Dengan Hormat,
  
Menanggapi acara di stasiun Jakarta TV (JakTV):
Program: Live Show CITY VIEW
Tanggal: 26 Juni 2007
Pukul: 22.00 - 23.00 WIB
Host: Dedi Gumelar (Mi'ing) 
Narasumber: 
- Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Djoko Susilo
- Sosiolog Perkotaan Paulus Wirotomo
- dan beberapa narasumber lainnya
   
  
Kami dari Forum Safety Riding Jakarta menanggapi acara yang dimoderasi oleh 
saudara Dedi Gumelar. Bahwa, ada pernyataan-pernyata an dari moderator yang 
menyudutkan pengendara motor.
  
Satu di antaranya seperti, saudara Dedi Gumelar menyebutkan "bikers" yang 
men-teror perjalanan (pribadi) yang bersangkutan. Bikers yang dimaksud 
menyenggol spion lalu pergi tanpa meminta maaf.
  
Dengan kapasitas seorang moderator seharusnya saudara Dedi Gumelar mengerti 
atau tidak menggeneralisasi obyek. Misalnya, saudara Dedi Gumelar dapat 
menyebutkan bahwa para pelanggar itu adalah "bikers yang tidak diketahui 
identitasnya" .
  
Lantas menyoal masalah teknis, seperti penggunaan head lamp pada siang hari 
sama sekali tidak mempengaruhi kondisi aki. Kami mengimbau saudara Dedi 
Gumelar--yang notabene mempunyai kendaraan roda dua (ber-cc besar)--mau belajar 
membuka diri melihat fakta yang ada di lapangan, ketimbang hanya menggunakan 
kendaraan roda dua miliknya minimal tiga (3) kali dalam sebulan bulan. Bila 
perlu, silakan mencoba mengendarai kendaraan roda dua yang banyak dipakai 
khalayak umum, dan baru mencoba memoderasi sebuah acara. Sehingga kedewasaan 
dan pengalaman yang luas akan semakin sempurna dalam membahas sebuah topik 
tertentu, khususnya di sebuah media massa.
  
Yang cukup memprihatinkan, porsi bicara rekan kami, saudara Andry dari Karisma 
Honda Cyber Community (KHCC) pada diskusi tersebut amat minimum. Dan 
kenyataannya malah lebih diarahkan untuk menyetujui semua arah pembicaraan dan 
pernyataan.
  
Narasumber Sosiolog Perkotaan Paulus Wirotomo menyebutkan, bahwa orang-orang 
yang mampu akan membeli mobil. Tetapi, yang tidak mampu akan memilih membeli 
sepeda motor. Kami menilai, pemikiran tersebut adalah pandangan yang amat 
tertinggal dari fakta yang sebenarnya.
  
Sekadar informasi, banyak dari anggota Forum Safety Riding Jakarta adalah 
pengurus dari klub mobil yang bertaraf nasional. Di sisi lain, mereka pun 
membeli motor bukan karena tidak ada pilihan, tapi lebih kepada efisiensi 
waktu. Tentunya, hal itu sama sekali tak bisa didapat dengan menggunakan roda 
empat. Hal ini berlaku khususnya, bagi yang beraktifitas kerja dengan tingkat 
penggunaan cukup tinggi.
  
Bagi Forum Safety Riding Jakarta, fakta yang dikemukakan Paulus Wirotomo 
tersebut di atas dapat dikategorikan sebagai diskriminasi strata sosial. 
Apabila dilihat kepada subyek strata sosial, kebodohan-kebodohan para "bikers" 
juga dilakukan sebagian "drivers". Jadi, tidak bisa melihat dari kacamata 
strata sosial. Sudah berulang kali terjadi, mereka yang hadir dari "kaum mampu" 
justru melakukan arogansi di jalan. Boleh jadi karena mereka mempunyai jabatan, 
dan meyakini sistem berada di genggaman tangan.
  
Untuk Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Komisaris Besar 
Polisi Djoko Susilo, Forum Safety Riding Jakarta memohon untuk lebih 
memperhatikan sikap para aparat di lapangan. Misalnya, dengan lebih 
meningkatkan razia para "oknum aparat". Apabila untuk sipil Polri mempunyai 
reserse untuk menangkap penjahat, kenapa tidak menggunakan Provost menyamar 
untuk menggiring para "oknum aparat" ini ke belakang meja hukum? Keseimbangan 
dan penerapan hukum yang sama yang kami maksudkan di sini.
  
Forum Safety Riding Jakarta memahami bahwa banyaknya ketidaktertiban di jalan, 
tidak semata-mata karena kesalahan pengguna sepeda motor atau mobil. Tapi, 
merupakan sebuah keterkaitan panjang tentang sebuah sistem transportasi yang 
direncanakan dan akan dijalankan. Termasuk tentang kondisi psikologis dan sikap 
mental warga untuk "survive" dari pekatnya rimba lalu lintas Jakarta serta 
tentang pemberdayaaan seluruh komponen masyarakat untuk lebih peduli 
menciptakan sistem transportasi yang berkelanjutan dan manusiawi.
  
Satu dari sederet kekuatan masyarakat yang dapat mengembangkan usaha di atas 
adalah media massa. Forum Safety Riding Jakarta sangat berharap media massa 
bisa memainkan perannya dengan lebih bijak dan solutif, dan tidak sekadar 
mencari sensasi dengan membenturkan pengguna sepeda motor dengan pengguna mobil.
  
Bersama ini pula kami mengimbau JakTV untuk lebih membuat konsep acara tersebut 
menjadi acara dengan sebuah solusi, bukan wadah menjatuhkan satu pihak semata. 
Solusi tersebut dapat berupa membicarakan lebih soal pro aktifnya instansi 
terkait menyelesaikan "pekerjaan rumah" yang berpuluh tahun tidak juga kunjung 
selesai. Beberapa contoh, kedisiplinan kendaraan umum, atau filtrasi kelayakan 
penggunaan kendaraan bermotor. Dan lebih bisa memilih moderator yang mempunyai 
wawasan lebih luas dan bijaksana dalam rangka mengupas mendalam tentang suatu 
masalah.
  
Forum Safety Riding Jakarta siap berdiskusi lebih jauh mengenai hal ini.
  
Demikian surat terbuka ini kami sampaikan. Terima Kasih.
   
  
Salam Hormat,
Forum Safety Riding Jakarta
   

       
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.
  • [mxrider] O... ◄��Łц�k���►

Kirim email ke