*Kunci orang sukses hanya satu: keyakinan, karena keyakinan bisa melahirkan
kenyataan.*

Sebagian besar anak-anak di negeri ini pernah punya cita-cita yang sama,
yakni ingin menjadi dokter, insinyur, penyanyi, dan sejenisnya. Namun,
berbeda dengan mayoritas anak kecil lainnya, Sunarno mengaku tidak punya
cita-cita masa kecil. Kemiskinan membuat segalanya dijalani saja seperti
air yang mengalir. Kemiskinan juga memaksanya cuma bisa menamatkan SD.
Lebih prihatin lagi, sejak usia belasan tahun lelaki kelahiran Solo, 5
Agustus 1961 ini sudah yatim piatu. Kemudian ia terpaksa ikut orang yang
mau menolongnya. Pindah dari satu kota ke kota lain, menjadi kacung atau
melakukan apa saja untuk sekadar menyambung hidup.

Beruntung semua itu tidak lama dijalani Sunarno. Jiwanya yang mendambakan
kebebasan, bosan menjadi kacung yang selalu disuruh-suruh. Ketika ia
memutuskan untuk kembali ke Solo, pilihan pekerjaan yang bisa dilakukan
sangat terbatas. Maka jadilah ia pemulung yang mencari nafkah dengan
mengorek-orek sampah. Dengan penghasilan Rp 8.000,00 per hari, sudah barang
tentu ia harus tinggal di daerah kumuh, tak jauh dari tempat pembuangan
sampah. Setiap hari ia harus mengais-ngais sampah, mengumpulkan barang
bekas. Menurutnya, pada masa itu plastik dan kardus adalah barang yang
banyak jadi incaran. Di samping balung (tulang sapi) yang nilai jual
kembalinya tinggi. Setiap hari, bersama teman-teman, ia menanti datangnya
truk sampah. Begitu mobil “pembawa rezeki” tiba, mereka berlari mendekat
lalu berebut barang-barang bekas—siapa cepat, dia dapat.

Sunarno pernah merasa begitu bahagia ketika mendapatkan bonggol kubis
(kol). Soalnya, benda itu diperoleh setelah mengalahkan beberapa saingan.
Lewat “kompetisi” yang ketat ia berhasil mendapatkannya. “Hati saya bangga
dan puas karena itu suatu prestasi. Senangnya tak terkira, mungkin sama
bahagianya dengan orang naik Mercy atau Volvo,” ujar ayah tiga anak ini
dalam sebuah wawancara dengan media.

Tahun 1994, sinar terang perubahan hidup mulai tampak. Suatu hari
tetangganya memperkenalkan bisnis Multi Level Marketing (MLM) Forever
Young. Hampir setiap hari tetangga sebelah bercerita, walau kadang ia tidak
bisa menangkap maksudnya. Maklum, cuma tamatan SD. Jangankan mengerti,
untuk menghafal nama MLM yang berbahasa Inggris itu saja susah sekali.
“Seminggu belum hafal,” katanya tertawa, “tapi lantaran sering dengar dan
lihat, lama-lama mengerti juga.”

Setelah belajar dengan tekun dan ditempa dalam berbagai pelatihan, dalam
hatinya timbul keyakinan. Mulailah ia menjalankan bisnis ini sepenuh hati.
Pagi hari, dengan pakaian kumal seadanya, ia mencari barang-barang bekas di
bak-bak sampah. Siangnya, setelah mandi dan berpakaian agak rapi, pergi
memprospek orang.

Ada banyak tantangan yang harus dilaluinya dalam berusaha. Mulai dari
dibilang ngeyel sampai dicaci-maki. Namun itu tidak mengecilkan hatinya,
sebab sejak kecil ia sudah terbiasa dengan kompetisi dan tantangan. “Itulah
yang mendorong saya untuk maju. Orang gagal itu biasanya nggak mau
menghadapi tantangan. Kalau nggak siap mental, yang paling mudah dilakukan
adalah berhenti,” jelasnya.

Ternyata prestasinya di bisnis MLM relatif cepat melambung. Tuhan
Mahapemurah. Dalam kurun 27 bulan, ia berhasil menempati peringkat
tertinggi sebagai Senior Network Director. Jaringannya yang tersebar di
seluruh Indonesia, lebih dari 100 ribu orang. Seiring dengan itu,
penghasilan di atas Rp15 juta per bulan, sepeda motor, mobil, rumah, dan
berbagai bonus wisata ke luar negeri telah dinikmatinya. Mungkin di negeri
ini dialah satu-satunya pemulung yang berhasil menjadi jutawan.

Sunarno masih sering tampak terharu bila diminta menceritakan masa silamnya
yang luar biasa itu. Bahkan uniknya, ketika mendapat fasilitas rumah dari
Forever Young, ia sengaja memilih daerah yang dahulu ia huni agar tidak
lupa pada sejarah hidupnya. Ia memilih tinggal di Jl. Pelangi Dalam No.17,
Perumnas Mojosongo, Solo. Di lingkungan tempat tinggalnya, ia dikenal
sebagai warga yang dermawan.

Menurut Sunarno, kunci keberhasilannya hanya satu: keyakinan. Karena
keyakinan itu seakan-akan kenyataan. Ia mempertahankan motivasinya dalam
berusaha dengan selalu bertanya, “Kalau orang lain bisa, mengapa saya tidak
bisa? Pasti ada caranya kalau mau belajar. Pasti bisa!” Sekarang malah
sebaliknya, para mitra bisnis dalam jaringannya selalu merujuk padanya.
“Pak Narno yang pemulung saja bisa, kok saya tidak bisa.”

Bagi Sunarno, hidup itu sederhana saja. Kita harus punya cita-cita, yaitu
sukses dalam sejumlah bidang. “Tapi untuk itu diperlukan tindakan, rencana,
tujuan, komitmen, keyakinan, mengenal diri, dan cinta. Ini semua merupakan
mata rantai yang tak terpisahkan.” Cita-citanya sendiri, yang baru
terbentuk setelah ia bergabung dengan bisnis MLM, adalah ingin berbakti
pada bangsa dan negara. “Ukuran saya bukan penghasilan lagi. Tapi tanggung
jawab kepada negara untuk menciptakan suasana yang baik lewat usaha MLM.
Misi saya ingin menolong orang yang tidak punya, karena falsafah hidup
untuk mengasihi dan melayani.”

Selain itu, Sunarno ingin mengukir sejarah supaya tetap dikenang walau
kelak sudah tiada. Maka dari itu, dalam kamusnya tidak ada kata terlambat
untuk belajar. Ia bersama istri tercinta kemudian mengambil penyesuaian SMP
dan SMA, bahkan mengambil kuliah rangkap. Pagi kuliah di Fakultas Pertanian
Universitas Pembangunan Solo, malam kuliah di Fakultas Hukum Unisri.

“Saya tertarik di pertanian karena melihat Indonesia jauh tertinggal di
bidang itu. Padahal kondisi alamnya sangat kaya. Orientasi saya adalah
membudayakan pola tanam organik dan dari hasil pertanian ini kita bisa
memberikan sumbangan kepada negara,” paparnya. Sementara kuliah di fakultas
hukum untuk mengetahui mana benar dan mana yang perlu diluruskan. Sebelum
Sunarno meraih gelar kesarjanaan yang dicita-citakan, yang jelas dengan
semangat belajarnya yang mengagumkan itu, ia sudah layak menjadi “sarjana”
universitas kehidupan ini.

*) Andrias Harefa
Penulis 40 Buku Best-Seller
Pembicara Publik dan Trainer Berpengalaman 22 Tahun

-- 
Info program lengkap dan jadwal training Proaktif terdekat silahkan hubungi 
kami di: 

Tel. 021 22103478
Email: [email protected]
Website: www.mitrapembelajar.com

Untuk keluar dari grup ini, kirimkan email ke:
[email protected]
[email protected]
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Proaktif Network" dari 
Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke