On 3/4/09, Masim Vavai Sugianto <[email protected]> wrote:
>
> Silakan baca interviewnya disini :
> http://www.daniweb.com/blogs/entry4065.html
>
nerjemahin ah..
*lagi sangat iseng*
Sepertinya setiap saya menulis mengenai anjuran menggunakan open
source sebagai pilihan, saya mendapat beberapa komentar pembaca
tentang buruknya kompleksitas dari lisensi open source. Maka dari itu,
saya memutuskan untuk berbicara dengan orang yang mengerti tentang apa
itu Free and Open Source (FOSS - Piranti bebas dan terbuka) tentang
apa itu lisensi FOSS dan apakah benar lisensi tersebut lebih kompleks
dan rumit atau malah sebaliknya, dari lisensi-lisensi komersil.
Joe 'Zonker' Brockmeier, Manager Komunitas openSUSE yang telah bekerja
dalam bidang FOSS secara searah maupun sebaliknya sejak 1996,
mengatakan bahwa anda harus selalu melihat bagian bawah dari bahasa
lisensi dengan seksama, sehingga anda bisa memahami persyaratan dengan
jelas, tapi tidak membuat lisensi tersebut menakuti anda.
RM: Every time I write about opens source, I get comments about
watching out for the licenses, that they can be confusing and get
companies in trouble if they don't pay attention. Are open source
licenses in general any more complex than their commercial
counterparts?
RM: Setiap saya menulis tentang open source, selalu mendapat komentar
"hati-hati dengan lisensinya", bahwasannya lisensi tersebut bisa
membingungkan dan membuat perusahaan kesulitan jika mereka tidak
memperhatikan dengan seksama. Apakah betul lisensi open source lebih
kompleks dari lisensi komersil?
JZB: Nggak, lagi. Bedanya dikit banget. Cuman di bagian kalau lisensi
open source mengizinkan kamu-kamu mendistribusi dan memodifikasi --
dan karena banyak lisensi yang tentunya syaratnya beda-beda juga,
perusahaan harus memperhatikan betul-betul saat mereka ngikut di
aktivitas begituan.
Nah, tapi kalau kita ngomongin masalah aturan dasar, penggunaan open
source tuh nggak lebih kompleks -- dan malah biasanya lebih sederhana
-- dari penggunaan software propretiary.
RM: Ada juga yang berkomentar bahwa para pengguna open source harus
berhati-hati saat memodifikasi piranti lunak, yang memiliki lisensi
open source yang berbeda-beda. Bagaimana kondisi yang bisa membuat
perusahaan bisa memodifikasi piranti lunak?
JZB: Ini mah gampang, atuh bos.. Tentu aja itu tergantung lisensi
open source yang mana. Dan apapun lisensinya, selama itu dibawah
bendera open source, tentu saja perusahaan bisa memodifikasi -- jika
itu digunakan untuk kepentingan internal perusahaan. Jika
didistribusikan ulang, tentu saja itu tergantung persetujuan atau
syarat-syarat dari lisensi open source mana yang bisa digunakan.
Misalnya apakah perubahan harus dipublikasikan, bagaimana anda
menghargai piranti lunak original dari piranti lunak yang anda
modifikasi, dan seterusnya.
RM: When companies make changes to open source software, what are the
general rules, about giving back and sharing with community? Does this
differ across products and communities?
RM: Saat perusahaan memodifikasi piranti lunak open source, apa
sajakah aturan dasarnya, tentang imbal balik dan saling berbagi dengan
komunitas? Apakah hubungannya dengan produk dan komunitas?
JZB: Nah, itulah. Tentu saja tergantung lisensi dan komunitasnya.
Piranti lunak dibawah bendera GNU General Public License dan lisensi
tipe copyleft misalnya, mewajibkan sampiyan mempublikasikan
perubahan-perubahan yang dibuat pada piranti lunak tersebut. Ada juga
yang disebut kebiasaan 'viral' GPL, yang artinya kalo sampiyan
menggunakan piranti lunak GPL dalam produk anda, anda harus
mendistribusikan semuanya -- bukan hanya produk GPL originalnya.
Ini bisa membuat sedikit kompleks, dan sebuah perusahaan sebaiknya
menggunakan pengacara dan/atau penasehat dari Free Software Foundation
- Lembaga Piranti Lunak Bebas. (GPL juga punya FAQ, yang, --
sayangnya, hanya sedikit orang yang mau membacanya!)
Catat bahwa itu semua tidak berarti anda harus membuat keseluruhannya
jadi GPL. Jadi, misalnya, kalau anda punya program yang cara kerjanya
tersendiri (tidak bergantung pada program lain) yang didistribusikan
dengan banyak piranti lunak lain, tidak berarti seluruh piranti lunak
tersebut harus yang GPL. Namun jika program tersebut asalnya dari
program atau piranti lunak GPL yang dimodifikasi, maka anda harus
meng-GPL-kan banyak.
Sebagai info tambahan - banyak orang menggunakan taktik
'menakut-nakuti' perusahaan untuk tidak menggunakan piranti lunak
mereka dengan piranti GPL, mengatakan bahwa kalau itu dilakukan,
perusahaan akan dipaksa untuk membuat semua piranti lunak yang mereka
gunakan menjadi open (source-nya dipublish). TIDAK BENAR ITU -- Kasus
paling buruk hanyalah: Perusahaan bisa dipaksa untuk menarik
distribusi piranti mereka jika mereka tidak mengikuti aturan main
lisensi. Namun, jika perusahaan merasa bahwa kode modifikasi mereka
menjadi tidak bernilai jika mendistribusikan piranti mereka dengan
bendera GPL, mereka bisa memilih untuk menutup kode mereka dengan
copyright dalam lisensi apapun yang mereka pilih.
Perusahaan propertiary mau uang untuk kode mereka, sedangkan proyek
piranti lunak GPL hanya mau kode ketimbang uang. (Tentu saja, ada
kemungkinan penggunaal dua lisensi pada satu piranti lunak - jadi
perusahaan punya pilihan untuk meminta bayaran terhadap kode-kode
mereka yang GPL.)
Skema lisensi pada BSD/MIT syarat-syaratnya sedikit - jadi perusahaan
dibolehkan untuk melisensikan kode mereka dibawah lisensi apapun,
bahkan membuat kode-kode modifikasi mereka menjadi propertiary --
walaupun ada notifikasinya sedikit.
RM: Bagaimana komunitas bisa ikut serta dalam bentuk seperti ini?
JZB: Tergantung. Salah satu yang banyak dijumpai adalah banyak
perusahaan memilih untuk tidak berkolaborasi secara efektif di
komuntias yang membuat kode aslinya -- dengan hanya mengirimkan "code
bombs - Bom Kode", yang bentuknya, berupa tarball -kode-kode yang
dijadikan satu dalam sebuah file terkompresi- yang tentu saja tanpa
informasi dan sejarah revisi kontrol ataupun bantuan lain yang bisa
sedikit meringankan pekerjaan orang lain yang ingin melanjutkan proyek
tersebut dari perubahan-perubahan yang diberikan.
Jadi, kadang perusahaan sebenarnya membuat perubahan yang sangat
bermanfaat pada kode, yang sayangnya tidak mudah dimodifikasi lagi
dikarenakan cara pengiriman kepada komunitas tentang apa saja
perubahan yang dilakukan pada kode asli.
Proses ini baru berjalan dengan baik jika perusahaan menjadi bagian
dari komunitas piranti lunak yang merkea konsumsi, dan developer dari
perusahaan turun bekerja langsung dengan proyek tersebut (tidak
memishkan diri), jadi kode-kode yang mereka hasilkan selalu sinkron
dengan development trunk -- akar-cabang riset.
--
_ _
( (____) )
[ X X ]
\ /
( ` ' )
(U)
_______________________________________________
milis mailing list
[email protected]
http://lists.opensuse-id.org/listinfo.cgi/milis-opensuse-id.org