AKHLAQUL MUWAHHIDIN VS AKHLAQUL MUSYRIKIN

Sumber : Majalah SALAFY Edisi XVI/Dzulhijjah/1417/1997

Penulis : Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib

 
Tulisan 1 dari 9 Bagian
 

Yang dimaksud dengan akhlaqul muwahhidin ialah akhlaq orang-orang yang mentauhidkan Allah dalam rububiyah, uluhiyah serta asma' dan sifat-Nya. Sedangkan akhlaqul musyrikin ialah akhlaq orang-orang yang menyekutukan Allah dengan makhluq-Nya. Kata "akhlaq" bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia barangkali lebih tepat dengan arti "perangai". Jadi akhlaqul musyrikin diatas maknanya ialah perangai orang-orang yang berbuat syirik. Orang yang mempunyai akhlaqul muwahhidin dihukumi sebagai muwahhidin, karena kaum musyrikin tidak mungkin sabar berakhlaq dengan akhlaqul muwahhidin. Sedangkan orang yang mempunyai akhlaqul musyrikin kadang-kadang dihukumi sebagai musyrikin dan kadang-kadang pula tidak demikian. Karena kadang-kadang seorang muwahhidin tergoda secara tidak sadar atau terpaksa karena kelemahannya dan atau karena kebodohannya dia berakhlaq dengan akhlaqul musyrikin . Sehingga dia tidak boleh dihukumi sebagai musyrik tetapi harus melalui proses iqamatul hujjah (yakni menerangkan kepadanya dalil-dalil yang menunjukkan dengan gamblang bahwa akhlaqnya merupakan akhlaqul musyrikin dan membantah segala kerancuan pemahaman yang menghalanginya untuk memahami dalil-dalil tersebut). Barulah setelah itu diketahui apakah orang tersebut dengan akhlaqnya itu dapat dihukumi sebagai musyrik atau belum. ( Al-Qaulul Mufid 'ala Kitabit Tauhid, Syaikh M. Shalih Al-'Utsaimin, jilid 1 hal. 473, Darul 'Ashimah, cet. pertama th. 1415 H)

 

        Tulisan ini saya suguhkan kepada segenap pembaca yang saya hormati sebagai upaya meluruskan pemahaman sebagian orang yang termakan fitnah para penjahat dakwah salafiyah yang terus-menerus melemparkan berbagai syubuhat (kerancuan) pemahaman di kalangan salafiyyin khususnya dan kaum muslimin pada umumnya. Semoga penjelasan ini dengan pertolongan Allah dapat mengobati mereka yang dirasuki virus syubhat tersebut. Dan bagi yang belum terasuki virus tersebut insya Allah keterangan ini sebagai penangkal ketika suatu saat syubhat itu hendak hinggap pada pemahamannya. Allah semata yang dapat melindungi dan menyembuhkan kita dari ancaman virus syubhat dan godaan syahwat (hawa nafsu). Ia telah menganugerahkan kepada kita Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai tameng dan senjata menghadapi syubuhat dan syahawat, Allah menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya dan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya.

__._,_.___


SPONSORED LINKS
Religion Islam video Islam book
Belief net Beliefs Islam matrimonial


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke