Waduh cak, juju raja. Gue jadi ngiri, seandainya keadaan Indonesia skrg mirip seperti Bontang waktu almarhum bapaknya cak heru di sana. Gue yakin, Indonesia benar2 jadi Negara yang besar. Keadaan yg seperti itulah yg amat kita dambakan. Mudah2an benar2 terwujud. kalo bukan kita yg mengalami, biarlah anak cucu kita yg mengalami. Kita cukup jadi "pupuk diladang" Indonesia.
DJ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of heru herlambang Sent: Saturday, June 14, 2008 1:55 AM To: [email protected] Subject: Re: [mxrider] FW: [OOT] Terjajah ExxonMobil di Cepu Pada dasarnya kita mampu untuk mengelola sendiri, terbukti pada tahun 1976 saat cadangan gas alam cair mulai di uji coba di kota terpencil Bontang , saat itu almarhum bapak saya ditempatkan di sana dan dimutasi dari pertamina balikpapan. saat itu saya ingat betul bagaiman aperkembangan kota kecil itu. ibaratnya orang jawa bilang, kita ini babat alas. konon, jika pengelolaan itu gagal, ya terpaksa bapak saya nganggur karena sudah di lepas dari pertamina, namun dengan tekad yang bulat bersama kawan2 beliau dulu, akhirnya kota ini berkembang dengan pesat dan menjadi leader di dunia dalam hal ekspor gas LNG terbesar sedunia dan menyumbangkan separuh lebih devisanya untuk APBN, jika seandainya dulu sudah ada otonomi seperti sekarang, wow, betapa kayanya kami hehehehe.... tp tidak begitu. karena demi negara, orang tua kamipun bekerja dengan niat yang tulus. saya merasakan betul masa-masa kecil saya dihabiskan di antara hutan belantara hingga bisa bertemu ular piton sebesar pohon beringin dihalaman belakang rumah saya hahahahha.. namu kami semua merasa senang, dan yang membuat kami kagum karena menjadi bagian dari keberhasilan itu adalah, SEMUA ORANG SANGAT DISIPLIN dan BENAR-BENAR BERTANGGUNG JAWAB ATAS PEKERJAANNYA. kerja shift 3 kali sehari selama 24jam dan harus menghadapi resiko bencana ledakan jika sedikit saja kelalaian dari mereka seperti kasus pada tahun 1984 kalo tidak salah. kota yang kecil dan sangat dekat dengna pabrik anda bisa bayangkan seperti apa rasanya. Nyaris tidak pernah ada lelah, menyerah, bahkan tindakan korupsi sekecil apapun disana, jika ketahuan maka detik itu juga langsung di pecat tanpa pesangon. Strict, tegas, memang, tp kehidupan kami di jamin oleh negara dalam bentuk yang sebaik-baiknya, mulai pendidikan hingga kesehatan, yang mungkin tidak pernah akan saya rasakan saat ini. Sebagai balasannya, para pekerja-pekerja disana benar-benar totalitas dalam mengabdi, hingga harus memulai segala sesuatunya secara otodidak. rata-rata pekerja disana dulu lulusan sma, stm, jarang yang sarjana, bahkan sang vice president pun ikut babat alas dulunya hehehhe... jadi kami merasa seperti keluarga besar di kota itu. Dan yang paling membanggakan, hingga 10 tahun kemudian, kita benar2 lepas dari ketergantungan orang asing dalam hal teknis, dan mulai mengelola seindiri namun sisi baiknya, nilai-nilai disiplin dan semangat, dan mau belajar teknologi baru yang di transformasi secara apik oleh pihak asing berhasil di raih. Jika orang2 ribut pada tahun 1998 adalah waktunya reformasi, maka kami sudah melakukan reformasi 10 tahun yang lalu dan benar-benar reformasi yang dibangun dari pondasi-pondasi yang paling kokoh...., Namun sayang, keberhasilan, semangat, dan totalitas itu saat ini seakan luntur di sana, kalo dulu 1 orang bisa handle 2-3 jobdes sekaligus, saat ini 1 supervisor harus mendampingi secara penuh bawahannya/operatornya, padahal mereka (operatornya) adalah lulusan-lulusan sarjana lho.sementara supervisornya hanya sma dulunya... tanya kenapa??? ya itu tadi, mental, semangat, dan totalitasnya sudah tidak ada, kemampuan untuk menyerap informasi dan teknologi baru sudah luntur, kebersamaan yang dlulu begitu erat dirasakan, kini rasanya seakan-akan hidup di tengah hutan sendirian. Careless, masing-masing memikirkan bagaimana nasib diri mereka sendiri, bukan memikirkan bagaimana masa depan mereka secara bersama-sama... ya itulah kenyataan bahwa saat ini kita lebih banyak meluangkan tenaga dan pikiran lewat mulut ketimbang keringat yang harus di basuh tiap detik yang bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik untuk masa depan bersama. Jika dulu bicara transformasi dan regenerasi begitu mudah dilakukan dan sangat cepat, saat ini rasanya kita sulit sekali melakukan itu, jika diajak untuk maju, jawabnya selalu, "UNTUNGNYA BUAT SAYA APA NEH?" kalo menghasilkan baru mau ikut nimbrung, tp gak mau mengambil resiko untuk menghadapi kerugian. ITULAH Mental-mental sampah yang harus di revolusi mulai saat ini pada diri masing-masing. Sering sekali saya mendengar teman-teman sekuliahan dulu mendapatkan gaji lebih hebat dari saya, tp sayangnya mereka selalu gundah dan sering merasa kekurangan, sementara saya hanya menerima UMR bisa merasakan tidur yang nyenyak, kenapa? ya karena sifat manusia yang memang RAKUS. cara manage yang salah, sering sekali saya dapatkan dari mereka. jika saya tanya kenapa bisa begitu boros? mereka jawab, kebutuhan manusia kan tidak terbatas... KONYOL!! hukum ekonomi kapitalis dipegang... coba pikir jika kebutuhan kita tak terbatas, apakah anda mampu menghabiskan 5 bakul nasi sekaligus??? apakah mampu memakai baju 5 lapis sekaligus??? jawabnya pasti tidak ada yang kuat menghabiskan bakul nasi itu. artinya kebutuhan kita ini pada dasarnya tetap terbatas, dan sesuai dengan kapasitas yang telah ditentukan sang Pencipta. yang membuat jadi tak terbatas adalah KESERAKAHAN! kehinginannya yang tak terbatas, padahal jika di telaah, keinginan adalah pangkal dari keserakahan jika kita tidak bisa mawas diri dan berhati-hati dalam melangkah. mental itulah yang sekarang ada di negara kita, lebih baik jalan Telanjang dari pada kagak punya duit...... mungkin begitu istilahnya... akhirnya kita rela menjual negara dan bangsa ini... dulu yang jadi pejabat atau wakil rakyat harus orang-orang terpilih dan selectiv, sekarang tukang ojek pun bisa jadi wakil rakyat, preman pun bisa jadi wakil rakyat... trus rakyatnya yang begimane neh...?? bukan berarti menyalahkan pekerjaannya, namun saat ini semua begitu gamblang terbuka bahwa lahan pekerjaan paling menghasilkan adalah MENGINVESTASIKAN MASSA DAN MULUT di gedung wakil rakyat, ketimbang membuat sesuatu yang bisa menghasilkan buat orang banyak....... Salut saya malah tertuju buat mereka-mereka yang masih bisa berfikir jernih, dikala lahan pekarangannya di timpa musibah lumpur lapindo, ternyata semangatnya tidak pernah pudar, dan mampu berkreasi secara cerdas dengan memanfaatkan limbah musibah itu menjadi sesuatu yang menghasilkan buat tetangga-tetangganya. that's spirit!! ditanya mengenai keadaannya, tidak pernah mengeluh, dan menjadikan hal ini justru merupakan cambukan untuk lebih kreatif. ingat, orang pintar masih bisa kalah dengan orang Cerdas, Orang cerdas bisa kalah dengan Orang yang Cerdik, tp kecerdikan masih bisa dikalahkan oleh si BEjO ( peruntungan). Nah sekarang anda-anda berada pada level mana???? Pada tanggal 13/06/08, Januarius W. Hadi <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Hanya satu kata: Revolusi... Xixixixi, gue semangat banget kalo ada revolusi... DJ http://www.korwilpdip.org:80/modules/smartsection/item.php?itemid=232 Terjajah ExxonMobil di Cepu Oleh: Kwik Kian Gie Kali ini saya tidak akan membahas tentang pengertian subsidi -apakah itu sama dengan uang tunai yang harus keluar atau tidak- dan hal-hal teknis lain seperti itu. Saya akan membahas tentang negara kaya yang menjadi miskin kembali karena terjerumus ke dalam mental kuli yang oleh penjajah Belanda disebut mental inlander. Mental para pengelola ekonomi sejak 1966 yang tidak mengandung keberanian sedikit pun, yang menghamba, yang ngapurancang ketika berhadapan dengan orang-orang bule. Ibu pertiwi yang perut buminya mempunyai kandungan minyak sangat besar dibanding kebutuhan nasionalnya, setelah 60 tahun merdeka hanya mampu menggarap minyaknya sendiri sekitar 8 persen. Sisanya diserahkan kepada eksplorasi dan eksploitasi perusahaan-perusahaan asing. Apa pekerjaan dan sampai seberapa jauh daya pikir para pengelola ekonomi kita sejak merdeka sampai sekarang? Istana Bung Karno dibanjiri para kontraktor minyak asing yang sangat berkeinginan mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak bumi di Indonesia. Bung Karno menugaskan Chairul Saleh supaya mengizinkannya hanya sangat terbatas. Putrinya, Megawati, bertanya kepada ayahnya, mengapa begitu? Jawaban Bung Karno kepada putrinya yang baru berumur 16 tahun, "Nanti kita kerjakan sendiri semuanya kalau kita sudah cukup mempunyai insinyur-insinyur sendiri." Artinya, Bung Karno sangat berketetapan hati mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak oleh putra-putri bangsa Indonesia sendiri. Mengapa sekarang hanya sekitar 8 persen? Lebih menyedihkan ialah keputusan pemerintah memperpanjang kerja sama dengan Exxon Mobil (Exxon) untuk blok Cepu selama 20 tahun sampai 2030. Begini ceritanya. Exxon membeli lisensi dari Tommy Soeharto untuk mengambil minyak dari sebuah sumur di Cepu yang kecil. Exxon lalu melakukan eksplorasi tanpa izin. Ternyata ditemukan cadangan dalam sumur yang sama sebanyak 600 juta barel. Ketika itu Exxon mengajukan usul untuk memperpanjang kontraknya sampai 2030. Keputusan ada di tangan Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP). Dua dari lima anggota menolak. Yang satu menolak atas pertimbangan yuridis teknis. Yang lain atas pertimbangan sangat prinsipil. Dia sama sekali tidak mau diajak berargumentasi dan juga sama sekali tidak mau melihat angka-angka yang disodorkan Exxon beserta para kroninya yang berbangsa Indonesia. Mengapa? Karena yang menjadi pertimbangan pokoknya, harus dieksploitasi bangsa Indonesia sendiri, yang berarti bahwa Exxon pada 2010 harus hengkang, titik. Alasannya sangat mendasar, tetapi formulasinya sederhana. Yaitu, bangsa yang 60 tahun merdeka selayaknya, semestinya, dan seyogianya mengerjakan sendiri eksplorasi dan eksploitasi minyaknya. Bahkan, harus melakukannya di mana saja di dunia yang dianggap mempunyai kemungkinan berhasil. Menurut peraturan yang berlaku (sebelum Pertamina berubah menjadi Persero), kalau DKPP tidak bisa mengambil keputusan yang bulat, keputusan beralih ke tangan presiden. Maka, bola ada di tangan Presiden Megawati Soekarnoputri. Beliau tidak mengambil keputusan, sehingga Exxon kalang kabut. Exxon mengirimkan executive vice president-nya yang langsung mendatangi satu anggota DKPP yang mengatakan "pokoknya tidak". Dia mengatakan, sejak awal sudah ingin bertemu satu orang anggota DKPP ini yang berinisial KKG, tetapi dilarang kolega-koleganya sendiri. KKG tersenyum sambil mengatakan karena para koleganya masih terjangkit mental inlander. Lalu dia berargumentasi panjang lebar dengan mengemukakan semua angka betapa Indonesia diuntungkan. KKG menjawab bahwa kalau dia ngotot sampai seperti itu, apa lagi latar belakangnya kalau dia tidak memperoleh untung besar dari perpanjangan kontrak sampai 2030? Karena itu, kalau mulai 2010, sesuai kontrak, Exxon harus hengkang dan seluruhnya dikerjakan Pertamina, semua laba yang tadinya jatuh ke tangan Exxon akan jatuh ke tangan Indonesia sendiri. Lagi pula, KKG menjelaskan bahwa sudah waktunya belajar menjadi perusahaan minyak dunia seperti Exxon. KKG bertanya kepadanya, "Bukankah kami berhak mulai merintis supaya menjadi Anda di bumi kita sendiri dan menggunakan minyak yang ada di dalam perut bumi kita sendiri?" Eh, dia mulai mengatakan tidak bisa mengerti bagaimana orang berpendidikan Barat bisa sampai seperti itu tidak rasionalnya! Jelas KKG muntap dan mulai memberi kuliah panjang lebar bahwa orang Barat sangat memahami dan menghayati tentang apa yang dikatakan EQ, dan bukan hanya IQ. Apalagi, kalau dalam hal blok Cepu ini ditinjau dengan IQ juga mengatakan bahwa mulai 2010 harus dieksploitasi oleh Indonesia sendiri. Bung Karno juga berpendidikan Barat dan sejak awal beliau mengatakan, "Man does not live by bread alone." Dalam hal blok Cepu, dua argumen berlaku, yaitu man does not live by bread alone, dan diukur dengan bread juga menguntungkan Indonesia, karena laba yang akan jatuh ke tangan Exxon menjadi labanya Pertamina. Pikiran lebih mendalam dan bahkan dengan perspektif jangka panjang yang didasarkan materi juga mengatakan bahwa sebaiknya blok Cepu dieksploitasi oleh Pertamina sendiri. Mengapa? Jawabannya diberikan oleh mantan Direktur Utama Pertamina Baihaki Hakim kepada Menko Ekuin ketika itu bahwa Pertamina adalah organisasi yang telanjur sangat besar. Minyak adalah komoditas yang tidak dapat diperbarui. Penduduk indonesia bertambah terus seiring dengan bertambahnya konsumsi. Kalau sekarang saja terlihat bahwa konsumsi nasional sudah lebih besar daripada produksi nasional, di masa mendatang kesenjangan ini menjadi semakin besar, dan akhirnya organisasi Pertamina yang demikian besar itu akan dijadikan apa? Apakah hanya menjadi perusahaan dagang minyak, dan apakah akan mampu berdagang saja dalam skala dunia, bersaing dengan the seven sisters? Maka visi jangka panjang Baihaki Hakim, mumpung masih lumayan cadangannya, sejak sekarang mulai go international dan menggunakan cadangan minyak yang ada untuk sepenuhnya menunjang kebijakannya yang visiuner itu.Menko Ekuin ketika itu memberikan dukungan sambil mengatakan, "Pak Baihaki, saya mendukung sepenuhnya. Syarat mutlaknya ialah kalau Anda ingin menjadikan Pertamina menjadi world class company, Anda harus juga memberikan world class salary kepada anak buah Anda." Sang Menko Ekuin keluar dari kabinet Abdurrahman Wahid. Setelah itu dia kembali ke kabinet sebagai kepala Bappenas dan ex officio menjabat anggota DKPP. Maka pikirannya masih dilekati visi jangka panjangnya Pak Baihaki Hakim dan kebetulan direktur utama Pertamina ketika itu juga masih Pak Baihaki Hakim. Tetapi, kedudukan kita berdua sudah sangat lemah, karena dikreoyok para anggota DKPP dan anggota direksi lain yang mental, moral, dan cara berpikirnya sudah kembali menjadi inlander. Baihaki Hakim yang mempunyai visi, kemampuan, dan telah berpengalaman 13 tahun menjabat direktur utama Caltex Indonesia langsung dipecat begitu Pertamina menjadi persero. Alasannya, kalau diibaratkan sopir, dia adalah sopir yang baik untuk mobil Mercedes Benz. Sedangkan yang diperlukan buat Pertamina adalah sopir yang cocok untuk truk yang bobrok. Bayangkan, betapa inlander cara berpikirnya. Pertamina diibaratkan truk bobrok. Caltex adalah Mercedez Benz. Memang sudah edan semua.Ada tekanan luar biasa besar dari pemerintah Amerika Serikat di samping dari Exxon. Ceritanya begini. Dubes AS ketika itu, Ralph Boyce, sudah membuat janji melakukan kunjungan kehormatan kepada kepala Bappenas, karena protokolnya begitu. Tetapi, ketika sang Dubes tersebut mendengarkan pidato sang kepala Bappenas di Pre-CGI meeting yang sikap,isinya pidato, dan nadanya bukan seorang inlander, janjinya dibatalkan.Eh, mendadak dia minta bertemu kepala Bappenas. Dia membuka pembicaraan dengan mengatakan akan berbicara tentang Exxon. Kepala Bappenas dalam kapasitasnya selaku anggota DKPP mengatakan bahwa segala sesuatunya telah dikemukakan kepada executive vice president-ya Exxon, dan dipersilakan berbicara saja dengan beliau.Sang Dubes mengatakan sudah mendengar semuanya, tetapi dia hanya melakukan tugasnya. "I am just doing my job". Kepala Bappenas mengatakan lagi, "Teruskan saja kepada pemerintah Anda di Washington semua argument penolakan saya yang diukur dengan ukuran apa pun, termasuk semua akal sehat orang-orang Amerika pasti dapat diterima." Kepala Bappenas keluar lagi dari kabinet karena adanya pemerintahan baru, yaitu Kabinet Indonesia Bersatu, dan Exxon menang mutlak. Ladang minyak di blok Cepu yang konon cadangannya bukan 600 juta barrel, tetapi 2 miliar barrel, oleh para inlander diserahkan kepada Exxon penggarapannya.Saya terus berdoa kepada Bung Karno dan mengatakan, "Bung Karno yang saya cintai dan sangat saya hormati. Janganlah gundah dan gelisah, walaupun Bapak sangat gusar. Istirahatlah dengan tenang. Saya juga sudah bermeditasi disalah satu vihara untuk menenangkan hati dan batin saya. Satu hari nanti rakyat akan bangkit dan melakukan revolusi lagi seperti yang pernah Bapak pimpin, kalau para cecunguk ini sudah dianggap terlampau lama dan terlampau mengkhianati rakyatnya sendiri." *) Mantan Menteri Negara PPN/kepala Bappenas No virus found in this incoming message. Checked by AVG. Version: 8.0.100 / Virus Database: 270.2.0/1495 - Release Date: 6/10/2008 5:11 PM -- Heru Herlambang www.geraihosting.com - Hostingnya Blogger dan CMS Mania. www.writemethecode.com - Template Development and Converter. www.vandenito.com - Web and Multimedia Stock www.webito.web.id - Code Development and Application Service Provider www.masheru.web.id - My Personal Blog Journey. www.mxrider.or.id - Yamaha Jupiter MX135LC Rider's Community http://mx135.multiply.com milis: [EMAIL PROTECTED] KSNET Port Malang (Internet Service Provider) Internal Virus Database is out of date. Checked by AVG. Version: 8.0.100 / Virus Database: 270.2.0/1495 - Release Date: 6/10/2008 5:11 PM
