*GAJAH MADA*
*Oleh: Andrias Harefa*

Ini ramuan sukses yang jarang dibicarakan. Ramuan ini asli made in
Nusantara. Jauh sebelum orang mengenal nama-nama besar di bidang
pengembangan diri, konseptor sukses yang satu ini sudah lebih dulu hadir.
Semua maha guru ilmu pengembangan diri yang sudah klasik maupun masih
relatif populer saat ini—sebutlah beberapa nama seperti David Scwartz,
Andrew Carnegie, Norman Vincent Peale, Dale Carnegie, Robert Schuller, Zig
Ziglar, Anthony Robbins, Stephen R. Covey, Martin Seligman, Paul Stoltz,
John C. Maxwell, Brian Tracy, John Grinder, Richard Bandler, dan
sebagainya—belum ada yang menyamai prestasi nenek moyang kita yang satu ini.

Menurut Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Gajah_Mada), resep asli
yang dicetuskan oleh tokoh besar di paruh pertama abad ke-14 itu tercatat
dalam kitab Pararaton. Bunyinya adalah sebagai berikut: “Lamun huwus kalah
nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung
Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik,
samana ingsun amukti palapa”. Dalam terjemahan bebas yang dicantumkan
Wikipedia, artinya : “Selama aku belum menyatukan Nusantara, aku tak akan
menikmati palapa. Sebelum aku menaklukkan pulau Gurun, pulau Seram, Tanjung
Pura, pulau Haru, Pahang, Dompo, pulau Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, aku
takkan mencicipi palapa”.

Ya. Benar sekali. Itulah Sumpah Palapa alias Sumpah Gajah Mada yang
terkenal. Dalam setiap pelajaran sejarah Indonesia yang menyentuh episode
Kerajaan Majapahit, nama Gajah Mada harus disebut dan dihafalkan bersama
Prabu Hayam Wuruk. Di sejumlah kota besar negeri ini, nama Gajah Mada dan
Hayam Wuruk diabadikan sebagai nama jalan yang penting. Khusus di Jakarta,
letak Jalan Gajah Mada bahkan bersisian dengan Jalan Hayam Wuruk di pusat
kota, beberapa puluh meter saja dari Istana Negara.

Begitu kenal dan hafalnya orang pada Sumpah Gajah Mada (SGM) itu,
sampai-sampai banyak orang tak sempat melihat relevansinya terhadap
berbagai konsep sukses saat ini. SGM sebenarnya bukan hanya terbukti manjur
untuk menyatukan Nusantara di masa silam. SGM juga bisa menjadi formula
sukses yang luar biasa, jika diterapkan bahkan oleh para petinggi negeri
bernama Indonesia saat ini.

Perhatikan struktur sumpah tersebut. Gajah Mada memilih untuk tidak makan
“palapa” yang menunjuk pada “rempah-rempah” atau simbol dari “kenikmatan
duniawi”. Dengan kata lain, ia berpuasa, berpantang diri untuk tidak
mencicipi kenikmatan duniawi. Ia tetap makan dan minum juga, tetapi
seperlunya. Ia tidak mengumbar hawa nafsunya, walau pun posisinya sebagai
Mahapatih (Perdana Menteri) memberinya peluang besar untuk bisa menikmati
apapun yang dia inginkan. Ia mendisiplin dirinya dengan ketat. Itu hal
pertama.

Hal kedua adalah tujuan yang besar dan mulia. Tujuan besar dan mulia
membuat bulu kuduk bergidik. SGM tidak dibuat untuk diet dalam rangka
melangsingkan diri, seperti yang galib kita saksikan dilakukan para tokoh
selebritas. Tujuan yang ingin dicapai bukan pula untuk kesuksesan pribadi.
Bukan untuk menjadi kaya raya secara cepat, atau untuk naik gaji tiga kali
dalam setahun. Bukan untuk meledakkan omset penjualan 300-600 % dalam enam
bulan ke depan. Bukan juga untuk memperoleh posisi atau jabatan empuk yang
penuh fasilitas mewah. Bukan. Tujuan Gajah Mada lebih besar daripada
kepentingan diri dan keluarganya. Tujuannya bahkan mengalahkan suku-suku
bangsa, sehingga berskala “lintas suku bangsa”, lintas etnis.

Hal ketiga adalah jenis puasanya. Ia puasa “palapa” alias “rempah-rempah”.
Ini berarti ia puasa mengenai sesuatu yang sederhana, sesuatu yang tidak
membahayakan kesehatan tubuhnya, tetapi yang setiap hari (setiap kali
makan) akan ia ingat. Ia membuat semacam sistem peringatan diri, setiap
hari ia akan diingatkan akan tujuannya.

Nah, berguru pada Sang Mahapatih, seorang pekerja muda yang ingin maju
dalam karier bisa saja membuat sumpah seperti ini, “Sebelum aku bisa
membeli rumahku sendi-ri, aku tidak akan nonton film di bioskop. Sebelum
aku mem-bayar uang muka rumah pertamaku dan melunasi cicilan tahun pertama,
aku tidak akan nonton film di bioskop”.

Seorang manajer penjualan yang ingin berprestasi, bisa membuat sumpah,
“Sebelum target penjualan tahun ini tercapai, aku tidak akan makan sate
kambing kesenanganku. Sebelum bonus tanda pencapaian target penjualan tahun
ini ditransfer ke rekeningku, aku tak akan menggigit satu pun sate kambing
kesenanganku”.

Seorang pemimpin perusahaan yang ingin maju, bisa bersumpah, “Sebelum
perusahaan ini memiliki cabang di 33 propinsi yang ada di Indonesia, aku
tidak akan minum kopi kesukaanku. Sebelum berdiri kantor cabang di 33
propinsi itu, tidak akan ada yang pernah melihatku minum kopi favoritku
itu”.

Yang paling afdol adalah kalau seorang pejabat setingkat eselon satu,
menteri, menteri koordinator, bahkan wakil presiden dan presiden, di awal
jabatannya bersumpah, “Sebelum berhasil memberantas korupsi, aku tidak akan
minum teh atau kopi apapun. Sebelum bisa membuat angka korupsi di
departemen yang aku pimpin menjadi angka terendah dalam indek korupsi yang
diukur oleh tim independen, maka aku tidak akan minum teh atau kopi
manapun”. (Tentu saja jenis puasa yang dipilih pejabat itu harus terkait
dengan makanan atau minuman favoritnya, yang tidak membahayakan
kesehatannya, namun membuatnya tidak mencicipi “kenikmatan duniawi” sebelum
mengangkat harkat dan derajat rakyat yang dipimpinnya, yang masih menderita
karena korupsi di mana-mana).

Jadi, kalau ramuan sukses Gajah Mada ini mau dimodifikasi dan diterapkan
untuk berbagai macam konteks agar Indonesia menjadi lebih baik, semuanya
masih relevan. SGM bahkan lebih relevan untuk diaplikasikan ketimbang
berbagai sumpah jabatan yang tidak jelas komitmennya dan pejabatnya
kemudian banyak yang terlibat korupsi.

Ayo, siapa (pejabat mana) yang berani menerima tantangan melakukan sumpah
berstruktur SGM? Kalau tak ada, ya keterlaluan! Masa sudah diberi resep
sukses tak juga dilakukan.

*) *Andrias Harefa*

*Author: 40 Best-selling Books; Speaker-Trainer-Coach: 22 Years PlusAlamat
www.andriasharefa.com <http://www.andriasharefa.com> – Twitter @ aharefa*

-- 
Info program lengkap dan jadwal training Proaktif terdekat silahkan hubungi 
kami di: 

Tel. 021-3260 3383; 0815 896 3889
Email: [email protected]
Website: www.mitrapembelajar.com, www.pembelajar.com

Untuk keluar dari grup ini, kirimkan email ke:
[email protected]
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Proaktif Network" dari 
Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke