eh, ada bagian yang masih linggis...
*piksedin* > nerjemahin ah.. > > *lagi sangat iseng* > > > > Sepertinya setiap saya menulis mengenai anjuran menggunakan open > source sebagai pilihan, saya mendapat beberapa komentar pembaca > tentang buruknya kompleksitas dari lisensi open source. Maka dari itu, > saya memutuskan untuk berbicara dengan orang yang mengerti tentang apa > itu Free and Open Source (FOSS - Piranti bebas dan terbuka) tentang > apa itu lisensi FOSS dan apakah benar lisensi tersebut lebih kompleks > dan rumit atau malah sebaliknya, dari lisensi-lisensi komersil. > > Joe 'Zonker' Brockmeier, Manager Komunitas openSUSE yang telah bekerja > dalam bidang FOSS secara searah maupun sebaliknya sejak 1996, > mengatakan bahwa anda harus selalu melihat bagian bawah dari bahasa > lisensi dengan seksama, sehingga anda bisa memahami persyaratan dengan > jelas, tapi tidak membuat lisensi tersebut menakuti anda. > > RM: Setiap saya menulis tentang open source, selalu mendapat komentar > "hati-hati dengan lisensinya", bahwasannya lisensi tersebut bisa > membingungkan dan membuat perusahaan kesulitan jika mereka tidak > memperhatikan dengan seksama. Apakah betul lisensi open source lebih > kompleks dari lisensi komersil? > > JZB: Nggak, lagi. Bedanya dikit banget. Cuman di bagian kalau lisensi > open source mengizinkan kamu-kamu mendistribusi dan memodifikasi -- > dan karena banyak lisensi yang tentunya syaratnya beda-beda juga, > perusahaan harus memperhatikan betul-betul saat mereka ngikut di > aktivitas begituan. > Nah, tapi kalau kita ngomongin masalah aturan dasar, penggunaan open > source tuh nggak lebih kompleks -- dan malah biasanya lebih sederhana > -- dari penggunaan software propretiary. > > RM: Ada juga yang berkomentar bahwa para pengguna open source harus > berhati-hati saat memodifikasi piranti lunak, yang memiliki lisensi > open source yang berbeda-beda. Bagaimana kondisi yang bisa membuat > perusahaan bisa memodifikasi piranti lunak? > > JZB: Ini mah gampang, atuh bos.. Tentu aja itu tergantung lisensi > open source yang mana. Dan apapun lisensinya, selama itu dibawah > bendera open source, tentu saja perusahaan bisa memodifikasi -- jika > itu digunakan untuk kepentingan internal perusahaan. Jika > didistribusikan ulang, tentu saja itu tergantung persetujuan atau > syarat-syarat dari lisensi open source mana yang bisa digunakan. > Misalnya apakah perubahan harus dipublikasikan, bagaimana anda > menghargai piranti lunak original dari piranti lunak yang anda > modifikasi, dan seterusnya. > > RM: When companies make changes to open source software, what are the > general rules, about giving back and sharing with community? Does this > differ across products and communities? > > RM: Saat perusahaan memodifikasi piranti lunak open source, apa > sajakah aturan dasarnya, tentang imbal balik dan saling berbagi dengan > komunitas? Apakah hubungannya dengan produk dan komunitas? > > JZB: Nah, itulah. Tentu saja tergantung lisensi dan komunitasnya. > Piranti lunak dibawah bendera GNU General Public License dan lisensi > tipe copyleft misalnya, mewajibkan sampiyan mempublikasikan > perubahan-perubahan yang dibuat pada piranti lunak tersebut. Ada juga > yang disebut kebiasaan 'viral' GPL, yang artinya kalo sampiyan > menggunakan piranti lunak GPL dalam produk anda, anda harus > mendistribusikan semuanya -- bukan hanya produk GPL originalnya. > Ini bisa membuat sedikit kompleks, dan sebuah perusahaan sebaiknya > menggunakan pengacara dan/atau penasehat dari Free Software Foundation > - Lembaga Piranti Lunak Bebas. (GPL juga punya FAQ, yang, -- > sayangnya, hanya sedikit orang yang mau membacanya!) > Catat bahwa itu semua tidak berarti anda harus membuat keseluruhannya > jadi GPL. Jadi, misalnya, kalau anda punya program yang cara kerjanya > tersendiri (tidak bergantung pada program lain) yang didistribusikan > dengan banyak piranti lunak lain, tidak berarti seluruh piranti lunak > tersebut harus yang GPL. Namun jika program tersebut asalnya dari > program atau piranti lunak GPL yang dimodifikasi, maka anda harus > meng-GPL-kan banyak. > Sebagai info tambahan - banyak orang menggunakan taktik > 'menakut-nakuti' perusahaan untuk tidak menggunakan piranti lunak > mereka dengan piranti GPL, mengatakan bahwa kalau itu dilakukan, > perusahaan akan dipaksa untuk membuat semua piranti lunak yang mereka > gunakan menjadi open (source-nya dipublish). TIDAK BENAR ITU -- Kasus > paling buruk hanyalah: Perusahaan bisa dipaksa untuk menarik > distribusi piranti mereka jika mereka tidak mengikuti aturan main > lisensi. Namun, jika perusahaan merasa bahwa kode modifikasi mereka > menjadi tidak bernilai jika mendistribusikan piranti mereka dengan > bendera GPL, mereka bisa memilih untuk menutup kode mereka dengan > copyright dalam lisensi apapun yang mereka pilih. > Perusahaan propertiary mau uang untuk kode mereka, sedangkan proyek > piranti lunak GPL hanya mau kode ketimbang uang. (Tentu saja, ada > kemungkinan penggunaal dua lisensi pada satu piranti lunak - jadi > perusahaan punya pilihan untuk meminta bayaran terhadap kode-kode > mereka yang GPL.) > Skema lisensi pada BSD/MIT syarat-syaratnya sedikit - jadi perusahaan > dibolehkan untuk melisensikan kode mereka dibawah lisensi apapun, > bahkan membuat kode-kode modifikasi mereka menjadi propertiary -- > walaupun ada notifikasinya sedikit. > > RM: Bagaimana komunitas bisa ikut serta dalam bentuk seperti ini? > > JZB: Tergantung. Salah satu yang banyak dijumpai adalah banyak > perusahaan memilih untuk tidak berkolaborasi secara efektif di > komuntias yang membuat kode aslinya -- dengan hanya mengirimkan "code > bombs - Bom Kode", yang bentuknya, berupa tarball -kode-kode yang > dijadikan satu dalam sebuah file terkompresi- yang tentu saja tanpa > informasi dan sejarah revisi kontrol ataupun bantuan lain yang bisa > sedikit meringankan pekerjaan orang lain yang ingin melanjutkan proyek > tersebut dari perubahan-perubahan yang diberikan. > Jadi, kadang perusahaan sebenarnya membuat perubahan yang sangat > bermanfaat pada kode, yang sayangnya tidak mudah dimodifikasi lagi > dikarenakan cara pengiriman kepada komunitas tentang apa saja > perubahan yang dilakukan pada kode asli. > Proses ini baru berjalan dengan baik jika perusahaan menjadi bagian > dari komunitas piranti lunak yang merkea konsumsi, dan developer dari > perusahaan turun bekerja langsung dengan proyek tersebut (tidak > memishkan diri), jadi kode-kode yang mereka hasilkan selalu sinkron > dengan development trunk -- akar-cabang riset. > > > > > -- > _ _ > ( (____) ) > [ X X ] > \ / > ( ` ' ) > (U) > -- -- (s_dance) (s_dance) (s_dance) (s_dance) (s_dance) (s_dance) (s_dance) (s_dance) (s_dance) (s_dance) Linus Torvalds lagi joged pisang on Bill Gates (-_-,) < "Kuuukukukukuuu.." | \/| < < ░▒▓ ◄☻♪♫®©™ ▓▒░ http://blackclaw.wordpress.com/2009/02/08/sumpah-ini-techno/ http://hacker.wordpress.com/2008/12/19/parkir-gratis-di-jektet/ _ _ ( (____) ) [ X X ] \ / ( ` ' ) (U) _______________________________________________ milis mailing list [email protected] http://lists.opensuse-id.org/listinfo.cgi/milis-opensuse-id.org
