kalo orang mampu beli mobil atau roda 4 liat dulu mampu yang gimana?? gue punya kenalan di kampung, dia gak bisa beli motor bebek tp bisa beli mobil, tp mobilnya di pake buat ngojek alias antar jemput, karena mobil second harganya lebih murah dari motor bebek, apalagi tipe minibus dan tahun lawas, apakah ini kategori mampu?? kalo menurut gue sih ini masalah selera. gue lebih bisa nikmati jalan2 sore dengna motor dan bergembira ria dikala hujan dengan sepeda motor. kalo bicara mampu, seandainya gue punya duit diatas 500jt, kalo di suruh beli kendaraan, gue milih beli moge resmi, karena sensasinya beda. yang bodong aja sensasinya bikin adrenalin memuncak apalagi yang resmi, alias gue lebih milih roda dua karena praktis, gak perlu uring2an di kala macet. justru biang macet adalah roda 4. dari sisi dimensi nya saja jauh lebih besar ketimbang motor, satu parkiran 4 meter bisa muat sampe 4 motor ukuran sport, lha mobil cuma satu. intinya moderatornya goblok kalo berfikiran yang mampu pasti bisa beli mobil, lha pak harto aja punya harley davidson, apa dia gak mampu....?? hehehhe... repot kalo lawan tukan ojek alias ngojek omongan huahahhahha
Pada tanggal 03/07/07, Yanuarius W. Hadi <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Diskriminasi model ini memang masih subur di Indonesia, orang yg punya duit lebih selalu dianggap benar dan mereka selalu menggampangkan semua persoalan dengan duit yg mereka miliki, bahkan juga "membeli" system agar sesuai dengan yang mereka mau. Btw kenapa gak dikirim ke media massa macam kompas, motor plus dll man ? atau barangkali sudah dikirim ? DJ *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On Behalf Of *◄••ŁцÇk¥••► *Sent:* Tuesday, July 03, 2007 3:22 AM *To:* [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] *Subject:* [mxrider] OoT :: Surat Terbuka untuk JakTV Dengan Hormat, Menanggapi acara di stasiun Jakarta TV (JakTV): Program: Live Show CITY VIEW Tanggal: 26 Juni 2007 Pukul: 22.00 - 23.00 WIB Host: Dedi Gumelar (Mi'ing) Narasumber: - Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Djoko Susilo - Sosiolog Perkotaan Paulus Wirotomo - dan beberapa narasumber lainnya Kami dari Forum Safety Riding Jakarta menanggapi acara yang dimoderasi oleh saudara Dedi Gumelar. Bahwa, ada pernyataan-pernyata an dari moderator yang menyudutkan pengendara motor. Satu di antaranya seperti, saudara Dedi Gumelar menyebutkan "bikers" yang men-teror perjalanan (pribadi) yang bersangkutan. Bikers yang dimaksud menyenggol spion lalu pergi tanpa meminta maaf. Dengan kapasitas seorang moderator seharusnya saudara Dedi Gumelar mengerti atau tidak menggeneralisasi obyek. Misalnya, saudara Dedi Gumelar dapat menyebutkan bahwa para pelanggar itu adalah "bikers yang tidak diketahui identitasnya" . Lantas menyoal masalah teknis, seperti penggunaan head lamp pada siang hari sama sekali tidak mempengaruhi kondisi aki. Kami mengimbau saudara Dedi Gumelar--yang notabene mempunyai kendaraan roda dua (ber-cc besar)--mau belajar membuka diri melihat fakta yang ada di lapangan, ketimbang hanya menggunakan kendaraan roda dua miliknya minimal tiga (3) kali dalam sebulan bulan. Bila perlu, silakan mencoba mengendarai kendaraan roda dua yang banyak dipakai khalayak umum, dan baru mencoba memoderasi sebuah acara. Sehingga kedewasaan dan pengalaman yang luas akan semakin sempurna dalam membahas sebuah topik tertentu, khususnya di sebuah media massa. Yang cukup memprihatinkan, porsi bicara rekan kami, saudara Andry dari Karisma Honda Cyber Community (KHCC) pada diskusi tersebut amat minimum. Dan kenyataannya malah lebih diarahkan untuk menyetujui semua arah pembicaraan dan pernyataan. Narasumber Sosiolog Perkotaan Paulus Wirotomo menyebutkan, bahwa orang-orang yang mampu akan membeli mobil. Tetapi, yang tidak mampu akan memilih membeli sepeda motor. Kami menilai, pemikiran tersebut adalah pandangan yang amat tertinggal dari fakta yang sebenarnya. Sekadar informasi, banyak dari anggota Forum Safety Riding Jakarta adalah pengurus dari klub mobil yang bertaraf nasional. Di sisi lain, mereka pun membeli motor bukan karena tidak ada pilihan, tapi lebih kepada efisiensi waktu. Tentunya, hal itu sama sekali tak bisa didapat dengan menggunakan roda empat. Hal ini berlaku khususnya, bagi yang beraktifitas kerja dengan tingkat penggunaan cukup tinggi. Bagi Forum Safety Riding Jakarta, fakta yang dikemukakan Paulus Wirotomo tersebut di atas dapat dikategorikan sebagai diskriminasi strata sosial. Apabila dilihat kepada subyek strata sosial, kebodohan-kebodohan para "bikers" juga dilakukan sebagian "drivers". Jadi, tidak bisa melihat dari kacamata strata sosial. Sudah berulang kali terjadi, mereka yang hadir dari "kaum mampu" justru melakukan arogansi di jalan. Boleh jadi karena mereka mempunyai jabatan, dan meyakini sistem berada di genggaman tangan. Untuk Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Komisaris Besar Polisi Djoko Susilo, Forum Safety Riding Jakarta memohon untuk lebih memperhatikan sikap para aparat di lapangan. Misalnya, dengan lebih meningkatkan razia para "oknum aparat". Apabila untuk sipil Polri mempunyai reserse untuk menangkap penjahat, kenapa tidak menggunakan Provost menyamar untuk menggiring para "oknum aparat" ini ke belakang meja hukum? Keseimbangan dan penerapan hukum yang sama yang kami maksudkan di sini. Forum Safety Riding Jakarta memahami bahwa banyaknya ketidaktertiban di jalan, tidak semata-mata karena kesalahan pengguna sepeda motor atau mobil. Tapi, merupakan sebuah keterkaitan panjang tentang sebuah sistem transportasi yang direncanakan dan akan dijalankan. Termasuk tentang kondisi psikologis dan sikap mental warga untuk "survive" dari pekatnya rimba lalu lintas Jakarta serta tentang pemberdayaaan seluruh komponen masyarakat untuk lebih peduli menciptakan sistem transportasi yang berkelanjutan dan manusiawi. Satu dari sederet kekuatan masyarakat yang dapat mengembangkan usaha di atas adalah media massa. Forum Safety Riding Jakarta sangat berharap media massa bisa memainkan perannya dengan lebih bijak dan solutif, dan tidak sekadar mencari sensasi dengan membenturkan pengguna sepeda motor dengan pengguna mobil. Bersama ini pula kami mengimbau JakTV untuk lebih membuat konsep acara tersebut menjadi acara dengan sebuah solusi, bukan wadah menjatuhkan satu pihak semata. Solusi tersebut dapat berupa membicarakan lebih soal pro aktifnya instansi terkait menyelesaikan "pekerjaan rumah" yang berpuluh tahun tidak juga kunjung selesai. Beberapa contoh, kedisiplinan kendaraan umum, atau filtrasi kelayakan penggunaan kendaraan bermotor. Dan lebih bisa memilih moderator yang mempunyai wawasan lebih luas dan bijaksana dalam rangka mengupas mendalam tentang suatu masalah. Forum Safety Riding Jakarta siap berdiskusi lebih jauh mengenai hal ini. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan. Terima Kasih. Salam Hormat, Forum Safety Riding Jakarta ------------------------------ Be a better Globetrotter. Get better travel answers <http://us.rd.yahoo.com/evt=48254/*http:/answers.yahoo.com/dir/_ylc=X3oDMTI5MGx2aThyBF9TAzIxMTU1MDAzNTIEX3MDMzk2NTQ1MTAzBHNlYwNCQUJwaWxsYXJfTklfMzYwBHNsawNQcm9kdWN0X3F1ZXN0aW9uX3BhZ2U-?link=list&sid=396545469>from someone who knows. Yahoo! Answers - Check it out. No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.9.14/883 - Release Date: 7/1/2007 12:19 PM No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.9.14/883 - Release Date: 7/1/2007 12:19 PM
-- Heru Herlambang Operational Manager Galerinet Cybercafe Malang http://www.galerinet.web.id http://www.galerinet.org/ KSNET Port Malang (Internet Service Provider) http://mxrider.or.id/ http://mx135.multiply.com milis: [EMAIL PROTECTED]
