Gua punya pengalaman mengenai negara malingsia waktu
kesana beberapa waktu lalu.

Negara itu keliahatannya aja damai padahal jauh dari
kesan damai. Kenapa demikian, karena didalamnya banyak
terjadi bentrokan, walau tersamarkan, antar etnisnya,
melayu, china, india yang merupakan etnis mayoritas di
negara malingsia, merasa paling berhak atas fasilitas
yang diberikan oleh negara itu.

Etnis melayu yang merasa paling berkuasa dan penduduk
no. 1 disana, menurut temen saya yang merupakan etnis
china, budak melayu adalah etnis no.1 yang paling
malas disana. katanya lagi, mereka sok pintar padahal
tidak tau apa-apa, sok rajin padahal malas, yang pasti
yang keluar dari mulut temen saya itu adalah kata-kata
yang merendahkan etnis melayu disana. Dan yang lucu,
setiap perusahaan yang ada dimalingsia harus dan wajib
mempekerjakan etnis melayunya,sebagai peraturan dari
pemerintah disana. Mengapa demikian, karena pemerintah
mereka takut etnis no.1 yang malas ini akan tergusur,
gak dapat apa-apa alias menjadi pengangguran
dinegaranya. Yang pusing ya org yang punya perusahaan
disana, hampir 80% org melayu yang bekerja semuanya
dibawah standar edukasinya.

Trus saya bertanya dengan temen yang etnis melayu
bagaimana kehidupan sosial antar etnis disana. Yang
keluar dari mulut mereka isinya ya seperti temen saya
yang etnis china, kata-2 yang keluar adalah sumpah
serapah, menghina, menjelekkan, dan merendahkan etnis
lain, kesannya, gua yang paling bener etnisnya disana.

Hal yang sama juga saya dapatkan ketika secara iseng
bertanya hal yang sama kepada temen yang beretnis
India. Dengan kata lain, semua kata2 yang keluar
adalah hinaan, cacian, merendahkan, dan menghina etnis
lain.

Dan adegan yang bisa kita jumpai kalo kita berjalan2
di malingsia, disana tidak ada pembauran dalam artian,
kalo kita di Indonesia tercinta ini pada saat diluar
jam kerja atau santai kita dapat berkumpul
bersama-sama dengan suku manapun dan dari ras manapun,
mau dia suku jawa, madura, betawi, dayak, dll, kita
dapat bersendagurau bersama, tapi disana yang saya
lihat mereka membentuk kelompok2 nongkrong berdasarkan
etnis, kalo etnis china ya ama orng2 china, etnis
mleyu ya ama org melayu, demikian juga India. Gak
pernah atau jarang kita akan menemukan mereka/ketiga
etnis tersebut duduk kongkow2 bareng...

Nah kalo bisa kita tebak nantinya, kamungkinan ketiga
etnis terbesar di negara malingsia ini akan saling
bentrok, saling jegal, sling perang, pada saat
lapangan kerja sudah berkurang, kekayaan alam mulai
habis, dan kesenjangan sosial diantara mereka makin
tinggi. Saya menjamin pasti mereka akan berantem
sendiri karena pemicunya sudah tampak dari sekarang,
yaitu sifat ego masing2 etnis.

Bersyukurlah kita Bangsa Yang Besar ini sudah melewati
masa-masa itu. Masa dimana kediktatoran pemerintah
selalu menghantui kita. Sekarang kita sudah memasuki
masa reformasi, masa yang cukup indah. dimana semua
kegiatan yang kita lakukan tidak dibatasi oleh satu
rezim. Sementara malingsi???? mereka belum
mengalaminya. Mereka masih dibawah bayang-bayang rezim
yang keras. Dengarkan apa yang diceritakan mantan
wakil perdana mentri ANWAR IBRAHIM di TV beberapa
waktu lalu. Apa yang dikatakannya semua benar, tidak
ada demokrasi disana. Semua warga terbelenggu. Cerita
apapun dari koran dan majalah disana adalah cerita
yang baik sehingga meninabobokan penduduknya, padahal
cerita sebanarnya lebih mengerikan kalo
dipublikasikan. Bersyukur kita sudah tidak mengalami
hal tersebut lagi. Kita beberapa langkah didepan
negara malingsia sekarang.

Beberpa tahun kedepan, kita mungkin akan tersenyum
melihat kehancuran negara malingsia, oleh mereka
sendiri, bukan oleh serangan atau invasi negara lain.
Mereka akan jatuh oleh rasa kegoisan etnis nya.Semoga
pada saat itu terjadi, kita dapat menyaksikannya di
televisi dari dalam kamr kita yang sejuk sambil
menikmati secangkir kopi manis dan sepiring singkong
goreng yang hangat.

"HIDUPLAH INDONESIA RAYA"




--- hamzah ead <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> he..he...
> sesudah samudera aku lalui...aku mula tahu dan yakin
> benar akan kejengkelan mu wahai indon..
> sesudah ku lihat pulau sipadan tidak dapat kau
> tawan...pastinya  itu menunjukkan kau tidak punya
> kemahiran..
> Wahai indon...kapan kau berkata malaysia tidak
> mengenang jasa atas jasa orang-orangmu di negeri
> saya...nampaknya kau mengakui kebodohanmu...merempat
> di negeri saya,tapi tidak pernah
> bersyukur..,berlagak dengan ustaz negeri kamu, tp
> ustaz yang tk punya maruah..wahai indon yang
> malang...kamu melihat setitik sengketa di negeri
> saya,...tapi tk melihat limpahan kerakusan
> pembunuhan di negeri mu...sungguh daif
> negerimu..hanya mengharap ihsan rezeki di
> negeriku...
> saya kesian melihat anak2 muda mudi rakyatmu di
> negeriku merempat mengharap sesuap nasi...
> menumpang tapi tidak pernah bersyukur..wahai indon
> sahabatku yang malang...kamu sombong dengan alat
> muzik mu yang sudah ketinggalan zaman..tidak pernah
> kami sudi menyentuhnya..jelek bangat bagi pandangan
> kami yang jauh lebih maju darimu...
> he....he,,,



      
____________________________________________________________________________________
Be a better sports nut!  Let your teams follow you 
with Yahoo Mobile. Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/sports;_ylt=At9_qDKvtAbMuh1G1SQtBI7ntAcJ

Kirim email ke