PARA PENIPU UMMAT YANG BERMUKA DUA

Penulis : Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib


Iblis la'natullah 'alaih melakukan operasi penipuan pertama kali dengan model dua muka. Dia bersumpah dengan nama Allah, bahwa ia adalah pihak yang menasehati Adam dan Hawwa' 'alaihimas salam dengan penuh ketulusan, ketika ia menyuruh keduanya untuk memakan buah terlarang di sorga Allah. Dan akhirnya Adam dan Hawwa tertipu untuk melanggar larangan Allah karenanya. Cara penipuan yang demikian ini rupanya sangat efektif menurut anggapan iblis dan anak buahnya. Sehingga berbagai manuver penipuan setelah itu, selalu dilakukan dengan model dua muka.

  - Tulisan Pertama -

          Orang Melayu punya pepatah dalam mengungkapkan tentang betapa buruknya akhlaq perangai para pengkhianat dan penipu yang tidak bisa dipercaya. Dikatakan orang yang demikian itu sebagai orang yang bermuka dua. Sejarah manusia-manusia bermuka dua ini terus menerus ada dalam sejarah kehidupan manusia dan lebih khusus lagi dalam sejarah kehidupan kaum Muslimin. Motif penipuan terhadap Ummat Islam dari masa ke masa hampir sama, yaitu operasi penipuan yang dilakukan oleh orang-orang bermuka dua. Untuk itulah melalui tulisan ini, saya merasa perlu mengingatkan segenap pembaca yang budiman, salah satu bahaya yang terus-menerus mengecohkan Ummat Islam. Yaitu bahaya orang-orang yang bermuka dua.

 

          Iblis la'natullah 'alaih melakukan operasi penipuan pertama kali dengan model dua muka. Dia bersumpah dengan nama Allah, bahwa ia adalah pihak yang menasehati Adam dan Hawwa' 'alaihimas salam dengan penuh ketulusan, ketika ia menyuruh keduanya untuk memakan buah terlarang di sorga Allah. Dan akhirnya Adam dan Hawwa tertipu untuk melanggar larangan Allah karenanya. Cara penipuan yang demikian ini rupanya sangat efektif menurut anggapan iblis dan anak buahnya. Sehingga berbagai manuver penipuan setelah itu, selalu dilakukan dengan model dua muka. Namun kelemahan manusia yang amat fatal ialah tidak mengambil pelajaran dari berbagai kejadian di masa lalu, akibatnya mereka disengat dari satu lobang untuk kedua kalinya.

 

MAKAR JAHAT DI BALIK WAJAH ISHLAH

 

          Ishlah itu maknanya ialah melakukan upaya kebaikan dan perbaikan di kalangan manusia pada umumnya dan di kalangan kaum Muslimin pada khususnya. Fitrah manusia amat senang dengan apa yang dinamakan ishlah. Karena itu, setiap ada pernyataan atau simbul dan seruan ishlah, akan mendapat dukungan serta simpati dari kebanyakan orang. Dan dengan alasan inilah, orang-orang munafiq dalam upaya menutupi makar jahatnya selalu berkamuflase dengan penampilan sebagai orang-orang yang berkeinginan untuk ishlah. Manuver penipuan yang mereka lakukan terhadap Ummat Islam dengan berkedok ishlah, telah diceritakan oleh Allah Ta'ala dalam firman-Nya:

"Dan apabila dikatakan kepada mereka, jangan kalian membikin kerusakan di muka bumi. Mereka (membalas nasehat itu dengan) mengatakan: Hanyalah kami ini adalah orang-orang yang mengupayakan ishlah. (Allah pun membantah pernyataan mereka dengan mengatakan: ) Ketahuilah sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang membikin kerusakan di muka bumi, akan tetapi mereka tidak merasa."  (Q.S. Al-Baqarah ayat 11-12)

 

          Al-Imam Ibnu Jarir At-Thabari rahimahullah menerangkan tafsir bagi ayat ini sebagai berikut: "Dan membikin kerusakan di muka bumi maknanya ialah: Melakukan padanya apa-apa yang dilarang oleh Allah dan menelantarkan apa-apa yang diperintahkan oleh-Nya untuk dijaga baik-baik. Maka yang demikian itu adalah pengrusakan yang total." (Tafsir At-Thabari, Al-Imam Abu Ja'far Muhammad bin Jarir At-Thabari, jilid 1 hal. 159)

 

          Al-Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Anshari Al-Qurthubi dalam tafsir Beliau Al-Jami' li Ahkamil Qur'an jilid 1 hal. 178 membawakan keterangan Thawus bin Kisan, seorang Imam dari kalangan Tabi'in, sebagai berikut: "Ibnu Kisan telah berkata: Orang yang tidak mengerti bahwa perbuatannya itu merusak, tidaklah tercela dengan perbuatannya itu. Yang dicela itu hanyalah orang yang mengerti bahwa dia membuat kerusakan, kemudian dia terus menerus membuat kerusakan itu dalam keadaan mengerti bahwa dia melakukan kerusakan (demi kepentingan hawa nafsunya, pent). Jadi cercaan Allah terhadap orang munafiq di ayat ini, yang dikatakan oleh-Nya bahwa mereka membuat kerusakan tetapi mereka tidak tahu kalau diri mereka membuat kerusakan, maka pernyataan ini ditafsirkan dengan dua keterangan, yaitu:

  1. Mereka melakukan upaya pengrusakan dengan tersembunyi dan menampilkan bahwa diri mereka seolah-olah melakukan ishlah (kebaikan). Mereka tidak merasa bahwa segala makar yang mereka sembunyikan itu telah diketahui oleh Nabi shallallahu 'alayhi wa alihi wasallam (karena diberi tahu oleh Allah).
  2. Mereka menganggap bahwa kerusakan yang mereka lakukan adalah dalam rangka ishlah, sementara mereka sendiri tidak merasa bahwa manuver yang mereka lakukan adalah kerusakan. Dan mereka itu dalam keadaan mendurhakai Allah dan Rasul-Nya ketika mereka meninggalkan kewajiban untuk menerangkan kepada manusia tentang kebenaran dan sekaligus mengikuti kebenaran itu." Demikian Al-Imam Al-Qurtubi menerangkan.


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke