MENGAPA ALLAH TA'ALA MENIMPAKAN ADZAB ATAS HAMBANYA

Penulis : Al- Ustadz Ja'far Umar Thalib

 

Deretan peristiwa petaka yang menimpa kaum Muslimin di dunia ini menyiratkan bahwa abad ke lima belas Hijriyah adalah abad petaka yang mengepung dunia Islam.

-Tulisan ke 2-

Kemudian Allah Ta'ala selanjutnya menjelaskan tentang orang-orang yang dimurkai oleh-Nya dan sebab-sebab datangnya kemurkaan-Nya sebagai berikut:

"Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (yakni Al-Qur'an), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka adzab yang pedih. Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta. Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman, dan hatinya senang dengan kekafiran itu, maka atas mereka kemurkaan Allah dan adzab-Nya yang besar. Kecuali mereka yang dipaksa untuk kufur dan hatinya tetap mantap dengan keimanan (maka yang demikian ini tidaklah berdosa). Kemurkaan dan adzab Allah atas orang kafir itu disebabkan karena mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. Mereka itulah orang-orang yang telah ditutup oleh Allah pada hati, pengelihatan dan pendengarannya dan mereka itulah orang-orang yang lalai. Maka tidak ada keraguan lagi bahwa mereka di akherat nanti adalah orang-orang yang merugi." (QS. An-Nahl ayat 104-109).

 

Demikian Allah Ta'ala menjelaskan lebih rinci bahwa sebab datangnya kemurkaan-Nya adalah sikap kufur kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah dan membuat kedustaan. Kemurkaan Allah terhadap orang-orang yang demikian itu dalam bentuk ditutupinya hati, akal dan pikirannya serta pendengarannya dan pengelihatannya dari petunjuk Allah dan adzab Allah atas mereka di dunia dan di akherat.

 

Selanjutnya kita dapati kepastian dari Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an tentang sebab yang mendatangkan kemurkaan Allah sebagai berikut:

"Dan barangsiapa yang membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya dan mengutukinya serta menyediakan adzab yang besar baginya." (QS. An-Nisa' ayat 93)

 

Membunuh seorang Muslim yang telah diharamkan oleh syariah Alah adalah dosa besar yang mendatangkan kemurkaan Allah dan adzabnya di dunia dan akhirat.

 

Juga telah diberitakan oleh Allah Ta'ala kutukan kemurkaan-Nya kepada sekelompok Bani Isra'il sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an sebagai berikut:

"Katakanlah: Maukah aku beritakan kepada kalian tentang orang-orang yang lebih jelek balasannya di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuk dan dimurkai Allah. Diantara mereka ada yang dijadikan kera dan babi, dan orang yang menyembah thaghut (yakni syaitan). Mereka itu adalah orang-orang yang paling jelek kedudukannya dan paling sesat jalannya. Dan apabila mereka mendatangi kalian, merekapun mengatakan: "Kami telah beriman." Padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi darimu dengan kekafirannya pula. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. Dan kamu akan melihat, kebanyakan dari mereka bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. Mengapa orang-orang pendeta (pimpinan agama kalangan Nasrani) dan rahib (pimpinan agama kalangan Yahudi) tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka kerjakan itu."(QS. Al-Maidah ayat 60-63).

 

Demikianlah penjelasan Allah Ta'ala, bahwa kutukan-Nya terhadap Bani Isra'il telah menjadikan sekelompok mereka berubah bentuk menjadi babi dan monyet, dan sebagian lagi menjadi orang-orang yang menghamba kepada syaithan. Kehidupan mereka yang dikutuk oleh Allah itu didominasi oleh berbagai kemungkaran dan permusuhan di antara sesama mereka dan meninggalkan kewajiban amar ma'ruf (yakni menyeru manusia kepada kebaikan) dan meninggalkan kewajiban nahi munkar (yakni kewajiban mencegah manusia dari perbuatan mungkar).

 

Telah diterangkan pula oleh Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an, ancaman-Nya untuk memurkai kaum Mu'minin bila mereka hanya pandai berkata apa-apa yang semestinya diamalkan. Hal ini dinyatakan oleh-Nya dalam firman-Nya berikut ini:

"Hai orang-orang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kemurkaan Allah bila kalian hanya berkata apa-apa yang kalian tidak perbuat." (QS. Ash-Shaf ayat 2-3)

 

Proses Turunnya Adzab Allah Ta'ala

 

Selanjutnya Allah Ta'ala mengingatkan kepada kita bagaimana Ia menurunkan adzab-Nya kepada suatu kaum. Hal ini sebagaimana firman-Nya berikut ini:

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus para Rasul kepada ummat-ummat sebelum kamu. Kemudian Kami siksa mereka dengan menimpakan kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon kepada Allah dengan tunduk dan merendah diri. Maka mengapa mereka tidak memohon kepada-Nya dengan tunduk merendah diri ketika datang siksaan Kami pada mereka. Akan tetapi hati mereka menjadi keras dan syaithanpun menampakkan kepada mereka seakan apa yang mereka kerjakan sebagai sesuatu yang indah. Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka. Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami datangkan siksaan Kami atas mereka dengan sekonyong-konyong. Maka ketika itu mereka terdiam putus asa. Sehingga orang-orang dhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Katakanlah: Terangkanlah kepadaku, jika Allah mencabut pendengaran dan pengelihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu? Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran Kami, kemudian mereka tetap berpaling juga. Katakanlah: Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan Allah selain dari orang-orang yang dhalim? Dan tidaklah Kami mengutus para Rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (QS. Al-An'am ayat 42-49)

 

Demikianlah proses diturunkannya adzab Allah Ta'ala yang dimulai dengan datangnya utusan Allah kepada suatu kaum, tetapi seruan, nasehat, dan peringatan utusan Allah itu diabaikan oleh kaum itu sehingga Allah melimpahkan kemakmuran materi atas kaum itu. Akibatnya mereka semakin besar kesombongannya dan semakin besar pula semangat penolakannya terhadap agama Allah Ta'ala. Di saat yang demikian itulah Allah Ta'ala menurunkan adzab-Nya dengan sekonyong-konyong dan membinasakan segala-segalanya. Diterangkan pula diayat lain, bagaimana proses datangnya adzab Allah pada suatu kaum, sebagaimana firman Allah Ta'ala berikut ini:

"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mereka mentaati Allah). Tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, sehingga sudah sepantanya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya." (QS. Al-Isra' ayat 16)

 

Demikianlah memang kenyataannya, para pembesar negeri selalu mempelopori tindak kejahatan dan kedurhakaan terhadap agama Allah Ta'ala. Sehingga akibat dari berbagai kemaksiatan yang mereka lakukan, maka kedurhakaan kepada agama Allah merajalela di negeri itu. Akibatnya tidak ada lagi yang menjadi penahan kemurkaan Allah, sehingga adzab-Nya pun turun pada negeri itu.

 

        Demikianlah perkenalan kita dengan salah satu dari sunatullah yang berkenaan dengan adzab-Nya. Dan tidak akan ada perubahan pada sunatullah dimana saja dan kapan saja serta pada siapa saja. Oleh karena itu berhati-hatilah kita dari bahaya ancaman berlakunya sunatullah ini bila pada diri kita atau masyarakat, bangsa dan negara kita terdapat sebab-sebab datangnya adzab Allah Ta'ala. Jangan sampai kita merasa aman dari kemungkinan datangnya adzab-Nya. Karena yang merasa aman dari kemungkinan tersebut, hanyalah orang-orang munafiq yang hatinya tidak dihinggapi cahaya keimanan kepada Allah Ta'ala.

       

 -bersambung-

 



SPONSORED LINKS
Religion Islam video Islam book
Belief net Beliefs Islam matrimonial


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke