Sumber : Majalah SALAFY Edisi XVI/Dzulhijjah/1417/1997
Penulis : Al-Ustadz Ja'far Umar Thalib
Tulisan 6 dari 9 Bagian
Ibnu 'Allan dalam kitabnya Dalilul Falihin jilid 1 halaman 246-247 merinci firman-firman Allah tentang orang yang bertaqwa: "Barangsiapa yang melakukan semua perbuatan itu maka ia adalah termasuk orang yang muttaqin (yakni orang-orang yang bertaqwa) yang Allah muliakan mereka di dalam kitab-Nya dengan:
- Pujian dan sanjungan sebagaimana firman-Nya: "... dan kalau kamu bersabar dan bertaqwa maka yang demikian itu termasuk perkara yang sungguh-sungguh. (QS. Ali-Imran ayat 186)
- Allah pelihara mereka dari musuh-musuhnya: "Kalau kalian bersabar dan bertaqwa, tidak akan merugikan kalian tipu daya mereka sedikitpun." (QS. Ali-Imran ayat 120)
- Allah menguatkan dan menolong mereka : "Sesungguhnya Allah membantu dan menolong orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. An-Nahl ayat 128)
- Jaminan keselamatan dari berbagai kesulitan hidup dan rizki yang halal : "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah,Ia jadikan baginya jalan keluar (dari berbagai kesulitan) dan Ia beri kepadanya rizki dari arah yang ia tidak menduganya." (QS. Ath-Thalaq ayat 2-3)
Abu Dzar menyatakan :"Rasulullah shallallahu 'alayhi wa alihi wasallam membaca ayat ini kemudian beliau bersabda : "Hai Abu Dzar, kalau seandainya segenap manusia berpegang dengan ayat ini (yakni mengamalkannya) niscaya ayat ini akan mencukupi mereka."
- Allah akan memperbaiki amal mereka dan mengampuni dosa-dosa mereka : "Bertaqwalah kalian kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar, niscaya Dia akan memperbaiki amal-amal kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian."(QS. Al-Ahzab ayat 70-71)
- Allah menjamin bagi mereka dengan dua jaminan : Rahmat-Nya dan cahaya : "Bertaqwalah kalian kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya. Dia akan memberi kalian dua jaminan dari rahmat-Nya dan menjadikan bagi kalian cahaya yang kalian berjalan dengan-Nya."(QS. Al-Hadid ayat 28)
- Diterima amal mereka : "Allah hanyalah menerima amal orang-orang yang bertaqwa" (QS. Al-Maidah ayat 27)
- Mendapatkan kemuliaan dan keagungan di sisi Allah : "Sesungguhnya yang paling mulia dari kalian di sisi Allah ialah yang paling bertaqwa dari kalian." (QS. Al-Hujurat ayat 13)
- Diselamatkan dari api neraka : "Kemudian Kami selamatkan (dari neraka) orang-orang yang bertaqwa." (QS. Maryam ayat 72)
- Kekal di surga : "Surga itu disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa."(QS. Ali Imran ayat 133)
- Dan yang paling puncak dari keutamaan taqwa ini ialah kecintaan Allah kepadanya dan kasihnya kepada orang yang bertaqwa juga hilangnya rasa takut dan sedih (ketika sakaratul maut) serta mendapatkan kegembiraan di dunia dan akhirat dengan keberhasilan yang besar. Sebagaimana firman-Nya : "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa." (QS. Ali-Imran ayat 76)
"Ketahuilah, sesungguhnya para kekasih Allah itu tidak akan ditimpa ketakutan dan tidak pula kesedihan (ketika sakaratul maut). Mereka adalah orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan dunia dan akhirat . tidak akan ada perubahan pada ketentuan-ketentuan Allah. Yang demikian itu adalah keberhasilan yang besar." (QS. Yunus ayat 62-64)
Seandainya ketaqwaan itu tidak dibalas kecuali hanya yang disebutkan di ayat ini, niscaya cukuplah menunjukkan betapa agungnya ketaqwaan itu." Demikian Ibnu Allan menerangkan dengan lengkap tentang kemuliaan orang yang bertaqwa."
Beliau menambahkan pula: "Di permulaan tafsir Al-Baidlawi diterangkan bahwa takwa itu mempunyai tiga tingkatan:
Pertama ialah melindungi diri dari adzab yang kekal dengan berlepas diri dari syirik dan takwa yang demikian inilah yang dinyatakan Allah Ta'ala (artinya) : "Dan Allah mengharuskan bagi mereka kalimat taqwa (yakni kalimat tauhid la ilaha illallah)." (QS. Al-Fath ayat 26)
Kedua ialah menjauhkan diri dari semua perbuatan-perbuatan dosa, yaitu dari melakukannya ataupun karena meninggalkan kewajiban. Termasuk juga meninggalkan dosa kecil. Dan inilah yang dikenal dalam syari'ah dengan nama taqwa. Inilah yang dimaksudkan oleh firman Allah Ta'ala: "Dan seandainya penduduk suatu desa itu beriman dan bertaqwa..." (QS. Al-A'raaf ayat 96)
Ketiga ialah meninggalkan apa-apa yang melalaikan hatinya dari Allah dan ia mewakafkan semua yang ada pada dirinya untuk-Nya. Orang yang berada pada tingkatan inilah yang dinamakan dengan bertaqwa yang sebenar-benarnya sebagaimana Allah perintahkan :
"Bertaqwalah kalian dengan sebenar-benar taqwa." (QS. Ali Imran ayat 102)
Kemudian Allah memperingatkan bahwa taqwa itu adalah puncak pencapaian derajat orang-orang yang menempuh jalan taqwa ini, yaitu berlepas diri dari segala sesuatu kecuali Allah saja."
Demikian Al-Baidlawi menerangkan. Dengan demikian jelaslah pula pengertian taqwallah yang merupakan kesempurnaan akhlaq muwahhidin.
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "mediasalafy" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
