Sebusuk orang yg mengucapkan he he heĀ bosan nih apa gak ada yg asli ya?
_____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of eddy lau Sent: 15 Nopember 2007 19:56 To: [email protected] Subject: Balasan: HiperSeks ( . Y . ) GANYANG MALAYSIA (penting untuk di baca) AMIEN.... bangsa BUSUK tetaplah BANGSA BUSUK. cowok jakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Gua punya pengalaman mengenai negara malingsia waktu kesana beberapa waktu lalu. Negara itu keliahatannya aja damai padahal jauh dari kesan damai. Kenapa demikian, karena didalamnya banyak terjadi bentrokan, walau tersamarkan, antar etnisnya, melayu, china, india yang merupakan etnis mayoritas di negara malingsia, merasa paling berhak atas fasilitas yang diberikan oleh negara itu. Etnis melayu yang merasa paling berkuasa dan penduduk no. 1 disana, menurut temen saya yang merupakan etnis china, budak melayu adalah etnis no.1 yang paling malas disana. katanya lagi, mereka sok pintar padahal tidak tau apa-apa, sok rajin padahal malas, yang pasti yang keluar dari mulut temen saya itu adalah kata-kata yang merendahkan etnis melayu disana. Dan yang lucu, setiap perusahaan yang ada dimalingsia harus dan wajib mempekerjakan etnis melayunya,sebagai peraturan dari pemerintah disana. Mengapa demikian, karena pemerintah mereka takut etnis no.1 yang malas ini akan tergusur, gak dapat apa-apa alias menjadi pengangguran dinegaranya. Yang pusing ya org yang punya perusahaan disana, hampir 80% org melayu yang bekerja semuanya dibawah standar edukasinya. Trus saya bertanya dengan temen yang etnis melayu bagaimana kehidupan sosial antar etnis disana. Yang keluar dari mulut mereka isinya ya seperti temen saya yang etnis china, kata-2 yang keluar adalah sumpah serapah, menghina, menjelekkan, dan merendahkan etnis lain, kesannya, gua yang paling bener etnisnya disana. Hal yang sama juga saya dapatkan ketika secara iseng bertanya hal yang sama kepada temen yang beretnis India. Dengan kata lain, semua kata2 yang keluar adalah hinaan, cacian, merendahkan, dan menghina etnis lain. Dan adegan yang bisa kita jumpai kalo kita berjalan2 di malingsia, disana tidak ada pembauran dalam artian, kalo kita di Indonesia tercinta ini pada saat diluar jam kerja atau santai kita dapat berkumpul bersama-sama dengan suku manapun dan dari ras manapun, mau dia suku jawa, madura, betawi, dayak, dll, kita dapat bersendagurau bersama, tapi disana yang saya lihat mereka membentuk kelompok2 nongkrong berdasarkan etnis, kalo etnis china ya ama orng2 china, etnis mleyu ya ama org melayu, demikian juga India. Gak pernah atau jarang kita akan menemukan mereka/ketiga etnis tersebut duduk kongkow2 bareng... Nah kalo bisa kita tebak nantinya, kamungkinan ketiga etnis terbesar di negara malingsia ini akan saling bentrok, saling jegal, sling perang, pada saat lapangan kerja sudah berkurang, kekayaan alam mulai habis, dan kesenjangan sosial diantara mereka makin tinggi. Saya menjamin pasti mereka akan berantem sendiri karena pemicunya sudah tampak dari sekarang, yaitu sifat ego masing2 etnis. Bersyukurlah kita Bangsa Yang Besar ini sudah melewati masa-masa itu. Masa dimana kediktatoran pemerintah selalu menghantui kita. Sekarang kita sudah memasuki masa reformasi, masa yang cukup indah. dimana semua kegiatan yang kita lakukan tidak dibatasi oleh satu rezim. Sementara malingsi???? mereka belum mengalaminya. Mereka masih dibawah bayang-bayang rezim yang keras. Dengarkan apa yang diceritakan mantan wakil perdana mentri ANWAR IBRAHIM di TV beberapa waktu lalu. Apa yang dikatakannya semua benar, tidak ada demokrasi disana. Semua warga terbelenggu. Cerita apapun dari koran dan majalah disana adalah cerita yang baik sehingga meninabobokan penduduknya, padahal cerita sebanarnya lebih mengerikan kalo dipublikasikan. Bersyukur kita sudah tidak mengalami hal tersebut lagi. Kita beberapa langkah didepan negara malingsia sekarang. Beberpa tahun kedepan, kita mungkin akan tersenyum melihat kehancuran negara malingsia, oleh mereka sendiri, bukan oleh serangan atau invasi negara lain. Mereka akan jatuh oleh rasa kegoisan etnis nya.Semoga pada saat itu terjadi, kita dapat menyaksikannya di televisi dari dalam kamr kita yang sejuk sambil menikmati secangkir kopi manis dan sepiring singkong goreng yang hangat. "HIDUPLAH INDONESIA RAYA" --- hamzah ead <hidropirismatik@ <mailto:hidropirismatik%40yahoo.com.my> yahoo.com.my> wrote: > he..he... > sesudah samudera aku lalui...aku mula tahu dan yakin > benar akan kejengkelan mu wahai indon.. > sesudah ku lihat pulau sipadan tidak dapat kau > tawan...pastinya itu menunjukkan kau tidak punya > kemahiran.. > Wahai indon...kapan kau berkata malaysia tidak > mengenang jasa atas jasa orang-orangmu di negeri > saya...nampaknya kau mengakui kebodohanmu...merempat > di negeri saya,tapi tidak pernah > bersyukur..,berlagak dengan ustaz negeri kamu, tp > ustaz yang tk punya maruah..wahai indon yang > malang...kamu melihat setitik sengketa di negeri > saya,...tapi tk melihat limpahan kerakusan > pembunuhan di negeri mu...sungguh daif > negerimu..hanya mengharap ihsan rezeki di > negeriku... > saya kesian melihat anak2 muda mudi rakyatmu di > negeriku merempat mengharap sesuap nasi... > menumpang tapi tidak pernah bersyukur..wahai indon > sahabatku yang malang...kamu sombong dengan alat > muzik mu yang sudah ketinggalan zaman..tidak pernah > kami sudi menyentuhnya..jelek bangat bagi pandangan > kami yang jauh lebih maju darimu... > he....he,,, __________________________________________________________ Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now. http://mobile. <http://mobile.yahoo.com/sports;_ylt=At9_qDKvtAbMuh1G1SQtBI7ntAcJ> yahoo.com/sports;_ylt=At9_qDKvtAbMuh1G1SQtBI7ntAcJ _____ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! <http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http:/id.answers.yahoo.com/> Answers
