan
> mata Bung Karno sendiri.  Mungkin, dimata Amerika pertikaian para
> Jenderal TNI-AD dengan Bung Karno hanyalah sandiwara untuk memancing
> dana Amerika.  Kemudian sandiwara untuk se-olah2 memusuhi Amerika 
juga
> sandiwara untuk menipu china dan Soviet.  Itulah sebabnya, sebelum 
dia
> dikerjain oleh CIA, Dubes P.Jones meminta agar Sukarno di undang ke
> Washington untuk di approach secara personal.  Namun Lyndon Johnson
> konsultasi dengan Mr. Bundy tentang usul P.Jones tsb.  Oleh Mr.Bundy
> dijawab bahwa approach personal itu percuma tidak ada gunanya cuma
> buang2 waktu.  Dari jawaban Bundy inilah akhirnya P.Jones yang jadi
> Dubes AS di Indonesia malah ditarik pulang dan digantikan oleh 
Marshal
> Green seorang maestro konflik Teluk Tonkin 1964.  Marshal Green 
masuk
> ke Indonesia bulan Maret 1965.
> 
> G30S memiliki 2 skenario, yaitu tujuan primernya adalah menculik dan
> membunuh jenderal2 penting disekitar Bung Karno bersama juga 
menculik
> Bung Karno untuk dipertontonkan penjagalan jenderal2nya.
> 
> Sedangkan tujuan sekundernya adalah memaksakan Sukarno menyerahkan
> kekuasaannya kepada siapapun juga dalam waktu se-singkat2nya setelah
> mendapatkan Shock Therapy dengan penjagalan jenderal2nya ini.  Dalam
> mencari penggantinya inilah Suharto ikut serta berkompetisi.
> 
> Semua analysis dan sebab musabab pecahnya G30S yang diberitakan
> di-koran2 hanyalah tujuan sekundernya saja yang diungkapkan karena
> tujuan primernya bukanlah merupakan konflik politik tetapi merupakan
> gerakan serangan komando yang bertujuan untuk membuka babak baru 
dalam
> mencapai tujuan sekundernya.
> 
> Namun mau percaya atau tidak percaya bukanlah masalah penting karena
> realitasnya apa yang terjadi setelah berjalannya waktu bisa
> membuktikan bahwa kejadian ini berulang, Suharto akhirnya juga 
dipaksa
> dengan cara yang sama dimana dia seperti juga Bung Karno, sampai
> ter-kencing2 melarikan diri bersembunyi untuk kemudian mengeluarkan
> pernyataan pengunduran diri tanpa perlu sandiwara seperti Sp 11 
Maret
> yang dilakukan oleh Bung Karno.
> 
> Bahkan Sadam Hussein sendiri sudah ditawari skenario ini, namun dia
> tetap masih tawar menawar sehingga akhirnya dilakukan serbuan 
pendudukan.
> 
> Mengenai tehnik serangan komando seperti ini, bukanlah baru pertama
> kali.  Kalo saja anda masih ingat tentang terorist terkenal Abu 
Nidal
> yang sangat ketat sekuritynya, ternyata dalam beberapa jam ditemukan
> mati semuanya, seluruh ring pengawalan yang ada 9 lapis matih 
terbunuh
> oleh satu serangan komando yang diduga hanya berjumlah 7 orang 
saja. 
> Kabarnya pesawat Awacs ikut serta berpartisipasi untuk membungkam
> jalur komunikasi telepon disekitar radius pengawalan Abu Nidal. 
> Komuniasi telepon terputus cukup hanya kira2 15 menit saja, seluruh
> pengawal mati bersama Abu Nidal tanpa satupun suara tembakan yang
> terdengar.  Dunia sempat terperangah melihat serangan luar biasa 
ini.
> 
> Perlu juga anda menyimak kasus bantuan Amerika kepada Dhalai Lhama
> dalam berperang melawan tentara China, bantuan Amerika dikorupsi 
oleh
> adik Dhalai Lhama yang mengakibatkan pasukan Dhalai Lhama harus
> mengungsi ke India karena hancur lebur dipukul oleh tentara Merah
> China.  Dalam hal ini, juga akhirnya sang koruptor terbunuh oleh 
pihak
> Komunis, tetapi mysteri tetap menyelubunginya, apakah dia terbunuh
> oleh pihak komunis yang sebenarnya, atau dia terbunuh oleh serangan
> komando seperti halnya ke enam jenderal yang juga korup dana Amerika
> yang akhirnya menjadi korban serangan komando G30S.
> 
> Berjalannya waktu juga mengulangi kejadian yang mirip2, Suharto
> akhirnya juga dipaksa turun, tetapi apakah nantinya dia juga akan 
jadi
> korban seperti korban2 lainnya???  Suharto juga ikut mengkorup dana
> dari Amerika.  Lebih parah lagi, Suharto terlibat pemalsuan uang
> dollar Amerika, dan juga terlibat dalam pemalsuan surat2 berharga di
> New York.  Kita cuma bisa menunggu waktu karena bermacam jalan untuk
> mengirim Suharto ke akherat sebenarnya sudah tersedia, namun mungkin
> harus juga dipikirkan bagaimana caranya untuk menyelamatkan dananya
> itu sendiri sebagai langkah pertamanya.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>


Kirim email ke