--- On Mon, 12/1/08, Chalid Mawardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Chalid Mawardi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [mxrider] Harga Premium Turun, SPBU Rugi Rp 22 Miliar per Hari
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Monday, December 1, 2008, 2:56 AM










    
            Lha klo kaya kemaren dulu itu, pas premium naek jadi Rp 6.000 dari 
Rp 4.500 kok ngga ada yg teriak2 rugi (berdasarkan paragraf terakhir, gw bold)

Giliran rugi tereak, nah lagi untung adem ayem aje, gimane tuh premium 
diturunin jadi Rp 4.500 lagi yach, pade demo dah tuh SPBU



Minggu, 30/11/2008 11:00 WIB



        Harga Premium Turun, SPBU Rugi Rp 22 Miliar per Hari

        

        Alih Istik Wahyuni - detikFinance

        


                
                

                
                        Foto: Dok detikcomJakarta
- Para pengusaha SPBU mengaku merugi dengan penurunan harga Premium
sebesar Rp 500 per liter mulai besok. Kerugian SPBU di seluruh
Indonesia bisa mencapai Rp 22 miliar dalam satu hari.

Ketua
Himpunan Pengusaha Swasta (Hiswana) Migas M. Nur Adib menjelaskan, SPBU
harus menanggung rugi karena tetap harus menebus Premium dari Pertamina
hari ini dengan harga Rp 6.000 per liter. Padahal, Premium yang ditebus
hari ini baru akan terjual besok dengan harga Rp 5.500 per liter.

"Jadi
sebetulnya penurunan harga ini merugikan SPBU. Karena SPBU kan nggak
boleh kosong, jadi kita tebus hari ini harganya pakai Rp 6.000. Tapi
kita jual besok harganya Rp 5.500," katanya ketika dihubungi detikFinance, 
Minggu (30/11/2008) .

Ia
menambahkan, memang pengusaha SPBU mendapat margin Rp 80 per liter.
Meski begitu, tetap saja pengusaha SPBU menanggung rugi atas selisih
harga yang ditebus dari Pertamina dan yang dijual saat harga sudah
turun.

Konsumsi Premium seluruh Indonesia mencapai 58.000 kilo
liter per hari. Karena ada rencana penurunan harga mulai besok,
diperkirakan konsumsi agak menurun menjadi sekitar 54.000 per hari.

Menurut
Nur Adib, beban yang ditanggung pengusaha SPBU adalah selisih harga
lama dan harga baru sebesar Rp 500 dikurangi margin SPBU sebesar Rp 80
per liter. Artinya, selisih yang ditanggung SPBU adalah Rp 420 per
liter. Jika dikalikan dengan konsumsi Premium sebanyak 54.000 kilo
liter, maka kerugian seluruh SPBU mencapai Rp 22 miliar.

"Memang
kita ditambah margin Rp 80. Tapi tetap saja kita rugi hingga Rp 22
miliar. Pemerintah ini kalau ambil langkah, nggak mikirin grassroot,"
katanya.

Menurut Nur Adib, kerugian yang diderita pengusaha SPBU
tidak hanya terjadi saat penurunan harga BBM. Saat harga BBM naik,
dengan margin SPBU yang tetap pengusaha harus membayar kenaikan pajak
bahan bakar. Pajak bahan bakar memang dihitung berdasarkan harga jual
BBM.

(lih/qom)

-- 


      

    
    __.Pantesan bensin pada ilang dipasaran 

  
  
  
  
    
    


     


            
            
                        Recent Activity
                
                        
       7
      New Members
    
  
                    
                    
                    
                    
                    
                
                      
                Visit Your Group              
             
                              
            
                          
              
                      Y! Sports for TV 
Access it for free 
Get Fantasy Sports 
stats on your TV.                  
                    
                      Yahoo! Groups 
Everyday Wellness Zone 
Check out featured 
healthy living groups.                  
                    
                      Best of Y! Groups 
Discover groups 
that are the best 
of their class.                  
          
            
                  
          .
                           

        
        
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke