Si Engkong
     Alkisah si Engkong, petinggi Negara yg demen kawin cerai ... kali ini
     pingin kawin lagi dengan seorang janda belia...  Sang janda yang
     cantik dan montok, gimanapun tergoda dengan kekuasaan, kekayaan dan
     jaminan hidup enak, meski si Engkong sudah ubanan dan ompong.
     Namun berhubung sang Janda punya syarat, sebelon menerima lamarannya,
     yaitu dia pingin punya anak lagi. Maka si Engkong jadi kelabakan. Di
     usia menjelang tujuh puluh tahunan, Nafsu sih masih ada, cuman
     ketokcerannya nggak janji ya.....  maka dengan deg-degan si Engkong
     konsultasi dengan dokter ahli . Si Ahli menyarankan agar Engkong tes
     sperma dulu.....  Okelah... pikir Engkong. Suatu pagi Dokter
     memberikan sebuah botol kecil untuk tempat sampel sperma Engkong, dan
     minta agar Engkong besok paginya bisa kembali sambil bawa sampelnya.
     Besoknya Engkong datang lagi ke dokter sambil membawa botol kemarin,
     tapi kali ini masih kosong belon ada isinya....
     Dokter heran dan bertanya "Maaf Pak... ada problem??? Sampel spermanya
      mana? Kok belon ada isinya?"
     Lalu dengan penuh semangat dan kekesalan si Engkong mulai cerita :
     "Gini nih Dok...  pertama-2 aku pake tangan kananku....  tapi gak
     berhasil. Terus aku minta tolong calon istriku.  Pertama ia coba
     dengan tangan kanannya, gak berhasil, trus tangan kirinya... tapi gak
     berhasil juga... bahkan kemudian dia coba dengan mulutnya....
     pertama-2 di coba gigit dengan giginya, gak berhasil...trus coba lagi
     gak pake gigi.... tetep aja gak berhasil.....
     Gila... susah banget... akhirnya kita minta tolong sama perempuan yang
      tinggal di sebelah rumah, kebetulan dia juga janda.  Wanita itu coba
     membantu dengan kedua tangannya, kanan dan kiri secara bergantian...
     bahkan akhirnya juga dengan mulutnya.. tapi tetep aja gak berhasil....
     Tambah kesel.... akhirnya aku pukul-2 kan kemeja... tapi gak berhasil
     juga....."
     Dokter terkejut dan heran  "Hahhh...????  Bapak minta bantuan janda
     tetangga???"
     Dia shock denger cerita si Egkong... apalagi denger yg pake mulut
     segala....
     "Ya....."  kata si Engkong... "tapi tetap aja gak berhasil... botol
     itu  tetep aja kagak mau terbuka...."

Penjaga Lintasan KA
Sarjo melamar pekerjaan sebagai penjaga lintasan
kereta api. Dia diantar menghadap Pak Banu, kepala
bagian, untuk wawancara. "Seandainya ada dua kereta
api berpapasan pada jalur yang sama, apa yang akan
kamu lakukan?," tanya Pak Banu, ingin mengetahui
seberapa cekatan Sarjo. "Saya akan pindahkan salah
satu kereta ke jalur yang lain," jawab Sarjo. "Kalau
handle untuk mengalihkan rel-nya rusak, apa yang akan
kamu lakukan?" tanya Pak Banu lagi. "Saya akan turun
ke rel dan membelokkan relnya secara manual." "Kalau
macet atau alatnya rusak bagaimana?" "Saya akan balik
ke pos dan menelpon stasiun terdekat." "Kalau
telponnya lagi dipakai?" "Saya akan lari ke telpon
umum terdekat?" "Kalau rusak?" "Saya akan pulang
menjemput kakek saya." "LHO?" "Seumur hidupnya yang
sudah 73 tahun, kakek saya belum pernah melihat kereta
api tabrakan."

Perkenalan
Seorang pemuda sedang dalam perjalanan kembali ke Jakarta dengan kereta
Senja
Utama. Persis di depannya duduk seorang bapak.Setelah lama berdiam diri
sambil
menguap sang pemuda bertanya kepada bapak tersebut, "Jam Berapa sekarang
Pak
??? ". Sebuah pertanyaan yang biasa kita lakukan dimanapun kapanpun dan
kepada siapapun,  dan biasanya kita selalu dapat jawaban.

Tapi kali ini sungguh diluar dugaan, si Bapak diam saja. Mengira sang bapak
agak kurang dengar pemuda tsb. mengulanginya sampai 3 kali, namun si Bapak
diam tidak bergeming sedikitpun.

Merasa kesal, pemuda langsung mencolek bapak tsb. dan berkata "Saya heran
mengapa bapak tidak menjawab pertanyaan saya ??, apa sich susahnya" katanya
sambil melengos, belum habis dia melengos, si bapak bilang :
"Bukannya saya nggak mau menjawab, tapi nanti kalau saya jawab, kita pasti
ngomong-ngomong lagi soal ini soal itu, terus sampai nanti kita jadi
akrab".

Si pemuda melongo mendengar ceramah si bapak, terus dia tanya lagi "Lalu
apa
salahnya kalau kita akrab". Si bapak bilang "Nanti anak gadis dan istri
saya
akan menjemput saya di Gambir, kalau kita sudah akrab, nanti kita akan
turun
sama-sama, terus saya pasti memperkenalkan mereka sama kamu".

Si pemuda tambah bingung "terus pak.." tanyanya lagi penasaran."Istri saya
tuch orangnya baik sekali sama semua orang, nanti dia pasti nawarin kamu
mampir kerumah, nanti kamu mandi di rumah saya, terus makan di rumah saya,
nanti kamu lama-lama bisa akrab dengan anak gadis saya dan kamu bisa jadi
pacar anak saya dan lama-lama kamu bisa jadi menantu saya katanya lagi.

Sang pemuda yang tadi sudah bingung sekarang makin bingung, lantas dia
tanya
"Terus hubungannya apa sama pertanyaan saya yang pertama ?".

Sambil berdiri dan lantang bapak tersebut menjawab "masalahnya........

SAYA TIDAK MAU PUNYA MENANTU SEPERTI KAMU, JAM TANGAN AJA NGGAK PUNYA"

Pelana Kuda Indian
Christine, seorang sekretaris cantik dari Michigan, sedang dalam
perjalanannya yang pertama menyeberangi Amerika.

Di sebuah gurun, ia terpaksa berhenti karena mobilnya kehabisan bensin.
Seorang Indian memberinya tumpangan dengan membonceng kuda.

Selama perjalanan, setiap beberapa menit si Indian berteriak "Yah-hoo"
dengan kerasnya hingga gaungnya terdengar di seluruh gurun.

Akhirnya, Marlene turun di sebuah pomba bensin dan si Indian berlalu
sambil meneriakkan,"Yah-hoo!"nya yang terakhir.

Kau apakan sikulit merah tadi." tanya pemilik pompa.
"Sampai ia berteriak-teriak seperti itu?"

"Tidak kuapa-apakan"sahut Christine."Aku hanya duduk diam-diam di
belakang. Kulingkarkan tanganku di sekeliling pinggangnya sambil
berpegang erat-erat pada tanduk pelananya".

"Nona," kata orang itu, "Orang Indian menunggang kuda tanpa pelana!!!"

Salesman
Si Toing seorang penyelia pemasaran di sebuah perusahaan celana dalam,
ingin mengetahui berapa rata-rata celana dalam yang dimiliki oleh para
pria di suatu kota.

Pada hari pertama dia melakukan survei kepada A, B dan C.

Pada si A di bertanya :
Toing   : mas berapa celana dalam yang anda punya ?
A       : saya punya 2
Toing   : bagaimana anda pake setiap harinya ?
A       : satu saya pake, besok saya cuci dan pake yang satu lagi
Toing (dalam hati) : wah bisa turun penjualan saya nanti nih!

Pada si B dia bertanya :
Toing   : mas berapa celana dalam yang anda punya ?
B       : saya punya 7
Toing   : bagaimana anda pake setiap hari ?
B       : saya kasih nomor setiap celana, nomor 1 untuk hari senin,
          2 untuk hari selasa, dst. sampai nomor 7 untuk hari minggu.
Toing (dalam hati) : nah ini baru tepat buat dijadikan pelanggan

Pada si C dia bertanya :
Emen    : mas berapa celana dalam yang anda punya ?
C       : saya punya 12.
Emen    : 12, wah banyak bener. Gimana cara pakenya mas ?
C       : saya kasih nomor 1 sampai 12. Yang nomor 1 saya pake untuk
bulan Januari, nomor 2 untuk Februari, dst. yang nomor 12 untuk bulan
Desember.
Emen (dalam hati) : wah kalo' begini semua lebih baik saya ganti
pekerjaan saja dech





Belanja Komputer & PC Asesoris Diskon 40% hanya di www.fastncheap.com
Dunia Baru Web Hosting Terpercaya www.neocyber.net
Dapatkan Paket-Paket Website www.dlanet.com

-------[ Master Web Indonesia - www.master.web.id ] -------
Moderator         : [EMAIL PROTECTED]
Berlangganan      : [EMAIL PROTECTED]
Stop Berlangganan : [EMAIL PROTECTED]
-----------------------------------------------------------

Kirim email ke