Kunci dari permasalahan kemacetan jalan di Jakarta ada di transportasi umum. 
Selama transportasi umum tidak dibenahi, kemacetan di Jakarta tidak akan pernah 
teratasi. 8-P



----- Original Message ----
From: "◄••ŁцÇk¥••►" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, September 10, 2008 10:52:07 PM
Subject: [mxrider] Sepeda motor akan dilarang di jakarta


http://www.gatra. com/artikel. php?id=118203
Jalur Sepeda Motor Terancam Digusur

Jakarta, 6 September 2008 08:32
Untuk mengurangi kemacetan di sejumlah ruas jalan di Jakarta, Pemerintah 
Provinsi DKI Jakarta mengkaji segala kemungkinan, termasuk melarang sepeda 
motor (roda dua) untuk melewati daerah-daerah tertentu yang menjadi pusat kota.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan M. Tauchid, langkah itu ditempuh meniru yang 
dilakukan beberapa kota besar lain di dunia, seperti di Shanghai, Cina, dimana 
pusat kotanya bersih dari motor.

"Kami masih mengupayakan ada kajian lebih mendalam. Di Shanghai, Cina, di pusat 
kota sudah tidak ada motor. Itu efektif. Di Jakarta itu bagian yang harus 
dikaji, harus bisa dilaksanakan dengan baik dan melibatkan instansi lain," 
papar Tauchid seusai bertemu Gubernur DKI di Balaikota Jakarta, Jum`at (5/9).

Tauchid menyontohkan beberapa ruas jalan yang akan dikaji untuk dibebaskan dari 
motor adalah yang paralel dengan lajur busway.

Sementara untuk ruas jalan yang lain, Dinas Perhubungan akan membuat lajur 
khusus motor agar sepeda motor jauh lebih tertib, aman, dan selamat.

Lajur khusus itu disebut Tauchid akan diambil dari ruas jalan yang ada, namun 
akan dilengkapi dengan marka jalan dan rambu-rambu yang lebih tegas dari 
sekarang namun tidak menggunakan separator. "Tidak akan pakai separator karena 
kendaraan lain masih boleh lewat jalur itu. Itu akan pakai marka dan 
rambu-rambu. Kita akan kerjasama dengan polisi (untuk penegakan hukumnya)," 
paparnya.

Saat ini, penumpang sepeda motor seringkali berjalan menyebar menggunakan lajur 
kiri dan kanan jalan yang turut andil menyebabkan terjadinya kemacetan selain 
membahayakan pengguna jalan lainnya.

Pembuatan lajur khusus motor itu disebut Tauchid sangat mendesak mengingat 
pertumbuhan jumlah motor di Jakarta yang sangat tinggi. "Data yang ada 
menyebutkan pertumbuhannya sangat luar biasa. Di Jakarta, empat tahun terakhir 
pertumbuhannya mencapai 300 persen dan penggunaannya banyak menimbulkan 
permasalahan bagi pengemudi bus dan kemacetan lalu lintas," katanya.

Selain kajian pembatasan jumlah motor, Pemprov DKI juga mengkaji kemungkinan 
mengurangi kemacetan dengan membedakan jam masuk sekolah, kantor dan jam buka 
pusat perbelanjaan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengutip penelitian yang diadakan oleh 
konsultan transportasi Dinas Perhubungan PT Pamintori Cipta bahwa pengguna 
jalan terbagi atas empat kelompok yakni pelajar, pegawai pemerintah, pegawai 
swasta, dan pengunjung pusat perbelanjaan.

Perbedaan jam mulai sekolah, kantor dan pusat perbelanjaan diharapkan dapat 
mengurangi kemacetan karena kelompok tersebut tidak akan berangkat ke tempat 
tujuan bersamaan seperti yang terjadi saat ini. "Jadi kalau mulainya berbeda 
maka berangkatnya berbeda. Jadi pemakaian jalan bisa dikatakan gantian," kata 
Prijanto. [EL, Ant] 

 
    


      
  • [mxrid... &#9668 ; ••&#321 ; &#1094 ; Çk¥••&#9658 ;
    • R... todo SIBUEA

Kirim email ke