*Orang sukses tidak pernah menyerah terhadap kesulitan, selalu berusaha
meretas setiap belenggu kegagalan.*

Jika faktor penentu sukses itu adalah keluarga atau garis keturunan, maka
orang ini seharusnya gagal total. Seandainya faktor penentu sukses adalah
pendidikan tinggi, ia pun tidak berpeluang untuk berhasil. Lalu apa yang
membuatnya berhasil kemudian?

Joe Girard lahir di Detroit, 1 November 1928. Kedua orangtuanya, yang
berasal dari Sicilia, tidak mengenal pendidikan dan amat miskin. Tidak ada
pekerjaan tetap yang dilakukan ayahnya untuk memastikan kelangsungan hidup
mereka. Bahkan lebih parah lagi, ayahnya sangat “ringan tangan” terhadap
anak-anaknya. Kehidupan yang berat telah merusak jiwanya. Ia sering
memukuli anaknya, dan baru berhenti bila bagian tubuh si anak mengeluarkan
darah atau lebam. Bagi sang ayah, ia adalah anak pembawa sial, kurang ajar,
tak tahu untung, dan seterusnya. Minuman keras dan judi adalah tempat
pelarian ayah yang malang ini.

Beruntung Joe mempunyai seorang ibu, yang sekalipun tak berpendidikan namun
memiliki rasa kasih yang besar. Sehabis dipukuli dan dicaci maki ayahnya,
anak malang ini selalu dihibur ibunya. Sambil membersihkan bekas luka
akibat pukulan dengan air hangat, ibunya selalu membisikkan kata-kata
pembangun semangat. “Jangan dengarkan kata-kata ayahmu, Nak. Kamu bukan
anak kurang ajar. Kamu anak ibu yang pintar. Suatu hari kelak kamu akan
berhasil dan dikenal orang,” ujar ibunya mengharapkan masa depan bocah
kecil itu.

Ketika masih di Sekolah Dasar, anak ini mencoba meringankan beban
orangtuanya dengan bekerja serabutan. Ia menjadi penyemir sepatu,
menjajakan koran dijalanan, mencuci pakaian orang, atau buruh kontraktor.
Ia juga pernah mencoba menjadi “bajingan cilik” yang kemudian tertangkap
dan dimasukkan ke penjara anak-anak nakal.

Gagal menjadi “mafioso” kecil, ia kemudian mencoba mendapatkan pekerjaan
yang halal. Sayangnya, karena tak punya pendidikan yang baik—karena drop
out sekolah menengah, ia tak punya banyak pilihan. Rekornya tak
tanggung-tanggung, dipecat dari lebih 40 pekerjaan karena masalah sikapnya
yang buruk. Ketika diterima di Angkatan Darat Amerika, ia hanya mampu
bertahan selama 97 hari, dan akhirnya dipecat juga.

Ia sering teringat kata-kata ayahnya. “Mungkin ayah benar. Aku ini pembawa
sial, anak kurang ajar yang tak bisa bekerja dengan baik,” pikirnya
meratapi nasib.

Lelaki berusia 35 tahun tanpa pekerjaan ini suatu hari mendengar istrinya
berkata, “Joe, di rumah ini tidak ada makanan. Anak kita tak punya makanan
untuk hari ini. Lakukanlah sesuatu.”

Waktu itu salju turun setebal lutut di luar rumah. Dibalut kekalutan dan
rasa frustrasi bercampur rasa tanggung jawab sebagai kepala keluarga, ia
keluar dari rumah dengan satu tekad bulat, “Aku tak akan kembali ke rumah
hari ini tanpa membawa makanan.”

Tekad itu membawanya ke sebuah show room Chevrolet. Dan di malam hari ia
berhasil membawa pulang makanan untuk keluarganya. Usianya 35 tahun dan
kariernya sebagai wiraniaga otomotif baru dimulai. Masih mungkinkah ia
berhasil?
Tahun pertama ia menjual 267 unit Chevrolet. Tahun berikutnya naik menjadi
307 unit. Lalu 343 unit pada tahun ketiga. Tahun keempat ia menjual 614
unit mobil. Dan sejak tahun 1966 itu namanya tercatat sebagai wiraniaga
otomotif nomor satu dunia menurut Guinness Book of Records.

“Nubuat” ibunya menjadi kenyataan. Ia anak pintar yang dikenal orang. Semua
kata-kata ayahnya ternyata salah. Tekadnya semakin bulat untuk membuktikan,
“Aku bukan anak bodoh, bukan pembawa sial, bukan anak kurang ajar. Aku anak
pintar dan dunia akan mengenal namaku seperti kata ibu.”

Prestasi sebagai wiraniaga nomor wahid itu dipertahankannya secara
konsisten selama hampir 12 tahun. Penjualan tahunan terbanyak diraihnya
tahun 1973 sebanyak 1.425 unit mobil dijualnya sendiri. Dalam satu bulan ia
pernah menjual 174 unit mobil. Rekor penjualan harian terbanyak adalah 18
unit mobil. Selama 15 tahun berkarier (1963-1977) ia telah menjual 13.001
unit mobil, atau rata-rata menjual 6 unit mobil per hari (jumlah ini adalah
target penjualan per bulan untuk wiraniaga otomotif di Indonesia sebelum
krisis ekonomi 1997). Penghasilannya di atas 200.000 dolar Amerika per
tahun, jumlah yang tidak sedikit pada waktu itu.

Ia akhirnya menerima berbagai penghargaan, di antaranya The Golden Plate
Award dari American Academy of Achievement dan Dr. Norman Vincent Peale
menominasikan dirinya untuk menerima Horatio Alger Award, penghargaan bagi
orang Amerika yang terbukti berhasil melepaskan diri dari belenggu
kemiskinan dan menjadi tokoh masyarakat.

Setelah menggantungkan “sales-kit” tahun 1977, ia kemudian dikenal sebagai
pembicara dan penceramah motivasional. Dibantu Stanley H. Brown, Robert
Casemore dan Robert L. Shook, ia menuliskan kisah-kisah suksesnya melalui
buku How to Sell Anything to Anybody (1977), How to Sell Your-self (1979)
dan How to Close Every Sales (1989). Ia juga menuturkan kiat-kiat suksesnya
melalui kaset-kaset dan video.

Tahun 1992 Joe Girard berbicara dalam seminar wiraniaga di Hotel Hilton,
Jakarta. Setelah itu ia diundang kembali sebagai pembicara utama dalam
Achievers Congres di Indonesia tahun 1996. Menurut panitia pengundang,
honor bicaranya US $ 2,000 per jam atau $ 10,000 per hari.

Orangtua miskin dan pengangguran, penjara anak-anak nakal, drop out dari
sekolah, dipecat 40 kali lebih, dan usia yang tak muda lagi untuk memulai
sebuah karier, semuanya tak mampu membelenggu Joe. Ia, mengutip judul buku
Frank Bettger, meretas belenggu kegagalan dan meraih sukses dalam
penjualan. Maukah kita juga melepaskan diri dari belenggu-belenggu
kegagalan kita sendiri?

*) Andrias Harefa
Penulis 40 Buku Best-Seller. Pembicara dan Trainer Berpengalaman 22 Tahun

-- 
Info program lengkap dan jadwal training Proaktif terdekat silahkan hubungi 
kami di: 

Tel. 021 22103478
Email: [email protected]
Website: www.mitrapembelajar.com

Untuk keluar dari grup ini, kirimkan email ke:
[email protected]
[email protected]
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Proaktif Network" dari 
Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke