PARA PENIPU UMMAT YANG BERMUKA DUA
Penulis : Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib
Iblis la'natullah 'alaih melakukan operasi penipuan pertama kali dengan model dua muka. Dia bersumpah dengan nama Allah, bahwa ia adalah pihak yang menasehati Adam dan Hawwa' 'alaihimas salam dengan penuh ketulusan, ketika ia menyuruh keduanya untuk memakan buah terlarang di sorga Allah. Dan akhirnya Adam dan Hawwa tertipu untuk melanggar larangan Allah karenanya. Cara penipuan yang demikian ini rupanya sangat efektif menurut anggapan iblis dan anak buahnya. Sehingga berbagai manuver penipuan setelah itu, selalu dilakukan dengan model dua muka.
Tulisan ke-2
Dari keterangan-keterangan para imam tersebut, kita dapatkan penjelasan bahwa orang-orang munafiq itu melancarkan berbagai makarnya terhadap kaum Muslimin dengan berkamuflase sebagai orang-orang yang membikin upaya ishlah. Penampilan dua muka orang-orang munafiq itu adalah dalam rangka menipu Ummat Islam, yaitu dalam rangka menutupi kejahatan mereka yang amat keji. Adapun kejahatan mereka terhadap Ummat Islam dalam mendurhakai Allah dan Rasul-Nya ialah:
- Selalu membikin tipu daya terhadap kaum Muslimin, sebagaimana hal ini diberitakan oleh Allah Ta'ala dalam firman-Nya:
"Dan ada segolongan manusia yang mengaku beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, padahal mereka sesungguhnya tidaklah beriman. Mereka dengan pengakuan dusta itu ingin menipu Allah dan menipu kaum Mu'minin, akan tetapi sesungguhnya mereka itu menipu diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak merasa." (QS. Al-Baqarah ayat 8-9)
- Memperolok-olok dan merendahkan kaum Mu'minin/Muslimin, terutama kaum Mu'minin generasi Shahabat dan Tabi'in serta para Ulama 'Ahlul Hadits. Hal ini sebagaimana yang diterangkan oleh Allah Ta'ala dalam firman-Nya:
"Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kalian seperti berimannya para shahabat Nabi." Mereka pun menjawab: "Apakah kami ini disuruh beriman seperti cara berimannya orang-orang yang dungu?" (Allah menjawab ejekan mereka dengan menyatakan: ) "Ketahuilah sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang dungu, akan tetapi mereka tidak mengerti." (QS. Al-Baqarah ayat 13)
- Menyeru manusia untuk berbuat kemungkaran dan mencegah manusia untuk berbuat kebaikan. Membangkitkan semangat manusia untuk berbuat kemungkaran dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menghalangi dan menjegal segala upaya untuk berbuat kebaikan. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta'ala:
"Orang-orang munafik dari kalangan pria dan wanita, sebagian mereka atas sebagian lainnya menyeru kepada kemungkaran dan mencegah berbuat baik dan mereka menahan tangannya untuk bershadaqah. Mereka melupakan Allah, sehingga Allah pun melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafiq itu adalah orang-orang yang fasiq." (QS. At-Taubah ayat 67)
- Memuji Rasulullah shallallahu 'alayhi wa alihi wasallam di depan kaum Mu'minin, tetapi dibelakang kaum Mu'minin, mereka mendustai dan mengkufurinya. Allah Ta'ala memberitakan kedustaan mereka sebagai berikut:
"Apabila datang kepadamu orang-orang Munafiq, mereka menyatakan: "Kami bersaksi bahwa engkau adalah Rasul-Nya (yakni utusan Allah)". Dan Allah bersaksi bahwa engkau adalah Rasul-Nya dan bersaksi pula bahwa orang-orang munafiq itu telah berdusta. Mereka menjadikan sumpah palsu mereka sebagai tameng (untuk menutupi kedustaan mereka) sehingga dengan itu mereka menghalangi manusia dari jalan Allah. Mereka itu amat jahat perbuatannya." (QS. Al-Munafiqun ayat 1-2)
- Mereka suka memperolok-olok Agama Allah dan membangun hubungan persahabatan erat dengan orang-orang kafir. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta'ala sebagai berikut:
"Beri kabar kepada orang-orang munafiq bahwa mereka akan menerima adzab yang pedih. Mereka itu adalah yang menjadikan orang-orang kafir sebagai sahabat kentalnya, dengan tidak menjadikan kaum mu'minin sebagai sahabat. Apakah mereka itu dengan sikap yang demikian karena mengharapkan kemuliaan di sisi orang-orang kafir, padahal semua kemuliaan itu milik Allah jua. Padahal telah turun kepada kalian kitab, tetapi bila kalian mendengar ayat-ayat Allah, kalian mengingkarinya dan memperolok-olokannya. Oleh karena itu, kalian kaum Mu'minin, jangan duduk dengan mereka ketika mereka sedang memperolok-olok ayat-ayat Al-Qur'an itu, sehingga mereka berpindah omongan dengan omongan lainnya. Sebab kalau kalian kaum Mu'minin masih duduk dengan mereka ketika mereka memperolok-olok Al-Qur'an, maka berarti kalian adalah seperti mereka juga. Sesungguhnya Allah mengumpulkan orang-orang munafiq itu di neraka Jahannam dengan orang-orang kafir bersama-sama." (QS. An-Nisa' ayat 138-140)
Dengan demikian, lengkaplah kedurhakaan orang-orang munafiq dan kejahatannya terhadap Islam dan Muslimin. Segala kejahatan mereka tersebut dianggap ringan oleh banyak orang, karena orang-orang munafiq itu menutupi kejahatannya dengan penampilan sebagai pihak yang sedang mengupayakan ishlah. Sehingga banyak kaum Muslimin terkecoh karenanya, bahkan akhirnya menjadi ujung tombak berbagai manuver jahat para pengkhianat dan penipu itu.
-bersambung-
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "mediasalafy" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
