*By: Andrias Harefa,pembelajar kata pemulung cerita* *penulis lebih dari 40 buku best-sellerbekerja sebagai profesional trainer dan speaker *
Kalau pagi tadi Anda naik kereta komuter dari Bekasi dan saat mendekat ke Stasiun Cakung, di jalan sisi kiri rel Anda melihat seorang lelaki berkaos biru dengan kerah putih berlari dari pompa bensin ke arah Indogrosir bolak balik, maka itulah aku. Lintasan itu panjangnya 500 meter. Enam kali bolak balik jadi 3 km. Lalu aku kembali masuk kompleks perumahan yang punya lintasan 250 meter. Bolak balik empat kali jadi 1 km, sehingga total lariku pagi ini 4 km. Dengan durasi 50 menitan ditambah jalan kaki 10 menit. Latihan ketujuh ini masih terasa berat lari pada 10-15 menit pertama. Seperti mau menyerah saja rasanya. Di dalam diriku terjadi negosiasi. Bagian yang satu berbisik, "Sudahlah, jalan saja. Buat apa ngotot untuk hal beginian." Bagian yang lain berkata, "Tahanlah sebentar lagi, ini baik untuk mendisiplin dirimu dan juga menyehatkanmu". Yang lain lagi bilang, "Fokus. Atur nafasmu. Perlambat langkahmu. Ingat running mantra". Nah bagian yang terakhir inilah yang memandu latihanku sampai tuntas tadi. Sambil bernyanyi dalam hati aku berlari (hatiku penuh nyanyian ehemm). Setelah lari 4 km aku lanjutkan dengan berjalan cepat. Bukan apa-apa, kakiku memang seperti tak mau langsung berhenti. Ia melangkah seolah tanpa tunggu perintah. Otomatis saja. Kupikir ini seperti efek kebiasaan yang memang stronger than knowledge. Untuk mengubah kebiasaan perlu waktu dan ada proses pengkondisian. Kalau instant akan punya efek samping. Seperti orang yang kaya mendadak biasanya lupa cara menempatkan diri di antara kerabat dan sahabat. (Halaah ini ngomong apa sih?). O ya, dengan hasil latihan seperti ini, aku perkirakan di hari H nanti aku akan bisa lari 5-6 km saja dari target 10 km. Prinsipnya aku hanya akan lari 1-2 km lebih jauh dari latihan terakhirku. Sebab, sekalipun dalam imajinasi aku sudah sukses lari 10 km, tetapi aku tidak hidup dalam imajinasi melainkan dalam realita. Masih akan ada kesempatan berikutnya. Aku tak perlu terburu nafsu. Sukses itu perlu kesabaran, perlu ketekunan, dan perlu negosiasi dengan diri sendiri hehehe. Tabik lari -- Info program lengkap dan jadwal training Proaktif terdekat silahkan hubungi kami di: Tel. 021 22103478 Email: [email protected] Website: www.mitrapembelajar.com Untuk keluar dari grup ini, kirimkan email ke: [email protected] [email protected] --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Proaktif Network" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
2016-Negotiation Skills.doc
Description: MS-Word document
